
Sinar mentari telah memaksa masuk melewati celah gorden. Di dalamnya tampak dua orang manusia masih bergelung di dalam selimut, rasa nyaman juga pengaruh alcohol membuat sepasang pria dan wanita seolah enggan untuk terbangun.
Hingga suara dering telephone mengagetkan mereka. Setelah mencari ke arah sumber suara, Emily mengangkat telephone nya yang tersimpan di celana terusannya yang di lempar Rafael di dekat kasur tak jauh dari mereka berbaring.
“ hallo?” jawab Emily dengan suara serak khas baru bangun tidur.
“ Em? Kau masih tidur?” sapa sebuah suara.
“ hem? Ada apa Ken?” heran Emily. Sementara Rafael tampak mengerjapkan matanya dan melihat ke sekeliling. Ia merasa masih ada di kamarnya namun merasa ada yang aneh dengan dirinya.
Tampak jika Rafael memegangi kepalanya yang tampak terasa berat akibat pengaruh alcohol dan berusaha mengumpulkan kesadarannya secara penuh. Begitu terkejutnya Rafael melihat kesamping ketika melihat tubuh Emily tanpa sehelai kain yang menutupi tubuh polosnya. Lebih terkejut lagi ketika melihat dirinya juga sama- sama tak mengenakan sehelai pun kain. Di singkapnya selimut yang meutupi tubuh mereka. Tampak tercetak dengan jelas noda merah yang di yakini Rafael sebagai darah pertama Emily di tambah beberapa sisa percintaan mereka.
Rafael menyugar rambutnya dengan kasar sebelum akhirnya mengusap wajahnya.
“ kau sudah bangun El?” tanya Emily yang melihat Rafael telah terduduk dengan tangannya menutupi mulutnya.
” Em? Kita...” ucap Rafael menggantung.
“ oh, ayolah, El. Reaksi mu seolah belum pernah melakukannya, kau ini sudah pernah merasakan kehidupan pernikahan selama lima tahun dulu dengan Julie. Dan lagi pula kau ini seorang pria, mengapa reaksi mu seolah seorang gadis yang baru saja di perkosa?” geram Emily memilih memakai celana terusannya.
“ kau..., kau tidak marah?” ucap Rafael enggan.
__ADS_1
“ marah?” heran Emily memakai sisa bajunya yang lain.
“ ya.” tanya Rafael.
“ buat apa marah? Aku dalam keadaan sadar kemarin, bahkan akulah yang memancingmu untuk melakukannya.” ucap Emily menyugar rambutnya yang lembab karena masih tersisa bekas keringat semalam.
“ ha?” heran Rafael.
“ jika aku tak melakukannya, kau akan terus menunda menyatakan perasaanmu dan tak segera memberi kotak bludru yang kau siapkan itu.” ungkap Emily menunjuk dada Rafael.
Rafael yang mendengarnya hanya menatap tak percaya pada Emily, karena ternyata wanita itu ternyata benar- benar telah mengetahui perasaannya.
“ sekarang, pakai bajumu, El. Dan kita kerumah sakit, Many baru saja melahirkan. Aku memang tahu biasanya wanita yang mengandung bayi kembar biasanya akan melahirkan mundur dari hitungan HPL, tapi aku tak menyangka jika ia akan melahirkan secepat ini. Ia bahkan belum kembali ke Ingrish.” ungkap Emily, segera bergegas keluar dari kamar Rafael yang terdiam mematung.
‘ apa dengan begini kami sudah resmi menjadi sepasang kekasih?’ batin Rafael.
‘ aku bahkan tak mengatakan apapun dan Emily tak menjelaskan apapun. Tunggu!’ batin Rafael teringat sesuatu.
‘ jika aku bercumbu dengan Emily, apakah waktu itu aku menggunakan pengaman? Sial! Kurasa tidak. Aku tak pernah menyiapkan benda tersebut karena aku tak pernah menduga akan hal ini. Sial! Aku menumpahkan di dalam atau di luar? Tapi melihat hanya ada noda darah pertama di sini ada kemungkinan aku menumpahkan di dalam kan?’ batin Rafael.
“ El!” ucap Emily kembali ke kamar Rafael.
__ADS_1
” i..., iya, Em” ucap Rafael gugup.
“ rendam saja sprei bekas noda darah itu, El. Aku yang akan mecuci nya.” ucap Emily kembali keluar dan bergegas turun.
“ Em..” ucap Rafael.
“ ya?” heran Emily.
“ anu.., itu.. Er..” ucap Rafael bingung.
“ itu noda pertama, El- bukan noda period ku, dan kau menumpahkan banyak sekali di dalam tubuhku jadi segera berikan isi dari kotak bludru itu atau aku akan menghajarmu.” ucap Emily bergegas kekamarnya. Wanita itu seolah tahu apa yang akan di tanya kan Rafael.
‘ jadi aku benar- benar bercumbu dengan Emily? Dan akulah pria pertama yang menyentuhnya?’ batin Rafael seolah melambung tinggi, langkah pria itu bahkan seolah melambung ringan.
‘ Tunggu! Dari kata- katanya- ia seolah menyuruhku tanggung jawab kan? Itu berarti kita sepasang kekasih kan?’ batin Rafael senang.
0o0
hai hai hia bentar lagi tamat nie
tapi ga usah khawatir
__ADS_1
penulis amatir dah nyiapin seasson 2 yang ga kalah seru dari petualangan Emily lho ^_^ stay terus ajh.