Gadis Ku

Gadis Ku
Part 32


__ADS_3

Sudah 6 hari sejak pertunangan mereka, Syifa masih belum bisa percaya dengan semua yang terjadi, Syifa enggan untuk bercerita pada siapa pun termasuk putri,dia heran kenapa keluarga nya dan keluarga Azhar merahasiakan tentang anak papa Araaf dan Mama Mitha,mereka tidak pernah bilang kalau mama nya itu mempunyai seorang anak laki laki, berarti foto yang di wallpaper ponsel Mama Mitha waktu itu adalah anaknya,tapi kenapa mereka seperti sangat merahasiakan semua itu? atau mungkin dia yang terlalu cuek terhadap sekitarnya.


Tak jauh berbeda dengan Ken,dia juga sangat heran sejak kapan kedua orang tuanya dekat dengan syifa malah sangat dekat termasuk keluarga nya yang lain,tapi saat mereka di Turki syifa terlihat tidak mengenal keluarga papanya yang di Turki.


Syifa jadi lebih sering merenung dan terlihat sangat tidak bersemangat, Putri yang melihat itu menjadi heran ada apa dengan syifa kenapa setelah pulang dari acara Mama Mitha Syifa nampak sering melamun,saat putri bertanya syifa selalu menjawab dia baik baik saja, putri hanya bisa menunggu kapan sahabat nya akan mau menceritakan tentang apa yang di pikirkan Syifa.


Semakin hari syifa semakin terlihat kurang bersemangat, mimpi buruk nya saat dia masih SD dan di pondok kembali terulang.. syifa mematikan ponselnya, dia belum mau diganggu dia merasa butuh ketenangan,ia sengaja menyibukkan diri dengan sekolah nya.


Saat istirahat dia selalu ke perpustakaan sehingga membuat nya tidak tau tentang kehebohan di sekolah dan kampus yayasan tersebut, kehebohan tentang beberapa mahasiswa baru yang benar-benar membuat jantung mereka Nyaris berhenti berdetak karena ketampanan mereka.


Hingga pada hari ini Syifa terlihat sangat lemah sejak siang tadi,puncak nya malam ini syifa terus mengigau memanggil seseorang membuat suhu tubuh nya semakin tinggi sehingga membuat putri sangat khawatir dan panik, akhirnya putri mengambil ponsel syifa untuk menghubungi mama Mitha,untung saja syifa tidak pernah mengunci layar ponsel nya.


Gak berapa lama mama Mitha datang dengan supir dan bik Ijah Art kepercayaan keluarga Azhar.karena papa Araaf sedang perjalanan bisnis ke luar negeri.mama Mitha langsung memeluk syifa sambil menangis,dan Mama Mitha membawa syifa pulang ke rumah nya.setelah mengucapkan terima kasih pada putri mama Mitha pun meninggalkan Asrama.


Mama Mitha langsung membawa syifa ke kamarnya dan memerintahkan pada bik Ijah untuk menelfon dokter keluarga Azhar.ga menunggu lama Dokter pun datang, karena sudah tengah malam membuat jalanan sepi sehingga tidak menghambat laju mobil sang Dokter.


Dokter pun memeriksa keadaan syifa dan memberikan resep obat, setelah meminum obat syifa kembali tertidur pulas,. Dokter hanya berkata seperti nya gadis itu kelelahan dan kurang istirahat serta sedikit dehidrasi.setelah selesai dokter pun langsung meminta ijin untuk pulang.dan di angguki oleh mama Mitha sambil mengucapkan terima kasih.dokter pun keluar sambil di antar oleh bik Ijah sampai ke depan pintu.


Setelah kepergian sang dokter bik Ijah pun langsung menuju ke kamar mama Mitha untuk mengecek apakah adalagi yang di butuhkan oleh sang majikan dan nona muda nya tersebut,Art dirumah juga tidak ada yang tau tentang pertunangan anak majikannya tersebut,yang membuat bik Ijah bertanya tumben sekali mama Mitha membawa Syifa ke rumah saat ada Ken, (mungkin karena syifa sedang sakit.)batin bik ijah


Pagi hari setelah Shalat subuh mama Mitha langsung mengecek suhu tubuh syifa,mama Mitha merasa sedikit lega karena Syifa sanggup bangun untuk Shalat subuh dan meminum susu hangat yang mama Mitha minta pada salah satu Art mereka.setelah nya mama Mitha langsung memeluk syifa dan membawanya kembali tidur, karena pengaruh obat syifa pun kembali tertidur.


Pagi ini mama Mitha harus ke salah satu hotel mereka untuk menyambut kedatangan tamu negara,karena papa Araaf tidak di tempat maka mama Mitha yang harus hadir, setelah selesai beberes dan kembali mengecek suhu tubuh syifa mama Mitha pun meninggalkan kamarnya dan menuju dapur untuk menyampaikan pada bik Ijah agar mengontrol keadaan syifa,dan di jawab anggukan oleh bik Ijah.


Setelah kepergian mama Mitha bik Ijah dan para Art yang lain kembali melanjutkan tugas mereka masing masing.bik Ijah menyiapkan sarapan untuk Ken karena ia tahu setiap hari libur Ken akan turun sedikit siang.sedangkan syifa biasanya kalau liburan dia lebih suka membuat sarapan sendiri atau meminta di buatkan sandwich panas.


Ken bangun dari tidurnya dan langsung menuju kamar mandi, setelah selesai dengan Bebersih diri Ken memakai baju santai dengan kaos putih tipis lengan pendek dan celana dibawah lutut.ken keluar dari kamar nya, ken merasa heran kenapa Minggu ini ga ada suara mamanya dan tadi saat di kamar dia sempat melihat taman bunga mamanya dari balkon kamarnya tapi tidak terlihat mamanya,(apa mungkin di taman belakang) batin ken.


Karena merasa heran ken langsung menuju kamar Mama nya, mengetuk pintu beberapa kali tapi ga ada Jawaban, tangan Ken langsung memegang handle pintu dan mendorong pintu kamar sang Mama.


Ma ..mama, panggil ken.karena ga ada jawaban ken melangkah masuk tapi ga ada tanda-tanda ada sang Mama dan Ken memutuskan untuk bertanya pada bibi aja.


Tapi saat Ken ingin membalikkan badannya mata Ken tertuju pada ranjang sang Mama dan Ken dapat melihat jelas ada seseorang yang berbaring disana.


Dengan rasa khawatirnya Ken langsung menuju ranjang sang Mama dan duduk di tepi ranjang tanpa memperhatikan siapa orang tersebut sehingga Ken tidak tau bahwa yang berbaring tersebut adalah Syifa,.


Ken langsung mengelus lembut pundak Syifa,namun saat tangannya menyentuh pundak tersebut Ken sedikit merasa heran dan dalam hati bertanya ( kenapa mamanya lebih kecil),saat Ken melihat rambut yang tergerai dalam tidur Ken semakin heran rambut itu bukan rambut mamanya.

__ADS_1


Ken langsung bangun dan menatap wajah dibalik selimut yang terlihat hanya wajah yang sedikit tertutupi oleh rambut rambut halusnya.


saat Ken tersadar ia begitu terkejut dan langsung mundur saat ia benar-benar yakin bahwa wajah cantik dibalik selimut sang Mama adalah Syifa,Ken benar benar membeku di tempatnya saat syifa sedikit bergerak dan membalikkan badannya sehingga terlentang, dan menampilkan wajah syifa yang sedang tertidur pulas seperti bayi


Ken meneguk ludah nya kasar, rasanya Ken tak mampu berkedip melihat syifa yang seperti seorang bayi yang tengah tertidur pulas, dengan wajah yang sedikit tertutupi oleh rambut indah nya, memori di kepala Ken seakan berputar ke masa beberapa tahun lalu,Ken seakan pernah mangalami hari ini, semakin Ken berusaha untuk mengingat kepala Ken semakin terasa berdenyut.akhirnya Ken memutuskan untuk keluar dari kamar sang Mama.


Saat tiba di meja makan Ken di sambut oleh bik Ijah,dan Ken langsung duduk di kursi yang biasa dia duduki, Ken memejamkan matanya sebentar dan memijit pelipisnya pelan.bil Ijah yang melihat itu langsung bertanya.


"Kanapa den?...Aden pusing,mau bibik buatkan minuman hangat" dibalas gelengan kepala oleh Ken


"Ga perlu bik...mama mana bik kok ga keliatan?" tanya Ken


"Nyonya tadi pagi pagi ke hotel karena harus menyambut kedatangan tamu negara yang menginap di salah satu hotel Xxxx" jawab bik Jah , Ken mengangguk sambil mengambil roti dan mengoleskan selai srikaya kesukaannya.


"Bik syifa kok tidur di kamar mama?" pertanyaan tiba tiba dari Ken membuat bibik sedikit tersenyum.


"Oh itu den....,tadi malam bibik sama Nyonya jemput non syifa di asrama, non Syifa tadi malam demam tinggi, nyonya di telfon sama neng putri temen nya non syifa,. karena ga ada Tuan makanya sama Nyonya di bawa ke kamar nyoya, kalau ga ada Tuan nyonya memang sering tidur sama non syifa kalau non syifa pulang kesini" Jawab sang bibik


"Emang dia sering ya bik pulang kesini?kok aku ga pernah liat" tanya Ken pada bik Ijah sedikit menyelidiki


"Kalau waktu non syifa masih di Aceh setiap liburan semester pertama pasti non syifa dijemput sama Asisten Tuan atau Nyonya di bawa kesini, selama non syifa dipindahkan sekolah ke Jakarta sama Tuan dan Nyonya hampir setiap Minggu non syifa di jemput nyonya atau tuan, yang di sebelah kamar Aden kan kamar non syifa" jawaban bik Ijah nyaris membuat Ken tersedak oranye jus nya.ken mengangguk.


"Bik... Mama kemana ya?"


tanya syifa dengan Santai nya turun masih memakai piyama tidurnya dan memakai hijab rumahan, tanpa menyadari adanya Ken di meja makan.


suara manja syifa saat bangun tidur sontak menghentikan Ken mengunyah roti nya dan langsung menatap ke arah suara.



"Nyonya ke hotel non tadi pagi ada tamu negara yang harus Nyonya sambut" jawab bik Ijah sambil tersenyum melirik Ken yang masih menatap Syifa.


Sedetik kemudian Ken langsung menunduk dan kembali melahap roti nya sambil memainkan ponselnya


Sementara syifa langsung membeku di tempatnya saat menyadari adanya Ken di meja makan, untungnya dia turun mengenakan hijab karena sudah biasa kalau di rumah sedang tidak ada papa Araaf Syifa akan keluar kamar tanpa hijab, karena dirumah itu sangat jarang bagi pekerja pria masuk ke area keluarga mereka terkecuali memang di panggil.


"Non mau sarapan apa biar bibi buatkan?" tanya bik Ijah sambil tersenyum melihat syifa.

__ADS_1


"e i itu,itu aja bik sandwich pake telur dadar,tapi ga usah bik fa bisa buat sendiri aja" jawab syifa gugup dan langsung hendak menuju dapur


"Jangan non biar bibik aja,non kan lagi kurang sehat dan juga tadi nyonya udah pesan non syifa gak di bolehin ke dapur sebelum sembuh" ucap bik Jah membuat Syifa sedikit manyun


"Tapi bik.. " belum selesai Syifa bicara Ken langsung bersuara


"Duduk " titah Ken tak terbantahkan, membuat syifa melotot ke arah Ken


"Ia " jawab syifa langsung menuju meja makan dan duduk.


Bik Jah langsung mengambil air putih hangat untuk syifa dan langsung disambut oleh Syifa


" makasih bik" ucap syifa masih sedikit manyun membuat bik jah gemas melihat nya


"Ia non cantik,.... tunggu bentar ya bibik buatkan sandwich yang enak" syifa mengangguk sambil tersenyum


"Hem" jawab syifa malas,Ken melirik syifa sekilas


Sambil menunggu syifa memainkan ponselnya membalas Chat dari putri yang sejak subuh menanyakan keadaan nya. begitu juga Ken, mereka sama-sama diam membuat suasana di meja makan seperti tak berpenghuni,para Art banyak yang bertanya dalam hati kok mereka seperti gak kenal ya?


tiba tiba ponsel syifa berdering, saat di lihat ternyata dari Fathir


📱 syifa_"Assalamualaikum kak"jawab syifa


📱 Fathir_ "waalaikum salam,kamu sakit ya fa?tadi ga sengaja saya jumpa putri di taman sedang joging sama temen yang lain.kata putri kamu sakit" tanya fathir dan terdengar suara Fathir sangat penasaran


📱 syifa_ "Oh ia kak,ga papa kok cuma demam biasa aja, maklum mungkin efek liburan, hehehe " jawab syifa sambil tersenyum kecut karena merasa ga enak dengan Ken


📱 Fathir_ "Terus kamu dimana sekarang?kami pengen jenguk nih?"suara yang lain karena Fathir dan teman teman nya masih ada di taman


📱 Syifa_ "Ah ga usah kak,fa lagi di rumah keluarga gak usah di jenguk ,lagian fa udah baikan kok" jawab syifa gugup


📱 Fathir_ "Gak papa kali fa" jawab mereka di seberang


📱 syifa_ "Ga usah kak... " belum selesai Syifa bicara Ken sudah bicara


"makan dulu sandwich nya keburu dingin" ucap Ken membuat yang di seberang telepon langsung terdiam

__ADS_1


📱 syifa_"kak udah dulu ya,fa mau makan Assalamualaikum" ucap syifa sambil mengucapkan salam, syifa langsung mematikan ponselnya dan memulai makannya tanpa suara


Ken tersenyum sambil menunduk melihat kepatuhan syifa seperti anak kecil yang takut pada kakak nya.


__ADS_2