
Karena memang, Semenjak Vanila kehilangan Lily, alasan ia menghilang bukan karena rasa bersalah namun karena mengetahui jika dirinya hamil. Ia sendiri juga tak menyangka jika dirinya bisa hamil di umur yang tergolong tak lagi muda.
Jika ada yang bilang, kehamilan di usia tua pasti memiliki resiko rentan sendiri terhadap anak, kenyataanya adalah; Anak laki- laki yang di lahirkan Vanila baik- baik saja- namun kondisi kejiwaan Vanila lah yang menjadi labil karenanya.
Ia Depresi, di saat dendam kepada saudarinya tak juga terbalaskan, ia malah di haruskan mengandung seorang diri- belum kenyataan ia kehilangan putri satu- satunya tersebut.
Setelah melahirkan pun, Depresi Vanila tak kunjung hilang, ia kerap mengamuk kala depresinya kambuh. Arthur hidup dari rasa kasihan orang- orang, dari Amelia- suster yang memutuskan menjaga Arthur karena mengetahui jika Vanila dalam kondisi kejiwaan yang kurang sehat untuk mengurus seorang anak sendirian.
Dari Amalia lah, Arthur mengetahui soal saudari kandungnya, karena selama ini, Amelia lah yang menjadi saksi soal sakit seorang Lily, Amelia juga sering di jadikan tempat curhat keputusaasaan Lily karena Obsesi Vanila akan dendamnya. Itu sebabnya, Amelia juga bersimpati pada Arthur.
Arthur sadar jika dirinya juga hanya bidak catur menggantikan saudari nya yang telah tiada.
Awalnya, Arthur tak mempermasalahkannya, bagi Arthur yang tak pernah mengerti cinta, ia tak begitu peduli atas apa yang di lakukannya ini merugikan atau tidak.
Namun siapa yang menyangka jika kebersamaannya dengan Alexia menumbuhkan rasa cinta di hati seorang Arthur. Bagi Arthur, Alexia tidak seperti wanita pada umunya, yang berusaha mendekati Arthur karena pria itu tampan atau seorang pengacara terkenal. Dan Alexia berbeda dengan wanita yang selalu Arthur kenal yang selalu bermanja- manja, karena Alexia adalah wanita mandiri. Alexia juga bukan wanita pemaksa dan egois. Meski wanita itu merasa aneh dengan Arthur yang tiba- tiba melamarnya, wanita itu tetap melayani Arthur dengan baik.
Selama ini, ketika Arthur terbangun- hanya ada dinding kamar yang ia lihat setiap hari. Namun semenjak Arthur menikah dengan Alexia, hari- harinya berubah, selalu ada senyuman manis dari bibir Alexia yang mengawali hari Arthur. Belum lagi masakan Alexia yang selalu mengugah selera sama seperti bau tubuh wanita itu.
Selama ini, sebagai pelampiasan karena tak pernah di beri cinta oleh ibu nya sendiri- pria itu melampiaskannya dengan mencicipi setiap wanita yang memang sengaja merangkak ke kasur Arthur tanpa pria itu minta. Namun, setelah menikah dengan Alexia, entah mengapa ia tak lagi ingin melakukan hal itu. Semenjak menikah, Arthur selalu menyempatkan diri pulang untuk memeluk istrinya dan menciumi bau tubuh wanita itu.
Entah mengapa saat pertama kali merasakan bibir Alexia- Arthur seolah merasa bibir wanita yang kala itu menjadi istrinya merupakan candu baginya- membuatnya ingin merasakan lagi dan lagi.
Begitupun bau tubuh wanita itu. Arthur seolah tak lagi dapat bernafas jika tidak menciumi bau tubuh wanita itu.
__ADS_1
‘ mungkin ini yang di namakan keajaiban darah pertama.’ batin Arthur. Karena memang kala ia pertama bercumbu dengan Alexia- wanita itu masihlah virgin.
Arthur pikir- Alexia adalah gadis yang bebas sepertinya. Namun ternyata Arthur salah- karena pria itu adalah pria pertama yang di hadiahi permata berharga milik seorang Alexia. Dan entah mengapa, hal itu menjadi kesan tersendiri di hati Arthur. Semakin hari, entah mengapa hanya ada Alexia di hati Arthur. Seolah dada nya telah penuh oleh nama dan segala sesuatu yang berhubungan dengan Alexia bukan yang lain.
Dan di saat Arthur seolah terbiasa di dekat Alexia- ibu nya malah menyuruhnya untuk bercerai dari wanita itu.
“ Arthur! Jangan bilang jika kau sudah mencintai wanita itu! Wanita keturunan Vanesa itu!” geram Vanila.
“ mom! Jadi kau benar- benar menjadikan aku bidak caturmu?” geram Arthur.
“ aku memintamu menikah untuk membuat wanita itu mencintai mu! Mengapa kau yang malah mencintai wanita itu!” geram Vanila.
“ mom!” geram Arthur.
“ hentikan Van! Apa kau mau mengulang kesalahan yang sama? Apa kau mau apa yang terjadi pada Lily juga terjadi pada putramu?” geram Amelia.
Memang, semenjak kelahiran Arthur, selama ini- Amelia selalu menyempatkan diri mengunjungi Arthur karena biar bagaimana pun- Amelia lah yang selalu merawat Arthur di karenakan kondisi kejiwaan Vanila yang kurang baik.
“ huh!” Vanila memilih meninggakan Arthur berdua dengan Amelia. Jika sudah berhadapan dengan Amelia- Vanila tak bisa banyak berkutik, karena semua kelemahan Vanila sudah di ketahui Amelia- hanya saja wanita itu memilih diam karena peduli pada Arthur.
“ kau tak apa?” ucap Amelia kepada Arthur.
“ tak apa.” ucap Arthur memilih berbaring lagi.
__ADS_1
” benarkah? Kau tampak pucat.” ucap Amelia lembut. Ia memang menganggap Athur sebagai anak kandungnya, karena biar bagaimana pun, selama ini Amalia lah yang selalu membesarkan Arthur.
“ aku hanya sedikit pusing. Makanan juga seolah enggan masuk ke tubuhku.” ucap Arthur mengusap dahi nya yang penuh keringat.
“ kau seperti orang yang sedang mengandung, boy.” heran Amalia.
“ yang benar saja, Aunt. Aku ini seorang pria.” geram Arthur.
” tentu saja bukan kau! Yang ku maksud Alexia!”
“ Alexia?” heran Arthur.
” ya. Ada kemungkinan Alexia hamil dan kau mengalami ngidam simpatik. Ngidam yang terjadi karena ikatan antara anak dan ayah. Atau juga dikenal dengan istilah couvade syndrome. ”
Ucapan Amelia membuat Arthur terdiam.
Antara senang, bahagia dan merasa bersalah. Arthur takut jika Vanesa tahu Alexia hamil- ibu kandung nya itu malah memanfaatkan itu. Arthur takut, jika Vanesa akan mencelakai Alexia dan calon anak mereka.
😊🌸😊🌸😊
Suka?
Yang rindu karya author tinggalin jejak yukkk
__ADS_1