
" Kenapa kalian menyeretku kesini !"- bentak safira keras
" Lo beneran pacarnya si farrel? " tanya neo tak percaya.
" Ya iyalah masa gue bohong kan ga mungkin! "-jawab safira dengan sombongnya
Terlihat farrel berlari menghampiri Kekasihnya yang sesang beradu argumen dengan sahabatnya.
" Lo, gue kecewa sama lo fa !" ucap vino penuh penekanan saat farrel menghampiri nya.
" Gue emang brengsek tapi gue ga se baj*ngan lo fa " timpal neo
" gue bisa jelasin ke kalian "- ucap farrel menahan vino dan neo pergi
" gue tau lo ga suka sama maira lo ga cinta dia tapi lo juga gabisa kaya gini fa, lo punya istri! " bentak vino penuh dengan amarah.
Safira di buat terkejut Saat vino menekan nama istri . "Apa istri?" batin safira.
" Kalo lo udah ga bisa sama sama lagi dengan maira lo bisa kok kasih maira ke gue ga perlu lo nyakitin dia dengan cara menjijikan seperti ini?" jawab Galang
Yap Galang Putra Liandra dia adalah laki laki yang selama ini mengagumi ah tidak ia juga menyukai maira diam diam.Galang memang sudah tau jika maira sudah bersuami dengan farrel tapi ia juga tau kalau farrel sama sekali tak menyukai maira.Jadi dia beberapa waktu ini dekat dengan maira tapi maira merespon acuh kepada galang karna alasan sudah bersuami ,Tapi tak apa aku tetap akan menjagamu dan menyukaimu mai gumam galang jika maira mengacuhkanya.
" lo jangan ikut campur urusan pribadi gue ,diam lo!"bentak farrel membuat safira bungkam .
" Hah farrel lebih baik lo kasih maira ke gue aja,gue pa-" -ucap galang terpotong karena mendapatkan pukulan keras dari farrel
Bughhhh.Bughh
" Jangan mimpi ga akan gue biarin lo bisa dapetin istri gue ! " ucap farrel dengan tak sadar.
" apa lo bilang istri? Cih... maira ga punya suami kaya lo fa ! " ucap vino ketus dan pergi dari situ bersama neo dan juga galang.
__ADS_1
Safira diam ia tak bisa berkutik inilah jika seseorang membuat farrel marah ia akan hilang kendali dan menyakiti mahluk hidup yang berada di sekitarnya .Seperti sekarang ini siswa lain sedang berjalan didepanya tiba tiba farrel nekat mencekram siswa tersebut.
Dengan langkah perlahan safira mendekati farrel yang sedang mencekram siswa tersebut.
" kita pulang yuk fa? " ajak safira lembut dan diangguki oleh farrel .
Selama perjalanan pulang farrel hanya diam begitupun juga safira.Setelah mengantarkan pulang safira ke apartement nya farrel ingin cepat cepat pergi ke rumah entah apa yang ia fikirkan tapi ia hanya ingin bertemu maira saat ini juga.
Sesampainya di rumah farrel langsung bergegas masuk tanpa menghiraukan sapaan dari satpam dan penjaagaan.dengan nafas tersenggL senggl dia bertanya kepada bi susi selaku kepala pelayan dirumah besar itu
" Bi, maira udah pulang ?" kata farrel
" Maaf tuan muda ,nona maira belum pulang sejak berangkat ke kampus tadi "- jelas bi susi.
" Kemana perginya dia sekarang ?!" batin farrel.
Tanpa berlama lama lagi farrel mengambil kunci mobil nya dan bergegas pergi untuk mencari maira.Di dalam mobil ia sedang beradu pikiran dengan mulut dan otak.
"Dimana dia? tidak mungkin kan jika dia kembali kerumah pratama.Dia bukan tipe orang mengadu! Ck...hampir malam bahkan gue ngga punya nomor ponselnya.!Firli?!Ah firli iya firli tapi mana mungkin dia mau menjawab panggilan telfon dari gue.Nayla,neo,vino,kalian hah...maafin gue ,gue ke rumah nayla aja pasti mereka ada di sana" pikiranya berkecamuk.
Sesampanya di rumah nayla farrel langsung masuk begitu saja karna rumah nayla juga seperti rumahnya sendiri.Terdengar bunyi samar samar di luar pintu kamar ,Farrel semakin yakin jika maira disini tanpa sadari sudut bibirnya terangkat ia sangat senang.
TokTokTokTok......
Farrel mengetuk pintu kamar nayla,Dan tak butuh waktu lama nayla membukakan pintu nayla terkejut dan langsung menutup pintu kamar ia berjalan ke arah farrel.
" Masih punya muka dateng kesini ? "tanya nayla santai.
"Maafin gue,gue bisa jelaasin nay " -kata farrel lirih
" Seharusnya lo jelasin ke maira bukan ke gue walaupun gue penasaran juga ngapain itu kecoa jadi pacar lo " kata nayla kesal.
__ADS_1
" gue mohon biarin gue ketemu maira dulu " ucap farrel memohon.
" butuh berapa tamparan lagi lo fa? " kata nayla dingin.
" nay gue mau ngomong sama dia "kata farrel lagi.
" mending sekarang lo pulang,renungin diri lo yang gatau malu dan terlaku menjijikan itu, gue tau lo kesini mau maki² maira kan kalau dia kekanak kanakan?dan lo juga mau ngomong kalo dia yang bikin lo sama neo dan vino bertengkar hebat? "ucap nayla dengan datarnya
" ngga nay ?!!!" farrel berteriak di depan nayla,Ia langsung masuk kedalam kamar tanpa memperdulikan nayla.
Dilihat maira yang sedang melamun dan firli yang sedang tertidur pulas,dengan langkah perlahan farrel mendekati maira yang sedng berdiri mengarah balkon kamar.
Dirasakan tangan kekar melingkar di pinggul ramping maira.Dan kepala dipangku di pundak maira.Maira sedikit terkejut ia langsung melirik ke arah samping melihat siapa yang memeluknya dari belakang. Farrel ngapain dia kesini? batin maira.
" lepas "- ucap maira dsngan tegas .
" nggak! " balas farrel tak kalah.
" aku minta maaf sama kamu mai "-satu kalimat yang membuat nayla tercengang aku kamu?minta maaf? itulah yang di pikiran maira.
Heningg.
" Aku udah maafin kamu kok mas " ucap maira lalu berbalik dengan wajah mata sembab yang masih mengeluarkan air mata.
" benarkah ?" tanya farrel antusias.maira mengangguk.dan melepaskan tangan farrel dari pinggangnya
" tapi mas,kita break saja dulu ya? aku akan ke korea melanjutkan studyku disana sembari menunggu aku lulus memantangkan pikiranmu untuk melepasku atau memepertahankan aku " ucap maira lembut, farrel yang mendengar penuturan maira ia langsung mengeratkan pelukanya seakan tidak memperbolehkan maira untuk pergi.
" break? kamu kira kita lagi pacaran? tidak aku tidak mau!!" jawab farrel lantang.
" kenapa? bukankah kamu tidak menyukai ku? bukankah kamu menginginkan cinta pertama mu? safira? " tanya maira sedikit ter isak.
__ADS_1
Farrel bungkam ia tak bisa menjawab pertanyaan maira.Saat ini farrel mempunyai persaan terhadap safira tapi ia juga tak bisa melepaskan maira begitu saja apalagi ingat dengan perkataan galang saat itu ,farrel justru ingin bersama maira setiap waktu entahlah ia bimbang dengan perasaannya saat ini ke maira..
" Kenapa diam? Lusa aku akan pergi ,maaf kan aku mas mungkin untuk saat ini ,ini lah yang terbaik untuk kita "- tambah maira .