Gadis Ku

Gadis Ku
Bab 37


__ADS_3

Para bodyguard nya Marco yang disuruh untuk memantau keadaan keluarga nya Dea di kampung telah berhasil menangkap seorang wanita yang mencurigakan yang telah masuk ke dalam rumah Dea secara diam-diam. Di mana saat itu Sumi sedang sibuk menjemur pakaian di halaman belakang rumah nya dan Denis masih tidur di kamar nya. Wanita itu yang di ketahui bernama Sari secara diam-diam masuk ke dalam rumah Dea dan menaruh sesuatu benda ke dalam laci meja yang ada di ruang tamu.


"Hallo bos, kami sudah berhasil menangkap seorang wanita yang mencurigakan tadi pagi di rumah Dea. Seperti nya ia menaruh barang terlarang lagi di rumah nya Dea" Jelas boneka tadi saat ia menghubungi Marco melalui telepon.


"Bagus, sekarang kamu harus tanyakan kepada dia siapa yang menyuruhnya untuk melakukan semua ini?" Jawab Marco lagi.


"Pasti wanita itu ingin menjebak ibu nya Dea lagi karena waktu itu ia tidak berhasil membuat ibu Dea mendekam di penjara" Tambah laki-laki itu lagi.


"Baik lah bos, kami akan meminta diri nya untuk mengatakan dalang di balik semua ini" Ucap bodyguard itu lagi.


Marco menutup ponsel nya.


"Bagus, semua rencana berjalan dengan lancar. Dengan begitu, siapa yang ada di balik teror ini akan ketahuan. Dan akan aku pastikan dalamnya akan mendapatkan hukuman yang setimpal" Ujar Marco menggenggam erat-erat tangannya karena kesal dengan orang yang telah meneror gadisnya itu.


Di tempat lain, bodyguard suruhan Marco terus mengintrogasi wanita itu. Sari di bawa ke sebuah gudang kosong yang berada di ujung kampung oleh bodyguard tersebut. Wanita yang memiliki satu anak itu pun didudukkan di sebuah kursi kayu dan diikat tangan dan juga kakinya agar ia tidak bisa lari dari mereka. Yah Marco telah menyewa dua bodyguard untuk mengawasi rumah Dea dan menjaga keluarga Dea di kampung.


"Katakan! Siapa yang menyuruh mu melakukan ini kepada keluarga nya Dea?" Tanya salah satu bodyguard yang memiliki tubuh gempal itu.


"Siapa kalian? Apa urusan kalian ingin mengetahui siapa yang menyuruhku melakukan ini?" Sari balik bertanya dengan membentak.


Bodyguard yang bertubuh gempa tadi pun langsung memukul meja yang ada di hadapannya ia merasa marah kepada Sari yang membentaknya.


"Kurang ajar. Di tanya bukannya menjawab malah kamu bertanya balik"


"Kamu tidak perlu tahu apa urusan kami dengan keluarganya Dea. Yang jelas kamu harus menjawab siapa yang telah menyuruhmu melakukan hal ini kepada mereka"


"Tidak aku tidak akan menjawab nya" Sari tetap tutup mulut.


"Oh, ternyata kamu tetap bersih keras merahasiakan siapa yang memilihmu itu? Baiklah tidak mengapa. Saat ini aku sudah mempunyai bukti berupa video rekaman saat kamu menaruh benda ini ke dalam rumahnya Dea" Ujar Bodyguard tadi sambil memegang benda yang terbungkus dengan amplop berwarna coklat itu.


"Dan benda ini juga bisa menjadi barang bukti untuk melaporkan kamu ke polisi. Aku pastikan kamu akan mendekam di penjara jika kamu tidak mau memberitahu siapa bosmu itu" Jelas nya lagi.


Sari tampak berpikir dan ketakutan mendengar ancaman dari bodyguard itu. Yah Jika ia dilaporkan ke polisi maka siapa yang akan mengurus anaknya yang sedang sakit saat ini. Ia melakukan semua ini karena ingin mendapatkan uang untuk pengobatan anaknya. Seorang ibu pasti akan melakukan apapun untuk anaknya. Begitupun dengan Sari ia rela melakukan hal setega ini kepada keluarga Dea agar mendapatkan uang untuk pengobatan anaknya.


"Bagaimana? Apa kamu masih mau merahasiakan bos mu? Atau kamu akan mendekam di penjara"


Sari masih terdiam dan belum bisa menjawab dari pertanyaan bodyguard itu.


"Baik lah jika itu mau mu. Berarti kamu mau mendekam di penjara" Ucap laki-laki gempal itu lagi. Bodyguard tadi pun merogoh saku celananya untuk mengambil ponsel yang ada di dalamnya.


"Baiklah, aku akan menelepon polisi untuk melaporkan kamu" Ujar nya sambil menekan tombol yang ada di ponselnya seolah-olah ia sedang menelepon.


"Baiklah, baik. Aku akan memberitahumu Siapa yang menyuruh melakukan hal ini. Tapi tolong jangan laporkan aku ke polisi karena aku tidak mau mendekam di penjara. Saat ini anakku sedang sakit dan tidak akan ada yang mengurusnya jika aku masuk ke dalam penjara" Jelas Sari sambil menangis ketakutan.


"Bagus, kamu jangan khawatir, aku pastikan kamu tidak akan masuk ke dalam penjara. Aku hanya ingin tahu siapa dalang dibalik semua ini"


"Rini lah yang meminta ku untuk melakukan semua ini kepada keluarganya Dea. Yah Rini si gadis majalah itu. Aku tidak tahu kenapa dia begitu membenci keluarganya Dea. Aku hanya menjalan kan tugas ku saja untuk menaruh barang-barang ini" Jelas Sari terus menangis.


"Jadi begitu, baik lah terima kasih atas kerja sama nya. Sekarang kamu boleh pergi. Lepaskan dia" Perintah Bodyguard tadi kepada temannya untuk melepaskan Sari dari ikatannya.

__ADS_1


"Hallo bos" Bodyguard yang bertubuh gempal itu pun langsung menghubungi Marco.


Marco yang dari tadi sedang sibuk mengecek pembukuan di cafe pun menjawab telepon nya yang berdering.


"Ya hallo"


"Bos, aku sudah tahu siapa dalang dari semua ini. Wanita itu sudah memberitahuku siapa yang menyuruhnya melakukan semua ini" Jelas bodyguard tadi


"Oh ya? Bagus, kerja kalian emang bagus. Terus siapa yang dalang dari semua ini?" Tanya Marco penuh penasaran.


"Rini bos. Rini si gadis majalah. Ia kembali menyuruh wanita ini untuk menaruh barang terlarang itu lagi di rumah Dea. Aku juga sempat mau rekam saat wanita itu menaruh barang tersebut di rumahnya Dea. Aku juga sudah merekam suara percakapan wanita itu bahwa Rini lah dalang nya"


"Bagus, kamu kirim rekaman-rekaman itu kepada ku. Akan aku beri pelajaran kepada gadis majalah itu. Dia sudah berani membangunkan singa yang sedang tertidur" Ujar Marco dengan kesal.


"Baik bos" Mereka pun mengakhiri percakapan mereka di telepon.


"Kurang ajar kamu Rini. Berani-beraninya kamu mengganggu gadisku. Aku tidak akan tinggal diam kamu melakukan hal ini. Akan ku pastikan kamu menyesal karena telah meneror Dea" Marco menggenggam erat-erat tangannya karena merasa kesal kepada Rini.


***


Rini yang sedang duduk santai sambil menikmati secangkir teh hangat di teras depan rumahnya kaget setengah mati saat ponselnya berdering. Di mana di layar ponselnya itu tertera nama Marco yang sedang menghubunginya saat itu.


"Apa? Serius ini Marco menghubungi ku? Mimpi apa aku semalam sampai-sampai Marco menghubungi ku kembali?" Ucap nya masih tidak percaya dengan apa yang ia lihat saat ini.


"Apa dia sudah sadar bahwa hanya aku lah satu-satu nya wanita yang pantas menemaninya saat ini bukan gadis kampungan itu" Ucap nya lagi.


"Ehemmm... Ehemm... " Rini menyetel suara nya agar terdengar biasa-biasa saja. Dan tidak terlihat bahwa ia senang setengah mati mendapatkan telepon dari laki-laki yang ia cinta itu.


"Hallo sayang, kamu di mana?" Tanya Marco mulai berakting.


"Sayang? Dia memanggil ku dengan sebutan sayang? Apa aku tidak salah dengar? Apa aku sedang bermimpi?" Batin gadis majalah itu bertanya-tanya.


Ia pun mencubit lengan nya untuk memastikan bahwa ia saat ini tidak sedang bermimpi.


"Aduh" Rintih nya.


"Ternyata ini nyata. Aku tidak sedang bermimpi. Marco memang memanggil ku dengan sebutan sayang" Batin nya.


"Iya Marco aku ada di rumah. Kenapa?" Tanya Rini berusaha menahan rasa bahagia nya saat ini. Ingin rasa nya gadis itu berteriak karena bahagia di panggil sayang oleh Marco. Ini lah yang ia harapkan selama ini laki-laki itu jatuh ke dalam pelukan nya.


"Bagus, ternyata Dea sudah menuruti kemauan ku. Dia sudah menjauhi Marco sehingga membuat Marco sadar dan kembali kepada ku" Bati gadis itu lagi.


"Oh di rumah, apa kamu sibuk malam ini?"


"Apa Marco mau mengajak ku diner ya dan mengungkapkan perasaannya kepadaku malam ini?" Batin Rini penuh dengan harapan.


"Gak kok Marco, aku nggak sibuk kok malam ini. Emang nya kenapa?"


"Aku mau mengajak mu makan malam. Ada yang mau aku bahas sama kamu. Yah anggap saja aku baru sadar sekarang. Karena itu lah aku baru mau ingin mengatakan hal yang penting ini sekarang kepadamu" Jelas Marco lagi.

__ADS_1


"Aku gak sibuk kok sayang. Aku mau kok pergi diner bersama mu malam ini" Ujar Rini tersipu malu.


"Ya ampun ini benar-benar seperti dalam mimpi. Aku tidak menyangka Marco akhir nya telah membuka mata nya lebar-lebar dan menyadari aku lah wanita yang pantas untuk nya" Batin nya lagi.


"Oke nanti malam aku akan menjemput mu. Dandan yang cantik ya sayang. Aku sangat rindu kepada mu. Merindu belayan mu"


"Oke, aku akan dandan yang cantik untuk mu malam ini" Jawab Rini.


"Oke sampai ketemu nanti malam" Ujar Marco menutup ponselnya.


"Kamu lihat saja Rini, malam ini akan menjadi malam yang memalukan untuk mu. Kamu akan menyesal karena telah membuat ku marah" Ujar Marco dengan geram nya.


Sedangkan di tempat lain Rini sedang berbelanja kegirangan karena malam ini ia akan dinner bersama laki-laki yang ia cintai yang merupakan menjadi impiannya selama ini.


Rini berlari menuju kamar nya untuk mencari pakaian yang mana untuk di kenakan nya malam ini. Ia harus terlihat cantik malam ini. Ia tidak mau membuat Marco yang sudah mengajaknya dinner malam itu kecewa jika nanti penampilannya tidak sesuai dengan apa yang Marco harapkan.


"Aduh, pakaian mana ya yang sesuai untuk malam ini? Aku jadi bingung" Ujar nya setelah tiba di kamar sambil memilah-milah pakaian nya yang ada di lemari.


"Yang ini?" Ujar nya lagi sambil mencoba menempelkan pakaian gaun yang berwarna cream itu di tubuh nya. Di mana pakaian itu di hiasi dengan brokat dan juga ada glitter-glitternya di pakaian tersebut


"Gak ah, ini terlalu mewah. Emang nya aku mau pergi ke kondangan apa?" Ujar nya lagi melempar pakaian tadi ke kasurnya.


"Kalau yang ini?" Ujar nya lagi kembali menempelkan pakaian gaun yang berwarna hitam polos di tubuh nya.


"Gak ah, terlalu polos dan seperti pergi ke rumah orang yang sedang berduka jika aku memakai gaun berwarna hitam seperti ini" Ujar nya lagi.


Cukup lama gadis majalah itu memilah-milah pakaian yang akan ia kenakan malam ini untuk pergi bersama Marco. Namun, tidak ada satupun pakaian yang ada di dalam lemarinya itu sesuai dengan keinginan dan harapannya saat ini.


"Aduh, tidak ada satu pun pakaian yang cocok untuk ku malam ini. Yang ini sudah pernah ku pakai. Yang itu terlalu biasa. Aduh, bagaimana ini ya?" Ujar nya lagi menggaruk-garuk kepalanya yang tidak gatal karena kebingungan memilih pakaian untuk dirinya.


Akhir nya ia mempunya ide untuk membeli pakaian baru. Gadis majalah itu mengambil ponselnya yang berada di atas nakas samping tempat tidurnya. Ia membuka salah satu aplikasi belanja online. Ia mencari pakaian yang cocok untuk nya malam ini. Hingga pilihan nya jatuh pada gaun berwana tosca yang tertera di layar ponsel nya itu. Dimana jenis pakaian nya itu a-line dress. Jenis dress wanita yang satu ini memang memiliki potongan yang sempit di bagian atas dan melebar di bagian bawah.


"Dress ini bisa membuat penampilan ku tampak lebih anggun" Batin Rini.


A-line dress yang di pilih oleh Rini memiliki panjang selutut dan panjang lengan nya sebahu. Sungguh gadis itu mengharapkan bahwa malam ini Marco akan terpukau dengan penampilannya.


"Oke ini dress yang cocok untuk ku kenakan nanti malam. Kita pesan" Ujar nya langsung menekan check out di ponsel nya.


"Tinggal menunggu sebentar lagi pesanan ku tiba" Ujar nya lagi. Yah karena ia tinggal di wilayah ibu kota, dan pakaian yang ia pilih itu ready di toko, jelas pesanan itu akan tiba dalam waktu sebentar. Tidak membutuhkan waktu yang lama.


"Marco akan sangat terkesan melihat penampilan ku nanti malam. Oh ya, sebaik nya aku menghubungi salon langgananku untuk bisa datang ke rumah agar dia bisa menata rambutku" Ujar nya lagi langsung menghubungi nomor salon langganannya tersebut.


Tak butuh waktu lama para penata salon tersebut datang ke rumahnya rini untuk menata rambut Rini dan menghias wajahnya agar terlihat lebih mempesona dan terkesan nanti malam.


"Non, ini ada paket" Ujar bibi yang bekerja di rumah Rini sebagai asisten rumah tangga. Yah paket pakaian yang ia pesan tadi telah tiba di rumah nya itu.


"Terima kasih ya bik" Ujar Rini tersenyum senang..


"Aduh mbak Rini, seperti nya akan ada acara yang besar nanti malam. Emang nya ada acara apa sih mbak?" Tanya lelaki kemayu yang memang bekerja di salon tersebut. Tapi untuk menata dan menghias pelanggan nya tidak bisa di remeh kan. Ia memang paling ahli dalam hal itu.

__ADS_1


"Iya, aku akan pergi dinner bersama laki-laki impian ku. Aku mau malam ini akan menjadi malam yang sangat istimewa bagi aku dan juga laki-laki yang kucintai itu" Cerita Rini tentang acaranya nanti malam bersama Marco.


__ADS_2