
Alexia sedang menunggu Arthur membelikan makanan yang di pesannya. Dirasa pintu Apartment nya di buka, Alexia segera bergegas ke pintu masuk flat apartment nya.
“ kenapa lama sekali?” ucap Alexia tanpa melihat siapa yang datang.
“ apa? Kau sudah tahu aku akan datang?” ternyata itu Gabriel.
“ o.., oh? Ternyata itu kau? Tidak! Aku pikir jika yang datang itu Arthur. Aku baru saja memintanya membelikan makanan manis.” ucap Alexia jujur.
‘ ia sudah kembali akur dengan Arthur?’ heran Gabriel.
“ makanan manis? Seingatku kau tak suka makanan manis?” heran Gabriel.
“ sudahlah! Ada apa kau kemari? Tumben sekali kau kemari?” heran Alexia.
“ apa salahnya aku kemari menjenguk adik kembar kesayanganku?” goda Gabriel.
“ apa salahnya jika aku heran? Kau sudah lama sekali tak kemari! Jika kemari pasti bersama kedua orang tua kita.” ucap Alexia menyilangkan lengannya di depan dada nya.
“ itu karena aku tak mau jadi obat nyamuk kalau aku kemari sendiri.” geram Gabriel.
“ lalu kenapa kau kemari sendiri hari ini?” heran Alexia.
“ aku ingin menyebarkan undungan pernikahan.” ungkap Gabriel.
“ pernikahannya siapa?” heran Alexia.
“ aku tentunya.” ucap Gabriel.
“ kau? Menikah?” heran Alexia.
“ kenapa semua orang yang aku kabari jika aku akan menikah memberi reaksi yang sama?” geram Gabriel.
“ siapa pengantinnya? Wanita? Atau Pria?” tanya Alexia.
“ Kau menyebalkan!” geram Gabriel.
“ apa salahnya aku bereaksi seperti itu? Kau ini sebelumnya tak pernah dekat dengan lawan jenismu, aku bahkan selalu melihat jika kau selalu membuang hadiah yang di berikan wanita kepadamu.” ucap Alexia duduk diruang tamu.
“ jadi katakan padaku, siapa pengantinmu?” ucap Alexia antusias.
“ kau ingat Elisa Alger?” ucap Gabriel menyusul duduk di ruang tamu.
“ adik tingkat yang pernah kau tanyakan itu?”
“ ya, dialah pengantinku.” ucap Gabriel dengan wajah memerah.
“ apa? Apa kau pernah berkencan dengannya sebelumnya?” ucap Alexia tak percaya.
__ADS_1
Akhirnya, Gabriel menceritakan segalanya pada Alexia. Saat Elisa yang selalu menyatakan perasaan padanya, namun selalu Gabriel tolak hingga saat Gabriel keterlaluan karena memakinya dan Elisa yang tak lagi menyatakan perasaan padanya. Gabriel yang terpesona pada Elisa saat melihat tarian yang di bawakan wanita itu ketika Gabriel menghadiri reuni dan rasa tak terima pria itu karena Elisa di lamar pria lain hingga akhirnya Gabriel yang ingin mengikat Elisa.
“ sedari kau bertanya soal wanita, sejujurnya aku sudah merasa aneh. Aku tak menyangka jika kau memang menyukai adik tingkatmu itu.” ucap Alexia senang.
“ aku pulang! Oh? Ada Gabe rupanya?” ucap Arthur tiba- tiba datang dengan bungkusan makanan di tangannya.
“ kau sudah datang?” ucap Alexia senang. Tampak jika wanita itu langsung menyambut pria itu.
“ ya. Ini pesananmu!” ucap Arthur memberi bingkisan di tangannya dan langsung duduk di kursi di dekat Alexia duduk tadi. Tepatnya di hadapan Gabriel.
“ apa ini?” ucap Alexia penasaran.
“ kau cuma berpesan membawakan makanan manis jadi aku membawakan martabak. Aku tahu kau tak suka makanan yang terlalu manis jadi aku memesan yang rasa kacang dan keju!” ucap Arthur.
“ terima kasih. Gabe, kau mau?” ucap Alexia antusias. Gabriel sedikit bingung pada situasi ini. Setahu dia, adik kembarnya ini dan Arthur sudah bercerai. Namun pemandangan yang di lihatnya ini seolah menampilkan suasana harmonis suami istri biasanya dan terlihat tanpa di buat- buat.
“ ngomong- ngomong, ada maksud apa kedatanganmu kemari, Gabe?” tanya Arthur.
“ dia hanya memberikan undangan pernikahan dia.” ucap Alexia sambil beralih ke dapur.
“ kau? Akan menikah?” ucap Arthur tak percaya.
” okey! Ini orang yang ke sekian yang memberi reaksi terkejut ketika tahu aku akan menikah.” kesal Gabriel.
“ orang kesekian? Jangan bilang, mommy Emily dan daddy Rafael juga bersikap demikian?” goda Arthur. Gabriel hanya menyilangkan lengannya di didadanya.
“ jangan marah, Gabe! Tak heran jika orang heran kau akan menikah jika selama ini, kau tak pernah terlihat tertarik dengan lawan jenis.” ucap Alexia datang dengan sepiring Martabak dan minuman untuk Gabe, Arthur dan dirinya.
“ jadi.., kapan kau akan menikah?” tanya Alexia.
“ tanggal X dan bulan Y.” ucap Gabriel.
“ 3 minggu lagi?” tanya Alexia.
“ ya, Lisa berencana mendesign baju pengantinnya sendiri. Jadi makan waktu lama untuk menjadikan baju pengantinnya. Kau bisa menjadi bride maid nya Elisa dan membantunya dalam pernikahan nanti.” pinta Gabriel.
“ tentu.” ucap Alexia sambil memakan martabak yang di bawakan Arthur dengan wajah nikmat.
Bahkan menurut Arthur sensual. Wanita itu akan memakan martabak penuh kacang dan keju itu dengan anggunnya dan menjilat sisa selai coklat itu dengan lidahnya.
Tiba- tiba Arthur merasa gerah. Dia mendekat ke arah telinga Alexia dan berbisik;
“ tentu ini tak gratis! Kau sudah menelphone ku di tengah pekerjaanku hanya untuk meminta di bawakan Martabak! Jadi aku akan meminta bayarannya malam ini.’
Mengetahui maksud Arthur leher Alexa jadi meremang. Wajahnya memerah dan ia mengangguk kecil.
“ kalian berbisik soal apa?” heran Gabriel sambil mengunyah martabak isi kejunya.
__ADS_1
” meminta bayaran karena ia sudah meminta di bawakan makanan manis saat aku tengah bekerja.” ucap Arthur jujur.
“ baiklah, kurasa aku harus segera pulang.” ucap Gabriel yang tahu maksud bayaran yang di maksud Arthur.
‘ mereka sudah bercerai bukan? Uncle Rick mengatakan jika sesungguhnya Alexia sudah bercerai. Lalu mengapa tingkah mereka masih seolah- olah pasangan bahagia yang masih menikah?’ heran Gabriel memilih langsung pulang dari Apartment Alexia.
*** malam harinya***
“ kenapa kau sangat pelan, Ar? Faster, please!” rengek Alexia.
“ apa?”
‘ tapi, kau sedang hamil, Ale. Aku takut melukai bayi kita.’ batin Arthur yang sudah yakin jika Alexia memang sedang hamil, apa lagi melihat perut wanta itu yang semakin membuncit dari hari ke hari. Meski bagi Arthur itu membuat mantan istrinya itu semakin sexy.
Arthur begitu terkejut ketika Alexia mendorong tubuh pria itu. Bahkan kini tampak jika Alexia ber- inisiatif memimpin permainan mereka.
“ kau sedang bergairah rupanya.” goda Arthur.
Alexia sendiri terkejut dengan aksi yang di lakukannya sendiri. Namun ia sendiri memang merasa bergairah belakangan ini, mungkin hormon kehamilan? Ia tak mempedulikannya dan terus saja menari di atas tubuh mantan suaminya tersebut. Bahkan kini tampak jika wanita itu mulai memainkan ke dua dadanya yang menggantung bebas.
“ Ah.., Arthur.” desah Alexia tanpa sadar.
Melihat Alexia yang memang sedang bergairah, Arthur mulai bangkit dan kembali memacu tubuh Alexia dalam posisi setengah duduk.
Hingga akhirnya tubuh Alexia menegang tanda mendapatkan pelepasannya dan akan ambruk ke tubuh Arthur. Pria itu menahannya dan memeluk Alexia agar perutnya tak membentur tubuh pria itu. Lalu menuntaskan gairah pria itu sampai pria itu juga mendapatkan pelepasannya.
Alexia menatap wajah Arthur yang berkeringat- seolah tak peduli jika hubungan mereka kini tak lebih hanya mantan suami dan istri. Alexia mulai memajukan wajahnya dan menciumi Arthur. Sedikit ******* dan berbagi saliva. Dan terang- terangan berbaring di dada Arthur.
“ aku suka saat kau manja seperti ini, Ale.” goda Arthur.
Alexia tak peduli. Ia ingin sekali mencium bau keringat mantan suaminya ini.
“ kau tak membersihkan tubuhmu, Ale?” tanya Arthur. Karena biasanya, Alexia akan membersihkan tubuhnya selepas mereka bercumbu.
“ aku tak mau.” ucap Alexia dengan wajah yang seperti anak kecil yang merajuk.
“ tak mau?” heran Arthur.
“ aku mau mencium bau keringatmu.” ucap Alexia kembali berbaring di dada Arthur.
‘ astaga. Imutnya.’ batin Arthur gemas.
“ bukankah keringatku bau?”
“ tidak, keringatmu wangi! Jangan mandi dulu, Ar.” rengek Alexia.
“ aku suka saat kau jujur.” goda Arthur. Ia pikir Alexia akan malu, biar bagaimana pun Alexia yang Arthur kenal itu memang sangat mandiri dan malu bersikap manja. Meski sejujurnya, Arthur juga menyukai sifat Alexia yang manja padanya seperti ini. Manis dan juga imut.
__ADS_1
Alexia hanya terdiam menatap Arthur, sejurus kemudian mengecup bibir Arthur berkali- kali dan turun dari dada Arthur. Lalu kepalanya ia sandarkan ke dada pria itu. Menghirup dalam- dalam bau tubuh Arthur lalu tertidur.
‘ Fix! Ia tengah hamil sekarang.’ batin Arthur yang melihat sikap tak biasa Alexia.