Emily Is Emerald

Emily Is Emerald
Anastasia?


__ADS_3

“ fyuh.” Christine membuang nafas dengan berat. Membuat Austin melirik pada seketaris itu.


“ kenapa? Kesel, sebentar lagi Tuan Rafael mau ke Inggrish lagi?” goda Austin.


Christine tak menjawabnya, hanya gelengan pelan. Austin hanya melihat wajah Christine yang sedikit murung.


“ kenapa?” ucap Austin dengan penuh penekanan.


“ enggak, nanti aku mau cuma mau pulang kerumah Mama aku.” ucap Christine akhirnya.


“ lalu?” heran Austin, lagi- lagi ia Christine tak menjawabnya. Austin hanya mendengus karena merasa ini adalah masalah pribadi antara Mama Christine dengan Christine.


Yang akan dilakukannya hanya meminta orang untuk mencari tahu.


---


“ Sa.” Austin mengirim pesan kepada Isabella, sahabat Christine.


‘ y?’ jawab Isabella singkat.


“ aku mau minta tolong.” balas Austin.


‘ kau mau memberiku apa?’ balas Isabella.


‘ belum- belum minta bayaran. Kenapa Christine mau sie berteman dengannya?’ geram Austin.

__ADS_1


“ apartement mu aku bayarin selama setengah tahun.” Austin mencoba bernegosiasi.


‘ satu tahun.’ balas Isabella. Melihatnya Austin mendengus kesal.


“ Oke.” jawab Austin.


Ia lalu meminta tolong mencari tahu apa yang terjadi pada Christine dan keluarganya. Ia sudah bingung akan kelakuan Christine tadi siang, apa lagi ia mengetahui jika tadi sore Christine kembali ke rumahnya.


Kemudian ia melihat Christine yang menunggu di tempat pemberhentian bus.


“ Christine.” panggil Austin, tampak Christine mencari sumber suara.


“ Austin?” ucap Christine melangkah menuju mobil Austin.


“ aku menunggu bus.” ucap Christine.


“ kenapa kau pulang kerumah mama mu? Bukankah perjalanan pulangnya sangat jauh? Jika kau tetap tinggal di apartement mu kau tidak perlu lama menunggu bus.” heran Austin.


“ aku ada urusan penting dengan mama ku, As. Lagi pula aku tinggal disana hanya 3 hari setelah itu aku akan kembali ke apartement ku.” ucap Christine.


“ oh, kau mau aku antar?” ucap Austin, tampak Christine sedikit bimbang.


“ ayo, lagi pula jika kau mau menunggu bus, masih akan lama.” ungkap Austin memaksa.


Akhirnya Christine menerima ajakan Austin untuk ke rumah orang tuanya. Sampai di sana Christine di sambut oleh Anastasia, gadis kecil berumur sekitar 5 tahun.

__ADS_1


“ Aunt.” teriak Ana.


“ uu, kesayangannya Aunt, gimana kabar?” tangkap Christine menggendong Ana melupakan keberadaan Austin.


“ baik.” jawab Ana. Austin hanya melihat tingkah kedua wanita ini didepannya, melihat gadis di di gendongan Christine sungguh membuat Austin merasakan sesuatu yang familiar pada diri gadis kecil berumur 5 tahun itu.


“ siapa?” heran Austin pasalnya, setahu ia Christine hanyalah 2 bersaudara dan adik lelakinya berjarak 4 tahun dengannya masih menempuh pendidikan di luar kota. Tidak mungkin memiliki anak berumur 5 tahun.


“ Anastasia, keponakan aku.” ucap Christiine gugup.


“ benarkah?” ucap Austin menatap sinis Christine. Ia kembali menatap Ana dalam gendongan Christine- lekat.


“ I.., iya, sudahlah, terima kasih sudah mau mengantarku sampai rumah.” ucap Christine seolah mengusir Austin. Austin hanya meninggalkan pekarangan Christine sambil menaruh curiga pada sikap Christine belakangan ini.


---


“ tuan! Apa yang anda lakukan? Lepaskan tangan Miss Erika.” ucap Ye.


“ ini bukan urusanmu, Mister Ye.” ungkap Han kesal.


“ tentu ini urusan saya, Mister, dia ini rekan saya, sebagai pria apakah pantas anda keras kepada wanita?” ungkap Ye menarik Erika ke pelukannya.


“ lepaskan tanganmu, Mister.” ungkap Han tak terima atas apa yang dilakukan Ye.


“ kenapa Mister? Anda buka siapa- siapa Mis Erika.” ungkap Ye meninggalkan Han dengan kekesalannya.

__ADS_1


__ADS_2