Emily Is Emerald

Emily Is Emerald
lebih polos dari seorang wanita


__ADS_3

warning!! contens 21+++


“ El.” panggil Emily.


“ ya?” ucap Rafael.


“ bagaimana tanggapanmu soal aku, El?” pancing Emily.


“ maksudmu?” tanya Rafael.


“ apa tanggapanmu soal aku?” ulang Emily.


“ kau manis, anak yang kuat, berbakat dan pinta seperti Mr Mark dan Mrs Vane...” rancu Rafael.


“ bukan itu, El.” geram Emily.


“ lalu?” rancu Rafael dengan wajah memerah karena mulai mabuk.


“ apa tanggapanmu soal aku sebagai wanita? Lihat aku sebagai posisi seorang pria, El. Bukan orang yang mengabdi padaku karena telah ku tolong.” ucap Emily kesal, mendengarnya Rafael hanya terdiam menatap Emily, tangannya terulur membelai wajah Emily.


“ tapi aku jujur soal kau yang manis, Em. Kau wanita yang kuat, wanita yang berbakat dan bersinar. Berbeda denganku yang hanya karena memiliki masalah memilih untuk mencoba bunuh diri.” ucap Rafael tertawa.


“ jika kau tak menghentikanku aku mungkin tak di sini, Em.” ungkap Rafael mengelus pipi Em sementara ibu jemarinya mengelus bibir Em.


“ aku tak melakukan apapun, aku kan hanya menyapa, kau saja yang terke..” ucap Em menggantung karena Rafael mencium bibir Em. Emily sempat membulatkan matanya namun memilih mengikuti alur ciuman Rafael karena memang inilah yang di tunggu wanita itu- memancing Rafael melakukan hasratnya ketimbang logika nya.


Rafael menjauhkan wajahnya, nampak jika matanya telah tertutup alcohol sehingga tidak mempedulikan logikanya.


“ apa kau tahu aku sudah lama menginginkan ini, Em?” tanya Rafael mengelus kembali bibir Emily yang telah basah.

__ADS_1


“ ya, aku tahu.” ucap Emily menatap Rafael.


“ tahu apa?” tanya Rafael.


“ aku selalu tahu tentang mu, aku bahkan tahu kau menciumku di apartement ku di Ingrish.” ucap Emily jujur.


“ jadi.., katakan padaku, selain menciumku apa lagi yang kau inginkan, El.” ucap Emily membelai dada Rafael.


“ aku? Aku menginginkan ini\, Em.” ucap Rafael mencium kembali Emily bahkan mlai menjatuhkan tubuh wanita itu di kasur yang sedang mereka duduki untuk minum bersama. Dari ciuman berubah l*****n\, dengan berani Emily lah yang menuntun lidah Rafael dan mencoba merangsang pria yang bahkan lebih polos dari seorang wanita.


Dan itu berhasil! Emily mulai merasa ada yang mengganjal di sela kaki Rafael yang menindih tubuh Emily.


“ aku juga menginginkan ini.” ucap Rafael mulai membuka kaos Emily dan meraba kain berenda lalu sedikit meremasnya hingga Emily melenguh karenanya. Mendengar lenguhan Emily tampak jika Rafael terkejut karenanya.


“ ma... maaf, em... a... aku.” ucap Rafael hendak menjauhkan tubuhnya, namun Emily yang kesal menarik wajah Rafael dan mencium kembali pria tersebut.


“ tak apa, El. Bukankah kau sudah lama menginginkannya.” ucap Emily menuntun tangan Rafael kembali dan itu berhasil membuat Rafael kembali memainkan kain berenda Em, tangannya bahkan mulai menyusup ke dalamnya dan memainkan ****** coklat susu Emily. Wanita itu kini tengah berusaha agar tak mengeluarkan suara aneh dan membuat Rafael menghentikan aksinya.


Tanpa di minta Rafael membuka kaosnya dan membuka celana terusan Emily, Emily mengaku jika Rafael memang tampan, namun ia tak menyangka jika di balik terusan yang selalu di pakai pria itu- tersembunyi dada bidang dengan keenam otot di perutnya. Emily memejamkan matanya kala sesuatu yang dingin mulai bermain di tempat yang sengaja di bersihkan dan di cukur Emily.


Semuanya demi untuk Rafael dan jika pria itu berhenti di tengah, Emily memiliki rencana tersendiri agar pria itu menggila dan mengakui perasaannya. Namun meski telah menyiapkan segalanya, Emily tetap terkejut melihat otot kelelakian pria itu yang tengah siap hendak memasukinya, biar bagaimana pun ini adalah yang pertama bagi Emily.


Wanita itu memang berani akan tantangan yang di hadapinya, namun baginya cinta itu adalah sakral dan suci mungkin itu sebabnya ia tak pernah bermain cinta meski telah tinggal beberapa bulan di LN sekalipun.


Wanita itu berusaha sekuat tenaga agar tak mengeluh dan memilih untuk mengggit bibirnya hingga berdarah ketika milik El mulai memasukinya, namun satu pekikan tetap lolos dari mulutnya ketika ia merasakan sakitnya milik pertama nya di robek oleh milik Rafael.


“ E.., Emily..? ak.. aku...? maaf, Em.” ucap Rafael terkejut, kelihatannya efek alcohol mulai berkurang dan membuat Rafael hendak menjauhkan tubuhnya. Emily yang mengetahuinya memilih mendorong tubuh Rafael dan berbisik.


” aku tahu kau menginginkannya, El. Jadi diam saja dan nikmatilah.” ucap Emily mulai menari di atas Rafael. Dan itu berhasil membuat Rafael kembali mabuk dan menggila akan nikmat yang di lakukan Emily padanya. Emily mengakui jika ini adalah kali pertama ia melakukan hal gila seperti ini, namun ini adalah satu- satunya cara mendorong pria yang bahkan lebih polos dari wanita ini.

__ADS_1


‘ setelah ini aku takkan membiarkanmu menunda menyatakan perasaan lagi, El.’ batin Emily yang geram karena pria ini selalu menunda perasaannya.


Tanpa sadar, Emily melenguh kala merasakan tangan Rafael yang meremas pantat wanita,beruntungnya itu tak menyurutkan gairah Rafael, pria itu bahkan semakin menggila ketika mendengar lenguhan demi lenguhan Emily dan tanpa sadar memacu pinggulnya. Tampak jika tangan Rafael mulai memeluk Emily dan menjatuhkan wanita itu di kasurnya lalu memulai memimpin permainan mereka.


ah.., Emily berani bersumpah, meski polos, Rafael sangat pandai bermain cinta. sungguh beruntung Julie selalu merasakannya setiap malam, meski rasanya tetap menyakitkan karena yang di sebut dalam lenguhan Rafael adalah wanita lain kala Julie masih menjadi istri Rafael saat itu.


Tanpa sadar, Emily kembali menggigit bibirnya dan badannya bergetar kuat seolah merasakan sesuatu yang hendak keluar.


“ ah.., Rafael. I want cum” lenguh Emily.


“ i want to, Emily.” rancu rafael mulai mempercepat pacu pinggulnya.


Tubuh Emily bergetar kuat kala merasakan sesuatu yang panas memenuhi tubuhnya. Tampak Rafael yang menindih tubuh Emily yang bergetar kuat, Emily memilih memeluk tubuh Rafael yang melemas sebelum akhirnya menutupi tubuh mereka dengan selimut dan tertidur sambil memeluk pria itu.


0o0


 


hai! hai! hai!


ada baiknya baca ini setelah buka puasa ya.


kalau tidak nanti batal donk ^_^


he he he


penulis amatir cuma mau ngingetin buat like dan love yan banyak ya


biar author semangat up nya

__ADS_1


jangan lupa ninggain jejak ya


__ADS_2