
Catherine mengerjapkan matanya, berusaha membiasakan diri dari perbedaan cahaya yang di terima matanya.
“ kau sudah bangun?” tanya sebuah suara.
“ El?” panggil Catherine.
“ aku di sini.” ucap Daniel mengelus rambut Catherine.
“ aku haus.” jawab Catherine. Daniel dengan sigap mengambil ar putih yang ada di nakas dekat tempat tidur Catherine dan menuangkannya kegelas lalu membantu wanita itu duduk dan memberikan gelas berisi air minum untuk wanita itu minum.
“ dimana bayiku, El?” tanya Catherine. Karena memang, sesaat setelah bayinya di keluarkan dan di bersihkan, Catherine langsung tak sadarkan diri hingga tadi.
“ sebentar, aku akan meminta mommy ku menggendongnya kemari.” ucap Daniel keluar dari ruang perawatan Catherine.
“ selamat atas kelahiran anakmu, nona Catherine. Anak perempuan yang cantik.” ucap Many menggendong bayi Catherine dan memberinya untuk di susui oleh wanita itu.
Catherine hanya menangis melihat bayi mungil yang merupakan anaknya- darah dagingnya. Ia menerima bayi berjenis kelamin perempuan tersebut dan mengendongnya dengan sayang- mengelus rambut pirang bayi nya dan memulai membuka kimono yang di pakaikan untuknya dan membiarkan anaknya mencari sumber asi nya sendiri.
“ maafkan anak kami yang sembrono ini- hingga membuat anda tak memiliki status, bahkan sampai melahirkan anak kalian, nona Catherine. Saya salah dalam mendidik anak saya.” ucap Many menjewer telinga Daniel.
__ADS_1
“ mom! Sakit!” pekik Daniel.
“ diamlah! Aku tak pernah mengajarimu menyakiti wanita bahkan sampai tak memberi status kepada wanita meski ia telah mengandung anakmu- seperti ini!” geram Many.
“ sudahlah, sayang. Setidaknya, El kita menyadari perasaannya.” ucap Ken.
Many hanya menatap Ken dengan tajam, seolah berkata; jangan ikut campur.
“ maaf.” ucap Ken menciut.
“ su.., sudahlah, Aunty. Yang di katakan uncle Ken- benar. Lagi pula anak saya terlahir sehat dan selamat.” ucap Catherine tertawa kecil. Di hadapannya, Daniel yang wanita itu kenal angkuh tak lebih seperti anak mommy- ternyata.
Pria itu mendekat ke arah Catherine sambil bertanya;
“ aku berkata; jika meski anak ini hasil dari dosa kedua orang tuanya, anak ini tak berdosa karena bukan salahnya sama sekali berada di dunia. Jadi aku akan memberi nama Carlissa; yang berarti gadis kecil yang suci.” ucap Catherine.
Ucapan Catherine membuat Many dan Ken menatap Daniel tajamhingga membuat pria yang baru saja resmi menjadi ayah itu menciut.
“ sekali lagi aku minta maaf untuk Daniel, sayang.” ucap Many menangkup tangan Catherine yang tidak di pakai menggendong anaknya.
__ADS_1
“ tak apa koq, Aunty.” jawab Catherine.
“ koq Aunty? Sebentar lagi kita akan menjadi keluarga- panggil aku Mommy.” pinta Many.
“ dan panggil aku Daddy.” pinta Ken.
Catherine hanya mengangguk dan menangis. Sekarang, ia bukan hanya memiliki anaknya saja yang akan menemaninya, ia benar- benar akan memiliki keluarga- sekarang.
“ terima kasih.” isak Catherine. Dan saat itu adalah saat yang bertepatan dengan Ken menerima telephone.
📱📱📱
“ dari siapa?” tanya Many.
“ Damien. Ia mengatakan jika ia juga ingin menyunting seorang gadis karena sekarang wanita itu juga sedang mengandung anak dari Damien.” ucap Ken.
“ astaga, kalian ini benar- benar saudara kembar, ha? Bahkan sampai dalam waktu bersamaan kalian akan menikah karena menghamili wanita bersamaan.” ucap Many tak percaya.
“ kau takkan percaya jika kisah mereka juga sama. Para wanita Sama- sama pura- pura Amnesia karena menyerah pada perasaan mereka kepada para D.” ucap Ken yang tahu dari Rick.
__ADS_1
“ kurasa selain kembar identik, kalian juga memiliki nasib identik.” ucap Many.
“ bagaimana jika kita juga menikah bersama.” saran Daniel. Ken dan Many hanya saling bertatap- tatapan.