
Sesuai janji, Emily menuju rumah Ken dengan Rafael.
“ ini rumahnya?” ucap Rafael kagum, bahkan dari halaman saja sudah luas.
“ kelihatannya.” ungkap Emily yang terus melihat Handphone nya menyesuaikan titik lokasi yang di berikan Ken.
“ Em.” sapa Many di depan rumah, tampak perut Many yang memulai membesar di usia kehamilannya yang berusia 3 bulan karena mengandung anak kembar.
“ Many.” panggil Emily masih dari mobilnya. Dengan cepat Emily turun dari mobilnya dan berjalan menghampiri Emily. Lalu mencium pipi kiri dan kanan Many.
“ oh, bagaimana kabarmu dan si kembar?” ungkap Emily.
“ baik, Em. Masuk lah, Ken menunggu didalam.” ungkap Many dengan semangat.
“ dan dia membiarkanmu menunggu di luar?” geram Emily.
“ tidak, aku hanya tidak sabar menemui mu.” ungkap Many.
“ eng..” ucap Rafael ragu.
“ oh, ini Uncle yang pernah kuceritakan, Uncle ini Many, istri Ken yang selalu kuceritakan.” ungkap Emily memperkenalkan Many dan Rafael.
“ Many.” ucap many menjulurkan tangannya.
“ Rafael.” ucap Rafael menerima uluran tangan Many.
“ jangan lama- lama salaman nya.” ucap Ken menyela.
“ apaan sie.” ungkap Many tak terima.
“ iya, nie, perasaan dulu waktu jadi kekasih ga gini banget? cuek banget, bilangnya cuma nganggep little sister, giliran dah sadar perasaan ajah protektif banget.” gerutu Emily.
“ aku sudah lupa masa lalu.” ungkap Ken gampang.
“ masa lalu? Belum juga ada satu tahun.” gerutu Emily.
“ satu detik yang lalu juga masa lalu.” ucap Ken.
“ kalau satu detik yang lalu juga ga inget namanya amnesia kali.” gerutu Emily.
“ sudahlah, ini Uncle yang aku ceritakan.” ungkap Emily menarik tangan Rafael.
“ Ken.” ucap Ken menjulurkan tangan.
“ Rafael, terimakasih sudah membantu kami.” ungkap Rafael.
__ADS_1
“ tidak apa- apa, Uncle. Em juga teman ku, dan aku tahu bakat nya,pasti tak lama untuknya membayar lunas semua pinjamanku.” ungkap Ken.
“ ya, darah orang tuanya mengalir dengan kental di tubuhnya.” ucap Rafael.
“ orang tuamu juga designer, Em?” heran Many.
“ hem.” Emily mengangguk.
“ oh, ayo masuk Uncle. Em.” ucap Ken.
“ eng…, berapa umurmu.” ucap Rafael yang tak menyukai panggilan Uncle.
“ 27” ucap Ken.
“umur kita sama, panggil saja nama.” ucap Rafael.
“ kau uncle nya temanku, makanya aku juga memanggilku, Uncle.” kekeh Ken.
“ jangan dimasukkan hati, Uncle. Dia memang suka bercanda.” ucap Emily.
Rumah Ken sangat mewah, memiliki dua lantai. kamar tidur terfokus pada lantai dua dan lantai satu terdiri dari ruang kamar tamu, audtion ilustrator, dapur, kamar makan, GYM, ruang kerja, perpustakaan yang terdiri dari beberapa buku dari seluruh dunia,kelihatannya ini koleksi dari Many, dan bar Mini yang memiliki berbagai macam Wine dari berbagai penjuru dunia, dan yang paling murah bisa untuk membeli satu rumah sederhana dengan 3 lantai satu kolam ikan dan halaman.
“ kau tak membuat ruang karaoke juga?” goda Emily, setelah melihat- lihat.
“ kau akan menginap Em? Aku ingin makan masakan buatanmu.” ungkap Many.
“ tentu.” ucap Emily.
“ baiklah, pakailah kamar yang kosong, satu kamar berdua gapapa kan? Tenang saja, El, semua kamar kedap suara.” goda Ken menaikkan jari kelingking nya.
Mendengarnya wajah Rafael bersemu merah.
‘ sial, dia peka sekali.’ batin Rafael.
“ apa maksudmu, Ken? Pinky promise?” heran Emily, sontak kedua pria menatap Emily. Membuat Emily semakin bingung. “ Apa?” heran Emily.
---
“ ngomong- ngomong kemana Erika, kau tak jadi menjemputnya?” heran Emily yang sedang berkutat di dapur.
“ tidak, dia kedatangan tamu.” kekeh Ken.
“ tamu? Kau membiarkannya dirumahnya sendirian?” heran Emily.
“ dia sudah dewasa, Em. Jika sampai dia memintaku membiarkannya, berarti ada masalah yang harus diselesaikan.” ungkap Ken.
__ADS_1
“ kalau ada apa- apa kau yang pertama aku cari.” ungkap Emily.
” tenanglah.” ucap ken menenangkan Emily.
Makan malam dengan Ayam goreng tepung dan kentang goreng dan sop.
“ setiap pindah- Bar mu selalu menyertai, huh?” ucap Emily berada di bar mini Ken.
“ hem, tenang saja, aku bukan pecandu, aku hanya suka mengoleksi nya, kebetulan juga setiap aku pergi berbisnis kebanyakan rekan bisnis ku akan memberi beberapa alcohol sebagai cinderamata.” ungkap Ken.
“ sebenarnya apa bisnis mu?” heran Rafael.
“ kau tak tahu?” ungkap Ken.
“ Emily hanya mengatakan kau orang kaya.” ungkap Rfael.
“ Emily?” heran Many.
“ ya, itu hanya nama panggilan, dulu teman kecilku tak bisa memanggilku Emerald jadi spontan mereka memanggilku Emily, sekarang jadi kebiasaan hingga dewasa.” ungkap Emily menyesap salah satu wine koleksi Ken.
“ kembali kepertanyaan, keluarga ku asli sie memiliki usaha batu tambang berlian, tapi cabangnya bukan hanya berlian saja.” ungkap Ken seolah berpikir.
“ ayahnya seorang psychology, juga seorang pengacara, ia sangat handal dalam menganalisi orang berbohong atau tidak, ibunya seorang hakim yang tegas dan bertangan dingin, jika di meja hijau mereka sangat profesional meski mereka sering di persatukan menjadi lawan, mereka selalu tak memihak pasangannya melainkan apa yang di rasa oleh mereka benar.” ungkap Many.
“ hem.” jawab Ken singkat.
“ keluarga dari ibunya kebanyakan dari hukum, aunt nya seorang polisi dan uncle nya adalah tentara negara. Sedangkan dari pihak ayahnya berasal dari kedokteran, aunt seorang apoteker berasal dari china sekaligus penyedia obat- obatan terbesar di negara B, uncle seorang dokter, anak - anaknya terpecah yang jadi dokter hanya paling bungsu, yang anak tengah itu Rick, dia seorang robotic handal, selain itu aku dengar dia seorang investor yang sahamnya ada dimana- mana, kemana ia melangkah tanpa usaha keras uang akan selalu mengalir, sedangkan kakak paling tua itu seorang ilmuwan fisika, ia bahkan memiliki universitas sendiri, dan dari ketiga bersaudara itu hanya Erick yang sudah memiliki istri dan anak kembar tiga lagi.” ungkap Many.
“ kau memiliki keturunan Kembar?” ungkap Emily pada Ken.
“ hem, padahal Daddy dan uncle bukan kembar.” ungkap Ken.
‘ luar biasa.’ batin Rafael menatap Ken.
‘ itu baru yang bersih, belum termasuk dunia gelap nya juga.’ batin Ken terkekeh sendiri. Yap hampir satu keluarga mereka memiliki usaha gelap yang hanya mereka yang tahu, namun satu yang sama adalah mereka tak tersentuh hukum.
0o0
hai! hai hai!
author begadang hanya untuk upload jam segini lho
jangan lupa likenya, love juga.
saran dan coment jangan ketinggalan lho ya ^_^
__ADS_1