
“ jadi.., ini kamarmu?” tanya Damien.
“ seperti yang kau lihat.”
“ bagaimana jika kita mencoba kamar ini- apakah kedap suara atau tidak.” ucap Damien hendak mencium Kelly.
“ dasar orang tua.” ucap Kelly tertawa geli.
“ apa maksudmu? aku belum tua.” ucap Damien menciumi dada Kelly yang terbuka.
“ tapi kita terpaut 8 tahun, tuan En.” ucap Kelly mengingatkan alasan Damien dulu tak menerima Kelly.
“ kau mungkin lupa, tapi bahkan ayah dan ibu mu umurnya bahkan terpaut 12 tahun, lagi pula ini adalah jaman modern.” ucap Damien kembali menciumi Kelly.
Sedikit menuntut agar Kelly tak lagi berbicara.
Kelly kalah, dengan cepat Damien dapat mengetahui dimana letak kelemahan wanita itu. Tubuh Kelly hanya bisa menggeliat menahan serangan Damien. Tanpa sadar, semua kain di tubuh mereka telah tercecer di lantai.
“ tuan En, hentikan.” ucap Kelly menahan tubuh Damien kala pria itu hendak memulai penyatuan tubuh mereka.
“ kenapa?” tanya Damien.
“ ma.., masih sakit, tuan.” ucap Kelly malu.
Damien hanya tersnyum. Ia tak menyangka jika Kelly akan merasa sakit, padahal, Damien yakin jika Kelly bertingkah seolah tidak terjadi apa- apa sebelumnya.
“ aku akan pelan- pelan, nanti rasa sakitnya pasti akan menghilang.” ucap Damien lembut. Sekali lagi, Kelly memilih mengangguk pelan. Damien hanya tersenyum, memulai segalanya dalam penyatuan dan ******* serta lenguhan. Di lalui dengan keringat yang menyatu dan berbagi Saliva serta udara. Dan di akhiri dengan lenguhan panjang dalam pelepasan bersama.
** di belahan dunia lain **
Tubuh Daniel bergetar. Ia kesal. Entah kesal karena apa. Ia tak suka perasaan sesak yang memenuhi hatinya. Ia kesal karena Katherine yang berbicara dengan ringannya tentang hidupnya.
“ tiada? Heh! Kau milikku, hidup dan matimu- aku juga yang tentukan.” ucap Daniel tak terima.
Ia kesal. Sangat kesal. Tubuh Daniel tersadar saat tangannya yang mengepal dan di genggam erat di atas meja kerjanya- basah oleh air yang menetes.
Apa ini? Atapnya bocor? Tak mungkin! Saat ini hari sedang cerah dan ia bukan berada di lantai paling atas.
Keringat?
Ia menyentuh dahinya. Bukan keringat. Lagi pula ia berada di ruangan ber AC tak mungkin pria itu berkeringat. Itu memang bukan keringat.
Itu adalah air matanya.
__ADS_1
Ia menangis?
Apakah rasa sesak yang memenuhi dadanya disebabkan karena rasa kehilangan? Ia tak mau kehilangan seorang Katherine? Wanita yang tak ia akui sebagai kekasihnya.
Ia tak tahu mengapa ia tak mau kehilangan Katherine. Yang pasti ia tak suka jika wanita itu mengatakan soal tiada dengan mudahnya.
Ia menyenderkan tubuhnya. Memegangi dadanya yang terasa sakit dan semakin sakit saat mengingat seketaris nya yang selalu menemaninya dulu. Yang kini sedang berada di ujung hidup matinya karena mengandung anak dari seorang Daniel Parker.
Ia memegangi handphone nya. Ia berusaha menghubungi seseorang.
“ hallo?” sapa Daniel
‘Bagaimana kabarmu disana El?’ tanya Damien. Ya saudara kembarnya lah yang ia hubungi.
“Tidak lebih baik darimu.” ucap Daniel tak berbasa basi.
‘Huh?’ heran Damien.
“Apa yang kudengar ini benar? Kelly amnesia setelah bangun dari coma karena kecelakaan?” tanya Daniel yang sudah mendengar kejadian di sana dari Rick.
‘Ya.’
“Kurasa kita ini memang saudara! Bahkan apa yang menimpa kita sekarang sama.” ucap Daniel tertawa kering.
‘Apa maksudmu?’ heran Damien.
“Ia mengalami komplikasi karena kehamilannya.” Ucap Daniel lirih.
‘Ia hamil?’
“Ya, ia mengandung anakku.” jawab Daniel lirih.
‘Kenapa kau terdengar sedih seperti itu.’
“Bagaimana aku bisa tidak sedih? Ia menjadi seperti itu karena mengandung anakku.” ucap Daniel lirih.
“Bukankah kau tak mencintai Katherine? Daniel yang dulu aku kenal takkan peduli apa yang terjadi pada seorang wanita.” Ucapan saudaranya ini membuat air mata Daniel kembali mengalir. Ia menyadari perasaannya dan menyesal karena terlambat menyadari nya.
“Kurasa aku sama seperti ayah yang telat menyadari perasaannya, Dam.” ucap Daniel yang mengetahui masa lalu ayah dan ibunya.
“Namun berbeda dengan ayah yang baru menyadari saat ibu hendak di persunting pria lain. Kurasa aku baru menyadari jika aku mencintai Kathy saat wanita itu di permainkan kematian.” Ucap Daniel menertawakan nasibnya sendiri.
‘Kau menangis?’ tanya Damien. Ia mendengar jika suara Daniel mulai serak.
__ADS_1
“Aku tak mau kehilangan kathy, Dam. Aku tak mau.” Isak Daniel.
‘ dimana Katherine sekarang?’ tanya Damein.
“ ia sudah berhenti.”
‘ kalau begitu kejar dia.’ ucap Damien menyemangati saudara kembarnya itu.
‘Temani dia di saat terakhirnya. Dan yakinkah dia jika kau mencintai wanita itu.’ ucapan saudaranya membuat Daniel terdiam.
“ kau benar, terima kasih. Aku doakan kau bisa bersatu dengan Kelly.” ucap Daniel bergegas menuju ke tempat yang di beri tahu Katherine sebelum wanita itu meninggalkan perusahaan mereka.
‘ kau juga.’ ucap Damien. Setelahnya, telphone dari keduanya terputus. Damien menatap ke arah handphone nya yang telah mati. Kemudian menatap ke arah kamar mandi dimana Kelly sedang membersihkan dirinya. Ia bersyukur karena menyadari perasaannya sebelum terlambat.
“ anda masih disini?” tanya Kelly yang baru saja keluar hanya dengan handuk di tubuhnya.
“ kau mengusirku?” tanya Damien.
“ tentu saja tidak, hanya saja, besok kita sudah mulai bekerja, dan aku baru saja mendapat pesan, dari penjahit kita baru saja, jika ia bisa menyelesaikan pesanannya besok.” ungkap Kelly berlalu ke lemari pakaian.
“ jika anda menginap, anda harus mandi, tuan En. Anda bau keringat.” ucap Kelly menutupi hidungnya.
“ kenapa kau masih memanggilku dengan sebutan tuan?” tanya Damien.
“ anda lebih tua dari saya.” jawab Kelly.
“ bahkan uncle Rick juga lebih tua dari aku.” jawab Damien kesal.
“ anda mau saya panggil dengan; uncle?” goda Kelly.
“ kau akan memanggilku uncle? Setelah yang kita lakukan?” tanya Damien.
“ baiklah, bagiamana jika kakak?” tanya Kelly.
“ aku bukan kakak mu, panggil nama saja.”
“ tapi anda dan saya bahkan terpaut umur yang jauh, tak sopan jika saya memanggil anda nama.” ucap Kelly.
“ setidaknya, jangan pakai bahasa formal.” ucap Damien beranjak dari kasur Kelly.
“ akan aku usahakan.” ucap Kelly.
** 🌸🌸**
__ADS_1
...Di permainkan kematian...
Yang setuju Kathy tetap hidup.coment yukkkkk😉