Emily Is Emerald

Emily Is Emerald
merindukan untuk menikmati


__ADS_3

Dengan langkah kesal ia memasuki ruangan kembali, tampak semua orang telah kembali keposisi duduk masing- masing. Han menatap lekat Erika yang terus menunduk takut akan tatapan menusuk Han. Sementara Ken dan Rick sudah tersenyum melihat perubahan yang terjadi diantara keduanya. Atau ketiganya, Ken tahu jika Ye juga ikut terpesona akan power up Erika, sungguh ini diluar dugaannya, namun ini akan membantunya dalam sandiwaranya.


‘ Erika, kau harus berterimakasih padaku jika rencana ini berhasil.’ batin Ken.


***


Sementara itu Rafael tampak melihat sikap gelisah dari Austin, asisten pribadinya itu.


“ kau kenapa?” ucap Rafael tak bisa mengalahkan penasarannya.


“ o., oh, tidak Tuan.” ungkap Austin.


“ begitu?” heran rafael.


“ I..,iya, ngomong- ngomong soal jadwal keberangkatan anda ke Ingrish sudah saya atur, besok lusa anda bisa ke sana selama 5 hari kebetulan saya juga sudah mengosongkan jadwal untuk 5 hari kedepan, semoga anda bisa bersenang- senang.” ungkap Austin berusaha mengalihkan.


“ oke terima kasih.” ungkap Rafael, tampak cuek. Namun dalam hati pria itu ia merasakan debaran yang begitu kuat. Ia bukan lagi mengunjungi Emily sebagai paman angkatnya namun sebagai seorang pria yang akan menemui wanita nya.


Sementara Austin semakin merasa heran pada perubahan Christine yang nampak melamun, meski masih cekatan dalam mengerjakan tugas. Namun berulang kali ketika Austin memanggilnya, tampak wanita itu tak memperhatikannya seperti biasa, bahkan wanita itu tak lagi menaruh bunga- bunga lagi atau coklat di ruangan Austin dan Rafael. Sementara Isabella belum menampakkan hasil nya sampai sekarang.


----


“ jadi bagaimana dengan rencana Ken?” ungkap Many penasaran ketika bermain ke apartement Emily.


“ iya bagaiamana Erika? Kau membuat kami penasaran?” ungkap Emily.


“ yah aku tak di beri tahu apa rencana Ken, tapi memang para Long itu tampak terkejut dengan kedatanganku di perusahaan Ken.” ungkap Erika.


“ Many, sebenar nya apa pekerjaan Rick?” heran Erika.

__ADS_1


“ hem, yang aku dengar ia sama seperi Ken yang kaya, memiliki saham di mana- mana. Ia merupakan anak kedua dari tiga bersaudara dan mereka laki- laki semua.” ungkap Many.


“ apa usahanya?” heran Erika.


“ dia? Dia sangat jenius di bidang robotic dan permesinan, aku dengar Ia sudah di menanda tangani kontrak jadi setiap ia menciptakan sesuatu yang baru, kertas biru nya sudah menjadi milik negara.” ungkap Many.


“ kenapa?” heran Many.”


“ tidak, sepertinya para Long itu terlihat seperti waspada pada Rick.” ungkap Erika.


“ kenapa?” heran Emily.


“ ga tau.” ucap Erika singkat.


“ lalu bagaimana hubunganmu dengan Han?” heran Many.


“ jangan kaitkan dia. Saat bertemu dia seolah tak mengenalku, meremehkanku dan saat di kamar mandi dia juga menggenggam tangan ku kasar, aku balas pura- pura tak mengenalnya ia malah semakin kasar.” geram Erika.


“ ya. Ngomong- ngomong bagaimana dengan mu Many?” heran Erika.


“ apanya?” heran Many.


“ ayolah, aku tahu kau sudah menikah dengan Ken.” ungkap Erika.


“ ehm.” ucap Many dengan wajah yang merona merah.


“ jadi apakah sudah ada baby disini?” ucap Erika dan Emily hampir bersamaan sambil mengelus perut rata Many.


“ Ehm.” ucap Many dengan bersemu merah.

__ADS_1


“ berapa?” tanya Emily penasaran.


“ 6 minggu.” ungkap Many, malu- malu.


“ ou…, aku ga akan menyangka teman kita yang jahil dan narsis nya kebangetan akan menjadi ayah.” kekeh Erika.


‘” siapa yang narsis nya kebangetan?” geram Ken muncul tiba- tiba.


“ Ken? Sudah selesai kelasnya?” ucap Many. Ken hanya mendekat ke istrinya dan membela rambut istrinya tersebut.


“ ya, kamu lah.” lanjut Erika.


“ sudah di bantu juga.” ucap Ken sinis.


“ uuu terima kasih.” ucap Erika dengan nada menyebalkan.


“ sudahlah! Jangan lupa menyimpan nomor ku.” ucap Ken.


“ kenapa? Udah punya istri cantik juga masih godain cewe lain.”


“ siapa juga yang mau godain kamu.” geram Ken.


“ lalu?” heran Erika.


‘ tentu karena ia Mafia Many, melihat kemarin ada kemungkinan ia akan menemui Erika diam- diam. Meski Erika bisa beladiri tetap harus waspada.’


“ sudahlah pokok nya simpan saja, siapa juga yang mau godain cewek gesrek kaya kamu.” ungkap Ken menuntun Many untuk pulang.


Sebenarnya kehamilan Many tidak terlalu rewel tidak banyak ngidam dan tidak merepotkan, kelihatannya berbeda dengan Many yang manja anak mereka merupakan anak mandiri yang tidak suka merepotkan ayah atau ibunya, hanya Many gampang lelah saja, itu sebab nya untuk semester ini Many hanya mengambil sedikit mata kuliah, setelah berkonsultasi dengan dosen pembimbingnya. Dan saat Ken mulai kuliah ia akan menitipkan Many di apartement Emily karena apartement Emily yang dekat dengan kampus sehingga mudah di pantau, meski Emily sedang kuliah sekalipun.

__ADS_1


‘ aku akan merindukan menikmatimu, sayang.’ bisik Ken pada Many, pasalnya ia harus puasa dulu, karena kata dokter trimester pertama sangat rentan, apa lagi Many masih sangat muda.


__ADS_2