
Dea merasa tersanjung karena di berikan kado dari Marco sebagai hari perayaan mereka jadian untuk satu hari.
Gadis itu merasa senang mendapatkan coklat dan bunga dari laki-laki pujaan nya itu.
"Terima kasih ya mas. Kamu telah memberikan ku kado seperti ini Jujur ini kali pertama aku mendapatkan kado dari seorang pacar" Ujar Dea terharu. Tidak terasa beberapa air bening kini mulai terbendung di kelopak mata nya.
"Dey, kamu menangis?" Tanya Marco melihat mata gadis itu berkaca-kaca.
"Apa aku salah ya? Maaf kan aku ya Dey jika aku salah" Ujar Marco lagi dengan rasa bersalah di hati nya.
"Gak kok mas, kamu gak salah apa-apa. Aku terharu dan tersanjung saja karena mendapatkan kejutan seperti ini" Ujar Dea lagi tersenyum haru.
"Yah, ini semua aku lakukan karena aku mencintai kamu Dey"
Dea kembali terpikir tentang apa yang di katakan Rini kepada nya. Di mana Marco tidak tulus mencintai nya. Ia hanya mempermainkan perasaan nya saja. Dan setelah mendapatkan apa yang ia ingin kan, maka gadis itu akan di tinggalkan oleh Marco.
"Apa benar rasa cinta mu kepada ku ini tulus mas? Aku belum bisa percaya sepenuh nya kepada mu. Aku takut kelak kamu akan mempermainkan perasaan ku" Batin Dea ragu dengan cinta nya Marco kepada nya.
"Dey, kenapa kamu diam? Apa aku salah ngomong?"
"Tidak kok mas. Aku hanya tersentuh karena kamu mencintai ku dengan tulus" Bohong Dea.
"Ya sudah, karena hari sudah malam, dan kamu juga terbawa dengan suasana kampung mu seperti apa yang kamu katakan tadi, dimana jam segini sudah tidak ada lagi bertamu di rumah orang. Jadi aku pamit pulang saja" Ujar Marco.
"Iya mas, gak enak juga di lihat tetangga. Mereka pikir kita lagi ngapa-ngapain lagi. Meski pun kita tidak lagi ngapa-ngapain, tapi kan pikiran mereka tidak sama dengan apa yang kita lakukan. Yah rambut boleh sama hitam kan mas tapi pikiran setiap manusia tidaklah sama" Ucap Dea terdengar bijak.
"Ya kamu benar Dey. Ya sudah aku pamit dulu ya. Selamat malam sweety"
"Malam juga ma boy" Balas Dea dengan tersenyum ramah.
Marco pun pergi mengendarai mobil mewah nya itu. Dea menatap kepergian laki-laki itu sampai mobil mewahnya tidak terlihat oleh mata gadis yang memiliki lesung pipi itu. Baru lah Dea masuk kembali ke dalam kamar kos nya.
Ternyata sedari tadi ada sepasang mata yang memperhatikan gerak gerik kedua anak muda yang berlainan jenis kelamin itu dari dalam mobil milik nya. Yah mobil itu terparkir tidak terlalu jauh dari mobil nya Marco. Sengaja ia menaruh mobil itu cukup jauh agar Marco tidak mengetahui bahwa ia sedang membututi nya saat itu.
Orang tadi menggenggam tangan nya dengan sangat kuat sambil memukul stir mobil nya karena merasa kesal terhadap kedua anak manusia tadi. Ia merasa usaha nya dan hasutan nya tidak berhasil di makan oleh Dea yang kini masih menjalin hubungan dengan Marco laki-laki yang ia cintai juga.
"Kurang ajar. Ternyata gadis kampungan itu masih saja mendekati Marco calon suamiku itu. Padahal, aku sudah memperingatinya agar ia tidak mendekati Marco lagi. Tapi ya sama sekali tidak mendengarkan apa yang aku katakan. Terbukti mereka masih menjalin hubungan baik di sana. Aku tidak boleh tinggal diam aku akan melakukan sesuatu yang membuat gadis kampungan itu jera" Ujar orang tadi yang bukan lain adalah Rini gadis majalah yang terkenal itu.
"Awas saja kamu Dea. Saat ini kamu boleh tersenyum penuh dengan kebahagiaan dan kemenangan. Tapi suatu saat nanti kamu akan menangis dan bertekuk lutut di hadapanku memohon agar aku bisa mengampuni kamu" Ucap Rini lagi dengan penuh rasa dendam di hati nya. Gadis tadi pun menyalakan mesin mobil nya dan meninggalkan rumah kos Dea.
Ia mengikuti Marco di saat ia ingin pergi ke rumah Marco untuk sekedar berkunjung. Namun, belum sempat ia tiba di rumah laki-laki ganteng itu, ia melihat mobil mewah yang di kendarai Marco keluar dari rumah nya. Sontak ia pun memiliki inisiatif untuk mengikuti laki-laki itu agar bisa mengetahui kemana laki-laki itu pergi. Ternyata Marco pergi ke rumah kos nya Dea untuk memberikan bingkisan coklat dan bunga kepada gadis itu. Jelas hal itu membuat Rini semakin kepanasan dan sakit hati karena Marco memperlakukan Dea secara istimewa.
Padahal ia sudah memberikan segala nya kepada Marco termasuk harga diri nya dan selalu ada di saat laki-laki itu membutuhkan pelepasan bahari nya. Apa lagi sebagai teman curhat nya, Rini selalu ada untuk nya. Namun, Marco hanya menganggap Rini sebagai teman biasa saja dan sebagai wanita bayaran. Yah karena setiap kali ia di temani oleh Rini, gadis itu selalu mendapatkan bayaran yang besar.
***
Senyuman kebahagiaan terus terukir di bibir gadis itu. Sungguh rasa bahagia di hati nya diperlakukan istimewa oleh laki-laki yang ia cintai itu. Gadis mana yang tidak merasa bahagia jika diperlakukan seistimewa itu oleh laki-laki yang ia cintai. Pasti semua gadis akan merasakan hal yang sama seolah-olah dunia ini mereka yang punya.
"Ya Allah ya Tuhan ku, aku mohon kepada mu. Jika mas Marco benar-benar tulus mencintaiku, maka satukanlah kami dan jangan pisahkan kami. Namun jika dia tidak tulus mencintaiku maka berikanlah aku petunjuk bahwa dia bukan laki-laki yang terbaik untukku" Doa Dea sambil memejamkan mata nya.
***
__ADS_1
Alarm pukul lima tiga puluh berdering du ponsel Dea. Gadis itu terbangun dari tidur nya.
"Uah.... " Ia menguap sambil menggosok-gosok mata nya yang masih terasa berat. Dea meraih ponsel nya untuk mematikan alarm itu. Sesekali ia memijit tengkuk nya karena rasa lelah dan ngantuk masih menyelimuti diri nya saat itu.
Dengan mata yang masih terpejam, gadis itu pun mencoba meraih handuk yang tergantung di pintu kamar nya untuk membersihkan diri.
Setelah selesai membersihkan diri, ia pun meraih mukena nya dan menjalankan kewajiban nya sebagai seorang muslim di subuh itu.
"Ya Allah, ampuni dosa ku, dosa kedua orang tua ku. Ya Allah ya Tuhan ku. Lindungi aku dari hal-hal yang menjerumuskan ku di dalam kemaksiatan. Lindungi aku dari orang-orang yang bermaksud jahat terhadap ku. Hanya kepada Mu lah aku memohon perlindungan, hanya kepada Mu lah aku meminta. Ya Allah ya Tuhan ku, lindungi ibu ku dan juga adik ku. Berikan mereka kesehatan di sana ya Allah hingga kami bisa berkumpul kembali. Ya Allah berkahi setiap rezeki yang ku dapatkan untuk adik dan juga ibu ku. Aamiin" Doa Dea setelah melakukan solat fardu subuh nya.
Setelah selesai solat subuh, ia pun kembali berbaring di ranjang nya sambil mengotak-atik ponsel nya. Yah hari ini ia mendapat sif malam. Jadi pagi ini dia libur bekerja dan masuk pukul lima nanti sore.
Gadis yang memiliki rambut sebahu itu membuka aplikasi novel yang ada di ponsel nya. Ia membaca novel-novel yang ada di sana sebagai penghilang kesuntuk kan nya. Yah karena tidak ada hiburan di kos nya itu selain ponsel nya.
Mau jalan, hari masih pagi dan ia juga tidak memiliki mood untuk berjalan-jalan di pagi ini. Jadi ia memutuskan untuk berbaring saja sambil membaca novel nya.
Ting...
Notifikasi pesan masuk di ponsel nya.
"Selamat pagi sweety. Sudah bangun kah di pagi ini?" Pesan dari Marco.
"Pagi juga ma boy. Aku sudah bangun kok" Jawab Dea.
"Oh ya nanti aku jemput kerja nya ya sweety. Tiga puluh menit lagi aku ke sana"
"Gak perlu deh mas. Hari ini aku gak kerja. Aku masuk sif malam" Ujar Dea.
"Tapikan kamu kerja hari ini mas"
"Hari ini kan sabtu sweety, semua kantor libur kok. Lagian aku yang punya kantor. Jadi aku bisa masuk ke kantor kapan pun aku mau. Masalah itu kamu tenang aja semua bisa ku atasi kok" Balas Marco dengan emod tersenyum.
Dea tampak berpikir dengan tawaran yang di katakan oleh Marco.
"Iya juga ya. Selama aku di sini, aku belum pernah jalan-jalan melihat ibukota ini. Aku selalu disibukkan dengan pekerjaanku di cafe. Apa salahnya jika aku refreshing sebentar untuk menghilangkan kesuntukan" Batin Dea.
"Baik lah mas. Aku setuju. Kapan kita berangkat?" Balas Dea.
"Pukul delapan ya aku jemput kamu ya" Ujar Marco.
"Oke mas, aku tunggu ya" Balas Dea dengan emod tersenyum.
***
"Kamu mau pergi ke mana Dey? Hari ini akan aku akan menjadi pemandu mu. Aku akan membawa mu kemana pun kamu mau" Ujar Marco saat mereka di dalam mobil mewah nya.
"Hmm... Aku gak tau mas mau kemana. Secara aku gak tahu daerah ini" Ujar Dea dengan jujur.
"Bagaimana kita pergi ke ancol saja. Kita akan menikmati wahana permainan di sana" Saran dari Marco lagi.
"Ancol? Seperti nya seru. Aku juga penasaran bagaimana suasana di Ancol itu" Ucap Dea.
__ADS_1
"Oke, kita menuju ke Dufan"
"Dufan? Bukannya tadi katanya kita mau ke Ancol. Kenapa malah ke Dufan?" Tanya Dea dengan heran. Yah gadis itu memang tidak tahu bahwa Dufan dan ancol itu adalah tempat yang sama. Ia maklum gadis kampung yang baru tiba di kota jadi dia tidak tahu apa pun di ibu kota itu.
"Ya ampun Dey, Dufan dan Ancol itu sama tempat nya kok. Ancol itu nama daerah nya. Dufan itu atau di sebut Dunia fantasi itu nama taman wahana nya" Jelas Marco lagi.
"Oh gitu ya. Hehehe.... Aku gak tahu sama sekali tentang itu. Aku pikir Dufan dan Ancol itu tempat yang berbeda" Ujar Dea dengan salah tingkah karena ketahuan lugu tidak tahu apa pun di daerah itu.
"Ya sudah sekarang aku akan mengajak mu keliling kota Jakarta agar kamu tahu daerah-daerah sini. Jadi nya kamu gak di jual deh di kota ini. Maklum nama nya juga ibu kota banyak kejahatan di sini" Jelas Marco lagi mengingatkan gadis impian nya itu.
"Kamu harus berhati-hati di sini ya Dey, jangan terlalu percaya sama seseorang. Apa lagi orang yang baru kamu kenal" Ujar Marco lagi.
Dea menatap Marco dengan tatapan menyelidik.
"Kenapa kamu menatapku seperti itu sih Dey?"
"Kamu bilang jangan terlalu percaya dengan orang yang baru aku kenal. Kamu kan orang yang baru ku kenal juga mas. Apa kamu mempunyai maksud tersembunyi terhadap ku ya mas" Ujar Dea sedikit bercanda.
Sontak mendengar hal itu Marco pun menatap Dea dengan perasaan kesal karena di tuduh yang bukan-bukan.
"Kok kamu bisa ngomong seperti itu sih Dey? Aku kan tulus mencintai kamu. Jika aku memang mempunyai maksud jahat sama kamu, aku sudah melakukan nya sewaktu kita di Bali kemarin. Secara di Bali itu kamu tidak bisa kemana-mana" Ujar Marco.
Dea tersenyum mendengar ucapan Marco tadi.
"Ngapain kamu senyum-senyum seperti itu? Apa aku salah ngomong? Apa ada yang lucu?"
"Gak kok mas, aku hanya bercanda kok mas. Aku percaya kok sama kamu mas. Karena aku percaya sama kamu aku mau menjadi pacar mu" Ujar Dea tersenyum.
"Aku hanya bercanda kok mas. Maaf ya, kamu jangan marah ya mas sama aku" Ujar Dea lagi.
Marco hanya terdiam dan fokus mengendarai mobilnya tanpa mengeluarkan sepatah kata pun. Sepertinya laki-laki yang memiliki tubuh sixpack itu masih marah dan kesal dengan ucapan Dea barusan meskipun gadis itu hanya bercanda
"Mas, kamu marah ya sama aku? Maaf ya mas jangan marah dong" Pujuk Dea.
Marco masih juga terdiam dan tidak mengeluarkan suara sedikit pun Tatapan nya masih lurus ke depan.
Cup... Satu kecupan berhasil mendarat di pipi Marco. Yah gadis itu mencium pipi Marco untuk membujuk laki-laki itu agar tidak marah lagi kepada nya.
Sontak hal itu membuat Marco kaget. Ia tidak pernah berpikir mendapatkan satu kecupan hangat dari gadis yang ia cintai itu. Marco tersenyum senang. Rasa marah dan kesal yang ia rasakan tadi seketika hilang setelah mendapatkan kecupan hangat dari Dea.
"Maaf kan aku ya mas. Jangan marah lagi kepada ku. Aku hanya bercanda kok tadi" Ujar Dea merasa bersalah.
Marco menghela napas berat nya.
"Aku tidak marah kok Dey. Aku hanya merasa kecewa kepadamu karena kamu bisa berpikir yang bukan-bukan terhadapku" Ujar Marco.
"Iya mas, aku minta maaf. Aku menyesal telah mengatakan hal itu. Maaf ya"
"Iya Dey, lupa kan saja. Jangan di bahas lagi. Aku harap kamu percaya akan cinta ku. Aku akan menjaga mu dan melindungi mu itu janji ku kepada mu"
"Terima kasih ya mas. Aku percaya kepada mu kok mas. Aku senang karena telah memiliki laki-laki seperti mu" Puji Dea tersenyum senang.
__ADS_1