Gadis Ku

Gadis Ku
Ekstra part 38


__ADS_3

"Kalian udah makan?" tanya Ken tiba tiba


"Udah kak" Jawab mereka kompak karena takut pada Ken


Tiba-tiba handphone Ken berbunyi, saat Ken melihat ternyata dari sang Mama,Ken bingung harus menjawab apa pada sang Mama kalau sampai mama nya tanya tentang syifa.


Ber ulang kali Mama nya menelfon,dan Ken masih ragu ingin mengangkat nya.karena terus berdering terpaksa Ken mengangkat telepon dari sang Mama


📱 mama_ "Assalamualaikum sayang"suara Mama Mitha


📱 Ken_"waalaikum salam, ada apa ma?"tanya Ken


📱 Mama_"Kamu dimana sayang?kok barusan manajer Hotel yang di Jakarta pusat telfon papa kata mereka syifa di hotel.mama telfon tapi handphone nya mati, papa khawatir banget loh itu"ucap sang Mama


Ken sangat terkejut dan dia langsung membenarkan duduk nya.


📱ken_"Ken masih di jalan ni ma mau ke hotel,ia tadi syifa bilang pengen tidur di hotel,di rumah sepi ga ada mama, ia ma handphone syifa tadi pagi jatuh dikamar, tadi Ken belum sempat beliin yang baru, tapi sore tadi Ken udah suruh Dimas buat beliin yang baru kok,mama ga usah khawatir" jawab Ken sedikit berbohong, membuat Maya dan putri melongo mendengar Ken berbicara


📱 Mama_" kalian ga lagi ributkan?"tanya sang Mama


📱ken_ "ga kok ma, kami baik baik aja,rencana week end ini kalau Ken ga sibuk kami mau ke bali.mama kapan pulang?" jawab Ken


📱mama_" mungkin bulan depan Sayang.kalian baik baik ya jangan berantem assalamualaikum" nasehat sang Mama sambil memberi salam


📱ken_ "Ia Ma,emang anak kecil apa berantem.waalkumsalam" jawab Ken sambil menjawab salam dan mematikan ponselnya


"Kita ke Hotel sekarang, Syifa ada di hotel.ga mungkin lagi kalau saya antar kalian ke Asrama di jam malam gini" ucap Ken pada Maya dan putri


"Ia kak" jawab mereka kompak dengan tanda tanya yang memenuhi kepala mereka.


Ken memutar arah mobil nya dan melaju dengan kecepatan tinggi,gak butuh waktu lama untuk Ken tiba di salah satu hotel milik keluarga nya itu.ken menghentikan mobilnya di loby dan memberikan kunci pada petugas hotel,semua karyawan hotel menunduk hormat.maya dan putri terus mengekor di belakang Ken.


Ken langsung menuju Meja resepsionis.


"Berikan mereka kunci kamar sebelah kamar saya" ucap Ken singkat


Resepsionis tersebut hanya mengangguk patuh dan menyerahkan kunci yang berbentuk card tersebut.putri mengambil nya dengan sedikit ragu.


"Tuan card kamar tuan di ambil non Icut tadi siang" ucap resepsionis tersebut dan hanya di balas Anggukan kepala oleh Ken.


Ken langsung melangkah menuju lift diikuti oleh Maya dan putri, mereka berada dalam satu lift, ken tidak bersuara wajah nya nampak sangat lelah membuat Maya dan putri tidak berani bertanya apapun.ken menekan tombol menuju lantai paling atas.


Lift pun berhenti dan mereka keluar Ken berjalan lurus,Maya dan putri membelalakkan matanya melihat Betapa mewahnya hotel tersebut terlebih di lantai paling atas,Ken menunjukkan kamar mereka.


"Ini kamar kalian,kalau kalian lapar atau butuh sesuatu telfon aja ke pihak layanan hotel, melalui telfon yang tergantung di dinding dekat dengan pintu masuk, kamar saya ada di sebelah sana" tunjuk Ken pada kamar nya.


ken langsung melangkah menuju kamar nya, membuat Maya dan putri sangat bingung(lalu di mana syifa? ) pertanyaan itu bermunculan dalam hati mereka.tapi tadi Resepsionis mengatakan kalau card kamar Ken di ambil sama seseorang yang Maya dan putri yakin itu Syifa,tapi masak iya syifa dan Ken tidar dalam satu kamar.


Maya dan putri langsung masuk dan saat sudah di dalam mereka dibuat melongo sekali lagi, rasanya mereka seperti mimpi akan tidur di kamar semewah itu.maya sampai meminta pada putri untuk mencubit nya agar ia terbangun jika ini mimpi.


"Put cubit gue put.ini mimpi kan put?ini istana put dan kita akan tidur di sini?" heboh maya


" Gilak ya Maya mewah banget, benar benar anak Sultan ya kak kenzo.tapi ada hubungan apa ya dia sama syifa" mendengar nama syifa di sebut Maya langsung histeris membuat putri sangat terkejut


" Put, Syifa put mana syifa nya coba? tadi Lo denger sendiri kan Nama Icut yang ambil card kamar kak Kenzo?" ucap Maya histeris dan putri mengangguk.


"Trus tadi Lo juga liat kan kalau kak Kenzo masuk ke kamar yang katanya kamar nya? berarti mereka satu kamar dong put, kalau syifa di lecehkan sama kak Kenzo gimana dong put?" heboh Maya pada putri sedangkan putri juga sangat khawatir pada sahabat nya tersebut.


Sementara Ken setelah menempelkan sidik jari nya dia langsung masuk dan menuju ranjangnya,Ken merasa sangat lega saat melihat syifa ada di hadapan nya sekarang.dengan langkah perlahan Ken menghampiri ranjang dan berjongkok di depan syifa,ia menatap wajah syifa dalam,tampak wajah sendu syifa ,sembab akibat terlalu lama menangis.


Cup, cup, cup


Ken mengecup kepala syifa berulangkali


"Maaf." ucap ken lirih


*Maaf aku buat kamu nangis seharian,kamu tau aku cari kamu sampai hampir gila rasanya, ternyata kamu disini Hem.


kamu nakal banget sih sayang udah bikin aku khawatir* ucap Ken pelan pada syifa yang sedang tertidur.

__ADS_1


Ken langsung melangkah ke kamar mandi setelah beberapa menit Ken keluar dengan hanya memakai jubah mandi,ia melirik sekilas ke ranjang ternyata istri cantik nya masih tidur, Ken mengambil baju santai nya di lemari, Ken memang selalu menyediakan beberapa pakaian nya di kamar pribadinya tersebut, selesai berpakaian Ken menelfon Dimas agar menemui nya di hotel dan membawa handphone baru untuk syifa.


Syifa menggeliat dan membuka mata nya pelan, karena seperti merasa ada orang lain dalam kamar nya.dan betapa terkejutnya saat mata nya sudah terbuka sempurna ia melihat Ken tengah menatap nya.syifa langsung menunduk dengan linangan air mata.


"Kamu bangun?"tanya Ken lembut, syifa hanya mengangguk


"Maaf aku mengganggu tidur mu",ucap ken lagi dan syifa menggeleng.


tapi tiba tiba syifa mengangkat wajah nya menatap Ken dengan air mata yang sudah membasahi pipi mulus nya.


"Maaf " ucap syifa bergetar


ken masih bengong melihat wajah syifa yang penuh dengan air mata


"Fa fa ga ada hubungan apapun sama kak Akbar,fa fa juga ga ada rasa apapun sama kak Akbar."


ucap syifa sambil menatap wajah Ken


sementara Ken hanya mematung dengan rasa bersalah dan penuh penyesalan saat melihat wajah cantik istri nya yang di penuhi dengan air mata


Ken melangkah dengan perlahan menuju ranjang dan dengan perlahan meraih tangan syifa agar syifa turun dari ranjang.


Saat syifa sudah turun dan Ken langsung merengkuh tubuh syifa memeluk nya dengan sangat posesif.


"Maaf,maaf..." ucap ken lirih nyaris tak terdengar.


"maaf aku buat kamu menangis seharian,maaf aku buat kamu takut,maaf aku udah buat handphone kamu rusak,aku gak suka lihat Kamu dekat dengan pria lain walaupun cuma teman, aku ga suka liat kamu diperhatikan oleh pria lain,aku takut kamu pergi ninggalin aku "ucap Ken tanpa melepas pelukannya.syifa menggeleng


saat Ken mengurai pelukan nya ia menatap dalam wajah syifa sambil memegang pipi syifa dan menghapus air mata syifa


"Jangan Nangis,aku ga suka liat kamu nangis hati aku sakit sayang..."ucap nya lirih, syifa yang mendengar Ken memanggilnya sayang sangat terkejut.


" Fa janji...fa akan minta kak Akbar buat ga hubungi fa lagi dan..."


Cup cup cup


Ucapan syifa terhenti saat tiba tiba Ken mengecup singkat bibir nya.ini pertama kali bagi syifa,sudah hampir empat bulan mereka menikah tapi Ken belum pernah mencium syifa walaupun selain di bibir kecuali di hari pernikahan mereka Ken mencium kening syifa.


Cup


Ken kembali mencium bibir syifa,kini bukan hanya kecupan tapi Ken ******* dengan lembut bibir merah syifa, semakin lama semakin dalam Ken menarik pinggang Syifa hingga membuat tubuh mereka tanpa jarak dan menekan tengkuk syifa membuat syifa sama sekali ga bisa meronta.ken baru melepaskan saat ia tau Syifa sudah tidak bisa bernafas dan Ken tau ini yang pertama buat syifa.


Ken menyatukan kening mereka membuat hidung mancung mereka juga bertemu dengan nafas yang sama-sama masih tersengal,Ken tersenyum melihat wajah merah dan salah tingkah syifa.


" Makasih,ini yang pertama kan?lain kali tarik nafas sayang,aku gak mau jadi duda semuda ini...Nanti kita lanjut lagi ya" ucap Ken sambil mencolek hidung mancung syifa, sedangkan syifa langsung melotot.


Jangan melotot gitu sayang, aku jadi gemas ni ntar aku makan loh" goda Ken


"Aku mau ke bawah,di bawah ada dimas.kamu udah makan Hem? " tanya Ken sambil mengelus lembut kepala syifa.syifa menggeleng


"Jangan ulangi lagi ya, kalau kamu sakit gimana Hem, walaupun kamu marah sama aku tapi jangan siksa diri kamu sendiri sayang,kamu harus tetap makan ok" ucap Ken mencium kepala syifa dan syifa mengangguk.


"Maaf "cicit nya pelan


ken kembali memeluk nya, nyaman itu yang Syifa rasakan, syifa sangat menyukai bau tubuh suaminya tersebut dengan parfum limited nya ,bagi syifa wangi tubuh Ken membuat nya lebih tenang.syifa membalas pelukan hangat Ken dan menenggelamkan wajahnya di dada bidang Ken dan mengusap usap kepala nya di celuk leher Ken membuat Ken harus menahan sesuatu yang sangat ia hindari saat ini.ia takut Syifa hamil sementara sekolah syifa masih sekitar tiga bln lagi.tapi apakah Ken akan sanggup kalau melihat syifa yang manja seperti ini kepada nya ditambah lagi ia sudah tahu siapa syifa


"Jangan banyak gerak sayang... aku takut gak sanggup nahan" ucap ken lirih dengan suara parau akibat menahan hasratnya.


Syifa langsung melepaskan pelukannya di tubuh ken.tapi tiba tiba perut syifa berbunyi membuat Ken tertawa sedangkan syifa langsung menunduk malu.


"Mau makan di mana Hem? disebelah ada teman kamu atau mau ikutan turun bareng aku? atau mau aku suruh pihak hotel antar makanan ke sini?" tanya Ken sambil merapikan rambut syifa yang menutupi wajahnya


"Siapa di sebelah?" tanya syifa


"Putri dan teman satu kamarnya di Asrama, mereka tadi bantuin aku cari kamu" jawab Ken


"mereka juga belum tau tentang kita?" tanya Ken dan syifa menggeleng


"fa takut kakak marah kalau putri tau dia kan sepupu kak Stefany" jawab syifa jujur

__ADS_1


"Trus apa hubungan nya pernikahan kita dengan Stefany? dia itu bukan siapa siapa sayang.


Dengar ini baik baik karena aku ga akan mengulangi nya.


"AKU SAYANG SAMA KAMU DARI SAAT PERTAMA KITA JUMPA" syifa melongo.


Ken melangkah menuju pintu keluar di ikuti syifa di belakang nya.


"Kak fa boleh ajak mereka ke bawah atau mungkin nanti fa makan di sini aja bareng mereka?" tanya syifa dan ken mengangguk


"Hijab nya mana? " tanya Ken saat melihat ke arah syifa.syifa tersenyum langsung menyambar hijab instan nya dan memakai nya.


Saat di depan pintu Ken membalikkan tubuhnya ke arah syifa.


"aku kebawah sebentar ya mau ambil sesuatu sama dimas" ucap Ken dan syifa mengangguk.ken kembali menarik posesif pinggang Syifa mengikis jarak antara mereka.


Cup..


Ken kembali mengecup lama bibir merah syifa yang seolah benar benar telah menjadi candu untuk nya.tanpa mereka sadari ada dua pasang mata yang sudah melotot melihat kejadian itu.kadua nya nyaris pingsan menyaksikan acara live tersebut.mereka buru buru masuk saat melihat Ken akan pergi.


Ken berjalan menuju lift setelah mengantar syifa ke depan pintu kamar kedua sahabat nya.


Syifa langsung mengetuk pintu kamar kedua sahabat nya, tak menunggu lama pintu langsung terbuka menampilkan wajah kedua sahabat nya yang penuh dengan tanda tanya.syifa langsung masuk dan memeluk kedua nya.


"Maaf" ucap lirih syifa


"Untuk?" tanya putri


"Udah buat kalian khawatir dan lelah cari cari fa" ucap fa sambil mengurai pelukan nya.


"Yakin cuma itu aja?" tanya putri lagi.membuat Syifa bingung.


"Yakin ga mau cerita apapun ke kita?"tanya putri


Syifa masih diam dan menunduk


"Kami udah liat loh acara live kalian barusan di depan pintu kamar kalian,yakin masih ga mau cerita tentang kalian bisa bebas tidur satu kamar ! seorang syifa yang jangan kan di peluk cium oleh laki-laki,di pegang tangan aja marah banget.tapi apa yang kami lihat barusan?sekamar berdua, pelukan mesra sambil.....uuh susah aku mau bilang nya.apa kamu juga luluh dengan wajah tampan dan rayuan Tuan Kenzo si anak Sultan? Omel putri panjang lebar


Syifa melongo sambil melotot ke arah mereka berdua.lalu menunduk malu


" kenapa..kaget kami tau?" tanya putri lagi


" Kami...kami...kami udah nikah" jawaban syifa membuat keduanya lemas nyaris pingsan.


" What..." teriak mereka berdua


" Lo..lo.serius fa?" tanya mereka kompak, Syifa mengangguk


" Sama kak Kenzo?" lagi lagi Syifa mengangguk


"Sejak kapan?" tanya mereka lagi


"Udah hampir empat bulan" jawab Syifa polos


"What... "teriak lagi kedua nya


"Apa sih teriak teriak berisik tau,sakit telinga fa"ucap Syifa ketus.


" Kok bisa fa? bukan nya kalian gak akur ya,pantes aja akhir akhir ini kalo ketemu kalian damai damai aja" ucap putri


" Emang dulu gimana put?" tanya Maya.


" Kayak tom and jerry.tepat nya Syifa yang galak banget, kalau kak Kenzo si dari pertama ketemu Syifa waktu di New York udah nampak suka sama syifa,tapi ga tau kenapa dia gak pernah usaha buat deketin Syifa tapi kata Ameera and kaara cara kak Kenzo menyikapi sifat Syifa beda terlihat sabar banget" cerita putri


" Kami udah di jodohkan dari sepuluh tahun yang lalu dan kak Ken itu ternyata anak nya Mama mitha" jawab syifa,putri benar benar melongo mendengar penjelasan syifa.


kalau Maya emang udah tau bahwa Kenzo anak dari nyonya Mitha pemilik dari yayasan tempat ia tinggal dan menuntut ilmu.tapi Maya ga tau bagaimana hubungan syifa dan Mama Mitha.


"Maksud nya?" tanya maya

__ADS_1


"Gini ya Maya, Syifa itu anak angkat nya mama Mitha sejak dia kecil mama Mitha itu sayang banget sama syifa sama seperti ibu kandung nya,papa Araaf juga malah lebih parah posesif banget.tapi syifa ga pernah tau kalau Mama Mitha itu punya anak,karena syifa ga pernah ketemu atau lihat Kak Kenzo" jelas putri ke maya


__ADS_2