Gadis Ku

Gadis Ku
Ekstra part 52


__ADS_3

Stefany tiba di depan pintu ruangan Presdir dan langsung di sambut oleh sang sekretaris Presdir dan mempersilahkan masuk karena syifa memang sudah berpesan agar memberi izin masuk wanita yang akan datang bersama Dimas, sedangkan Dimas setelah mengantar Stefany ia langsung kembali ke acara jamuan di ruang meeting lantai dasar


Stefany melangkah masuk mengikuti sang sekretaris Presdir,ia dapat melihat dengan jelas syifa berdiri didepan jendela kaca besar tepat di dekat meja kerja sang Presdir, Stefany terus memandangi kemewahan ruangan tersebut dan ia sangat merasa iri kepada syifa yang bisa bebas menguasai ruangan tersebut, Stefany juga mencari sang pemilik ruangan tapi tidak terlihat oleh nya


" Maaf nona.... orang yang anda tunggu sudah datang..." ucap sang sekretaris, membuat syifa Langsung membalikkan badannya menghadap ke arah suara dan sedikit menyunggingkan senyumnya


" Ah ia mbak Tia terimakasih dan maaf bisa tinggalkan kami berdua saja di sini?" ucap syifa sopan dan langsung di angguki oleh sang sekretaris


Setelah kepergian sang sekretaris syifa langsung mempersilahkan Stefany untuk duduk


" Silahkan duduk nona Stefany dan maaf hanya air mineral yang saya sajikan, ucap syifa lembut sambil tersenyum dan meletakkan satu botol air mineral di atas meja tepat di hadapan Stefany dan Stefany hanya mengangguk


" Nona Stefany putri Johnson...benar itu nama panjang anda...? " tanya syifa dan di jawab anggukan oleh Stefany


" Maaf ada kepentingan apa nona muda Azhar memanggil saya ke ruangan ini? tanya Stefany dengan nada sombong nya, Syifa tersenyum


Syifa kembali melangkah ke arah jendela kaca besar yang menghadap ke sebuah jalan yang menunjukkan keramaian " Anda belum tau atau pura pura tidak tau ada urusan apa antara kita...nona Stefany..?"tanya syifa lembut


" Saya beri waktu selama 5 Menit untuk anda mengingat kejadian 5 hari yang lalu, apakah itu cukup...?" tanya Nasyifa lagi


" Gue gak ngerti maksud Lo" jawab Stefany berang


" ini kantor nona... tidak bisakah anda berbicara lebih sopan..? baiklah akan saya ingatkan...lima hari yang lalu anda mengirimkan foto foto suami saya ke handphone saya saat ia sedang berada di sebuah club di Bali bersama para wanita kepanasan dan kalian para model brand AZ grup serta beberapa orang rekan bisnis nya, yang ingin saya tanyakan apa tujuan anda?" tanya syifa tanpa melihat wajah lawan bicaranya


" Kalau boleh tau apakah tugas anda selain sebagai brand AZ grup anda juga bertugas untuk mengikuti semua kegiatan suami saya dan mengirimkan nya kepada saya...? maaf nona Stefany yang terhormat,saya belum membutuhkan detektif untuk mematai suami saya,saya rasa anda tau betul bagaimana sikap suami saya...bukan kah anda termasuk salah satu dari mantan kekasih nya..? atau mungkin anda masih berniat untuk bersamanya lagi...? bersama pria yang sudah beristri" tanya syifa lembut, Stefany terus memandangi syifa dengan tatapan mata yang menunjukkan emosi


" Saya hanya ingin memberitahukan kepada anda siapa suami anda, itulah kehidupan dia saat kami sama sama di New York" jawab Stefany bangga


" I no...saya tau itu...tapi dia tidak pernah menyentuh Alkohol dan wanita bukan... termasuk anda dan mantan mantan nya juga tidak pernah ia sentuh..?" jawab syifa


" itu karena mamanya melarang nya" jawab Stefany


" Seandainya dia ingin menyentuh wanita manapun... apakah mama akan tau..? apakah setiap kalian jalan mama selalu ada bersama kalian...? tidak kan" jawab syifa membuat Stefany diam.


" Hari ini saya beri dua penawaran pada anda nona Stefany...Anda berhenti mencampuri rumah tangga saya....atau anda siap saya black list nama anda di dunia fashion,di Bali kemaren baru karir pertama anda makanya saya tidak mengizinkan suami saya menghentikan penampilan anda..saya rasa anda cukup paham seberapa penting karir anda bukan..?" tanya syifa to the poin.


" Kalau saya menginginkan suami anda...? " tantang Stefany


" Jika anda bisa....dan siap untuk kehilangan segalanya... jadi sebelum anda keluar dari ruangan ini... pastikan pikirkan baik-baik apa keputusan anda... waktu anda 10 menit dari sekarang" ucap syifa dan melangkah duduk di sofa sambil meraih handphone nya dan menghubungi Dimas


📱 syifa_ Assalamualaikum kak.... udah di siapkan semua berkas kontrak atas nama nona Stefany dan juga cek nya dan sekalian tolong bilangin ke kak Kenzo untuk ke ruangan papa sekarang

__ADS_1


"📱 Dimas_ Oh ok.udah siap semua dan udah di tandatangani oleh CEO muda Az grup" jawab Dimas menggoda Syifa membuat syifa tersenyum


📱 syifa_ Ok kak terimakasih kak, tolong antar kesini segera ya, sekalian sama CEO muda nya.


📱Dimas_ Ok buk bos..." jawab Dimas


Dimas langsung melihat ke arah Ken" Bos di suruh BINI tu ke ruangan Big Bos, katanya reuni mantan" ucap Dimas sambil mengedipkan matanya pada Ken


"Udah selesai debatnya...?" tanya Ken


" Lo liat lah di CCTV.." jawab ketiga Sahabat nya membuat Ken langsung bangun dan berjalan menuju pintu keluar, membuat ketiga sahabat nya tertawa ngakak


setelah kepergian Ken dan Dimas, karena penasaran Nathan langsung bertanya kepada Ray dan stiff


" Maaf kalau boleh tau sebenarnya ada hubungan apa ya antara model tadi dengan tuan muda Kenzo" tanya Nathan sopan


" Antara mereka hanya mantan... kami dulu satu sekolah dan kampus saat di New York dan disini juga masih satu kampus,tapi sekarang masalah model itu bukan dengan Ken, tapi dengan syifa"jawab stiff dan di angguki oleh Ray


" kok bisa....? maaf bukan mau ikut campur" ucap Nathan lagi


" Stefany mengambil foto Ken saat kita ke bar malam di Bali, dan mengirimkan nya ke syifa" jawab stiff lagi


" lalu apa hubungannya dengan Tuan muda Kenzo?"tanya Nathan


" Lo ga tau brother kalau syifa itu istri Kenzo...?"


" Karena syifa itu istri nya Ken"


jawab Ray dan stiff barengan membuat Nathan diam membisu, hatinya terasa bak di samber petir di siang bolong, harapan nya mendekati syifa secara perlahan hancur tak bersisa, cinta pada pandangan pertama nya harus ia hapus sebelum sempat ia mengungkapkan nya, wanita yang berhasil menjungkirbalikkan hati dan pikiran nya selama beberapa bulan ini ternyata mutlak milik orang lain dan bahkan baru saja mengalami keguguran calon buah cinta nya dengan suaminya.


Nathan merasa bagaikan tubuh tak bernyawa,raganya masih utuh bersama dengan Ray dan stiff,tapi hatinya....hancur berkeping keping,ia sakit,kecewa,sedih,tapi ia tidak bisa menyalahkan siapapun atas semua yang ia rasakan,hatinya bak butiran debu serasa melayang meninggalkan jasadnya,ia ingin pergi jauh dari mereka,ia ingin merenungi nasib cintanya yang belum sempat ia semai di hati wanita pujaannya.


" maaf saya harus permisi sekarang,ada pertemuan dengan klien sebentar lagi" ucap Nathan langsung berdiri dan di angguki oleh ray,stiff yang melihat wajah sepupunya ia tau ada sesuatu dengan nya,stiff langsung mengikuti Nathan dari belakang


" bro bentar ya gue mau bicara masalah keluarga dengan Kak Nathan" ucap stiff pada ray dan di angguki oleh Ray


Sedangkan di ruangan sang Presdir kini sudah duduk Dimas,Ken, syifa dan Stefany. Dimas langsung menyerahkan berkas kontrak kerja sama Stefany dengan AZ grup pada syifa, sekilas syifa membaca dan menyerahkan pada Stefany... beserta dengan cek sesuai dengan yang tertera dalam kontrak


" Bagaimana nona Stefany apa keputusan anda..? tetap ingin mendekati suami saya atau selamatkan karir anda jika memang anda beruntung?" tanya syifa di depan Ken dan Dimas membuat wajah Stefany merah menahan malu


" Sayang.....kamu apaan sih....? aku ga ada rasa apapun sama dia atau pun wanita lainya,aku cuma mau kamu,kamu dan kamu, dari kita kecil, sekarang dan selamanya... please jangan ngambek lagi ya...Cup.." ucap Ken yang langsung menarik pinggang Syifa membuat tubuh mereka tanpa jarak dan mengecup singkat bibir syifa,membuat Stefany melongo dan Dimas menggeleng

__ADS_1


" Bro Lo itu kalau mau mesra itu tunggu gak ada orang lain kek,panas badan gue liat nya,mana bini Lo makin hari makin seksi lagi" protes Dimas spontan membuat Ken langsung melotot sempurna ke arah Dimas


" Lo merhatiin tubuh bini gue..? awas Lo lagi gue kirim Lo ke perusahaan papa yang di Papua biar tau rasa Lo" ucap Ken yang di balas cengiran oleh Dimas.


" Ini nona Stefany tolong di tanda tangani surat berakhirnya kontrak kerja sama anda dengan AZ grup,..selamat ini kontrak anda yang pertama dan terakhir dengan AZ grup, dan ini honor anda sesuai kontrak, setelah selesai anda tandatangani semua ini saya minta silahkan anda keluar dari ruangan ini dan tinggalkan kantor ini,saya peringatkan ini yang terakhir anda menginjak kaki di kantor ini,karena saya tidak suka melihat pelakor berkeliaran di kantor papa saya,jika mungkin anda ingin menjumpai suami saya maka jangan di kantor ini,dan jika anda sudah berubah pikiran maka temui saya di rumah pribadi saya dan suami saya" ucap syifa tegas membuat Stefany tak bisa berkata apapun


Setelah menandatangani semua berkas yang Syifa berikan dan menyimpan cek nya ke dalam tasnya ia langsung berdiri dan meninggalkan ruangan tersebut tanpa berkata apapun.ken tersenyum melihat kepergian Stefany,tapi ia terkejut saat syifa langsung memeluk erat tubuh nya dan membenamkan wajahnya di dada bidang Ken sambil menangis sesenggukan.


Dimas yang melihat itu memutuskan untuk langsung keluar dari ruangan tersebut dan meninggalkan kedua orang tersebut


" Sayang..... kenapa kok nangis Hem...? tanya Ken seraya mengusap lembut kepala syifa dan menciumi nya


" Hub- by.....baby kita....fa Kangen By....fa udah bisa merasakan adanya dia di tubuh fa....fa benci sama diri fa.. kenapa fa selemah itu dan kalah dengan Stefany.... jawab By....." ucap syifa sambil menatap wajah Ken


" Sayang kamu tidak kalah dengan nya,kamu ga lemah sayang....tapi memang dokter sudah mengatakan bahwa janin itu sangat lemah sayang... udah jangan nangis lagi Donk sayang.." bujuk Ken lembut sambil menciumi seluruh wajah syifa


" Tapi fa pengen banget bisa jaga kehamilan seperti orang lain by..." jawab syifa sendu dan kembali memeluk erat tubuh Ken membuat Ken tersenyum melihat tingkah manja Istri cantik nya


" sayang....sabar ya...kan kita masih bisa coba lagi dan lagi... atau mau coba sekarang...?" goda Ken membuat syifa Langsung melepas pelukan nya dan menatap wajah Ken


" Mesum" ucap syifa sambil mencubit perut sixpack Ken.


" Kangen banget tau.... ucap Ken langsung ******* bibir ranum syifa dan mengangkat nya ke atas pangkuan Ken, lama Ken ******* bibir syifa dan turun ke leher jenjang syifa dibalik hijab nya, membuat tanda kepemilikan nya sampai ke dada syifa, membuat syifa meremas kuat rambut Ken


" Hub-by udah....ini ruangan papa" ucap syifa lirih membuat Ken langsung mengangkat kepalanya menatap wajah merah syifa


" kita ke ruangan aku yok..." ajak Ken langsung


" Tapi fa masih dalam tahap penyembuhan rahim setelah mengkonsumsi obat pembersih rahim pasca keguguran,agar rahim nya bisa bersih dan akan cepat hamil lagi.


" Berapa hari.....? tanya Ken to the poin


" Sampai selesai pemulihan nya, mungkin sekitar satu setengah bulan" jawab syifa apa adanya membuat Ken langsung melotot


" Sayang.... masak ia sih selama itu? tanya Ken


" Hem" jawab syifa singkat,Ken kembali memeluk erat tubuh syifa


Setelah selesai dengan sesi pelukan nya mereka langsung keluar dari ruangan Presdir dan menuju ruangan Ken, mereka makan siang karena Ken sudah memerintahkan sekretaris barunya untuk membelikan dua porsi makan siang,sang sekretaris sangat penasaran saat melihat Ken masuk ke ruangan nya dengan menggandeng mesra pinggang Syifa, membuat ia bertanya dalam hati, siapa wanita cantik yang bernama Bos nya tersebut


Wanita muda itu baru 4 hari menjadi sekretaris Ken, dia wanita yang pintar dan lulusan salah satu universitas terbaik di Jakarta,dia sangat mengagumi Ken, sejak hari pertama ia masuk ia langsung terpana melihat ketampanan bos muda nya tersebut, tanpa ia tau bahwa sang bos sudah menikah dengan seorang wanita yang sangat cantik dan cerdas

__ADS_1


__ADS_2