
Axel membuka matanya.
Tubuhnya terasa berat dan ia terasa lemah.
Seingatnya, setelah Axel melihat adiknya resmi menjadi istri Damien- Axel merasakan sakit pada perutnya dan akhirnya semua menggelap.
Hal pertama yang ia lihat- kala terbangun, adalah seluruh ruangan yang serba putih.
“ apa aku di surga- sekarang?” rancu Axel.
“ kau mau mati- setelah menghadiri pernikahan adik kandungmu sendiri?” tanya sebuah suara.
“ Kelly?” heran Axel.
“ kau tahu aku berada di pernikahanmu?” tanya Axel tak percaya.
“ jika tidak tahu- bagaimana bisa, kau masuk ke kediaman Parker? Kau bukanlah tamu undangan!” geram Kelly.
“ kau..,” Axel memilih diam.
“ maafkan aku, Kelly.” ucap Axel lirih.
“ aku.., aku bukan saja tidak membantumu malah menyarankan hal yang menyakitkan saat kau coma. Aku bukan adalah kakak yang gagal.” isak Axel.
“..” Kelly terdiam.
“ Axel.” panggil Kelly sambil mengupas kulit Apel.
“ ya?”
“ apa kau tahu alasan kau tidak di usir di kediaman Parker?” tanya Kelly.
“ karena.., kau..” Axel tidak bisa menjawab.
“ satu- satunya di keluarga Xu- kau lah yang ku anggap keluarga.”
“ Kelly?” Axel tak percaya jjika ia akan di maafkan oleh adiknya atas apa yang selama ini ia lakukan.
“Ukh!” geram Axel.
“ perutmu sakit lagi?” tanya Kelly.
“ aku..?” Axel mengaduh.
__ADS_1
“ kau terkena gagal ginjal. Ginjalmu mengalami pembengkakan, kau pasti sangat stress dan menanggung beban berat, hem?” jawab Kelly.
“...mungkin ini adalah karma untukku?” tanya Axel.
“ haih! Semangatlah! Jika tidak- Roxy akan semakin tidak menyukaimu! Gadis itu lebih menyukai badboy dari pada sadboy.” jawab Kelly kesal.
“ kau tahu aku menyukai Roxy?” ucap Axel cukup terkejut.
“ hanya orang bodoh yang tidak tahu.” ucap Kelly.
“ aku bahkan masih ingat betul seperti apa wajahmu saat pertama ayah membawa Roxy sebagai keluarga kita.”
“...” Axel kembali terdiam.
“ sejujurnya aku ingin mendonorkan ginjalku, namun kau pasti tahu jika aku sedang hamil sekarang, sehingga aku hanya bisa meminta uncle Rick mecarikan ginjal- untukmu.” ucap Kelly memakan apple yang sudah ia potong.
“ !”
“ jangan terkejut atau merasa bersalah. Biar bagaimana pun kau adalah kakak ku dan kurasa aku butuh seseorang yang bisa mengasuh anakku nanti.” ucapan Kelly membuat Axel menangis.
“ terima kasih.” Axel ingin sekali memeluk Kelly, namun selain karena tubuhnya yang benar- benar lemah, ia masih terlalu malu kepada Kelly.
Tak heran, dulu- saat Kelly terbaring lemah di rumah sakit, Axel bahkan takut menjenguknya karena tak ingin Haocung semakin memarahi Kelly. Dan sekarang?
“ setelah ini, pilihlah jalanmu sendiri.” ucap Kelly membuyarkan lamun Axel.
“ apa maksudmu?” heran Axel.
“ apa kau masih mau bertahan dengan keluarga Xu yang tidak sehat itu? Atau mengikuti jalanku yang memilih lepas dari keluarga Xu? Bahkan setelah anak ini lahir- aku takkan memberi nama Xu di belakang nama anakku.” ucap Kelly.
“ aku...” ucap Axel ragu lalu melihat Jendela yang menampilkan suasana di luar rumah sakit.
“ aku memiliki hutang padamu dan aku berjanji mengurus anakmu- kelak, jika aku masih di biarkan hidup, kurasa aku akan meninggalkan China dan mencari pekerjaan disini.” jawab Axel membulatkan tekadnya.
Kelly hanya tersenyum mendengarnya.
“ baiklah, makan apple mu dan sehatlah! Baru setelah itu memulai hidup baru.” ucap Kelly memberi sepiring Apple kepada Axel.
“ aku pikir kau mengupasnya untuk dirimu sendiri.” kekeh Axel.
“ yang aku makan yang masih ada kulitnya, kau masih harus makan makanan yang lembut, sehingga aku secara khusus mengupaskan kulitnya untukmu.”
“ ya, ya. Adikku yang pengertian.” goda Axel.
__ADS_1
“ lalu..”
“ apanya?” heran Axel.
“ bagaimana dengan Roxy?”
“ Roxy?” ucapan Kelly membuat Axel menatap langit- langit.
“ tanpa aku jelaskan pun, kau pasti tahu alasan mengapa Roxy bisa tahu ke bagian Obygn.” jawab Axel.
“ kau tahu jika Roxy hamil?” tanya Kelly.
“itu juga yang menjadi alasan aku mengikutinya hingga ke boutique mu. ”
“ aku pikir kau mencintai Roxy. Aku tak melihat wajah kecewa mu.” heran Kelly.
“ Aku memang menyukai nya, namun aku tidak bodoh.
Jika ia memilih mengugurkan anaknya, itu berarti ia bukanlah wanita yang bisa bertanggung jawab menjadi ibu yang baik.” ucap Axel.
“ dan..”
“ alasan lain aku selalu membela Roxy karena aku tak mau ayah memarahimu dan memukulmu.” ucap Axel mengalihkan wajahnya.
“ ...” Kelly memilih diam dan membaringkan kepalanya di ranjang rumah sakit Axel.
“ terima kasih..,kakak.”
“ kau memanggilku apa?” heran Axel.
“ aku tidak mengatakan apa- apa.” ucap Kelly memilih meninggalkan Axel.
“...” Axel hanya terdiam melihat Kelly meninggalkannya.
Setelah sekian lama, Axel akhirnya mendengar Kelly memanggilnya kakak lagi.
‘ ini sudah sangat lama dan aku masih berharap ia memanggilku panggilan itu.’ batin Axel menatap langit berbintang.
Ada masanya Axel dan Kelly dekat layaknya saudara pada umumnya. Namun, demi agar melindungi adiknya- Axel memilih mengorbankan tubuhnya menerima pukulan demi pukulan ayahnya. Dan saat tubuhnya sudah babak belur di pukul ayahnya, satu- satunya pengobat Axel adalah wajah adik kandungnya yang sangat mirip dengan wajah sang ibu kandung mereka tersebut.
Ia rela membuat Kelly membencinya- apapun, asal adik kandungnya itu bahagia. Meski sejujurnya-Axel sudah lama menderita karena semakin jauh dengan adik kandungnya tersebut.
Sungguh, sejujurnya Axel rindu masa- masa saat ia masih dekat dengan Kelly. Pria itu berharap, panggilan kakak itu akan kembali keluar dari mulut Kelly selamanya.
__ADS_1