Emily Is Emerald

Emily Is Emerald
Episode 17 Emily adalah Emerald?


__ADS_3

Jam menunjukkan pukul 7 saat Rafael hendak memejamkan mata sebelum suara dering ponsel membuyarkan rasa kantuk nya. Dilihatnya terdapat nomor baru yang menghubungnya.


“ Halo?” sapa Rafael berusaha duduk di ranjangnya.


‘ halo, ini Mr Ernest yang tadi meminta nomor anda.’ jawab Ernest dari seberan telephone.


“ oh, ada apa, Mr?”


‘kebetulan saya sudah berbicara dengan Em. Dan dia ingin berbicara dengan anda.’


“ oh begitu? Sekarang anda di mana? Apakah masih di campus?” ucap Rafael hendak bersiap, ia tak ingin menyia- nyiakan kesempatan ini.


’ya, tapi maaf, kebetulan saya ada perlu dengan keluarga saya sehingga tidak bisa menemai Em disini.’ ucap Ernest jujur.


“ begitu? Tap Mr, ini sudah malam, tidak baik seorang wanita menunggu di campus sendirian. Apa anda bisa membawa ke hotel tempat saya menginap?” ucap Rafael mengingat jarak hotel dengan campus sedikit memakan waktu.


’tapi hotel anda berlawanan arah dengan tujuan saya, begini saja. Di depan campus ada cave yang buka sampai jam 10 malam, bagaimana jika anda kemari?’


“ apa ada restoan di dekat situ? Bagaimana jika meminta nya menunggu di restoran? Kebetulan ini sudah jam makan malam.” ucap Rafael melihat jam tangannya.


‘baik. Saya akan mengantarnya dan mengirim kepada anda lokasi restorannya.’ ucap Ernest sebelum memutus sambungan telephone nya.


---


Karena hari sudah malam Rafael mengemudikan sendiri mobil yang di sewa nya. 15 menit kemudian ia sampai di restoran yang di tunjukkan Ernest kepadanya. Ia melihat siluet wanita yang ciri- ciri nya di katakan Ernest kepadanya dan segera menghampirinya.


“ sudah lama?” ucap Rafael hendak duduk ke kursi di hadapan wanita itu.


“ uncle?” ucap Suara yang sangat familiar di telinga Rafael. Dengan segera Rafael menatap wanita yang ada di hadapannya ini.


“ Emily?” ucap Rafael tak percaya jika wanita yang selama ini ia cari ada di hadapannya.


“ Emily, ini benar kamu- kan?” ucap Rafael menggenggam lengan Emily dan langsung memeluknya.


“ un…, uncle.” ucap Emily terbata, mengingatkan Rafael jika mereka berada di tempat umum.


“ ehem, maaf kan aku.” ucap Rafael berdehem.


Lalu akhirnya memilih menu masakan yang tersedia dan juga memilihkan masakan kesukaan Emily Sossis sementara Rafael memesan beef steak.


“ apa kau tahu aku terus mencari mu, Em?” ucap Rafael lirih.


“ maaf kan aku, Uncle. Aku tak ingin tuan Leo tahu aku menghubungi Uncle dan menyebabkan Uncle terkena kemarahan tuan Leo.” ucap Emily tertunduk.

__ADS_1


“ ini bukan salahmu, Em. Ini salah kakak ku yang tega menjual mu pada tuan Leo.” ucap Rafael yang geram mengingat kelakuan kakak laki- laki nya itu.


“ bagaimana kabar Dad Edward, Uncle?” ucap Emily lirih.


“ kau tak usah khawatirkan Edward, Em. Ia sudah di penjara. Karena di laporkan si lintah darat busuk itu.”


“ kenapa uncle tega seperti itu? Bagaimana pun ia kakak uncle sendiri.” heran Emily.


“ ini ganjaran setimpal untuknya, Em. Aku berjanji akan melepasan nya jika bisa menemukan mu.” ucap Rafael.


“ Em, pulanglah. Ya? Aku mohon.” ucap Rafael mengiba. Emily hanya tertunduk tak menjawab pertanyaan Rafael.


“ jika kau takut tinggal dengan Edward lagi kau bisa tinggal di rumah ku, Em.” ucap Rafael. Mulai meraih tangan Emily dan menggenggamnya dengan intens .


“ bagaimana dengan Aunt Julie, Uncle? Dia selalu marah jika uncle perhatian denganku.” ungkap Emily.


“ aku sudah menceraikan nya, Em. Aku juga baru tahu Julie lah yang menghasut kakak ku agar mau menjual mu pada lintah darat itu.” geram Rafael mengingat kelakuan mantan istrinya.


“ be.., benakah?” ucap Emily tak percaya.


Baru mau Emily bertanya lebih jauh, makanan pesanan mereka berdua datang.


“ ngomong- ngomong kenapa di data campus mu nama mu Emerald?” ucap Rafael memotong steak nya.


“ Really?” ucap Rafael tak percaya karena dari pertama bertemu Rafael hanya tahu nama Emily. Ia terlalu sungkan bertanya saat Emily masih bersama dengan kedua orang tua nya kala mereka masih hidup sementara hubungannya dengan Edward dari dulu tak pernah akur.


“ yeah, nama asliku adalah Emerald Houston. Itu nama pemberian orang tua ku.” ucap Emily.


“ lalu Emily?”


“ nama pemberian teman- teman ku saat aku kecil, karena mereka cadel, mereka tak pernah bisa memanggilku Emerald dan sering memanggil Emily, karena kebiasaan- orang tua ku juga ikut memanggilku Emily hingga aku dewasa.” ucap Emily masih asik memakan makanannya.


“ lagi pula nama nya sama- sama baik, Emerald berarti batu perhiasan dan Emily berarti yang terbaik, dan orang tua ku berharap aku menjadi perhiasan yang terbaik.” ucap Emily.


“ Em.” ucap Rafael hendak bertanya.


“ ya?” ucap Emily.


“ apa kau yang mengirimkan karya design atas nama MV?” tanya Rafael.


“ bagaimana Uncle tahu?” heran Emily.


“ karena Uncle yang mengirim job atas nama EM. Group, perusahaan yang sering menerima karya- karya mu.” ucap Rafael menyelesaikan makannya.

__ADS_1


“ jadi uncle juga membuat perusahaan real estate?” ucap Emily antusias.


“ hem. Kalau boleh tahu apa arti MV, Emely?” tanya Rafael.


“ itu adalah inisial nama daddy dan mommy; Mark dan Vanessa. Karena aku merasa jika aku menggunakan nama itu daddy dan mommy ku ikut andil dalam karya- karya ku.” ucap Emily mengenang kedua orang tua nya.


“ Em.” panggil Rafael kembali.


“ kau mau pulangkan?” ucap Rafael kembali.


“ bagaimana dengan tuan Leo?” ucap Emily lirih. Alasannya selama ini tak pulang semata karena ia dengan tuan Leo masih mengejar nya meski sudah satu tahun berlalu.


“ aku memiliki uang yang cukup, Em untuk menebusmu.”


“benarkah?” ucap Emily tak percaya.


“ tentu saja, kau pikir mengapa aku membangun bisnis ini? Itu semua untuk menebusmu. Ya meski aku tak langsung memberikannya, karena uang ku belum cukup untuk mengerahkan para anak buah mencari mu ke seluruh penjuru, jadi aku membiarkan tuan Leo dan saat si lintah darat itu menemukanmu aku berniat langsung merebutmu dari dia.” ucap Rafael menjelaskan.


“ aku masih kuliah, uncle.”


“ kau bisa meneruskan kuliah di negara kita, Em.”


“ tapi aku suka di sini, aku ingin membuat perusahaan seperti yang di miliki daddy, uncle. Dan aku rasa campus di sini adalah yang terbaik.” kata- kata Emily membuat Rafael hanya bisa menarik nafas kasar.


“ baiklah, namun setelah kuliah mu selesai, kembali lah, Em. Kau bisa meneruskan perusahaanku.”


“ tapi itu perusahaan yang di bangun Uncle dengan susah payah dari nol.” ucap Emily.


“ tapi kau harus ingat, Em. Perusahaan orang tua mu di hancurkan oleh Edward. Anggaplah aku membangun perusahaan ini sebagai ganti perusahaan yang di hancurkan kakak ku.”


“ baiklah uncle.” jawab Emily sambil menganggukan kepala pelan.


“ ngomong- ngomong, kau tinggal dimana, Em?”


“ apartement di depan campus.”


“ apa! Jadi kita sedekat ini dan aku tak pernah mengetahuinya?” ucap Rafael terkejut.


“ jadi tentor yang kemarin seminar adalah Uncle? Yang di gilai teman- teman ku?”


“ tunggu! Di gilai?” heran Emily.


“ hem. Teman- teman ku histeris mengatakan jika uncle tampan dan sebagai nya.

__ADS_1


“ karena aku memang tampan.” goda Rafael yang hanya di jawab dengusan Emily membuat Rafael tertawa karenanya.


__ADS_2