
di lain tempat, lebih tempatnya di Apartment milik Alexia.
Arthur menatap langit- langit kamarnya, setelah menikmati mangga muda berdua dengan mantan istrinya, ia memilih istirahat di apartment wanita itu. Sejujurnya, ia mulai merasa aneh dengan dirinya juga Alexia. Sebelumnya, dirinya tak pernah menyukai buah yang kecut, bahkan cenderung tak kuat.
Begitupun dengan Alexia. Wanita itu memang tak suka buah yang terlalu manis, namun juga tak menyukai buah yang kecut. Arthur juga ingat jika Alexia tak kuat pedas. Namun, hari ini, Alexia memasak sambal yang sangat pedas dan wanita itu seolah tak mempermasalahkan nya.
β hamil? Apakah Alexia benar- benar hamil?β batin Arthur mengelus perut wanita itu.
Sekarang ia merasa antara senang dan sedih. Ia senang karena ia akan menjadi seorang ayah, namun di sisi lain, ia takut jika calon anaknya dalam bahaya jika ibunya sampai tahu jika mantan istrinya ini hamil.
Arthur merasakan pergerakan kecil dari Alexia sehingga memilih memejamkan mata dan pura- pura tertidur. Dari celah matanya, Arthur melihat jika Alexia sedang menatap Arthur, sambil mengibaskan tangannya di depan wajah mantan suaminya itu. Mungkin untuk meyakinkan jika pria itu tertidur atau tidak. setelah Alexia merasa yakin jika Arthur tertidur- pria itu sedikit terkejut karena Alexia menguselkan kepalanya di dada Arthur dan tidur di dada pria itu.
Senyum terbesit di wajah Arthur dan perasaan hangat memenuhi dada pria itu, ini kali pertama Alexia bersikap manja pada pria itu dan Arthur merasa suka pada sikap Alexia yang seperi ini. Dirasa Alexia kembali tertidur, Arthur mengelus rambut Alexia. Mengecup puncak kepala wanita itu dengan sayang. Sebelum akhirnya ikut tertidur sambil memeluk mantan istrinya tersebut.
πΈπΈπΈ di lain tempatπΈπΈπΈ
Daniel melihat jika Katherine mulai memakai Blazer lagi. Ia menunjukkan smirk smilenya.
β apakah ia lelah berpura- pura lupa ingatan?β batin Daniel.
β kau memakai Blazer lagi?β tanya Daniel berbasa basi.
β ya?β heran Katherine karena Daniel berbicara entah pada siapa karena pria itu tak menyapanya terlebih dahulu.
β kenapa kau memakai Blazer lagi? Bukankah sebelumnya aku masih ingat jika kau bangga pada pundakmu sehingga tak suka memakai penutup apapun?β ucap Daniel dengan smirk smile nya. Mendengarnya, Katherine hanya mengelus perutnya yang rata.
β awalya.., saya tidak menyukai memakai penutup yang menghalangi kelebihan saya.
__ADS_1
Tapi .., biar bagaimana pun, saya tetap harus melindungi nyawa lain yang sedang ada dalam tubuh saya bukan?β ucap Katherine sambil tersenyum. Mendengarnya, Daniel membulatkan matanya. Tanpa di jelaskan pun, pria itu tahu apa yang di maksud seketarisnya tersebut.
β kau...β ucap Daniel tergagu.
β hamil?β ucap Daniel ragu.
β ya.β ucap Katherine setelah terdiam beberapa saat.
Karena memang, ia sendiri baru menyadari jika dirinya hamil. Beberapa hari kemarin, kepalanya sakit dan ia merasa begitu lelah. Ia pikir jika ini akibat dari benturan dikepalanya sehingga membuat kepalanya sakit. Takut memiliki penyakit, membuat Katherine memeriksakan kondisinya ke dokter.
Ia sendiri begitu terkejut karena ia disuruh memeriksakan dirinya di bagian Obygn lebih terkejut lagi karena ia di nyatakan hamil. Dan kehamilannya ini sudah menginjak minggu ke 8.
β kau..β ucap Daniel mengantung.
β tidak mencari tahu siapa ayah dari bayi yang kau kandung itu?β Daniel masih berusaha memancing Katherine.
Tampak jika Katherine terdiam. Terlihat jika ia mengelus perutnya sesaat sebelum berkata;
β tidak perlu?β heran Daniel.
β ya.β
β kenapa kau bisa berkata seperti itu?β
β saya sendiri tak tahu siapa ayah dari bayi yang saya kandung ini.β ucapan Katherine membuat mata Daniel berkedut- ia mulai ragu- jika Katherine tak benar- benar bersandiwara dan benar- benar lupa ingatan.
β tapi...β ucap Katherine melanjutkan ucapannya.
__ADS_1
β mengingat saat saya bangun tidak ada seorangpun yang menjenguk saya dan mengaku sebagai kekasih saya, saya merasa jika saya tidak memiliki kekasih.β lanjut Katherine.
β tidak menganggap kekasih? Jika begitu.., bagaimana kau bisa hamil?β
β mungkin..., hubungan saya hanya di anggap One night stand semata. Mungkin itu sebabnya tak ada orang yang mengaku sebagai kekasih saya.β ucap Katherine tersenyum kecut.
β kenapa kau tak menggugurkan anak itu?β ucap Daniel masih memancing.
Katherine terdiam. Ia mengelus perutnya. Sesungguhnya, ia tahu jika Daniel sedang memancingnya- mungkin karena tak percaya jika dirinya benar- benar mengalami Amnesia.
Satu hal yang tak di sangka Katherine adalah...; Daniel yang akan mengusulkan menggugurkan anak dalam kandungan Katherine.
β apa baginya anak ini tak berharga?β batin Katherine.
β tak heran, aku tahu jika aku tak berharga di matanya- itu sebabnya, anak ini sama tak berharganya di mata pria itu.β
β Tuan...β ucap Katherine menatap lurus ke depan.
β anggaplah anak ini ada- karena dosa antara pria yang entah siapa, yang menjadi teman kencan saya dan juga saya.
Namun...β ucap Katherine mengantung.
β biar bagaimana pun anak ini tidak berdosa sama sekali.
bukankah saya hanya akan menambah dosa saya jika seandainya saya menggugurkan anak tak berdosa ini?
Saya memilih memilih untuk membesarkan bayi ini tak peduli seperti apa pandangan orang kepada saya.β
__ADS_1
Katherine berusaha mengeraskan hatinya. Ia tak mau terlihat lemah. Meski ia bertekad ingin melupakan perasaannya pada Daniel. Namun biar bagaimana pun, ia tak bisa menggugurkan bayi yang sedang di kandungnya. Ini adalah anaknya. Darah dagingnya.
β terserah padamu.β ucap Daniel mengalah.