Emily Is Emerald

Emily Is Emerald
Episode 14 Many menikah?


__ADS_3

Seminggu berlalu setelah fitting gaun pengantin dan sisanya diserahkan oleh Papa Many yang mengatur ingin pernikahan semacam apa.


Many melangkah maju dengan gaun pengantin bewarna white born menonjolkan kulit putih mulusnya, melangkah maju diantar ayahnya menuju pengantin pria yang menunggu di depan Altar. Sepanjang sesi Pemberkatan doa dan membaca janji suci Many hanya menunduk dan tak menyimak dengan jelas apa yang baru saja ia alami.


Meski yakin Marco adalah pria yang baik, dari dulu hatinya masih tertaut pada Ken, teman kecil yang selalu di kagumi nya itu. Pria yang hanya menganggap dirinya hanya seorang little girl nya itu.


‘ setelah ini bagaimana aku harus bersikap pada Ken?’ batin Many menuju kamar pengantinnya masih dalam keadaan menunduk dan masih sibuk dengan pemikirannya.


‘ sebelum nya wajahnya terlihat sangat marah.’ batin Many, meninggalkan pengantin pria nya dan langsung menuju kamar mandi setelah sebelumnya menanggalkan gaun pengantinnya dan menghapus riasannya.


‘ tapi mengapa ia marah? Rasa khawatir seorang kakak kah? Padahal dari wajah terlihat jika Marco adalah pria yang baik.’ batin Many heran. Memilih mengguyur badannya di bawah shower, berusaha meluruhkan pikiran- pikiran yang memenuhi kepalanya berharap pikiran yang menganjal ikut luruh bersamaan dengan air yang melewati kepalanya.


Namun meski ia telah mengguyur kepalanya dengan air dingin, pikiran- pikiran itu tak bisa sepenuhnya hilang dari pikiran Many bahkan ia tak menyadari jika pengantin pria nya telah lewat menuju kamar mandi kamarnya. Ia bahkan tak tahu pakaian apa yang di pakai nya sekarang, ia hanya memakai pakaian apa yang tadi ia bawa ke kamar mandi untuk baju gantinya, ia tak menyadari jika piyama yang biasa ia pakai telah di ganti papa nya dengan lingerin sexy yang bisa langsung lepas jika pita penghubung di tengahnya di tarik.


Many menghela nafas nya dalam, ia harus melupakan Ken dan memulai hidup baru dengan suami nya sekarang.

__ADS_1


Tampak suami Many yang keluar dari kamar Mandi masih dengan handuk yang melingkar di pinggangnya dan di rambutnya yang basah. Mendekat kearah Many yang terduduk sambil menunduk di sisi ranjang. Mulai mencium Many yang masih sibuk dengan pemikirannya.


Awalnya hanya ciuman pelan sampai akhirnya mereka mulai saling m*****t dan be***lat li**h sebentar sebelum akhirnya berhenti.


“ apa yang kau pikirkan? Ini malam pertama kita.” ucap suami Many membaringkan tubuh Many.


“ a.., ah, tidak aku hanya memikirkan Ken.” ucap Many, memang setelah pertemuan itu Many tak lagi menemui Ken karena sibuk fitting gaun pengantin.


“ memikirkanku?” kata- kata itu membuat Many mendongak melihat wajah pria yang kini menjadi suaminya.


“ aa.. apa yang kau lakukan disini?” ucap Many terbata.


“ aku? Tentu karena aku sekarang suami mu, Many. Apa kau tak sadar sedari tadi yang bersama mu adalah aku? Aku bahkan mengucapkan nama ku dengan lantang waktu janji suci.” ucap Ken jujur, karena memang Many terlalu banyak pikiran sehingga tidak memperhatikan wajah mempelai pria nya.


“ la.., lalu kemana Marco?” ucap Many bingung.

__ADS_1


“ huh! Jangan sebut pria lain di malam pertama kita, Many.” ucap Ken mulai


“ kau menyiapkan ini untuk malam pertama dengan nya, Huh?” ucap Ken membuka pita di tengah Many dan otomatis membuka semua Kain di tubuh Many.


“ ti.., tidak. Papa yang menyiapkannya.” ucap many terbata.


“ jangan di tahan Many, keluarkan saja.” ucap Ken menatap Many lekat.


“ kau menyukainya?” ucap Ken mulai mencium Many lagi . Dan Ken mulai membuka handuk yang melilit pinggangnya, melemparnya kesembarang arah. Membuat Many kesulitan menelan saliva nya.


“ Ke.., Ken, a… apa kita benar- benar akan melakukannya?” tanya Many yang melihat milik Ken yang sudah sangat siap itu.


“ tentu saja, bukankah ini malam pertama kita?” ucap Ken mancium Many cepat. Sebelum akhirnya mengarahkan miliknya di milik Many.


Ken tersenyum, tiba- tiba hatinya menghangat.

__ADS_1


__ADS_2