
Hai Nama ku Maira Ayunindia aku berusia 19 tahun,aku kuliah di universitas ternama di Indonesia yaitu Kampus Venus,kata orang kampus kita cukup terkenal karena hanya orang kaya dan berotak cerdas saja,namun bagiku semua kampus sama saja.Yang berbeda hanya fasilitas yang di berikan.
"Ma,Pa Maira berangkat ke kampus dulu Assalamualaikum ! "(ucapnya seraya mencium punggung tangan kedua orang tua nya)
"Waalaikumsallam ! Baiklah,Semangat belajar nak ! Take care ya ! "teriak Adinda ibu dari maira
Maira pergi ke kampus dengan mobilnya.namun saat di tengah jalan ia di kajutkan dengan perampokan di gang yang sepi.
Maira menghentikan mobilnya dan memakirkan di sisi jalan,ia berlari ke arah ibu ibu yang sedang di rampok,ia bermaksud untuk menolongnya,ya selain cerdas ia juga bisa beladiri walaupun belum begitu sempurna.
Setelah sampai ia langsung menghajar habis habisa perampok itu,mereka sempat mengeluarkan pisau tajam,namun maira berhasil mengambil pisau itu ia langsung membuangnya jauh jauh.
Perampok itu pun lari terbirit-birit,serta memohon ampun kepada maira.
"Ah tante baik-baik saja ? "tanya maira yang di angguki oleh wanita yang tadi di rampok
"Terimakasih nak ! aku berhutang budi padamu"wanita itu menatap maira dengan senyuman yang sangat manis
"Sama-sama tan ! maafkan saya,saya harus pergi sekarang saya takut terlambat ke kampus,sepertinya itu ada taksi tante pulanglah sebelum mereka kembali lagi"ucap maira dengan senyuman yang tak kalah manis
__ADS_1
"Siapa namamu ? " Tanya wanita itu
"Maira Ayunindia,tante bisa panggil saya maira" ucap maira dan berjalanke arah taksi
"Baiklah maira sayang,semoga kita bertemu lagi,"Hendak masuk kedalam mobil.
"Tante sebentar ! "Ucap maira dan berhasil membuat wanita itu tersanjung karena maira mencium tanganya dan berkata "Assalamuallaikum,hati hati di jalan tante ! "ucap maira,wanita itu mengangguk"Waalaikumsallam,semangat belajar!"
Waktu sudah menunjuk kan pukul 10.30,ya benar saja maira terlambat karena menolong wanita tadi,baru kali ini ia terlambat dan di hukum tidak boleh masuk ke dalam kelas,maira sama sekali tidak masalah,ia terlambat juga karena dirinya yang begitu lamban saat berjalan,ia tersenyum ia tak pernah menyesal untuk menolong orang.
"Mai kamu tidak boleh menyesal!,ingat kata mama jika menolong orang itu akan mendapatkan pahala!,"Berbicara sendiri dan melangkah keluar kampus,ia akan kembali ke rumah karena memang hanya ada satu mata kuliah jadi ia putuskan langsung pulang saja.
Sesampainya di rumah ,ibu maira adinda ia mengerutkan keningnya pasalnya ia bingung baru beberapa menit maira pergi untuk ke kampus tapi tidak lama kemudian ia kembali dengan wajah yang agak kusut.
Maira langsung berlari memeluk adinda,ia merasa bersalah karena tidak mengikuti pembelajaran di kampus.
"Mama,maafkan maira,tadi maira terlambat karena maira melihat ibu ibu yang sedang di rampok,lalu maira menolongnya,maira terlambat ke kampus 10 menit karena maira lamban,maafkan maira ma ini semua salah maira jadi tidak mengikuti pembelajaran di kampus"ucapan maira berhasil membuat adinda tersenyum,ia bangga pada putrinya ia selalu berkata jujur dan itulah yang menbuat adinda dan raka papa dari maira tidak pernah marah dengan putrinya itu.
"Sayang apa kamu menyesal menolong ibu² itu hmm?"Menoel hidung maira dan di jawab gelengan dari maira
__ADS_1
"Syukurlah anak mama memang baik,kamu tidak salah sayang,tak apa lagi pula tujuan mu kan menolong bukan karena kecerobohan mu sendiri"maira bernafas lega karena mamanya tidak marah sama sekali dengan perbuatan terpujinya.
"Kakak kamu Devano nanti akan pulang,ia akan tinggal disini bersama Clara dan baby Clay"ucap adinda,maira langsung tersenyum bahagia saat mendapat kabar kakaknya Devano Putra Pratama akan pulang ke Denpasar tempat tinggal maira dan devano setelah sekian lama ia tinggal di Singapore karena tugas kantornya.
Clara adalah kakak ipar maira ia sangat cantik dan Baby Clay adalah keponakan maira yang masih berusia 2 tahun.
"Ma bolehkan maira pergi ke mall sebentar untuk membeli beberapa mainan untuk baby clay?"ucapnya memohon,dan diangguki oleh adinda.
"Of course, pergilah tapi pulang sebelum adzan dhuhur ya ?"Adinda tersenyum ketika melihat putrinya jingkrak jingkrak karena ia tak sabar untuk melihat keponakan kecilnya.
"Thankyou ma,I love you!Assalamuallaikum!"Sebelum pergi ia sempat mencium pipi adinda,adinda yang melihat maira seperti anak kecil pun menggelengkan kepalanya dan bergumam "mai ,tak terasa kamu sudah besar dan akan menjadi milik orang**"
Sesampainya di mall maira langsung mengambil troli dan berjalan menuju toko mainan,ia terus tersenyum bahagia karena sebentar lagi ponakannya itu akan kembali kerumah nya.
Tanpa sengaja ia menabrak Seorang pria,ia sedari tadi tidak melihat jalan karena sibuk memilih mainan,
"Maafkan saya,saya akan membantu mu membereskan kekacauan ini"ucap maira dengan rasa bersalah,Namun sekilas ia mendongak dan betapa terkejutnya ia melihat seorang pria yang sedang membawa anak kecil di gendonganya.
"Farrel!,"serunya"maafkan saya"ucap maira yang sedang membereskan mainan yang terjatuh karna nya,Farrel hanya menatap dingin maira ia tak peduli wanita itu akan bagaimana.Tanpa berkata apapun ia langsung berjalan meninggalkan mainan yang berserakan itu,
__ADS_1
'*mai,bodoh sekali kamu ini,pasti dia marah melihat mainan anaknya jatuh dan rusak begini' Gumam maira dalah hati setelah melihat farrel pergi tanpa memperdulikannya
Sampai sini dulu ya,semoga suka!>_<,Beri aku dukungan dengan cara vote novel ini dan like beserta komen postif yang membangun!Karena dengan cara itulah aku bisa melanjutkan cerita ini!Terimakasih Semuanya❤*