Emily Is Emerald

Emily Is Emerald
S2 miliknya seutuhnya


__ADS_3

Ruangan yang awalnya hanya terdengar ******* kini telah menjadi sepi seolah tak terjadi apapun. Gabriel masih memeluk Elisa seolah enggan melepas miliknya dan masih ingin merasakan hangatnya milik Elisa. Wanita itu sendiri memilih diam, ia kelelahan dan ia juga masih merasakan sakit serta nyeri di seluruh bagian tubuhnya.


Gabriel menatap wajah Elisa yang sudah di penuhi oleh air mata juga keringat. Pria itu tahu jika Elisa menahan dirinya agar tak mendapatkan pelepasannya saat Gabriel mendapatkan pelepasannya di tubuh wanita itu.


Gabriel meraih dua buah gundukan yang cukup besar milik Elisa, memainkannya sebentar dan mulai kembali mengulumnya. Gabriel melihat tubuh Elisa kembali bergetar namun tak bisa mengeluarkan kata- kata protes karena kelemahannya telah di serang oleh Gabriel.


Pria itu kembali memacu pinggulnya, sedikit memainkan ritme dalam pacu nya hingga tanpa sadar Elisa mend*sah karenanya.


“ aku suka suara desahanmu.” goda Gabriel.


“ a.., aku mohon..,hentikan ini Elle!” pinta Elisa dalam desahannya.


“ aku tahu tubuh dan mulutmu saling berlainan, Lisa.” ucap Gariel dengan smirk smile nya. Ia terus memainkan ritme pacu pinggulnya.

__ADS_1


Karena berbeda dengan pria yang akan cepat di awal dan akan bertahan di kedua kali nya. Wanita akan berkebalikan dengan pria. Itu sebabnya ia memainkan pacu pinggulnya agar mereka dapat mendapatkan pelepasannya bersama- sama.


Karena Gabriel memang ingin menjadikan Elisa miliknya seutuhnya dan tak ingin di miliki orang lain.


Tampak jika mata Elisa mulai tertutup kabut gairah. Wanita itu tak lagi dapat berpikir nomal karena serangan n*kmat yang di berikan Gabriel kepadanya. Ciumannya, belaiannya, ritme pacu pinggulnya dan juga karena Gabriel yang berkali- kali menyerang titik lemah Elisa.


Tubuh Elisa mulai bergetar hebat, wanita itu tak lagi dapat menahan pelepasannya yang sebentar lagi akan mencapai puncaknya.


“ hen.., hentikan, Elle.” ucap Elisa yang berusaha mengembalikan kesadarannya.


Elisa seketika melepas tautan ciumannya dengan Gabriel kala merasakan s*suatu yang panas kembali memenuhi tubuhnya. Ia tak dapat menahan rasa nikmat yang di rasakannya hingga akhirnya ia ikut mendapatkan pelepasannya.


***

__ADS_1


Gabriel masih setia memeluk tubuh Elisa yang basah akibat keringat. Di ciumi perut wanita itu- berharap apa yang di tumpahkannya pada Elisa akan menjadikan wanita itu miliknya seutuhnya.


Ya, Gabriel akhirnya memutuskan mengikat Elisa. Karena ia tak ingin wanita yang selama ini selalu mengejarnya ini di miliki orang lain.


Gabriel akhirnya melepas miliknya dengan hati- hati. Ia kemudian beranjak ke kamar mandi yang ada di kamar tempat ia memadu cinta dengan Elisa.


Sementara itu, Elisa hanya terdiam. Pikirannya kosong, ia tak tahu apa yang sudah terjadi. Air mata tak kunjung surut- keluar dari mata indahnya. Ia sendiri yakin jika ia tak mabuk. Lalu bagaimana bisa semua nya berakhir seperti ini?


Padahal selama ini Gabriel selalu menolak pernyataan cinta wanita itu- lalu mengapa sekarang di saat Elisa sudah menyerah- Gabriel malah mencumbunya? Merebut harta mahkota yang seharusnya Elisa berikan kepada pria yang akan di nikahi wanita itu.


Elisa terdiam, seketika itu juga perkataan Gabriel yang mengatakan jka Elisa adalah pelac*r terngiang di kepala Elisa.


‘ apakah sekarang aku sudah resmi menjadi seorang pelac*r?’ mengingatnya membuat air mata Elisa kembali mengalir dengan deras.

__ADS_1


😢😢😢😢


__ADS_2