
Sudah 5 hari Syifa di rumah sakit dan dia sudah diperbolehkannya pulang karena sebenarnya syifa hanya perlu dirawat dua hari saja,tapi karena kedua pria posesif yang beda generasi itu tidak mengizinkan syifa untuk pulang sebelum benar-benar sehat dan tidak pucat lagi
Tepat pukul sepuluh pagi syifa sudah siap untuk pulang dan Ken sudah meminta pada supir pribadi syifa dan bik ijah untuk ke rumah sakit mengambil barang-barang syifa yang berada di rumah sakit,sang Mama memang sudah membereskan barang-barang pribadi syifa dan mama pulang lebih dulu karena harus mendampingi sang papa ke beberapa acara pemerintahan karena perusahaan keluarga Azhar menjadi Sponsor terbesar di acara tersebut.
Setelah bik Ijah datang dan mengambil semua barang syifa, barulah Ken dan syifa keluar dari rumah sakit dan sepanjang koridor mereka berdua menjadi pusat perhatian orang orang yang ada di tempat tersebut,Ken yang berpakaian lengkap karena akan menghadiri meeting bersama seluruh peserta fashion show di Bali dan acara berhasil sukses seperti apa yang Ken dan Ray target kan.
Sedangkan syifa dengan penampilan super cantik nya,Ken belum mengizinkan nya untuk memakai sepatu atau sandal berhak tinggi,ia akan ke kantor sang papa dan akan menjumpai Stefany secara resmi di ruangan pribadinya papa Araaf sang Big Bos AZ grup, penerus usaha penerbangan, fashion, perhotelan, yayasan pendidikan dan pemilik beberapa Rumah sakit mewah di beberapa negara.
Sesampainya di kantor sang supir pribadi Ken langsung menghentikan mobil di lobby dan keluar untuk membukakan pintu mobil untuk sang majikan, setelah Ken keluar baru di susul syifa yang juga keluar dari pintu yang sama, dengan sangat lembut Ken meraih tangan syifa dan menggenggam nya erat seraya merangkul mesra pinggang Syifa, semua itu menjadi pusat perhatian orang orang yang berada di kantor tersebut,juga para model, desainer dan para rekan kerja sama mereka dalam mensukseskan fashion show di Bali, termasuk Nathan juga ada di tempat tersebut
Ken sama sekali tidak perduli dengan tatapan yang penuh tanda tanya dari orang orang yang melihat nya berjalan dengan syifa,Ken dan syifa Langsung memasuki lift khusus menuju lantai paling atas,ia mengantarkan syifa ke ruangan sang papa yaitu ruang Presdir AZ grup. sekretaris sang papa langsung memberi tanda hormat saat melihat syifa dan Ken datang
" Pagi menjelang siang Tuan muda dan nona cantik..." sapa sang sekretaris ramah membuat syifa tersenyum, sedang Ken hanya mengangguk
" Tuan besar sedang tidak ada di kantor Tuan.." ucap nya lagi karena melihat Ken akan menuju ke pintu ruangan sang papa
" Ia Mbak Tia saya hanya ingin mengantarkan syifa ke ruangan papa dan tolong mbak temani ya,satu lagi jangan izinkan siapapun masuk ke ruangan ini selama istri saya masih di dalam kecuali keluarga Azhar" pesan Ken pada sang sekretaris papanya dan langsung di angguki oleh sekretaris tersebut
" Baik Tuan muda, apakah boleh saya temani nona muda di dalam saja?" tanya sopan sang sekretaris
" itu lebih baik dan tolong minta pada OB untuk mengantarkan minuman dan Snack.." ucap Ken lagi
" Sayang.... ingat jangan ke mana mana sampai selesai meeting dan Dimas bawa Stefany kemari,minumnya jus ya tapi jangan pakai es dan jangan minta Snack yang terlalu lemak dan berminyak.." pesan Ken pada syifa dan di angguki oleh Syifa
" Ia Hubby.......tenang aja Ok...udah langsung meeting sana, pasti udah di tungguin tuh sama yang lain, masak iya CEO muda udah telat aja, meeting nya di lantai berapa..?" ledek syifa sambil bertanya dan meraih tangan Ken mencium punggung tangan nya
__ADS_1
" Di lantai Dasar sayang..di ruangan khusus meeting dengan karyawan dan meeting dengan tiap Devisi atau meeting besar seperti hari ini...aku turun ya, kalau ada apa telfon aku atau Dimas kalau aku ga angkat karena Handphone aku aku silent..Cup" ucap Ken sambil mencium singkat bibir syifa, membuat syifa malu pada sang sekretaris papa nya, sedangkan sang sekretaris langsung memalingkan wajahnya agar tidak melihat lebih lagi
Setelah mengusap lembut kepala syifa Ken langsung melangkah meninggalkan syifa dan masuk ke dalam lift menuju lantai dasar, sesampainya di ruangan meeting yang super besar tersebut Ken langsung masuk setelah sang security membukakan pintu ruangan tersebut, kedatangan Ken sungguh bagaikan hipnotis bagi semua yang ada di ruangan tersebut, ruangan yang awalnya sedikit riuh dengan obrolan mereka kini langsung senyap.
Ken memberikan instruksi pada Dimas untuk membuka meeting mereka akan menjelaskan beberapa hasil dari fashion show yang baru tadi malam mereka akhiri, stiff juga memiliki tugas yang sama menjelaskan tentang permintaan konsumen tentang brand yang mereka pamerkan dan Ray juga menambahkan yang menurutnya penting.dan tibalah giliran Ken yang berbicara
" Selamat pagi menjelang siang.... sebelum nya saya sebagai ketua tim di fashion show kita mengucapkan ribuan terimakasih atas semua partisipasi kalian yang sangat maksimal sehingga membuat acara kita sukses seperti yang sudah kita perkirakan,malah lebih dari itu,saya akan memberikan bonus di luar kontrak kerja sama kita" ucapan Ken sontak membuat para peserta sangat bahagia
" Tapi disini saya juga ingin meminta maaf yang sebesar besarnya atas ketidak ikut sertanya saya sampai acara selesai, karena ada satu hal yang membuat saya harus meninggal acara dan semua rekan rekan setim di Bali,tapi saya memang harus menemani istri saya yang tiba-tiba pingsan di kampus dan harus di larikan ke RS dan kami harus ikhlas kehilangan calon buah hati kami" ucapan Ken kembali membuat semua yang ada di situ terdiam,antara percaya dan tidak kalau pria tampan yang masih sangat muda di depan mereka sudah menikah
" karena kedua orang tuanya berada di luar Jakarta dan kebetulan sekali kedua orang tua saya juga sedang berada di luar Jakarta, sehingga sangat tidak memungkinkan bagi saya jika tidak mendampingi istri saya yang sedang sangat terpukul dengan hilangnya calon buah hati kami, sekali lagi saya ucapkan ribuan terimakasih dan maaf tidak bisa ikut serta dalam kegiatan tersebut" ucap Ken panjang lebar dan membuat orang menjadi semakin penasaran tentang pengakuan Ken yang sudah menikah, mereka kembali teringat tentang wanita yang sangat cantik yang tadi sempat mereka lihat saat Ken merangkul mesra pinggang Syifa di lobby kantor
Mereka semua mengatakan bahwa bagi mereka itu tidak masalah karena Ken memiliki Asisten dan rekan kerja yang juga profesional sehingga tidak membuat mereka merasa kesulitan, mereka sangat bahagia saat mendengar Ken dan Ray akan memberikan bonus di luar kontrak, meeting yang berjalan sekitar satu setengah jam tersebut pun Akhirnya selesai
Sedangkan di ruangan sang Presdir syifa sangat asyik ngobrol dengan sang sekretaris papa mertua nya, dan sang sekretaris sangat mengagumi kecerdasan dan keramahan syifa, mereka saling menceritakan kehidupan mereka secara umum, tentang keluarga, asal, dan rumah tangga mereka, karena penasaran sang sekretaris bertanya tentang pernikahan syifa dan Ken karena usia mereka masih sangat muda, dengan tanpa merasa berkeberatan syifa menceritakan semua nya, tentang awal mereka bertemu saat kecil, keseharian mereka saat kecil sehingga mereka di pisahkan sampai harus konsultasi ke psikolog dan pertama ketemu lagi di new York tapi mereka tidak saling mengenal sampai saat Keluarga menikahkan mereka setahun yang lalu,
Sang sekretaris melongo mendengar cerita tentang syifa dan Ken,ia benar-benar seperti sedang melihat sinetron,ia sangat kagum dengan kekuatan cinta pasangan muda yang tak lain adalah anak tunggal dari bos besarnya
" Ia Mbak..kan waktu itu papa buka hotel baru di daerah ujung Sumatra tepatnya di kota kelahiran fa dan rumah kami bersebelahan,kami juga satu sekolah" jawab syifa membuat sang sekretaris melongo
" Trus dari kecil emang akur gitu...? ga pernah berantem..?" tanya lagi Mak Tia penasaran
" Hehehe .....ngak mbak,kak kenzo itu dari kecil sayang banget sama fa dan juga posesif banget... jawab syifa dengan wajah malu... dari kecil fa gak boleh temenan sama anak cowok kecuali dia,kami sekolah bareng dan pulang juga bareng, terkadang Papa yang antar atau jemput dan terkadang Ayah atau supir." cerita syifa membuat mbak Tia semakin melongo
" Trus kenapa nona sama Tuan muda di pisahin..?" tanya sang sekretaris sangat penasaran
" Karena waktu itu kedua orang tua kami takut kalau di antara kami ada yang mencintai sedangkan salah satu dari kami tidak.tapi seiring berjalannya waktu dan melihat kami sama-sama sakit saat dipisahkan maka mereka merencanakan untuk mempertemukan kami saat usia kami di atas 15 tahun" jawab syifa
" Jadi pas pertama ketemu nya di New York dan non sama tuan muda selalu ribut...?" tanya sang sekretaris mengingat cerita syifa
__ADS_1
" Hehehe ia mbak ... habisnya kak Kenzo itu dingin banget,tapi nyebelin,dia berani pegang tangan fa dan selalu memandang lekat wajah fa...,ya walaupun fa akui saat itu fa ngerasa di antara kami seperti sangat dekat dan saling terikat, tapi mengingat wajah kak Ken blasteran gitu membuat fa berfikir ga mungkin kalau kami pernah bertemu sebelumnya." jawab syifa apa adanya
" kok bisa kalian sama sama lupa?" tanya sang sekretaris
" kami di terapi hipnotis mbak di psikolog, tanpa orang tua kami tau bahwa kami berdua sama-sama memimpikan masa kecil kami hampir setiap malam sampai kami bertemu kembali untuk pertama kalinya di New York saat itu" jawab syifa jujur membuat sang sekretaris benar benar merasa sangat terkesan dengan kisah cinta sang Tuan muda nya yang bisa tumbuh sejak kanak-kanak hingga dewasa
Mereka menghentikan ngobrol nya saat terdengar suara ketukan di depan pintu dan memunculkan wajah Dimas
" Fa gimana jadi kan...? udah selesai nih meeting nya" tanya dimas
" Jadi kak...mana orang nya..udah kakak bawa..?" tanya syifa
" Ok Kakak jemput dulu ya di ruangan meeting tadi, mereka sedang menikmati jamuan Snack nya" jawab Dimas dan di angguki oleh syifa
Sedangkan di ruangan yang super besar itu mereka semua sedang menikmati berbagai minuman dan cemilan seperti cake, dessert, puding dan berbagai kue basah dan roti,Ken sedang asyik ngobrol dengan Ray,stiff dan Nathan, sejak fashion show di Bali Nathan terlihat bertambah dekat Dengan Ken dan ketiga Sahabat nya, Nathan yang masih sangat penasaran tentang syifa tapi belum berani bertanya lebih, membuat nya semakin terasa tersiksa batinnya
Namun keriuhan yang tadi terjadi kini kembali terdiam saat suara Dimas mengintruksikan sesuatu yang membuat mereka semua sangat penasaran
" Permisi semua nya....saya mohon kepada saudari Stefany diminta untuk menemui nona muda Azhar di ruangan Presdir...mari nona saya antar.." ucap Dimas pada Stefany membuat semua yang ada di tempat itu menjadi bertanya tanya ada hubungan apa antara Stefany dan nona muda dari keluarga Azhar, dan mereka juga penasaran seperti apa wajah nona muda keluarga Azhar
Stefany yang di panggil langsung menuju pintu keluar dan menunggu Dimas di depan pintu,Ken melihat ke arah Dimas dan tersenyum membuat Ray dan stiff langsung bertanya kepada Ken
"Jadi syifa yang menyelesaikan kasus di club malam itu? " tanya Ray dan stiff barengan dan di jawab anggukan oleh Ken
" Syifa yang minta.. katanya urusan nya sama dia bukan sama kita,dia juga yang ngelarang Dimas buat black list nama dia di dunia modeling dan dia juga yang minta agar Stefany tetap melanjutkan fashion show kemaren sampai selesai, katanya itu tanggung jawab Stefany dan kita ga usah repot-repot buat ganti cari model lain" jelas Ken pada kedua sahabat nya membuat mereka melongo
" Trus dia sekarang mau ngapain?" tanya stiff lagi
" Kita lihat aja dari CCTV ruangan papa,apa yang bakal dia lakukan pada Stefany, karena dia minta pertemuan resmi di kantor tapi secara pribadi jangan terbuka... kalian lupa syifa itu siapa? anak pengacara kondang dan kalian juga ingat kan gimana pedas nya bicaranya kalau udah marah,bisa lebih dari Ayahnya yang terkenal itu" jawab Ken sambil tersenyum membayangkan bagaimana pedas mulut istri kecil nya itu
__ADS_1
" Sampai kapanpun kita ga bakalan lupa gimana syifa kalau debat( Tuan Kenzo yang terhormat anda datang sedikit terlambat,membuat saya harus repot-repot menjelaskan pada kekasih anda) haahah" ucap Ray mengulangi kata-kata syifa saat ia dilabrak Stefany saat masih di New York,membuat Ray dan Ken langsung tertawa, sedangkan Nathan masih menyaring pembicaraan mereka