Emily Is Emerald

Emily Is Emerald
S2 kelemahan


__ADS_3

Sesuai Janji, Jena akhirnya benar- benar mengadakan pesta perpisahan dengan teman- teman sejawatnya di vila pribadi Julie dan Marco.


“ saya sangat senang karena kalian mau berteman dengan putri kesayangan saya.” ucap Julie memulai penyambutan pesta.


“ sebuah keputusan berat karena anak saya memutuskan untuk berhenti di EM Designer Art dan memilih membantu di perusahaan saya.” lanjut Julie.


“ tak usah basa basi. Di sebelah kiri anda sekalian ada beberapa minuman dari yang non alcohol sampai ber alcohol dengan berbagai merk serta berbagai jenis minuman dan di sebelah kanan ada berbagai makanan yang pastinya aku yakin cocok untuk para anak muda seperti kalian.” ucap Julie menunjuk kanan dan kiri nya secara bergantian.


“ hari ini aku bebaskan untuk minum asal kalian besok semangat bekerja.” lanjut Emily menimpali.


“Anda yang terbaik Nyonya.” Seru para pegawai yang ikut ke pesta perpisahan Jean.


“ pesta yang meriah Julie.” ucap Rafael menyapa Julie.


“ terima kasih. maafkan aku karena Jean memutuskan memilih membantu perusahaanku.” ungkap Julie.


“Ayolah Julie, itu tak masalah! Aku akan marah pada Jean jika ia malah memilih membantuku di saat ibunya membutuhkan bantuan.” Ungkap Emily menepuk pundak Julie. Dan tepat pada saat itu Julie melihat sosok Alexia menuju ke arah Emily.


“Hai, Alexia.” sapa Julie.


“ hallo Aunty, terima kasih sudah mengadakan pesta perpisahan yang meriah. Maafkan aku, seharusnya pesta ini- aku yang mengadakannya, karena Jean adalah karyawanku.” ungkap Alexia.


“ itu tak apa, Al. Ngomong- ngomong, aku dengar kau sudah menikah mendahului Gabriel, mana suami mu.” Ucap Julie karena tak melihat sosok pria yang mendampingi Alexia.


“Dia akan datang terlambat.” Ucap Alexia sebagai alasan. Tadi memang ia sempat menghubungi mantan suaminya, memintanya datang ke pesta perpisahan Jean- karena keluarganya tidak mengetahui jika Arthur telah menceraikannya.

__ADS_1


“Kau tidak sedang masalah dengan suami mu kan?” Ucap Gabriel memancing.


“Benar! Alexia, kenapa kau dan suami mu tidak datang bersama? Tanya Julie merasa ada keanehan.


“Karena saya tak ingin mempermalukan istri saya dengan datang terlambat ke pesta teman sejawat nya. Jadi saya menyuruhnya duluan baru saya akan menyusul.” ucap sebuah suara.


“Arthur?” Heran orang- orang.


“Aku disini. Apa kau rindu padaku saat aku tinggal dinas beberapa hari, sayang?” Tanya Arthur pada Alexia. Bahkan tampak pria itu memeluk pinggang Alexia seolah tak terjadi apapun.


‘Orang gila ini sungguh sangat pandai berakiting.’ Batin Alexia. Meski begitu ia tak bisa memarahi pria yang menjadi mantan suami nya karena dengan kedatangannya membuat keluarganya tak menaruh curiga padanya.


Tampak dengan jelas bahwa tangan Gabriel terkepal kuat, sesungguhnya ia tahu jika sepasang suami istri didepannya ini sedang bersandiwara. Atau lebih tepatnya mantan suami dan istri.


Gabriel hanya menatap ibunya itu kemudian akhirnya menghela nafas berat dan mengangguk.


Sementara itu Alexia dan Arthur telah berbincang- bincang di tempat sepi agar tak ada orang yang mendengarkan pembiaraan mereka.


“ apa kau tak mau memberiku hadiah terima kasih? Karena mau bersedia berakting padamu?” ucap Arthur mengukung Alexia di dinding.


“ apa maksudmu hadiah terimakasih? Aku juga harus berakting kita tak ada apa- apa, hanya agar kau tidak di hajar daddy dan Mommy ku.” ungkap Alexia kesal.


“ setidaknya berikan aku satu ciuman! Hem, apa kau tak merindukanku?” tanya Arthur dengan smirk smile yang menyebalkan.


“ in your dream.” ucap Alexia, namun tanpa aba- aba dan peringatan, Arthur menangkup wajah Alexia dan mulai ******* bibir Alexia.

__ADS_1


Tampak awalnya Alexia berontak, namun lama kelamaan ia luluh juga pada permainan mantan suami nya yang selalu dapat membuatnya mendesah dan melenguh kecil.


‘ sial.’ batin Alexia pada tubuhnya. Akal sehatnya memang mengatakan jika apa yang di lakukannya salah- sekarang, Alexia dan Arthur bukanlah lagi suami istri, namun tubuhnya berkianat karena seolah menginginkan Arthur melakukan lebih.


“Astaga! maafkan aku.” hingga sebuah suara mengagetkan Arthur juga Alexia.


“ aku hanya mencari tempat sepi, aku tak menyangka jika ada kalian disini, aku akan segera pergi.” ucap Jean yang merasa kikkuk melihat apa yang di lakukan suami istri didepanya.


Setelah Jean pergi meninggalkan mereka, Alexia lalu mendorong tubuh mantan suaminya.


“ apa yang kau lakukan? Kau tidak ingat jika kita sudah bukan suami istri- lagi?” geram Alexia.


“ bukankah tubuhmu menginginkannya?” ucap Arthur dengan smirk smile nya.


“ ini tubuhku bukan tubuhmu! Mengapa kau bisa menyimpulkan seenaknya!” geram Alexia, meninggalkan Arthur. Melihatnya Arthur hanya tersenyum lalu menyusul Alexia.


“ aku tetap akan menagih hadiah terimakasih mu, honey.” ucap Arthur berbisik di telinga Alexia membuat leher Alexia meremang di buatnya.


‘ pria ini benar-benar telah paham kelemahanku.’ geram Alexia.


0o0


suka ga?


yuk like dan lovenya sementara nunggu up bisa baca karya aurhor yang lain😊

__ADS_1


__ADS_2