
Tak terasa seminggu berlalu semenjak Rafael pergi seminar ke negara Ingrish, ia masih penasaran tentang siapa itu MV karena hasil karya buatannya benar benar menginspirasi Rafael, terutama di hati para investor. Mereka selalu puas akan hasil karya yang perusahaan Rafael buat dengan design MV. Sementara Julie mulai jarang menampakkan batang hidungnya di perusahaan Rafael. Kabar terakhir, Julie mulai menambatkan hati pada pria yang di jodohkan keluarganya untuknya.
Namun ada hal yang terasa baru di meja Rafael, meja yang biasanya hanya di isi oleh tumpukan berkas dan laptop kini ada satu vas bunga yang menghiasi meja Rafael.
‘ siapa?’ batin rafael.
“ Austin!” panggil Rafael kepada asisten pribadi nya.
“ ya, Tuan.” jawab Austin.
“ siapa yang menaruh bunga di meja ku?” tanya Rafael menunjuk bunga mawar merah di sudut mejanya.
“ ah, Christine. dia seketaris baru, tuan. Apa anda keberatan dengan adanya bunga itu?” heran Austin.
“ tidak, aku cuma takut ini pecah saat aku tak sengaja menyenggolnya karena terlalu asyik melihat document, tolong taruh di meja khusus tamu saja.” ucap Rafael masih sibuk dengan document di depannya. Akhirnya Austin menaruh vas bunga dengan ukiran china itu ke meja tamu di ruangan Rafael.
Tak lama tepatnya saat jam makan siang, seorang wanita masuk ke ruang Rafael.
“ ya?” tanya Rafael karena merasa wajah yang masuk keruangannya terasa asing bagi Rafael.
“ saya, Christine, tuan. Seketaris baru.” ucap Christie.
“ oh? Saya sudah dengar dari Austin. Semoga anda betah kerja di perusahaan kecil saya.” ucap Rafael basa basi.
“ tentu tuan. Enn, Itu tuan…” ucap Christine, sedikit terbata.
“ ya? Ada apa?”
__ADS_1
“ ini sudah jam makan siang, anda tidak kekantin?” tanya Christie.
“ ah? Sudah jam segini, ya?” ucap Rafael melihat jam tangannya.
“ Jika anda tidak keberatan, maukah anda makan bersama saya.” ucap Christine malu- malu.
“ maaf saya tidak biasa makan di kantin kantor, saya terbiasa makan bekal buatan rumah.” ucap Rafael, menolak secara halus.
“ o.., oh begitu, lain kali saya akan membuatkan bekal untuk anda.” ucap Christine menunduk kecewa. Sementara ada seseorang tersenyum melihat penolakan atasannya kepada Christine.
“ saya permisi.” ucap Christine lagi, yang hanya di jawab anggukan oleh Rafael.
Setelah kepergian Christine, Rafael kembali berkutat di laptopnya. Sedangkan Christine tampak menggigit jarinya karena salah satu kekurangannya adalah memasak. Selama ini ia selalu makan masakan ibunya dan sekarang ini ia tinggal sendiri di apartement yang di sediakan oleh kantor. Bahkan ia selalu bergantung pada masakan kantor. Jika malam sebelum pulang ia akan meminta kantin membungkuskannya makanan untuk di makan malam hari dan di panaskan di pagi hari.
***
Seminggu berlalu, dan Rafael sedikit terheran karena beberapa minggu ini MV tak lagi menanggapi permintaannya di Freelancer dan tak juga tak aktif seminggu ini.
Rafael lalu melihat beberapa design milik akun yang lain dan menyadari beberapa dari mereka juga jarang aktif selama seminggu ini.
‘ hem.’ batin Rafael hendak bepikir.
“ Austin.”
“ ya, tuan.”
“ apa kau tahu apa yang terjadi di Inggris belakangan ini? Kenapa beberapa server yang terdaftar di ingrish tampak jarang aktif?” heran Rafael.
__ADS_1
“ saya tidak yakin tuan, namun mengingat ini menuju pertengahan bulan, kemungkinan sedang melakukan ujian.”
“ ujian?”
“ ya, adik saya yang sedang kuliah mengatakan jika ini sedang musimnya ujian di kampusnya.”
‘ jadi ada kemungkinan MV ini adalah anak sekolahan?’ batin Rafael.
“ cari tahu jeda waktu ujian antar sekolah, sekolah menengah pertama, atas dan campus.” ucap Rafael menyuruh Austin.
Tak butuh waktu lama bagi Austin mendapatkan data yang di minta Rafael.
Ia mengatakan jarak ujian berjarak satu minggu dari setiap tahap sekolah, dan campus melakukan ujian terlebih dahulu dari pada anak sekolah.
‘ hem.., berarti ada kemungkinan MV adalah seorang Mahasiswa?’
‘ kurasa aku mengecek satu persatu lagi semua anak kampus di Inggris untuk bisa menariknya keperusahaanku.’ batin Rafael.
“ Austin, kapan jadwal keberangkatanku ke Inggris?” ucap Rafael.
“ untuk bulan ini belum ada tuan.” ucap Austin melihat jadwal Rafael.
“ kalau begitu buatkan jadwalnya untuk bulan ini, tunda jadwal yang bisa di tunda dan ganti ke bulan depan.” ucap Rafael lagi.
---
Sementara itu tanpa mereka sadari, Christine sedari tadi mendengar yang di bicarakan oleh CEO dan Asistennya itu.
__ADS_1
‘Inggris? Kenapa Tuan Rafael mau ke Inggris lagi? Ah.., aku bakal rindu wajah tampannya. Setelah Nona Julie tak pernah ke kantor Tuan Rafael lagi aku pikir aku bisa mengisi hati kosong Tuan Rafael yang tampan.’ batin Christine menggalau.
0o