Emily Is Emerald

Emily Is Emerald
5 tahun yang lalu


__ADS_3

Saat itu Christine masih sangat muda tepat di umur 17 tahun ia mengenal dunia campus, meski ia termasuk urakan, tidak suka berdandan, namun sejatinya Christine termasuk wanita yang pandai. Berbeda dengan Austin, karena keluarganya kaya ia menghabiskan hidup dengan bersenang- senang, dan baru memasuki dunia perkuliahan di umurnya 22 tahun, itu pun harus di paksa kedua orang tua nya.


Bagi Christine, Austin adalah pria yang mengagumkan, dan tampan tak heran jika pria itu tiap hari dikelilingi banyak wanita. Namun bagi Austin, Christine hanyalah seorang wanita yang tak masuk hitungannya. Wanita dari kalangan bawah, tak sexy, tak pandai berdandan, selalu melamun, tak pernah merawat rambutnya.


Bahkan para wanita yang sexy, cantik dari kalangan yang hampir sama dengan Austin saja tak ia anggap, namun wanita yang tak masuk hitungannya malah menyatakan perasaannya pada Austin. Austin tak menjawabnya, hanya mendengus pelan dan meninggalkan wanita itu, masih lekat dalam ingatan, Christine saat itu hanya menggunakan jaket kebesaran, baju yang selalu sama seperti yang ia kenakan setiap hari dan rambut yang tak pernah rapi juga tak pernah berdandan. Mana mungkin pria seperti Austin akan menyukai nya. Namun sayangnya ada yang melihat kejadian menyatakan perasaan Christine kapada Austin, tak hayal kemana mereka melangkah pasti akan selalu di sindir. Hal itu semakin membuat Austin membenci Christine.


Ia bersumpah takkan pernah menyukai wanita dekil itu, begitu Austin menyebut Christine. Namun Tuhan berkehendak lain, tepat pada saat mereka mengadakan pesta kelulusan, Christine datang dengan mempesona, selama ini ia hanyalah mahasiswa yang bergantung dengan beasiswa. Dan karena Christine lulus sebelum 10 semester, sisa beasiswa akan di uangkan oleh Christine salah satunya ia ingin menjadikan malam pesta perpisahan kelas sebagai penampilan terbaiknya.


Semua pasang mata tertuju pada Christine. Saat itu ia menggunakan gaun menjuntai panjang membuat ia terlihat Elegan dan menampilkan lekuk tubuhnya dengan sempurna serta menonjolkan warna putih mulus Christine yang saat itu menggunakan gaun yang terbuka di bagian lengannya dan juga lehernya yang jenjang terekspose, rambutnya saat itu menjuntai memanjang dibiarkan tergerai sampai di atas dada. Wanita yang dulu dekil menjadi wanita yang anggun. Di sampingnya ada Isabella sahabatnya yang memakai mini dress dusty pink. Dapat di pastikan jika yang mengajari Christine berdandan adalah sahabatnya itu.

__ADS_1


Austin menelan saliva nya seolah menjilat ludahnya sendiri, ia sendiri yang mengatakan takkan menyukai Christine, namun mata nya tak juga lepas menatap sosok anggun yang sedang di kerubungi itu. Para pria dan wanita hampir semua nya menyanjung Christine. Membuat Austin jengah, ia mulai menyesap minuman yang di sediakan disana. ya. Sebagai pesta perpisahan diadakan pesta dengan sedikit Alcohol apa lagi ini di sponsori oleh Brian, teman seangkatan mereka yang juga memiliki pabrik minuman mengandung alcohol di kota mereka.


Austin melihat Christine hanya memegang gelas saja dan hanya meminumnya sesekali, terlihat jika wanita ini tak bisa minum dan berusaha menahan diri agar tak banyak minum. Austin memikirkan ide gila. Ia memanfaatkan rumor tentang teman- temannya yang selalu menjodoh- jodohkan mereka. Austin kembali menyesap minumannya hingga kembali kosong, mengisinya dan menghabiskan kembali, entah sudah gelas keberapa, ia bersender pada Brian yang kala itu berbincang dengannya.


Sontak saja Brian langsung memanggil Christine, karena desakan dari teman- temannya, akhirnya Christine mengantar Austin ke rumahnya, saat itu Austin belum di bolehkan memiliki apartement sendiri. Pertama di sambut ibu Austin melihat Christine dari atas sampai bawah sebelum akhirnya membolehkan membawa Austin ke kamar Austin yang berada di lantai 2.


Niat awal Christine hanya membawa Austin kembali kerumahnya, namun melihat Austin yang terus- terusan menggeliat dan tampak gerah membuat Christine membuka sepatu dan kaos kaki Austin, membuka dasi dan membuka jass yang masih melekat di tubuhnya, tepat saat dirasa tugasnya sudah selesai Christine hendak berlalu sebelum tangan Austin menghentikannya.


“ hari ini kau cantik.” ucap Austin.

__ADS_1


“ A.., Austin, ini aku Christine.” ungkap Christine takut jika pria itu salah mengira dirinya dengan salah satu teman wanitanya.


Austin tidak menjawab, matanya menyelusuri tiap inch wajah Christine. Dan matanya terkunci pada bibir Christine yang tipis namun tampak menggoda. Austin mendekatkan wajahnya menyentuh bibir Christine pelan. Tampak Christine yang terkejut dan berontak namun tangan Austin ia gunakan untuk menekan pinggang Christine agar tak menjauh darinya dan tangan lainnya ia taruh di tengkuk Christine agar semakin memperdalam ciuman mereka. Dalam sekejap mata Austin sudah membaringkan tubuh wanita itu kekasur nya dan mengukung Christine.


Sama seperti saat malam kemarin- saat itu Christine juga memberontak namun Austin tidak mengindahkan teriakan wanita itu, apa lagi kamar Austin kedap suara. Itu yang menyebabkan Austin sangat mengetahui letak tersensitive Christine saat mencumbu wanita itu lagi kemarin. Sampai pekikan kesakitan datang dari bibir indah Christine juga darah pertama yang mengotori kasur Austin membuat pria itu semakin semangat membuat wanita itu mendesah nikmat. Menumpahkan semua didalam tubuh wanita yang dulu dekil. Namun yang bersamanya adalah wanita yang sangat jauh berbeda, wanita yang membuat Austin ingin memilikinya, hanya dirinya tidak boleh orang lain.


Betapa terkejutnya Austin begitu terbangun saat itu Christine telah menghilang dan tak lagi berada di sampingnya. Ia pikir wanita itu akan kembali menghubunginya, minta pertanggung jawaban. Namun hingga Austin menyelesaikan kuliahnya di Swiss wanita itu kunjung menampakkan batang hidung nya lagi, bahkan sahabat nya pun tak tahu ia dimana. Austin mencari Christine hampir di setiap perusahaan, namun tak kunjung menemukan nama Christine. Orang tuanya terus memaksa Austin untuk meneruskan perusahaan mereka namun kata tidak tegas di lancarkan Austin. Kebetulan setahun setelah Austin pindah ke Apartement karena tak ingin mendengar rengekan ibu nya dibangun lah EM group.


Yang ada di pikirannya saat itu hanya lah mencari pekerjaan di luar bidang nya, ia terlalu bosan hidup mengeluarkan uang dengan mudahnya semudah membalikkan telapak tangan. Ia juga tak lagi mau menjadi robot dalam tubuh manusianya yang selalu diatur kedua orang tuanya. Tentu saja heran dan tatapan bingung datang dari Rafael yang saat itu menyeleksi sendiri sesi mencari Asisten, mengapa seorang yang ber tittle S2 mau menjadi asisten di perusahaan yang masih dalam taraf berkembang.

__ADS_1


Ia sendiri tak menyangka keputusannya membuatnya kembali bertemu dengan wanita yang dulu pernah membuatnya jatuh hati. Dan yang pasti perubahan pada Christine kembali membuat hati Austin berdesir, saat itu Christine berbalut rock span yang membalut lekuk tubuhnya yang lebih berisi dari beberapa tahun yang lalu.  membuat siapa saja akan jatuh hati pada sosok Christine yang sekarang


0o


__ADS_2