Gadis Ku

Gadis Ku
Ekstra part 51


__ADS_3

Sementara di luar Ken sangat gelisah,dia menjadi uring-uringan karena syifa sangat marah,tapi ia tiba-tiba teringat dengan dua pria yang ada di ruangan syifa membuat Ken cepat cepat memanggil Dimas lagi


" Dim.. cowok dua tadi mana..? mereka masih di dalam kan..? suruh keluar dim.. jangan bikin gue tambah pusing" ucap nya dan Dimas langsung mengangguk


Dimas membuka pintu ruangan syifa dan mengatakan pada Bagas dan teman nya untuk keluar karena itu Perintah dari Ken dan mereka langsung keluar, mereka ga mau berurusan dengan orang berpengaruh tersebut


Setelah di luar mereka izin pulang, namun langkah mereka terhenti karena suara Ken


" Thanks udah nolong istri gue...kalau ada waktu gue akan undang kalian makan malam di kediaman kami..." ucap Ken dingin dan di balas Anggukan oleh Bagas dan teman nya


" Kami ikhlas kok, lagian gue teman kelasnya Nasyifa,tapi kami tidak mungkin bisa menolak undangan makan malam dari keluarga yang sangat terhormat seperti keluarga anda tuan muda Kenzo..." jawab Bagas dan di balas Anggukan oleh Ken


Bagas dan teman nya meninggalkan RS,dalam perjalanan Bagas terlihat sangat lesu membuat teman nya tersebut tersenyum dan menggeleng sambil meledek Bagas


" Bro.. gue akui Nasyifa itu memang cantik banget,asli gagal Fokus gue liat kecantikan nya dan gue ga habis pikir..bisa ya mereka berjodoh dengan wajah yang sama sama nyaris sempurna gitu,mana dari kecil lagi.. gimana? masih niat buat saingan lo bro..sama tuan muda keluarga Azhar, orang terkaya di Eropa dan Asia dan Lo liat tadi gimana Bucin nya seorang tuan muda Kenzo sama Istrinya..." ucap nya membuat Bagas menarik nafas panjang seraya menghembuskan nya kasar, membuat sang teman langsung tertawa terbahak-bahak


"Brengsek Lo bisa diem gak...? gue akui ni ya sama Lo, selama gue mulai jadi petualang wanita... baru ini gue beneran jatuh cinta sama yang namanya wanita dan gue beneran patah hati banget... rasanya dunia gue jungkir balik kalau gue ngebayangin wajah teduh, super cantik, lembut dan ramah nya Nasyifa,Lo tau bro... seandainya suaminya bukan tuan muda dari keluarga Azhar gue gak akan perduli walaupun dia udah bini orang...tapi ini mereka, keluarga gue juga bisa terancam dan RS Bokap gue busa tutup dalam hitungan detik, gue gak mau Keluarga gue jadi korban" jawab Bagas panjang lebar


" Bagus kalau Lo masih bisa berfikir jernih dan ga gila karena cinta....tapi kalau gue liat cinta mereka itu nyata terikat satu sama lain dan dari yang gue denger dari temen nya syifa yang tadi, katanya syifa itu Sama keluarga Azhar dijaga nya sama persis seperti putri mereka sendiri sejak dia kecil dan syifa itu manja dan Deket banget sama semua keluarga papa dan Mama nya Kenzo itu" jelas nya pada Bagas


" Lo tau bro...? gue belum pernah se Khawatir tadi pada selain keluarga gue pas gue liat dia jatuh, ditambah lagi tadi pas temen nya bilang ada darah,gue mikir nya dia itu punya penyakit serius.... dan rasanya tadi gue kayak ketimpa batu besar banget pas denger dia bilang kalau dia suami dari Nasyifa dan pas dia nanya kondisi kandungan nya, rasanya dunia gue runtuh saat itu juga,di tambah lagi begitu tau siapa suami Nasyifa itu... hancur banget hati gue...sumpah rasanya gue pengen lari sejauh mungkin biar gue gak denger semua kenyataan nya .." curhat Bagas pada sang teman


" Lo sabar ya bro... jangan Lo paksain buat deketin dia lagi, kalau memang Lo sayang dan sanggup jadi lah temen nya supaya Lo bisa selalu jaga dan lindungi dia..." nasehat teman Bagas


" Pasti bro...gue akan tetep jadi temen dia dan yang salah juga gue, karena saat awal masuk dia perkenalkan dirinya Emang ngaku Udah nikah...tapi kami kira bercanda karena umurnya baru 19 THN, dan mereka semua bilang kalau pria tampan yang sering antar dia itu kakak nya..." cerita Bagas pada sang teman


"Jadi beneran Lo mau terima undangan makan malam dari si tuan muda Kenzo itu...tanya temen Bagas

__ADS_1


" Dateng dong, penasaran gue dengan gaya hidup keluarga Sultan... emang Lo ga penasaran..? tanya Bagas pada sang teman


" Wih gila aja gue ga penasaran,sama rumah nya aja gue penasaran banget apalagi sama gaya hidup mereka, dan kira kira syifa itu kalau di rumah pakai hijab ga ya ..?"tanya temen Bagas


" Kalau ada tamu pasti pake lah, apalagi laki laki..Lo gak liat tadi gimana Bucin dan posesif nya laki nya...?" jawab Bagas dan di angguki oleh sang teman


Sedangkan di RS syifa masih mendiamkan Ken, walaupun dia sudah mengizinkan Ken untuk masuk, karena melihat mereka masih belum menemukan titik terang akhirnya Dimas buka suara


" Fa... boleh kakak ngomong sesuatu sama kamu....?" tanya dimas lembut dan di angguki oleh syifa, membuat Ken dan kedua sahabat syifa langsung keluar


" semalam kami memang ke club, tapi kakak bersumpah Ken ga nyentuh apapun,Ken itu dari dulu ga pernah nyentuh Alkohol... kakak jamin itu... dan semalam itu sebenarnya Ken nolak.. sejak pertama ketemu kamu di New York dia ga pernah lagi ke club walaupun sekedar nongkrong kayak dulu... karena para desainer dan rekan kerja sama yang mendesak maka nya Ken ikut.." jelas Dimas dan syifa diam


" Fa.... kalian itu saling mencintai, cinta kalian itu cinta terbesar yang pernah gue liat... dan tolong Lo jangan langsung ambil kesimpulan sendiri karena itu bisa jadi Boomerang buat rumah tangga kalian dan akan menjadi keuntungan untuk yang sengaja ngirim gambar itu ke Lo.. kedepannya jangan mudah percaya walaupun itu gambar asli,Lo cari dulu alasannya atau pun sebabnya..." nasehat Ken


"udah ya... marah nya... gue pamit pulang, dan Lo sabar ya calon baby ga selamat...kan kalian bisa terus coba lagi dan terus usaha,Ken pasti masih kuat dan ga bakal nolak k..." Dimas sambil mengelus lembut kepala syifa, sedang syifa masih dengan air mata yang mengalir


ucap nya sambil menangis


" Udah ...kakak panggil Ken ya.." ucap Dimas sambil membuka pintu dan memanggil Ken seraya memberi isyarat bahwa syifa sedang butuh dia


Ken langsung masuk dan melangkah menuju ranjang syifa,Ken memandang lekat wajah wanita cantik nya yang terlihat sangat sembab akibat terlalu banyak menangis, dengan perlahan Ken meraih tubuh indah itu dan mendekap nya erat


" Sayang... maaf kan aku buat kamu kecewa...aku janji aku akan berusaha untuk tidak akan ketempat itu lagi...." ucap Ken sambil mengelus lembut punggung syifa, syifa menggeleng kuat dalam dekapan Ken


" Fa yang minta maaf...fa ga becus buat jaga calon baby kita...fa terlalu egois..fa ga bisa jadi ibu yang menjaga calon buah hati nya.... maafkan fa By...." ucap nya sambil menangis sesenggukan


" hus udah jangan salah kan diri kamu sayang... anggap itu belum rezeki kita... Allah belum bisa memberikan kita titipan yang begitu berharga sayang... please udah ya.nangis nya...aku mohon...." rayu Ken agar syifa berhenti menangis

__ADS_1


" By....fa takut mama sama papa marah karena syifa ga becus jagain calon cucu mereka...fa takut By.....Kadu syifa membuat Ken langsung mengurai pelukan nya dan menatap wajah syifa


" Sayang dengar ya...ga bakalan ada yang marahin kamu, mama itu sayang banget sama kamu dan papa juga sama sayang.... jadi kamu ga perlu mikirin yang aneh aneh deh"


ucap Ken sambil terus menciumi seluruh wajah syifa


Dimas dan kedua sahabat syifa berjalan menuju kearah luar, mereka ingin makan siang, karena hari sudah menunjukkan waktu Zhuhur mereka memutuskan untuk Shalat dulu di Mushalla yang jaraknya tidak terlalu jauh dengan kantin, setelah selesai Shalat barulah mereka langsung menuju kantin dan makan siang bersama di kantin Rumah sakit tersebut


"jadi tadi kalian dimana saat syifa pingsan?"tanya dimas pada kedua sahabat syifa


" Kami masih di kelas kak,kan kami hari ini full mata kuliah nya,jadi belum istirahat, sedangkan syifa dia cuma dua mata kuliah jadi selesai yang pertama mereka langsung istirahat, dan kami tau saat salah satu mahasiswa datang ke kelas kami bilang kalau Nasyifa pingsan" cerita putri sedangkan Maya masih terlihat sangat sedih


" O....trus dua cowok tadi siapa..?" tanya dimas lagi


" Oh itu, yang satu namanya kak Bagas dia satu ruangan sama syifa di psikolog,tapi kabarnya dia juga mahasiswa di dokter umum semester enam, kalau yang satu nya temen nya Tapi lupa siapa namanya.... kenapa kak...?" tanya putri


"ga kenapa napa juga sih, cuma kalau di lihat dari cara dia menatap syifa kayak nya dia suka sama syifa,tapi ya ga tau juga sih...." jawab Dimas sambil menggidikkan bahunya


" Seperti nya sih gitu kak dan kata orang orang dia juga yang menggendong syifa dari koridor ke UKS,kan syifa pingsannya di koridor,oh ya kak sebenarnya ada apa sih antara mereka berdua...?" tanya putri penasaran


Dimas pun menceritakan semua nya, mulai dari mereka ke club sampai ada yang mengirimkan foto foto mereka di club ke ponsel syifa, "mungkin itu pemicu syifa setres" ucap Dimas setelah selesai bercerita pada putri dan Maya, mereka pun mengerti dan menyetujui dugaan dari Dimas.


Selesai makan mereka kembali ke ruangan dimana syifa di rawat,saat mereka membuka pintu,mata mereka melotot sambil menggeleng,


melihat pasangan muda itu yang tampak sangat nyenyak dan nyaman dengan tidur mereka yang bisa bikin orang Baper, syifa tidur dengan memeluk erat tubuh Ken dan menyembunyikan wajahnya di celuk leher Ken dan Ken terlihat baru selesai memberikan belaian lembut nya pada syifa yang Terlihat tangan Ken masih di punggung syifa dan wajah sedikit menunduk dan mencium kepala syifa


Ken yang sudah melepas jas dan kemejanya dan hanya menyisakan kaos putih tipis lengan pendek dan pas di tubuh kekar nya, dan masih menggunakan celana bahan yang senada dengan jas branded nya, mereka bertiga langsung saling berpandangan dan kembali menutup pintu

__ADS_1


"kalian pulang aja dulu,biar gue suruh antar sama supir syifa, kalau memang lelah ga usah balik lagi,balik besok aja setelah jam kuliah kalian udah selesai" ucap Dimas tegas dan di angguki oleh keduanya.


__ADS_2