Gadis Ku

Gadis Ku
Pernyataan Raka.


__ADS_3

Hari hari berlalu begitu cepat.Saat ini semua orang yang berada di rumah mewah yang tak lain adalah tempat tinggal Maira bersama keluarganya mereka berkumpul untuk mendengarkan pembicaraan Kepala Keluaraga yaitu Raka.


Suasana hening dan menegangkan.Sudah 15 menit Raka diam dan itu membuat maira frustasi karena ia juga sangat penasaran apa yang akan di bicarakan oleh Papa nya.


Karena sudah tak tahan lagi akan keheningan yang menyelimuti ruang keluarga ini.Maira dengan berani berkata


"Maaf ! Apa yang ingin papa bicarakan ?, sudah 15 menit papa tidak berbicara apapun"ucap maira


Raka yang tersadar dari lamunanya pun menatap maira dengan tatapan yang sulit diartikan.


"Baiklah.Maafkan papa " jawa raka


"Maira" ucap raka,hingga semua orang menatap maira begitupun dengan maira,ia sangat bingung.Pasalnya jika seperti ini maka topik yang akan di bicarakan adalah dirinya sendiri.


"I-iya pa ada apa ? "balas nya gugup


Sebelum raka memulai ke intinya ia menatap sang istri dan devano,Mereka pun yang mengerti maksud raka hanya mengangguk .


"Maira kamu papa jodohkan" ucap raka tegas


Degggg


Semua terkejut ah tidak hanya maira,clara dan firli saja.Bagai di sambar petir maira hanya diam mematung setelah mendengar ucapan raka.Firli yang menyadari perasaan maira ia hanya diam tak bisa berkutik.


"Pernikahan kalian akan dilaksanakan minggu depan" ujar raka


"Dan papa harap kamu bisa menerimanya" tambah raka


Maira hanya menatap lurus ke arah meja dan berkata "Kak dev",devano yang mengetahui dirinya di panggil ia langsung mengahampiri maira dan memeluknya erat.


"Jika kau lupa dulu Clara dan aku juga pasangan yang di jodohkan" Ucapan devano membuat hati nya sakit ia tak bisa menahan tangisnya.


"Maafkan mama nak.Tapi itulah konsekuensi keluarga kita."-Adinda


Sebenarnya adinda tidak tega melihat maira seperti ini.Namun bagaimana lagi ini sudah tradisi turun temurun keluarga


Maira meninggalkan ruangan tersebut,ia tak bersuara apapun.Adinda menyuruh firli untuk membujuk sekaligus menemani maira.Adinda tahu bagaimana sikap gadis kecil nya jtu jika sedang Mempunyai masalah.


_______________________________________


Ditempat lain.


"Sayang dengerin mami nak ! kamu akan menikah minggu depan,Jika kau tidak menerima pernikahan ini mami dan papi akan pergi jauh darimu dan jangan harap kamu anak kami lagi" ancam delia

__ADS_1


"Mi,ck...baiklah"ucapnya lalu pergi meninggalkan ruangan tersebut.


Delia dan ilham mereka yang melihat anaknya sudah menyetujui perjodohan ini sangat senang bahkan saat anaknya pergi mereka tersenyum licik.


"Ini lah balasanmu karena kau tak mau punya adik lagi" celetuk ilham


"Papi ih...lagi pula kita tidak sembarangan memilih wanita untuk putra kita" kata delia


"Iya tapi ini juga balsan untuknya.Dulu saat dia masih kecil dia selalu mengganggu kita untuk membuat adik untuknya" Gerutu ilham


Delia yang melihat suaminya kesal hanya terkekeh geli karena sifat kekanak kanakanya.


"Mami mau hubungi Dinda untuk pertemuan kita dan keluarganya" ucap delia


"Yasudah hubungi saja aku tak sabar melihat menantu ku" balas raka


____________________________________


Kamar Maira.


Terlihat maira sedang berdiam diri di balkon kamarnya sambil menikmati angin malam.


Firli dengan berani mendekat kearah maira.


"Hiks....hiks...." mereka bedua menangis tersedu sedu.Seperti punya ikatan batin firli pun merasakan hal sama dengan maira.


"Ber-berhenti lah m-menangis mai" Kata firli sesegukan sambil mengusap air mata maira.


"A-aku ngga mau fir hiks...hikss" balas maira dengan menangis.


"Aku tau itu.Tapi kamu ngga mungkin kan menolak apalagi permintaan papa" ucap firli


"Bagaimana dengan impian ku"kata maira dengan nada sedikit ditinggikan.


"Kamu bilang saja pada suami mu itu,Kamu akan mewujudkan impian mu itu"- balas firli


"Susah payah aku kuliah untuk impian ku merintih perusahaan dari awal,seketika papa menghancurkan semuanya hiksss...hiksss"


ucap maira


"Hei lihat aku mai.Kamu bisa bekerja di perusahaan papa raka.Kau juga langsung bisa menjadi CEO wanita disana"


"Ngga fir aku mau merintih perusahaan ku sendiri,aku ngga mau meminta kedudukan itu diperusahaan papa walaupun aku juga menginginkanya" balas maira

__ADS_1


"Saat menikah nanti kamu bujuk suamimu itu.Sekarang berhenti menangis ya ?" menenangkan maira sambil memeluknya


"Aku takut dia fir,Biasanya jika perjodohan seperti ini dia tidak mencintai ku" kata maira yang berada di pelukan firli


"Hei tidak ada yang perlu kamu takutkan,cinta akan tunbuh dengan sendirinya.


Berhenti lah menjadi gadis cengeng kau akan bersuami ! " ledek firli sambil tersenyum


"Yaa ! aishh ! kamu meledek ku ? " kata maira memanyunkan bibirnya.


"Hahaha lihatlah ingusmu itu" tertawa terpingkal pingkal melihat ingus maira yang hampir menutupi setengah wajahnya.


____________________________________


Hari ini adalah pertemuan keluarga mahendra dan keluarga Pratama .


Saat ini Maira sedang duduk di kursi menghadap meja rias.Ia sedang berdandan.Sebenarnya ia tidak mau tapi dengan bujukan devano ia pun luluh dan menuruti keinginan kakaknya.


"Clara apa kamu sudah selesai mendandani putri ku ? " -kata adinda yang berada di depan pintu kamar.


"Sudah ma" balas clara.


"Baiklah nanti jika mereka sudah datang mama akan memanggil kalian" kata adinda.


"Mai lihatlah dirimu.Wajah bayimu hilang tidak terlihat sama sekali" kata firli mengejek


"Iya mai kamu jadi lebih dewasa jika berdandan" tambah clara.


Maira yang mendengar itu hanya memaksakan tersenyum.


"Kakak apa boleh maira bertanya ? " -maira


"Tentu.Tanyakan saja ! "-Clara


"Dulu saat belum kak dev sama kakak mencintai,bagaimana menjalankan hubungan kakak ? " tanya nya intens


"Hmm dulu mas dev sangatlah dingin.Selama satu minggu kami tidak berbicara setelah menikah.Dan dimana satu minggu itu aku sudah mempunyai perasaan sama mas dev.Hingga akhirnya hari itu tiba dimana mas dev sakit dia demam tinggi selama 5 hari lamanya.Aku mengurusnya aku selalu berbicara kepadanya saat dia sakit walaupun dia hanya membalasku dengan menatap ku dia juga tak bergeming apapun.Aku selalu sabar untuk mas dev karena aku mencintainya.Aku merawat nya sampai sembuh.Di kamar aku dan mas dev ada 2 ranjang kita tidak tidur bersama kita pisah ranjang namun satu kamar karena itu keinginan mas dev untuk menutupi hubungan kita saat itu.Hari itu mas dev udah sembuh dan berangkat bekerja seperti biasanya,dan malamnya aku melihat mas dev udah tidur di ranjangnya aku pun ikut terlelap di ranjangku namun tiba tiba tangan kekar memeluk ku dari belakang.Aku terkejut dan berbalik ternyata mas dev memelukku.Kita saling menatap hingga akhirnya mas dev berkata "Aku mencintai mu Clara". dia kembali memelukku dan tertidur aku yang tidak menyangka mas dev akan mengatakan sesuatu kepadaku dan mengungapkan perasaannya,Hari itu adalah hari paling bahagia dalam hidupku.Aku menangis bahagia dan membalas pelukan mas dev."Jelas clara dengan senyuman.


"Kuncinya hanya sabar begitukah kak?" tanya firli


"Ya benar akan ada kebahagian jika kita terus bersabar menghadapi semua cobaan,Kamu tidak perlu takut.Suami mu nanti pasti mencintaimu percayalah kepada kakakmu ini?" Kata Clara


"Baiklah aku akan ku coba" Balas maira

__ADS_1


Assalamuaalaikum maaf jika membosankan ya!Tinggalkan jejak vote,like,dan komen sebanyak banyaknya agar saya semangat buat ceritanya.Terimakasih💙💙


__ADS_2