Emily Is Emerald

Emily Is Emerald
S2 i love you


__ADS_3

Daniel sedang berdiri di sebuah bangunan yang menjadi tempat tinggal para anak- anak yang sudah tak memiliki orang tua.


“ anda siapa?” sapa salah seorang pengurus di sana.


” saya..., Saya Daniel Parker, apa di sini memiliki seorang wanita yang tengah hamil? Namanya Katherine.” tanya Daniel.


“ kalau boleh saya tahu.., anda siapa nona Katherine?” tanya pengurus itu.


“ saya...., adalah ayah dari bayi yang di kandung Katherine.” ucapan Daniel membuat para pengurus di sana saling menatap.


“ ka..., kalau begitu, mari saya antar ke nona Katherine.” ucap pengurus itu ragu.


Tak heran, jika Daniel mengaku jika ia adalah ayah dari bayi yang di kandung Katherine, mengapa ia baru datang sekarang? Hingga Katherine memilih meghabiskan sisa hidupnya di panti asuha mereka.


Dada Daniel berdenyut nyeri melihat keadaan Katherine. Saat ia sedang tertidur dalam posisi duduk dengan bantuan oxygen.


“ belakangan ini ia sering pingsan. Ia juga mengaku tak bisa tertidur dalam posisi tidur karena nafasnya sesak, hingga ia hanya bisa tertidur dalam keadaan duduk.” ucap pengurus itu prihatin.


“ bisa tinggalkan kami?” tanya Daniel.


pegurus itu mengangguk lalu meninggalkan Daniel dan Katherine berdua.


Dengan langkah lunglai, ia menuju ke arah Katherine. Bahkan karena lemas kakinya, Daniel sampai bersimpuh di hadapan perut besar Katherine.


“ Kathy.” panggil Daniel.

__ADS_1


“ tu.., an?” wanita itu terbangun ketika namanya di panggil.


“ kenapa anda kemari?”heran Katherine.


“ maaf.” ucap Daniel lirih.


“ maaf? Untuk apa?” heran Katherine.


“ maaf.., karena aku tidak mengakui jika aku adalah ayah dari anak yang kau kandung. Maaf, karena aku tak mendampingimu saat- saat kau sulit. Maaf.. maaf.” ucap Daniel menangis.


“ aku mohon jangan tinggalin aku. Jangan berkata jika kau akan pergi. Jangan mengatakan kata tiada semudah itu!” isak Daniel.


Katherine terdiam, lalu mengelus rambut Daniel.


“ saya tahu.” ucap Katherine. Ucapan wanita itu membuat Daniel menatap wajah wanita itu.


“ tahu apa?”


“ saya tahu jika anda adalah ayah dari anak yang saya kandung ini.” ucapan Katherine membuat Daniel membulatkan matanya.


“ kau..., kau tahu? Ingatanmu sudah kembali?” tanya Daniel terbata.


“ saya tak pernah lupa igatan, tuan.”


“ namun, saat saya terbangun akibat kecelakaan dan tak melihat siapapun yang menjenguk saya.., saya kecewa. Saya memang sebatang kara- yatim piatu, namun saya tak menyangka jika orang yang pernah mengaku sebagai teman saya bahkan tak menjenguk saya.” ungkap Katherine.

__ADS_1


“ bahkan anda. Saya menganggap hubungan saya dan anda istimewa. Namun, saya tahu, anda tak pernah menganggap saya. Itu terbukti dari anda yang tak menjenguk saya bahkan saat saya terbangun dari coma saya.”


“ saya putus asa. Saya berusaha lupa sebagai tanda saya menyerah mengejar cinta anda. Siapa yang mengira jika saya akan mengandung anak anda. Saya memang menyerah mengejar cinta anda, tuan. Namun saya tak bisa mengugurkan bayi ini. Biar bagaimana pun, ia adalah anak saya, darah daging saya- keluarga saya satu- satunya. Satu- satunya yang saya miliki.” ungkap Katherine.


Daniel terdiam. Mengelus perut Katherine dan mendekatkan wajahnya di perut besar wanita itu.


“ setidaknya, biarkan aku menemanimu di saat terakhirmu. Biarkan aku mengurusmu.” ucap Daniel.


“ menikahlah denganku, Kate.” ungkap Daniel membuat Katherine terkejut.


“ apa anda serius?” ucap Katherine tak percaya.


“ aku ingin selalu ada di sampingmu. Menemanimu di saat terakhirmu.”


“ saya ini wanita cacat, tuan.” ungkap Katherine lirih.


“ aku tidak peduli, yang ku inginkan hanyalah di sisimu. Aku mencintaimu, Kathy.”


“ cinta?” ucap Katherine sungguh terkejut mendengar kata tersebut dari bibir Daniel.


“ maaf. Maaf karena aku baru menyadari di saat kau sakit. Maaf.” ungkap Daniel.


“ kau serius, Daniel?” tanya Katherine dengan berlinang air mata.


“ aku serius, sangat serius, jika aku tak mencintaimu, kenapa aku merasa sesak saat kau akan pergi, Kate?”

__ADS_1


“ kau.., kau hanya bersimpati padaku, El.” ucap Katherine berusaha menyanggahnya.


“ kalau aku hanya bersimpati, aku takkan mengikatmu. Aku takkan merasa kehilangan seperti ini. Aku takkan menangis dan bersimpuh dihadapanmu hanya untuk meminta maaf padamu. Takkan merasa sedih takkan merasa tidak terima saat kau mengatakan kata tiada dengan mudahnya.” ucap Daniel lirih. Katherine hanya menangis. Daniel yang melihatnya memilih memeluk wanita itu. Menumpahkan segalanya bersama dalam tangis.


__ADS_2