Emily Is Emerald

Emily Is Emerald
Episode 21 gambar Emily


__ADS_3

“ ngomong- ngomong kapan Uncle akan balik?” ucap Emily membuyarkan lamun Rafael.


“ nanti jam 3.” ucap Rafael melihat Tiket pesawat yang ada di kantong nya.


“ begitu? Ini masih jam 10, selama ini Uncle pasti hanya melihat- lihat Universitas- kan? Ayo kita lihat kota ini sepenuh nya. Tapi hari ini salju pertama sie, pasti jalan- jalan akan tertutup salju.” ucap Emily memberi pendapat tapi menggagalkannya sendiri. Membuat Rafael tertawa melihatnya.


“ kau temani Uncle melihat oleh- oleh saja.” ucap Rafael mengelus kepala Emily. Emily hanya menautkan jari engah dan ibu jari nya menandakan OK.


0o0


 


Setelah 7 hari hari berbulan madu yang membahagiakan bagi pengantin baru- meski membingungkan bagi Many pada perubahan sikap Ken kepadanya- akhirnya Many dan Ken pulang.


“ lho, ini bukan perjalanan pulang ke rumah kita- kan?” ucap Many bingung.


“ kita telah menjadi Suami istri Many, tidak mungkin selamanya tinggal di rumah orang tua, aku telah membeli sebuah rumah untuk kita tinggali, namun sementara masih di renovasi, jadi sementara kita akan tinggal di apartement.” ucap Ken masih konsentrasi menyetir mobil sport nya.


“ apa kita akan ke apartement Emily?” tanya Many.


“ tidak, aku memiliki apartement sendiri, sebenarnya aku dulu menyewa nya saat aku sedang suntuk menghadapi omelan Mommy, jika aku tetap berada di rumah pasti Mommy akan tetap mengomel dan ujung- ujung nya Daddy pasti akan ikut- ikutan mengomeli aku.” ucap Ken dengan bersungut- sungut yang hanya di balas tawa kecil oleh Many. Karena ia tahu betul bagaimana sikap Mommy Ken dan ddady Ken yang budak cinta nya Mommy Ken.


---


Apartement Elit di kota X. dalam satu Flat nya terdiri dari 2 lantai, begitu pintu di buka langsung terhubung ke dua kamar tidur di sisi kiri dan kanan dan tepat di depan pintu utama ter dapat tangga besar menuju ruang bawah yang terdiri dari ruang makan, dapur di sebelah dapur ada ruangan khusus untuk mencuci baju lengkap dengan mesin cuci, toilet yang sebelah tangga dan sebelah tangga lainnya ada vasilitas kamar mandi bath up juga shower dalam satu ruang, ruang keluarga terbuka dengan TV layar datar yang terhubung di Dinding dengan beberapa Sofa mewah yang mengelilinginya. Di tambah bar Mini yang menyimpan beberapa Alcohol yang di koleksi Ken ada juga sebagian diberi dari rekan bisnis nya.


“ kamar ku di sebelah Kanan, Many, sekarang ayo kita kesana.” ucap Ken membawa koper bawaannya ke kamarnya.


“ lalu yang di seberang?” ucap Many menunjukkan kamar di seberang kamar.


“ karena kita hanya akan menggunakan satu kamar, satu kamar itu aku gunakan sebagai ruangan audio animation. Terkadang ketika aku banyak tugas aku akan berdiam diri disana, karena aku telah melengkapi ruangan itu dengan alat- alat Animation lengkap- bahkan bukan hanya gambar 2d atau 3d aku juga membuat ruang Audition untuk membuat film pendek.” ucap Ken menjelaskan.


“ wow. Setelah kita membereskan barang- barang ini bolehkah aku melihatnya.” ucap Many.


“ kau tidak lelah? Kita istirahat dulu lalu makan.” ucap Ken merebahkan dirinya di kasur ukuran King zise nya.


“ tidak, jika kita istirahat ujung- ujungnya aku hanya akan tambah kelelahan.” ucap Many yang kesal, karena memang begitulah suami nya. Ken terkekeh.


“ oh, ayolah, kau juga suka.” ucap Ken menggoda.

__ADS_1


“ kau ini.” ucap Many hendak keluar. Melihat nya Ken hanya tersenyum dan merebahkan dirinya di kasur. Sementara Many melihat- lihat seluruh Apartement yang domestic bewarna White Born dan Gold, membuat apartement ini tampak sederhana namun bernuansa Elegan cocok untuk Many yang tidak suka terlalu girly ataupun manly. Ruangan dapur yang terbuat dari kayu jati Asli dan juga Bar Mini yang menampilkan beberapa Wine dan juga Cocktail yang terkenal dari berbagai penjuru dunia dan dari semua koleksi Ken yang termurah bahkan bisa untuk membeli satu kamar Apartement selama satu tahun. Ken bukanlah pecandu Alcohol, ia mengumpulkannya hanya sekedar koleksi.


Kaki Emily terhenti karena Ragu untuk melangkah kan kaki nya di depan ruangan Studio Animation milik Ken. Ia takut ia hanya akan melihat gambar Emily, karena Many tahu jika Ken sangat menyukai Emily. Akhirnya dengan berat Hati Many membuka ruangan Ken karena rasa penasarannya yang kuat mengalahkan keraguannya.


Ruangan Ken hanya terdapat beberapa gambar kartun, bahkan rak berisi kertas- kertas rancangan hanya menampilkan tugas- tugas Ken selama di campus. Ia melirik sebuah layar dan penasaran akan animation gerak yang di buat Ken. Hanya ada sebuah kartun sederhana.


‘ aku pikir akan ada gambar Emily disini.’ batin Many.


“ kau sudah selesai melihat- lihat.” ucap Ken memeluk Many dari belakang.


“ Ken?” ucap Many yang terkejut Ken sudah ada di belakangnya.


“ aku lapar, ayo kita makan.” ucap Ken sambil mengarahkan wajah Many menghadapnya.


“ atau aku yang akan memakanmu, lagi.” ucap Ken mencium Many lagi. Dengan nakal, Ken mulai membekap tubuh Many ke dinding, menciumi bibir Many dengan ganas. Menyesapi bibir nya atas dan bawah. Saling bersilat lidah, memaksa agar Lidah many membalas apa yang di lakukannya. Hingga mereka kehabisan Nafas baru Ken menghentikan aksinya. Many sedikit mendorong tubuh ken saat pria itu mulai meraba dada many.


“ aku akan memasak sebentar.” ucap Many meninggalkan Ken yang terkekeh pelan.


‘ manisnya.’ batin Ken mengikuti Many sebelum akhirnya mematikan ruangan studio Mini nya.


“ kau bisa memasak?” ucap Ken melihat Many bersiap memasak.


“ kau sexy jika pakai itu, sayang.” ucap Ken menggoda Many.


“ ap.., apa?” ucap Many dengan wajah bersemu merah.


” uh, manisnya. Dari pada menunggu masakan buatanmu aku jadi ingin memakanmu.” ucap Ken mendekati Many.


“ Ken.” ucap Many sambil mendorong Ken yang berusaha memeluknya. Ken hanya terkekeh lalu kembali ke tempat ia duduk semula.


“ kau ini aneh.” ucap Many meneruskan memasak.


“ hem? Aneh?” ucap Ken masih menatap Many yang sedang menyiapkan alat- alat dapur.


“ iya, aneh.” ucap Many membuka lemari pendingin melihat apa saja yang bisa ia masak.


“ masa suami sendiri di katai aneh.” ucap Ken menggoda.


“ Ken.” ucap Many yang hanya di jawab senyuman oleh Ken.

__ADS_1


“ padahal dulu waktu aku memintamu menjadi kekasihku kau tak menjawabnya, bersikap seolah aku adik kecilmu, bahkan tak pernah memandangku sebagai wanita kenapa tiba- tiba kau malah menikahi ku dan sikapmu bahkan berbanding terbalik dengan biasanya.” ucap Many sibuk memotong daging.


“ aku memang menganggapmu little sister ku Many.” ucap Ken, tanpa sadar membuat Many tersakiti.


“ namun saat kau perlahan menjahui ku entah mengapa aku merasa ada yang berbeda. Di saat kau di dekati pria lain entah mengapa aku menjadi kesal.”


“ kesal karena adik kecilmu dekat orang asing?” ucap Many meyakinkan.


“ bukan seperti itu, lebih tepat seperti perasaan tidak suka ada orang lain yang mendekati milikku. Perasaan aku tak suka ketika kau hanya menganggapku kakak. Kau tahu betapa marahnya aku ketika tahu kau akan menikah dengan orang lain? Aku bahkan mendekati Marco agar mau melepaskanmu.”


“ apa? Kau menemui Marco? Kenapa?” heran Many.


“ agar dia mau menyerahkanmu padaku. Aku sendiri baru tahu tentang apa arti semua ini kepadamu, Many. Kau tahu apa itu?” tanya Ken. Many hanya menggeleng.


“ aku cemburu, aku tidak suka ada pria lain dekat denganmu.”


“ bukan karena perasaan seorang kakak yang takut adiknya kenapa- kenapa?” ucap Many dengan senyum sinis. Mencoba menuangkan minyak panas ke wajan untuk menumis bumbu- bumbu.


“ Many.” panggil Ken. Sementara Many menumis bumbu- bumbu hingga harum. Setelah itu memasukkan masakannya dan menambahkan sedikit air.


“ ya?” ucap Many masih sibuk dengan masakannya.


“ apa kau percaya jika aku mengatakan aku mencintai mu, Many?” ucap Ken merangkul Many dari belakang.


“ Ken?” ucap many tak percaya.


“ aku mencintaimu, Many.” ucap Ken mengulang kata- katanya.


“ kau bohong.” ucap Many berusaha membantah kata- kata Ken. Ken tak menjawabnya hanya mengeratkan pelukannya dan menaruh kepalanya bersandar pada pundak Many menciumi aroma tubuh Many yang menjadi candu belakangan ini.


“ bu.., bukankah kau menyukai Emily? Kau sendiri yang mengatakan kau hanya menggapku little sister mu” ucap Many dengan suara gemetar.


“ aku sendiri tak tahu namun setelah aku bertemu Marco aku baru menyadari jika aku hanya mengagumi Emily, ia wanita yang luar biasa dan rasa cinta ku padamu Many, rasa ingin melindungimu bukan karena aku menganggap mu adik kecilku namun karena aku tak mau kau di miliki pria lain.”ucap Ken menangkap wajah Many yang telah memerah.


“ ayo selesaikan masakanmu, dan biarkan aku mencoba masakan pertamamu.” ucap Ken setelah mencium bibir Many sekilas. Setelah Many berbalik pada Masakannya, Ken menunduk dan mendekat ke telinga Many dan berbisik.


‘Setelah aku memakan masakanmu, aku akan memakanmu.’ bisik Ken sebelum akhirnya mencium pipi Many yang semakin memerah.


Many memasak pasta, salah satu yang tergampang dan juga tercepat. Sementara gambar Emily telah lama Ken hapus semenjak menyadari perasaannya pada Many, bahkan galery handphone nya mulai penuh akan gambar Many.

__ADS_1


0o


__ADS_2