Gadis Ku

Gadis Ku
Bab 51


__ADS_3

Alicia dan Ratna telah melakukan rencana untuk bekerja sama memisahkan Marco dan juga Dea. Yah Ratna tentu saja menyetujui tawaran kerja sama dari Alicia itu. Secara dari awal ia tidak pernah menyukai kehadiran Dwa di tengah-tengah keluarga nya.


***


"Hallo Marco kamu di mana nak?" Tanya Ratna menghubungi Marco saat itu.


"Ya ma, aku masih di cafe ma, ada apa ma?"


"Marco tolongin mama dong nak. Kamu bisa kan jemput mama di cafe indah. Mobil mama mogok" Jelas nya lagi dengan nada manja nya.


"Aduh ma, gimana ya? Ada pertemuan juga dengan klien sebentar lagi. Minta di jemput sama supir pribadi aja ya ma"


"Ya ampun Marco. kok kamu gitu sih sama mama. Mama minta tolong nya sama kamu lo. Emang mama ini gak menjadi prioritas kamu lagi ya?" Terdengar Ratna berkata dengan nada sedih.


"Aduh ma, bukan begitu maksud aku...Aduh gimana ya" Marco jadi serba salah di buat nya.


"Ya udah deh jika kamu gak bisa jemput mama. Biarin aja mama di sini sendirian sampai kapan pun. Punya anak juga sama sekali tidak di pedulikan" Ujar Ratna lagi dengan ketus nya.


Marco menghela napas berat nya. Laki-laki itu tampak bingung dengan sikap mama nya yang berubah menjadi manja seperti ini.


"Ya udah deh ma. Sebentar lagi aku ke sana" Marco mengalah.


"Gitu dong nak. Dari tadi kek setuju jemput mama di sini. Wajar dong mama mau manja-manja sama kamu. Secara kamu akan menikah sebentar lagi"


"Iya ma. Tunggu ya aku ke sana sekarang" Jawan Marco.


Yah sebentar lagi Marco akan menikah bersama Dea bersamaan dengan Jordy yang juga akan melangsungkan pernikahan bersama tunangan nya.


"Oke beres, sebentar lagi Marco akan datang menjemput tante di cafe ini" Ujar Ratna tersenyum senang kepada Alicia.


***


Marco turun dari mobil nya dan menghampiri mama nya yang sedang menunggu kedatangan nya di teras cafe.


"Ma, lo mama sama Alicia?" Tanya Marco sedikit kaget melihat kehadiran gadis itu.


"Iya, mama sama Alicia. Yah gak sengaja bertemu di cafe ini jadi kami ngobrol bareng deh di sini" Jelas Ratna.


"Nanti kamu tolong anterin Alicia pulang juga ya. Kasihan dia pulang sendirian" Pinta Ratna lagi.


"Tapi ma, aku lagi buru-buru ini. Klien ku sudah menunggu"


"Marco gak baik lo menolak permintaan mama" Ujar Ratna lagi.


Marco berdecak kesal kepada wanita paruh baya itu.


"Ya udah deh ma, terserah mama saja" Ujar Marco lagi-lagi mengalah kepada mama nya.


"Bagus rencana ini mulai berjalan dengan lancar" Batin Ratna dan Alicia senang mendapati rencana mereka sesuai yang di harapkan.


***


Alicia menghempas kan diri di sofa rumah nya. Raut wajah bahagia kini terpancar di wajah nya. Kini Ia mempunyai partner untuk melakukan balas dendam kepada Marco. Yah balas dendam yang sudah lama ia pendam selama ini.


Dimana Marco telah mempermalukannya di depan banyak orang. Dengan sengaja menayangkan vidio orang suruhan nya untuk menjebak Sumi ibu nya Dea. Yah semenjak itu lah rasa dendam itu muncul. Ia ingin menghancurkan hubungan Marco dan Dea. Setelah ia memiliki Marco ia akan menguasai harta laki-laki itu. Secara sekarang ia sudah ada orang dalam untuk melancarkan aksinya


Yah benar sekali, Alicia adalah Rini. Karena rasa dendam di hati nya, Ia nekat melakukan operasi plastik untuk merubah wajahnya agar tidak dikenali oleh siapa pun. Sedang kan Susi adalah orang suruhan nya Rini yang bekerja sebagai asisten pribadi nya untuk mendekati Ratna. Yah secara Ratna begitu mudah untuk di tipu.


"Perlahan namun pasti aku akan menghancurkan kamu Marco. Aku tidak akan biarkan kamu hidup dengan bahagia. Kamu harus merasakan apa yang aku rasakan rasa malu yang kamu buat kepadaku harus terbalaskan" Ujar Alicia alias Rini dengan tersenyum sinis.


Yah ia rela merogoh sakunya untuk melakukan operasi plastik pada wajahnya agar bisa membalaskan sakit hatinya selama ini kepada Marco.


Tidak hanya pada penampilan nya saja berubah, Alicia juga membeli rumah baru untuk tempat tinggalnya. Agar semakin memperkuat menutup identitas aslinya.


"Rini, kita lusa ada jadwal untuk melakukan cek kontrol atas operasi yang kamu lakukan" Ujar Susi asisten pribadi nya Alicia.

__ADS_1


"Sudah berapa kali harus aku katakan. Panggil aku dengan sebutan Alicia. Sekarang nama ku Alicia bukan Rini lagi" Bentak Alicia dengan kesal.


"Ya maaf Alicia. Aku lupa" Jawab Susi lagi.


"Awas aja ya jika aku mendengar kamu memanggilku dengan sebutan Rini lagi. Akan aku robek-robek mulutmu" Ancam Alicia lagi.


"Iya tidak akan aku ulangi kesalahan itu" Susi ketakutan.


***


"Assalamualaikum buk" Ujar Dea menghubungi Sumi di kampung.


"Waalaikumsalam nak"


"Gimana kabar nya buk?"


"Alhamdulillah ibu dan Denis baik-baik saja di sini nak. Kamu bagaimana kabarnya?"


"Alhamdulillah aku baik juga kok buk. Oh ya buk, cuma mau bilang uang gaji ku sudah di kirim ya buk seperti biasa" Jelas Dea lagi.


"Iya nak terima kasih nanti akan ibu cek di bank"


"Ya sudah buk aku mau lanjutin pekerjaan ku ya buk. Ibu sama Denis baik-baik ya di sana"


"Ya nak kamu juga jaga kesehatan ya di sana"


Mereka pun mengakhiri percakapan mereka di telepon. Marco datang menghampiri tunang nya itu.


"Lagi telponan sama siapa?" Tanya nya dengan nada mengintimidasi.


"Sama ibu, hanya mau bilang uang gaji ku sudah di transfer" Jelas Dea memasukan kembali ponsel nya di saku celana.


"Oh, kenapa kamu gak bilang jika mau mengirim uang untuk ibu mu?"


"Emang nya kenapa?"


Dea tersenyum senang.


"Gak perlu mas. Uang ku sudah cukup kok untuk memenuhi kebutuhan mereka sehari-hari di kampung"


"Ya apa salah nya jika aku mau memberikan sebagian rejeki ku kepada calon mertua"


"Nanti ya mas jika aku sudah resmi menjadi istri mu" Goda Dea.


"Oh iya, nanti jika kamu sudah menjadi istriku aku tidak mau melihat kamu bekerja lagi. Aku hanya mau kamu duduk di rumah mengurusi aku serta anak-anak kita nantinya"


"Tapi mas aku mempunyai tanggung jawab terhadap ibu dan adik ku di kampung"


"Bukan kah sudah ku katakan tadi, aku akan memenuhi kebutuhan mereka di kampung. Kamu tidak perlu khawatir masalah itu" Jelas Marco lagi.


Dea hanya bisa tersenyum senang mendengar ucapan dari tunangan nya itu. Oh ya setelah aku mengadakan pertemuan dengan klien ku, kita ada janji mau fitting gaun pengantin.


"Tapi mas aku masih kerja lo"


"Siapa yang bisa marah sama kamu jika kamu pergi bersama ku?" Ujar Marco kesal melihat tunangan nya itu yang banyak soal.


"Oh iya ya" Dea tersenyum kecut di hadapan kekasih nya itu.


***


Rumi mengerutkan kening nya saat melihat sebuah buket bunga tergeletak manis di depan pintu kos nya. Ia melihat ke kanan dan ke kiri untuk mencari tahu siapa yang telah menaruh buket bunga tersebut.


"Dari siapa buket ini?" Ujar nya mengambil buket tersebut. Di buket itu terdapat secarik kertas yang bertulis kan.


"Kepada kekasih yang tercinta,

__ADS_1


Aku ingin memulai dengan kata-kata permintaan maaf yang tulus. Maafkanlah aku, karena telah membuatmu terluka dengan tindakan ku yang tidak pantas. Sungguh, aku sangat menyesal telah menyakiti hati yang begitu berharga bagiku.


Kau adalah cahaya dalam hidupku, kekasihku. Aku menyadari betapa berharganya dirimu bagiku. Kau memberiku cinta, dukungan, dan kebahagiaan yang tak ternilai. Dan sekarang, aku merasa terpukul karena menyadari bahwa kesalahanku telah membuatmu merasakan kepedihan.


Aku ingin kau tahu betapa besar kerinduanku padamu. Kehadiranmu selalu membuat hari-hariku menjadi indah, dan ketiadaanmu membuatku merasa hampa. Aku berjanji padamu, kekasihku, bahwa aku akan belajar dari kesalahan ini dan berusaha menjadi versi terbaik dari diriku untukmu.


Aku merindukan senyumanmu, tawa ceriamu, dan sentuhan lembutmu. Biarkan aku memperbaiki apa yang rusak dan membangun kembali kepercayaan yang mungkin aku rusakkan. Aku akan menggenggam tanganmu dan berjalan bersamamu melewati setiap rintangan yang mungkin terjadi di sepanjang jalan ini.


Maafkan aku, kekasih. Aku mengerti bahwa kata-kata tidak cukup untuk menyembuhkan luka yang telah aku sebabkan. Tetapi aku berharap bahwa dengan kata-kata ini, kau dapat merasakan ketulusan dan tekadku untuk memperbaiki segala sesuatu.


Aku mencintaimu lebih dari apapun di dunia ini, dan aku berharap kita bisa melanjutkan perjalanan ini bersama-sama. Dengan segala kerendahan hati, aku memohon maaf dan berharap kita dapat membangun kembali ikatan cinta kita yang indah.


Hanya denganmu, kekasihku, aku merasa lengkap. Bersamamu, aku menemukan kebahagiaan sejati. Maafkan aku, dan izinkan aku membuktikan betapa besar cintaku padamu.


Dengan penuh harap dan cinta,


Jaka"


Rumi tersenyum membaca isi surat itu. Tak terasa air mata nya kini mengalir di pipi. Ia tersentuh dengan rangkaian kata pujangga sang kekasih. Perlahan namun pasti ia mulai luluh dan mulai mempercayai laki-laki yang pernah membuat nya kecewa itu.


"Maaf kan aku kasih, Will you marry me?" Jaka tiba-tiba muncul dari arah belakang sambil berlutut. Di tangan nya terdapat sebuah kotak kecil berisi cincin emas dengan permata di tengah nya. Yah, Jaka melamar Rumi untuk menjadi istri nya.


Rumi kaget setengah mati melihat Jaka melakukan hal itu. Ia menutup mulut nya yang terbuka dengan kedua tangan nya. Sungguh ia terharu mendapatkan kejutan manis dari sang kekasih.


"Rumi, aku akan bertanggung jawab dengan apa yang terjadi kepada mu. Aku akan menikahi mu" Ujar Jaka lagi dengan tatapan penuh dengan keyakinan.


"Menikah lah dengan ku. Mari kita hadapi segalanya bersama-sama mengarungi bahtera rumah tangga yang akan kita bina bersama-sama dalam suka maupun duka. Aku sangat mencintai mu. Aku yakin bersama kita akan bahagia. Mau kah kamu menua bersama ku?" Tanya Jaka dengan perasaan cinta di hati nya.


Rumi tidak bisa berkata-kata. Mulut nya saat ini seakan-akan terkunci. Ia sangat tersentuh mendapat lamaran seperti ini dari Jaka. Laki-laki yang memang ia harapkan untuk bisa hidup bersama.


"Iya Jaka. Aku mau menjadi istri mu" Jawab Rumi tersenyum penuh haru. Jaka pun ikut tersenyum. Ia berdiri dan menyematkan cincin yang di bawa nya tadi ke jari manis kekasih nya itu. Mereka pun saling berpelukan penuh dengan rasa cinta di hati. Rasa benci yang tadi nya ada di hati Rumi kini mulai pudar. Terlebih ia memang ingin mencari laki-laki yang bisa menerimanya dalam keadaan seperti ini. Dan Jaka telah membuktikan kepadanya bahwa ia menerima Rumi apa adanya.


***


Marco berlari kecil masuk ke dalam rumahnya yang megah itu dan menaiki anak tangga untuk menuju ke kamar nya. Belum sempat ia menaiki anak tangga Ratna sudah memanggilnya membuat langkahnya terhenti.


"Marco, kamu mau kemana?" Tanya Ratna mendekati putra bungsu nya itu.


"Aku mau ke kamar ma, bersih-bersih sudah gerah banget ini"


"Gak, gak kamu jangan bersih-bersih dulu. Sekarang tolong bantuin Alicia. Mobil nya mogok di jalan"


"Aduh ma kenapa harus aku sih ma? Masih banyak orang kenalan dia untuk membantu nya"


"Aduh Marco, dia tidak mempunyai siapa-siapa di sini. Ia sama mama nya baru pindah di sini lo. Yang dia kenal hanya kita. Wajar dong jika dia meminta pertolongan sama kita" Jelas Ratna merayu putra nya itu.


"Tapi ma..."


"Marco apa kamu gak kasihan apa sama dia" Potong Ratna tampa memberi kesempatan untuk Marco berbicara.


"Dia itu seorang gadis lo Marco, hari sudah larut juga seperti ini. Apa kamu gak kasihan nanti kalau terjadi apa-apa sama dia nanti di jalan" Ujar Ratna lagi mencoba merayu.


"Nanti kalau terjadi apa-apa sama dia kamu ya yang bertanggung jawab ya" Tambah wanita paruh baya itu lagi.


Marco menghela napas berat nya. Sejujur nya ia sama sekali tidak mau menjenput gadis itu. Tapi karena Ratna terus saja memaksa dengar terpaksa ia menuruti kemauan wanita paruh baya itu.


"Ya sudah ma, aku akan pergi menjemput nya" Ujar Marco. Laki-laki itu kembali menuju mobil nya untuk melakukan apa yang mama nya minta.


"Bagus, gitu dong Marco. Harus nurut apa kata mama nya" Ujar Ratna tersenyum puas melihat Marco pergi menjemput Alicia.


Wanita paruh baya itu mengambil ponselnya dan menekan nomor seseorang di ponsel nya.


"Hallo, Alicia sekarang Marco sedang menuju ke tempat mu. Kamu siap-siap ya" Ujar Ratna langsung menutup ponsel nya.


***

__ADS_1


"Mama apa-apaan sih kenapa juga harus aku yang menjemput gadis itu. Emang gak ada lagi apa orang di dunia ini. Dia kan bisa menghubungi taksi online untuk menjemput nya gak harus aku juga kan" Ujar Marco saat mengendarai mobil nya.


"Jika aku tidak memikirkan mama, aku gak sudi sama untuk menjemput gadis itu. Nyusahin aja jadj orang. Buat kesal aja deh" Ujar Marco lagi kesal kepada mama nya yang memaksa nya untik menjemput Alicia.


__ADS_2