Emily Is Emerald

Emily Is Emerald
S2 Gabriel Richardo


__ADS_3

Gabriel Ricardo(27) adalah kakak kandung Alexia yang hanya terpaut perbedaan usia 20 menit saja. Di usia nya yang hampir berkepala 3 tersebut, tampak jika pria yang tak lagi muda itu masih betah dengan kesendiriannya. Tak lain dan tak bukan karena ia ingin melindungi adik satu- satunya tersebut. Ia memang terlampaui menyayangi adik kembarnya tersebut. Sampai- sampai Damian dan Daniel anak dari Many juga Ken- mengolok sahabat mereka itu dengan sebutan; sister complex.


Sejujurnya, tak jarang Gabriel mendapat pengakuan cinta, namun di antara 1000 orang yang pernah menyatakan cinta pada Gabriel- 1000 di antaranya selalu di tolak pria tersebut. Entah itu Tua, muda, Cantik dan bahkan yang menurut Damien dan Daniel; Sexy sekalipun ikut di tolak oleh Gabriel.


“ kau ini tidak guy kan?” tanya Daniel suatu hari.


“ apa maksudmu mengatakan hal itu?” geram Gabriel.


“ bro, kau tidak lihat? Ini adalah yang kesekian wanita yang kau tolak. Sebenarnya apa alasan kau menolak semua wanita itu?” tanya Damien melihat penolakan Gabriel pada wanita yang menjadi rekan bisnis mereka.


“ jangan bilang karena saudari kembarmu lagi?” tanya Daniel merangkul pundak sahabatnya itu.


“ aku takkan menikah sampai Alexia bahagia.” jawab Gabriel gampang.


“ dulu, kau menolak semua wanita itu dengan alasan kau ingin saudari mu itu menikah, sekarang setelah Alexia menikah, kau masih memakai alasan saudarimu, aku curiga jika kau ini sebenarnya adalah Guy, namun memakai nama Alexia sebagai alasan.” ucap Daniel curiga, lalu melepas rangkulannya dan menatap sahabatnya itu dengan tatapan curiga.


“ APA? Enak saja!” geram Gabriel.


“ aku tidak salah kan? Kau ini tak pernah terlihat akrab dengan wanita!” ucap Daniel dengan wajah konyolnya.


“ sudahlah, kalian berdua! Gabriel, aku dengar ada bungkusan kado yang di berikan untukmu.” ucap Damien.


“ dari siapa?” tanya Gabriel.


“ entah?” tanya Damien mengendikkan bahu.


Damien dan Daniel(28) adalah anak kembar dari anak Ken juga Many, berbeda dengan Daniel yang sangat ceria, Damien sedikit pendiam, meski mereka berdua sama- sama cerdas. Mereka adalah sahabat Gabriel juga Alexia dan mengetahui rahasia yang di miliki uncle nya tersebut dan tak pernah menceritakan rahasia yang mereka ketahui kepada mommy mereka- Many.


Bahkan apa yang terjadi pada Alexia pun tak pernah mereka ceritakan kepada ibu kandung mereka. Lantaran mereka tak ingin ibu kandung mereka tersebut mengetahui jalan hitam yang hanya di ketahui oleh ayah kandung mereka.


Dan soal apa yang terjadi pada Alexia, mereka tak pernah menceritakannya pada Many karena mereka tahu, Many bukanlah tipe orang yang bisa bersandiwara. Mereka takut, jika mereka menceritakan pada Many, wanita yang tak lagi muda tersebut malah menunjukkan rasa empatinya pada Alexia dan membuat rencana mereka yang pura- pura tak tahu jika Alexia dan Arthur sudah bercerai- jadi terbongkar.


“ aku duga jika bingisan itu dari Lisa.” geram Gabriel.


Elisa Alger(25) adalah salah satu wanita yang mengejar Gabriel.


Namun, berbeda dengan para wanita lain yang tak pernah lagi mengejar Gabriel setelah penolakan yang di berikan pria tersebut. Elisa atau Lisa- meski selalu di tolak oleh Gabriel- sampai sekarang selalu mengejar Gabriel bahkan selalu menggunakan cara- cara yang cukup aneh untuk menarik perhatian pria itu.


“ kurasa iya, lihat bingkisan yang cukup besar dan mencurigakan itu.” jawab Daniel melihat bingkisan berukuran setengah meter tersebut.

__ADS_1


" kita tidak akan tshu sebelum membukanya. Bukalah, Gabe." pinta Damien.


Gabriel menghela nafasnya dengan kesal, lalu mengangguk tanda ia setuju untuk membuka isi bingkisan yang memang mencurigakan tersebut.


“ Tada!!” ucap sebuah wanita yang keluar dari bingkisan tersebut.


Entah menapa, Gabriel malah merasa kesal karena ulah wanita yang hanya terpaut 2 tahun darinya tersebut. Ia sudah di buat pusing memikirkan kondisi pernikahan adik kembarnya, permintaan designer yang menumpuk, sekarang, ia masih harus meladeni seorang wanita yang sedang berusaha memberinya kejutan. Yang menurut Gabriel tak ada gunanya.


Bagaimana tidak, ia hanya keluar menggunakan baju hawai dan membawa tulisan;


Gabriel!


I love You.


Will you merry me?


Bukankah ini gila? Seorang wanita melamar seorang pria. Karena kesal Gabriel merebut pita atau kain atau apalah namanya yang bertuliskan tersebut.Elisa sudah senang, ia pikir, kali ini pernyataannya akan di terima.


Namun..,Elisa sama sekali tak menyangka jika Gabriel malah melempar pita itu tepat di muka wanita itu.


“ apa kau tak lihat penampilanmu sekarang? Kau ini tampak seperti p*lacur yang siap menggoda seseorang!” geram Gabriel. Elisa sama sekali tak menyangka jika Gabriel akan mengatai nya seperti itu. Bahkan, Daniel juga Damien saja cukup terkejut pada kata- kata yang di lontarkan Gabriel kepada Elisa.


“ Gabe!” ucap Damien berusaha menghentikan sahabatnya tersebut saat melihat Elisa yang tampak terdiam mendengar makian yang di lontarkan sahabatnya itu. Daniel yang melihat wajah Elisa saja sampai terdiam.


“ diamlah! Biarkan si yatim piatu ini mengerti!” ucap Gabriel sekenanya karena saking marahnya.


“ GABRIEL!” ucap Damien penuh penekanan hingga Gabriel tersadar akan ucapannya. Damien tak menyangka jika sahabatnya itu bisa memaki seseorang seperti itu.


Pria itu terdiam karena menyadari ucapan yang baru saja di lontarkan tersebut dan karena merasa Elisa tak merespon sama sekali Gabriel mulai menatap ke arah wanita tersebut.


Gabriel begitu terkejut melihat wajah Elisa yang tampak terluka mendengar ucapan Gabriel. Bahkan tampak jika mata wanita itu telah berkaca- kaca seolah menahan air mata itu agar tak tumpah dari mata indah Elisa.


“..” Gabriel terdiam, hendak memanggil nama Elisa, namun wanita itu memilih meninggalkan Gabriel yang terdiam. Ia sadar jika apa yang di ucapkannya memang keterlaluan, namun pria itu berpendapat jka ucapannya adalah hal yang biasa karena wanita itu juga sudah keterlaluan. Selalu datang meski pria itu telah menolaknya berkali- kali.


🍂🍂🍂


“ kau keterlaluan, Gabe.” jawab Damien setelah sosok Elisa tak lagi terlihat.


“ baru kali ini aku melihat wanita itu menangis, Gabe. Kata- katamu memang keterlaluan.” balas Daniel.

__ADS_1


“ apa maksud kalian? yang keterlaluan itu- dia! Aku berulang kali menolaknya, namun ia tak mengerti arti penolakan tersebut! Jadi.., jangan heran jika aku sedikit memakinya!” kilah Gabriel.


“Sedikit? Kata- kata yang kau ucapkan itu menurutku saja sudah sangat keterlaluan.” jawab Daniel.


“Kau tak perlu mengungkit soal dirinya yang merupakan yatim piatu, Gabe! Aku yakin, siapapun akan tersinggung dengan kata- katamu.” balas Damien.


“ biarlah! Aku yakin meski aku sudah menolaknya seperti ini ia akan datang lagi. Kau lupa sudah berapa kali aku menolaknya, namun seolah ia tak paham akan kata itu dan selalu datang lagi untuk menyatakan peraasaannya keesokan harinya.” begitulah kilah Gabriel dengan yakin. Karena memang, selama ini Elisa memang selalu datang lagi meski Gabriel selalu menolaknya. Sekian kali di tolak, sekian kali pula ia datang lagi untuk menyatakan perasaaannya.


Damien dan Daniel saling berpandangan sebelum akhinya menghela nafasnya. Kedua pria itu memilih mengalah karena mereka tahu jika Gabriel sudah sangat banyak pikiran lantaran memikirkan saudarinya tersebut.


‘ tapi apa kau tahu, Gabe? Hati seorang wanita itu sangat rapuh! Bagaikan sebuah gelas kaca. Yang jika sudah jatuh akan sulit untuk di kembalikan seperti semula.’ batin Damien.


‘ kalaupun kembali seperti semula, retakan itu akan tetap terlihat.’ batin Daniel membalas Damien. Kedua saudara kembar itu bagaikan memiliki ikatan batin yang tahu isi hati saudara nya.


Entah mengapa mereka merasa jika penolakan yang di berikan Gabriel tadi adalah penolakan terakhir yang akan di berikan Gabriel lantaran wanita itu kini memilih untuk menyerah.


*


“ aku sudah melakukan ini, dan gagal.” jawab Elisa melihat rincian rencana yang sudah di tulisnya. Ia bahkan berjalan menyusuri jalanan sambil melihat catatan rencana yang sudah di tulisnya.


“ begitupun dengan rencana ini. Ia malah memarahiku.” ucap Elisa dengan suara gemetar.


“ apa lagi yang belum kulakukan?” ucapnya bermonoloq. Elisa terdiam, ia mengingat kata- kata penolakan Gabriel yang lebih terdengar penghinaan dari pada penolakan.


“ yang belum ku lakukan..., satu- satunya yang belum kulakukan adalah...” ucap Elisa termenung.


“ menyerah!”


“ mungkin itu adalah satu- satunya dari beribu rencana yang akan berhasil, Lisa! Lihatlah dirimu! Kau ini bagai p*lacur! Seorang yatim piatu yang tak pantas untuk seorang Gabriel Ricardo.” ucap Elisa mengatai dirinya sendiri.


‘ ini yang kau inginkan kan, Elle? Aku menyerah! Aku akan menyerah! Aku takkan lagi menyatakan perasaanku lagi padamu! Aku meyerah Elle! Benar- benar menyerah.’


Elisa memeluk lutud nya dan mulai menumpahkan tangisnya. Sebenarnya.., apa salahnya hingga Gabriel mengatainya seperti itu? Apa salah jika Elisa berusaha menarik perhatian Gabriel? Tak sedikit wanita yang merangkak naik ke ranjang seorang Gabriel. Beruntung pria itu mewarisi bakat Emily yang kuat meminum alcohol ataupun kebal terhadap perangsang.


Sedangkan Elisa? Wanita itu hanya memberinya kejutan dengan pakaian yang bagi Elisa di bilang wajar dan hanya menyatakaan perasaannya dengan selembar pita! Apa yang salah dari apa yang di lakukan Elisa?Elisa terdiam. Satu- satunya yang salah adalah karena orang seperti Elisa bisa menyukai pria seperti Gabriel.


Elisa tahu jika dirinya hanyalah seorang yatim piatu, namun apakah seorang Gabriel pantas mengatai Elisa hanya karena wanita itu tak memiliki orang tua.


Elisa memilih berdiri, menatap ke arah gedung dimana Gabriel bekerja. Biarlah Elisa mentap gedung itu terakhir kali sebelum akhirnya tak lagi kesana. Mungkin ini terakhir kali Elisa akan menjajakkan kaki ke sana.

__ADS_1


Setelah puas menatap Gedung AM designer Art, Elisa menghapus air matanya, dan mulai enjauh dari gedung tersebut.


__ADS_2