
“ Erika.” panggil Ken.
“ hem, tumben manggil? Biasanya kalau ga di apartement Em kau tak pernah memanggilku.” heran Erika.
“ lupakan! Hari ini aku tak mau mengajak mu bertengkar.” ucap Ken.
“ lalu?” heran Erika.
“ kau mau membalas orang- orang yang mengerjai mu kemarin?” ucap Ken dengan smirk smile nya.
“ mau! tapi dengan apa? Aku sendiri kan cuma mahasiswi tak berdaya yang hidup menunggu bantuan beasiswa.” ucap Erika menampilkan sosok memelasnya.
“ hei! kau lupa aku ini pewaris Kenward Corp? Dan kebetulan perusahaanku sedang mengadakan kerja sama bisnis dengan Long Corp, mereka jauh- jauh dari China dan aku dengar Manager Han akan ikut juga.” ucap Ken.
“ benarkah?” ucap Erika riang.
“ lalu apa yang harus aku lakukan.”
“ simple, kau dandanlah yang cantik! Aku akan meminta Emily dan Many mendadani mu, kita buat Han itu menyesal telah membuatmu sakit hati.” ucap Ken.
Han terkenal bertangan dingin dan cuek terutama pada wanita, satu satunya yang bisa menggerakkannya adalah direktur Long. Dan kemarin Erika bercerita jika Han mau menyapa Erika yang tengah menunggu bus jemputan juga mengajaknya berkenalan, tentu itu sebuah kejutan bagi orang yang mengenal Han. Tentu ini membuat Erika menjadi besar kepala mengira jika pria itu menyukai nya, mengingat jika Han tampak tak suka jika Erika dekat dengan pria lain. Namun saat bertanya tentang perasaanya Han malah menyakiti Erika dan menganggap Erika terlalu besar kepala akan perhatian yang di berikan Han kepadanya, beruntung Erika di China hanya selama beberapa minggu, dan wanita itu telah menyelesaikan jatah magang nya jauh sebelum waktunya sehingga ia tak jauh terluka.
‘ tak ada yang lebih menarik dari pada melihat para mafia yang haus akan darah itu ternyata juga bisa jatuh cinta, setelah Rick, aku jadi penasaran wajah Han si tangan besi- setelah melihat Erika dekat dengan Pria lain, untung aku sudah meminta Rick dan Ye bekerja sama.’ batin Ken tersenyum sendiri.
“ kita ke Apartement Em, setelah itu kita bersama- sama jalan- jalan ke Mall.” ucap Ken menunggu istri kecilnya itu menyelesaikan urusannya di kantor dosen.
“ buat apa?” heran Erika.
“ membuat mu lebih power up tentu nya, kita ajak para wanita lainnya agar bisa memberi masukan untukmu.” ucap Ken gampang setelah mengajak Many ke Apartement Emily, mereka berempat benar- benar di ajak untuk membeli baju Erika.
Erika Bernadeth (23) wanita keturunan Belanda, memiliki rambut ikal dan pendek di atas bahu,kulit putih susu, sedikit lebih tinggi dari Emily namun masih belum dapat mengalahkan tinggi Many, bukan tomboy, namun tak tahu cara berdandan.
__ADS_1
Emily dan Many telah di beritahu rencana Ken itu sebabnya mereka berdua yang menemani belanja Erika sementara Ken menunggu di food-court di lantai atas, hal yang membosankan bagi para lelaki adalah menunggu para wanita belanja, itu sebabnya setelah memberi mereka Black Card nya, ia memilih asik dengan dunia nya.
Beruntung pakaian apapun cocok untuk Erika karena tubuh Erika termasuk bagus, namun kesehariannya memakai celana gombrong juga jaket kebesaran menutupi pesona nya. Dan karena Ken mengatakan Erika akan mendampingi sebagai seketaris, Emily memilihkan 2 pilihan, satu pasang stel kemeja dan jas beserta rok span dengan warna senada yaitu navy. Atau pakaian kantor yang sedikit feminine dress terusan dengan lengan 3/4 dengan belahan lengan, mirip dengan pakaian artis korea bewarna pastel.
“ oh, astaga, Em. Ini terlalu feminine untuk aku.” ucap Erika.
“ tapi cocok di tubuh mu, Erika. Ya kan?” ucap Emily yang hanya di angguki Many ditambah dengan dua jempol di acungkan.
“ lagi pula ini di bayari, Ken. Kapan lagi bisa membalas dendam sekaligus menggerogoti Ken.” ucap Emily tertawa.
“ oh, ayolah kita beli satu mall ini juga takkan mengurangi kekayaan Ken.” ucap Erika berlalu. Tapi tidak didengar oleh Emily yang sedang menentukan riasan apa yang cocok untuk sahabat wanita nya.
“ setelah ini kita beli higheel Erika, setelah itu kita latihan memakai nya.” ucap Many antusias.
“ what? Astaga! ini rencana balas dendam ku kenapa kalian yang semangat?” heran Erika
“ kalau kau semangat membalas dendam, kita semangat melihatmu menjadi cantik, iyakan, Em? Hehe.” ucap Many tertawa, setelah mengenal Erika ia jadi tahu sifat Erika dan langsung akrab dengan wanita ini.
“ that’s right.” ucap Emily semangat.
Sepenuhnya pakaian Erika di atur oleh Emily dan juga Many, karena ditentukan pakaian yang terlihat Feminine, riasan Erika cukup yang sederhana. Emily memilih foundation, bedak, blush on warna peach, dengan lipstick strawberry milk, karena dasar kulit Erika sudah putih tak perlu memakai riasan berlebihan. Cukup tambahan beberapa pelembab kulit.
Kembali ke aksesoris, Many memilih cat kuku bewarna peach, gelang sederhana, kalung yang menjuntai namun sederhana dan sesuai dengan baju yang sudah mereka pilih dan beberapa anting jepit, karena Erika tak pernah memakai anting ia tak memiliki lubang untuk anting.
Setelah selesai, mereka menemui Ken yang sedang menunggu sambil memainkan handphone nya.
“ sudah? Kenapa kalian belanja sedikit sekali?” heran Ken melihat pengeluarannya dari black card menggunakan mobile nya.
“ sedikit? Kau tak lihat kanan kiriku penuh dengan tas?” protes Erika.
“maksudku kenapa pengeluaran kalian sedikit? Jangan sampai nanti malah memalukan.” ucap Ken memperjelas.
__ADS_1
“ ayolah, Ken kau mau pengeluaran seberapa banyak baru kau bilang mahal?” heran Emily, karena yang di belikan untuk Erika rata- rata berjumlah ratusan.
“ sultan mah bebas. Kita beli satu toko juga di bilang murah.” ledek Erika. Meminum minuman yang di belinya sebelum mereka menyusul Ken.
“ jadi kapan pertemuannya?” ucap Many.
“ hem lusa. Sebelum lusa kau sudah harus bertindak seperti seorang seketaris.”
“ cuma bertindak?” ucap Erika.
“ hem. Seperti materi dan lain- lain aku akan menyerahkan sepupu ku, Rick.”
“ oh? Rick kembali ke sini? Aku pikir ia masih di LN.” heran Many.
“ hem, aku yang memaksa nya ikut, karena mommy nya berasal dari china kurasa akan memudahkan dalam komunikasi.” ucap Ken sebagai alasan.
“ jadi maksudmu bertindak- aku hanya perlu mengetik di laptop dan berdandan?” Heran Erika.
“ hem, kau pandai dalam computer, tak sulit kan hanya mengetik cepat saja?”
“ hem- hem.” ucap Erika mengangguk.
“ kalau begitu besok menginap di rumahku bagaimana? Aku akan mengajarimu berdandan dan berjalan dengan heel.” ucap Emily semangat.
“ boleh kebetulan ayahku sedang berkunjung ke kota kelahirannya.” ucap Erika.
“ jadi sementara kau tinggal sendiri di rumah?” heran Many.
“ hem, aku sudah biasa, koq.” ucap Erika menerima makanan yang baru di antar pelayan. Steak dan french fries.
“ kau bisa tidur di apartement ku jika daddy mu ke kota kelahiranmu, Erika.” ucap Emily.
__ADS_1
“ aku tak mau mengganggu mu Erika, suatu waktu paman mu bisa saja mengunjungi mu, aku tak mau mengganggu waktu mu.” ucap Erika memakan kentang gorengnya.