
Lalu..., kemana perginya Alexia?
Perut wanita itu semakin membesar dan tak lagi bisa di sembunyikan. Itu sebabnya, Alexia memilih berkunjung ke rumah ibunya saat semua orang di rumah nya pergi ke pernikahan para D.
Alexia sedang membaca buku yang ia temukan di balik tumpukan milik ibunya.
Buku apa?
Sebuah buku tulis dengan tanda tangan bertuliskan VB.
Ini milik nenek nya? Vanessa Bell? Jadi nama Houston yang tersemat di belakang nama asli ibunya pasti milik kakeknya. Mark Houston.
Buku ini di temukan Alexia kala wanita itu berkunjung ke rumah ibunya. Kala ibunya sedang mengunjungi pernikahan para D. Perutnya semakin membesar dan ia semakin enggan menemui Arthur mantan suaminya.
Karena hormon kehamilannya ia melupakan keanehan pria itu. Sedari awal, bertemunya ia dengan Arthur saja sudah aneh. Pria itu mengeluhkan design yang bukan milik perusahaan AM Designer Art dan yang pasti juga bukan web resmi perusahaan meski sudah di tangani oleh uncle Ken juga uncle Rick. Web itu kini telah di hilangkan dari internet.
__ADS_1
Alexia juga ingat jika Arthur yang tiba- tiba melamarnya, padahal, wanita itu yakin jika tak ada hal romantis yang terjadi di antara mereka selama wanita itu menggarap rumah yang di akui Arthur miliknya. Dan secara tiba- tiba pula pria itu meminta cerai bahkan saat itu mereka juga baru selesai bercumbu.
‘ bosan dia bilang? Alasan yang tidak masuk di akal.’ batin Alexia.
Pria itu bahkan selalu berkunjung ke apartment Alexia meski mereka resmi bercerai. Bahkan kemarin pria itu meminta maaf sudah membuat Alexia merasakan sakit karena parfum yang di gunakan pria itu.
Alexia memilih melupakan pria itu dan fokus membaca buku harian milik neneknya.
Alexia begitu terkejut ketika mengetahui jika kehidupan awal neneknya tidaklah baik. Ibu dari neneknya atau buyut Alexia kekurangan uang, lantaran hanyalah single parent yang berusaha menghidupi kedua anakya.
Beruntung, setelah Nenek Vanessa bersekolah kehidupan keluarganya berubah menjadi lebih baik lantaran nenek adalah siswi berprestasi, dan merupakan siswa penerima beasiswa.
Nenek bukan hanya menerima beasiswa untuk membiayai sekolahnya, namun juga menerima uang saku setiap bulannya. Nenek Vanessa juga sering ikut lomba.
Meski kekurangan, nenek Vanessa sangatlah bahagia.
__ADS_1
Sampai ia mendapati kenyataan jika sebenarnya ia memiliki saudara kembar.
‘ saudara kembar?’
Namanya Vanilla. Sedari kecil, karena tak kuat menghidupi kedua anaknya, Vanilla di titipi ke saudara buyutnya karena mereka tak memiliki anak karena saudara buyutnya juga di vonis tak bisa memiliki anak.
Sejujurnya, Vanessa pernah mengunjungi tempat dimana saudari kembarnya tinggal. Di sana, entah mengapa nenek Vanessa merasa sakit.
Bagaimana tidak sakit, di saat ia harus berjuang untuk merubah perekonomian keluarganya, saudari kembarnya ternyata hidup enak juga nyaman karena ternyata saudara dari ibu kandung Vanessa ternyata adalah orang kaya.
Namun, sebagaimana Vanessa iri pada kehidupan saudari kembarnya, kenyataanya ini bukanlah salah saudari kembarnya.
Setelahnya, Vanessa berusaha menjalani hidupnya. Ia tahu jika saudari kembarnya kuliah di bagian hukum karena ingin menjadi pengacara. Sekali lagi Vanessa hanya tersenyum kecut. Ia dan saudarinya rupanya memiliki mimpi dan ke sukaan yang sama. Sedari dulu, ia menyukai hal- hal berbau hukum,jika Vanilla ingin menjadi pengacara, Vanessa ingin menjadi hakim.
Namun, beasiswa yang ia dapat sangat berlainan dengan mimpinya.
__ADS_1