Emily Is Emerald

Emily Is Emerald
S2 mempersiapkan segalanya


__ADS_3

Damien memajukan wajahnya dan ingin menempelkan bibirnya ke bibir ranum Kelly.


Namun sebelum bibir mereka saling bersentuhan tangan Kelly menghalau tubuh Damien.


“ kenapa?” tanya Damien.


“ a.., anda mabuk, tuan.” ucap Kelly.


“ aku tidak mabuk.” ucap Damien menyingkirkan tangan tangan Kelly. Hingga akhirnya berhasil mencium wanita itu.


Damien merasa jika kelly berusaha membalas pria itu meski sedikit kaku.


‘ baru pertama?’ batin Damien semangat.


Tampak pria itu dengan lembut menciumi bibir Kelly, menuntun lidah yang masih awam ini, saling berbagi saliva dan udara.


Udara di sekitar mereka seolah memberat. Damien menatap wajah Kelly, mengelusnya sebentar. Ia tahu jika tubuh Kelly bergetar. Mungkin ia gugup atau mungkin takut, dari ciumannya saja, Damien tahu jika Kelly baru pertama melakukannya.


“ aku akan melakukannya dengan pelan- pelan.” ucap Damien menenangkan.


Kelly menatap Damien sebelum akhirnya mengangguk. Dan itulah yang terjadi. Setelah melepas darah pertama Kelly dalam ******* dan keringat yang sama dalam penyatuan, akhirnya Damien memeluk Kelly yang tertidur karena kelelahan.


Hanya ada jacket milik Damien yang di gunakan pria itu untuk menutupi tubuh polos mereka. Di peluknya tubuh Kelly agar wanita itu tak terjatuh karena tidur di sofa yang sempit.


‘ kenapa jadi seperti ini?’ batin Damien menatap wajah Kelly yang tertidur.

__ADS_1


Padahal, beberapa bulan yang lalu, Damien meyakinkan saudara kembarnya jika ia takkan menyukai Kelly karena terpaut umur yang jauh.


Ia bahkan menolak pernyataan wanita itu.


Namun sekarang? Damien lah yang menginginkan Kelly meski wanita itu berusaha mengingatkan dan menghentikan pria itu tadi.


‘ kurasa aku menjilat air liurku sendiri.’ batin Damien.


karena terpesona pada sosok Kelly yang terlihat dewasa di mata Damien? Atau karena wanita itu menyanjung nama Damien? Entahlah.


🌸🌸🌸


Di sisi lain, Daniel di kejutkan akan surat pengunduran diri yang ajukan Katherine.


“ apa ini? Surat pengunduran diri?” tanya Daniel.


“ bisa katakan alasanmu? Kenapa tiba- tiba ingin berhenti dari pekerjaan ini?” tanya Daniel tak terima.


Katherine terdiam sambil mengelus perutnya yang semakin terlihat membuncit.


“ saya.., hanya tak ingin anak ini mengganggu kinerja AM Designer Art, tuan.” ucap Katherine.


“ apa ini soal isu; kau yang hamil tanpa tahu siapa ayah dari bayi yang kau kandung itu? Jika hanya soal isu- uncle ku, uncle Rick bisa meredam isu itu.”


“ ..” kathy hanya terdiam sambil menatap Daniel sebelum akhirnya berkata.

__ADS_1


“ saya sakit.” ucap Katherine akhirnya.


“mungkin karena saya tak pernah memeriksakan kandungan saya sehingga saya memiliki kelainan di kandungan saya. Saya bahkan kerap mimisan dan pingsan beberapa waktu yang lalu. Saya tak ingin karena saya kinerja perusahaan ini terganggu, tuan.” ucapan katherine membuat Daniel terdiam. Penyakit yang di sebutkan Katherine bukanlah sakit sembarangan karena bisa menyebabkan kematian karena komplikasi di saat kehamilan seperti yang di alami Katherine.


“ kenapa kau tidak mengugurkan kandungan itu? Kenapa kau mempetahankan bayi tanpa ayah itu dan mengorbankan dirimu sendiri?” ucap Damien tak terima. Tak tahu mengapa, ia tak suka perasaan kehilangan dan sedih ini.


“...” Katherine mengelus perutnya.


“ karena saya terlanjur mecintai bayi ini, tuan.” ucap Katherine.


“ seandainya saya memilih mengugurkan anak ini, biar bagaimana pun saya tak lagi sempurna. Saya hanya akan menjadi wanita cacat yang tak lagi bisa memiliki seorang keturunan, tuan.”


“ dari pada mempertahankan wanita cacat seperti saya, bukankah ada baiknya saya membiarkan nyawa baru yang sehat. Lagi pula, saya sudah cukup lama merasakan hidup sendiri, tuan. Bukankah ada baiknya saya membiarkan nyawa baru tumbuh dan memberinya kesempatan merasakan hidup di dunia?”


“ apakah kau yakin jika bayi itu akan lahir dengan sehat?” ucap Daniel masih tak terima.


“ saya hanya bisa percaya. Jika saya tiada nanti, saya berharap saya bisa menjadi angin yang akan melindungi anak ini nanti.” ucap Katherine tersenyum. Namun Daniel tak suka senyum itu.


“ apa rencanamu setelah berhenti nanti, Kathy?” tanya Daniel.


“ saya akan tinggal dalam panti asuhan.”


“ panti asuhan?”


“ ya, saya akan mengabdi di sana sampai anak ini lahir nanti. Saya sudah berbicara pada kepala panti dan dia membolehkan saya tinggal di sana. Saya akan mengabdi di sana tanpa bayaran dan mereka berjanji, jika saya tiada karena melahirkan anak ini nanti, mereka akan mengurus anak saya nanti.” ucap Katherine sudah memperkirakan segalanya.

__ADS_1


Ia tak memiliki keluarga, sementara ia sendiri sebatang kara. Sementara..., ayah dari anak yang di kandungnya bahkan tak mengakui anak ini. Jadi yang bisa ia lakukan adalah mempersiapkan segalanya untuk kemungkinan terburuk yang akan terjadi nanti.


__ADS_2