Gadis Ku

Gadis Ku
Bab 34


__ADS_3

Rini sangat kesal karena orang bayaran nya telah gagal melakukan tugas nya dengan baik. Padahal gadis majalah itu sudah berharap bahwa hari ini Dea gadis kampung yang kini telah menjadi kekasih Marco seorang CEO perusahaan yang cukup terkenal di ibu kota itu juga merupakan pemilik beberapa cafe yang cukup terkenal di kota itu pun.


"Aku tidak akan membiarkan kamu bahagia di atas penderitaan ku Dea. Aku akan membuat kamu menyesal karena telah bermain api dengan ku. Jika aku yang terbakar, maka kamu juga harus ikut terbakar" Batin Rini menggenggam tangan nya erat-erat sebagai rasa kekesalannya terhadap Dea yang merupakan saingannya untuk mendapatkan Marco.


Sedang kan Dea yang sudah mendapatkan peringatan dari Rini pun memutuskan untuk menghindari dari Marco agar adik dan ibu nya di kampung selamat dan tidak di sakiti oleh orang yang meneror nya.


***


"Ya Allah, kemana harus aku pergi membawa diri agar menjauh dari mas Marco. Aku tidak mungkin berhenti dari pekerjaan ini karena aku membutuhkan pekerjaan ini untuk membiayai kehidupanku di sini dan juga untuk keluargaku di kampung" Batin Dea merasa cemas.


Gadis itu ingin mencari pekerjaan baru dan juga rumah kontrakan baru saat ia telah mendapatkan pekerjaan tersebut. Ia tidak mau berhubungan lagi dengan Marco. Ia sudah membulatkan tekat nya bahwa hubungan nya dan Marco berakhir cukup sampai di sini saja.


"Dea, kamu ini kenapa sih? Akhir-akhir ini aku selalu memperhatikan kamu. Kamu banyak melamun. Apa yang kamu pikirkan. Apa kamu masih di teror lagi?" Tanya Ros datang menghampiri Dea yang sedang duduk melamun saat istirahat siang.


"Iya Ros aku masih di teror sama orang itu. Bahkan kini ancamannya itu tidak main-main. Ia telah tega memberikan Amplop yang berisikan barang terlarang kepada Ibuku dan membuat laporan ke kantor polisi bawa ibuku adalah seorang pemakai barang tersebut. Untung saja barang itu sudah di bakar sama ibu" Jelas Dea.


"Jadi nya polisi itu tidak berhasil menemukan barang bukti untuk membawa Ibu ke kantor polisi" Tambah nya lagi.


"Ya ampun Dey, kok bisa ya dia begitu kejam kepada kalian? Siapa sih yang menjadi dalang di balik semua ini sebenarnya?" Ujar Ros.


"Aku juga tidak tahu Ros. Aku tidak mau mengorbankan keluarga ku karena keegoisan ku. Biarlah aku yang mengalah dengan cara menghindar dari mas Marco" Ujar Dea.


"Ros, apa kamu tahu tempat lowongan kerja. Aku mau berhenti dari tempat ini" Ujar Dea lagi.


"Untuk saat ini sih aku belum ada mendengar informasi tentang lowongan kerja baru Dey, nanti jika aku sudah mendapatkan info, akan ku kabari kamu ya" Ujar Ros.


"Terima kasih ya Ros" Ucap Dea tersenyum yang memang tampa di paksa.


***


Tok... Tok... Tok...


Terdengar suara pintu ruangan Marco di ketuk dari luar.


"Ya masuk" Perintah Marco.


Ros masuk dengan membawa segelas minuman yang di pinta oleh Marco tadi.


"Lo Ros, kok kamu sih yang mengantarkan minuman ini? Bukan kah aku meminta Dea yang mengantarkan nya?" Tanya Marco heran.


"Iya pak, hanya saja Dea sedang sibuk tadi. Jadi dia meminta ku untuk mengantarkan minuman ini untuk bapak" Jelas Marco lagi.


Marco menghela napas berat nya. Sungguh ia berusaha untuk mendekati gadis itu tapi Dea selalu menghindar dari nya bahkan membalas pesan nya saja Dea tidak pernah.


"Apa sebegitu marah nya Dea kepada ku karena perkataan ku tempo hari? Tapi bukan kah aku sudah meminta maaf kepada nya? Terus kenapa Dea masih bersikap seperti ini?" Batin Marco bertanya-tanya.


"Apa yang harus aku lakukan lagi agar Dea kembali seperti dulu kepada ku"


Ros menaruh minuman yang di bawa nya tadi di atas meja kerja Marco.


"Ros, ada yang mau aku tanyakan sama kamu. Sini kamu duduk dulu" Pinta Marco kepada karyawan nya itu.

__ADS_1


Ros pun langsung duduk di kursi yang berhadapan dengan Marco itu di meja kerja nya.


"Ada apa pak?"


"Bagaimana cara nya untuk membuat seorang gadis tidak marah lagi kepada pacar nya. Kamu kan wanita ni ya, pasti tahu dong gimana cara nya"


"Maksud bapak, bapak mau membujuk Dea?"


"Ya begitu lah. Tampak nya dia begitu marah pada ku hingga menghindar dari ku seperti ini. Bahkan telepon ku tidak pernah di jawab dan pesan ku tidak pernah di balas. Aku sudah melakukan berbagai cara untuk membuat nya untuk memaafkan ku. Tapi tetap saja dia menghindar seperti ini. Sejujurnya aku sudah frustasi berhadapan dengan gadis itu" Jelas Marco memijit kepalanya yang terasa pusing karena tidak berhasil membuat Dea kembali dekat kepada nya.


Ros tampak salah tingkah mendengar apa yang di katakan bos nya itu. Ia bingung harus bagaimana saat ini. Apakah ia harus menceritakan semua yang terjadi dengan Dea kepada Marco?


"Hmm... Aduh, gimana ya pak. Saya juga kurang ngerti jika masalah itu. Karena setiap orang beda-beda pak. Jika saya sih di kasih coklat dan bunga saja sudah meleleh hati nya" Ujar Ros tersipu malu.


"Sudah Ros itu sudah aku lakukan. Tapi tetap saja Dea tidak luluh hati nya"


"Lebih baik aku menceritakan semua nya kepada pak Marco. Yah dari pada pak Marco jadi bingung begini. Kasihan juga sih pak Marco" Batin Ros.


"Pak, ada yang mau saya katakan kepada bapak. Ini semua tentang masalah Dea dan kenapa dia bisa menghindar dari bapak selama ini" Ujar Ros memulai ceritanya.


"Emang nya ada apa Ros? Apa yang terjadi kepada Dea?" Tanya Marco dengan antusias nya.


"Begini pak, sebenar nya Dea melakukan semua ini karena dia sudah diteror oleh seseorang untuk menjauhi bapak. Jika Dea tidak melakukannya maka orang tersebut akan mencelakai ibu dan juga adik Dea di kampung"


"Apa? Yang benar kamu Ros?"


"Iya pak, saya tidak bohong. Dea sendiri yang menceritakan semua itu kepada saya kemarin. Dan bahkan dia juga menunjukkan bukti chat dan juga surat yang dikirimkan oleh si peneror itu kepada Dea"


"Iya pak, Saya juga tidak tahu kenapa Dea tidak menceritakan semua itu kepada bapak. Yang jelas kemarin ada seorang gadis yang telah datang ke rumah Dea di kampung dan hadis itu memberikan sebuah amplop yang tidak tahu isinya apa kepada ibunya Dea. Terus tiba-tiba ada polisi yang datang ke rumah Dea dengan menuduh ibunya Dea telah memakai dan mengedarkan barang terlarang berupa narkoba"


"Terus bagaimana keadaan ibu nya Dea? Apa dia sekarang di kantor polisi?" Tanya Marco dengan cermat kepada calon mertuanya itu.


"Tidak kok pak. Orang yang meneror Dea itu mengirimkan sebuah foto kepada dia dan mengatakan bahwa akan ada berita besar yang akan terjadi kepada keluarga Dea. Dan ibunya Dea juga menghubungi Dea untuk menceritakan bahwa ada seorang gadis yang memberikan nya sebuah amplop. Jadi Dea meminta ibunya untuk membakar amplop tersebut karena takut amplop itu berisi hal yang bukan-bukan. Dan ternyata bener apa yang dipikirkan oleh Dea. Amplop itu berisi barang terlarang" Jelas Ros lagi.


Marco yang mendengarkan cerita dari gadis yang ada di hadapannya itu hanya bisa bengong memikirkan siapa yang tega melakukan hal ini kepada keluarga gadis nya itu.


"Aku tidak bisa diam saja Ros. Aku tidak mau gadis ku di teror seperti ini. Aku akan mencari tahu siapa yang berani-berani nya mengancam Dea. Dan akan ku pastikan dia menyesal karena telah bermain dengan ku" Ujar Marco mengigit geraham nya karena merasa kesal kepada orang yang telah mengancam gadis nya.


"Karena itu lah pak Dea berusaha menghindar dari bapak. Dea tidak mau adik dan ibunya di kampung akan celaka. Bahkan tadi Dea menanyakan tentang lowongan pekerjaan baru karena dia mau berhenti dari tempat ini agar bisa menghindar dari bapak dan membuat keluarganya aman di kampung"


"Apa? Yang benar kamu Ros?" Marco kaget mendengar Dea akan berhenti bekerja di tempatnya. Itu artinya ia aku semakin sulit untuk bertemu dengan gadis itu.


"Iya pak. Saya gak bohong"


"Gak, ini gak bisa di biarkan. Dea gak boleh berhenti dari pekerjaan ini dan pergi menjauh dariku. Aku harus bertemu dengannya dan berbicara empat mata kepadanya" Ujar Marco langsung bergegas keluar dari ruangannya itu untuk bertemu Dea.


"Ya ampun pak Marco, baru kali ini aku melihat pak Marco sebucin ini. Biasa nya sih para gadis yang mengejar diri nya. Tapi kini, malah dia yang mengejar Dea. Dea, Dea, kamu memang gadis beruntung yang telah berhasil mencuri hati pak Marco. Aku juga ingin seperti kamu" Batin Ros tersipu malu membayangkan jika ia berada di posisi Dea saat itu.


***


Dea tampak sibuk di dapur menyajikan beberapa makanan yang dipesan oleh pelanggan dan membawanya ke meja pelanggan.

__ADS_1


"Dey, kita perlu bicara" Ujar Marco saat tiba di hadapan gadis itu.


"Aku lagi sibuk mas. Nanti saja bicara nya" Ujar Dea masih sibuk melanjutkan pekerjaannya itu dengan menata makanan yang telah dipesan dimelanjutkan pekerjaannya itu dengan menata makanan yang telah dipesan oleh pelanggan tadi.


"Aku mau kita bicara sekarang Dey, banyak yang mau ku tanya kan kepada mu" Ujar Marco lagi.


"Nanti saja mas. Para pelanggan sudah menunggu makanan yang mereka pesan di mejanya" Jelas Dea lagi.


Melihat Dea yang masih tidak menanggapi nya dan sibuk melanjutkan pekerjaan nya, Marco pun menarik tangan gadis itu agar menghentikan kegiatannya dan menatap bola matanya.


"Dengarkan aku Dey, aku bicara sama kamu. Dan masalah pelanggan, masih banyak karyawan lain bisa melayani mereka di sana. Ikut aku" Ujar Marco menarik tangan Dea untuk keluar cafe agar bisa mereka berbicara dengan leluasa dan tidak didengar oleh karyawan cafe lainnya.


"Ada apa sih mas?" Tanya Dea melepaskan tangan nya dari genggaman Marco.


"Harus nya aku yang bertanya sama kamu ada apa sih sehingga kamu menghindar dariku seperti ini? Dan kenapa kamu tidak menceritakan kepadaku bahwa kamu di teror selama ini agar kamu menjauh dariku?"


Deg....


Dea membulatkan bola matanya mendengar apa yang dikatakan oleh Marco. Gadis itu merasa kaget dari mana Marco tahu tentang teror yang ia alami saat ini.


"Dari mana kamu tahu?"


"Tidak perlu kamu tahu dari mana aku tahu tentang semua ini. Yang jelas, kenapa kamu tidak menceritakan semua ini kepadaku dari awal. Jika aku mengetahui hal ini dengan cepat aku pasti akan membantu kamu untuk mencari tahu siapa yang berani meneror mu dengan mengancam akan mencelakai keluargamu di kampung" Ujar Marco dengan tatapan kecewa nya.


Dea menunduk merasa bersalah karena merahasiakan semua ini kepada pacar nya itu.


"Kenapa Dea. Apa kamu tidak menganggap ku selama ini sehingga kamu merahasiakan hal yang sepenting ini dariku?"


"Bukan mas, bukan begitu maksud ku. Aku hanya takut nanti nya orang yang meneror ku itu semakin nekat ketika aku menceritakan semuanya kepada kamu" Jelas Dea terus menundukkan kepala nya karena merasa bersalah pada laki-laki itu.


Marco menghela nafas beratnya.


"Dea, aku ini pacarmu. Apapun masalahmu, Jelas akan menjadi masalahku juga. Aku akan membantu mu sebisa ku. Aku tidak mau kamu menghadapi masalah ini sendirian. Apa guna nya aku jika tidak bisa membantu gadis yang aku cintai ini" Ujar Marco mengangkat wajah gadis itu agar menatap bola matanya agar yakin bahwa cinta Marco kepadanya itu tulus.


"Maafkan aku ya mas, Aku hanya ingin melindung keluargaku mas" Ucap Dea lirih beberapa air bening kini mengalir di pipi gadis itu.


Melihat gadis yang menangis, Marco langsung menghapus air mata yang membasahi pipi gadis itu. dan membenamkan kepala gadis itu di dada bidangnya.


"Jangan menangis Dea. Aku akan berusaha mencari tahu siapa yang telah membuat kamu seperti ini. Aku tidak akan membiarkan siapapun menyakiti kamu dan juga keluargamu" Ujar Marco meyakinkan gadis itu.


"Yakin lah Dey, secepatnya aku akan menemukan siapa pelaku Di balik semua ini" Janji Marco kepada Dea.


"Kamu harus percaya kepada ku Dey"


"Iya mas, aku percaya sama kamu kok mas. Dan terima kasih karena telah mau membantu ku" Ujar Dea memeluk laki-laki yang bertubuh sixpack itu dengan erat.


"Tapi kamu harus janji Dey, kamu harus tetap bekerja di sini dan tetap bersamaku. Aku tidak mau jauh-jauh dari kamu apalagi sampai kehilangan kamu" Ucap Marco menatap bola mata gadis yang memiliki lesung pipi itu dan mempunyai rambut sepanjang bahu itu dengan penuh rasa cinta di hatinya.


"Iya mas, aku akan selalu bersama kamu"


Setelah cukup lama mereka berpelukan dan merasakan ketenangan di hati mereka masing-masing, Mereka pun melepaskan pelukan mereka itu.

__ADS_1


Marco pun meminta bukti-bukti teror yang dihadapi dia saat ini untuk mencari tahu siapa dalang dari semua ini.


__ADS_2