Gadis Ku

Gadis Ku
Part 63


__ADS_3

Kehamilan syifa kini sudah memasuki bulan kesembilan,kakinya mulai terlihat membengkak dan ia semakin cepat lelah, sang mertua semakin menyayangi dan memanjakan wanita cantik tersebut, termasuk sang Oma dan papa Araaf, membuat Ken yang sering menjadi sasaran empuk mereka saat wanita cantik tersebut ngambek, ingin ini dan itu dan ia akan langsung menangis jika Ken terlambat membawakan apa yang ia inginkan,dan ia tidak pernah mengizinkan sang suami pulang malam,Ken harus sudah di rumah saat waktunya Shalat Maghrib dan itu membuat Dimas lah menjadi korban menggantikan Ken setiap klien mereka mengajak makan malam dan melakukan pertemuan di waktu sore atau malam hari


Seperti hari ini Ken harus siap menghadapi umukan sang Mama karena ia lupa mengaktifkan handphone nya saat setelah selesai dengan meeting nya,saat akan pulang sore ia baru melihat handphone nya yang ia silent belum ia aktifkan dan saat ia aktifkan ia melihat begitu banyak panggilan masuk dari sang Mama dan sang istri cantik nya tersebut


Ken langsung melajukan mobilnya menuju kediaman nya, saat memasuki gerbang rumah mewah tersebut ia langsung melihat wajah cantik syifa yang sedang asyik bermain dengan kupu-kupu yang berterbangan di taman bunga rumah mewah tersebut, ia sangat bahagia melihat senyuman indah wanita yang kini tengah mengandung darah dagingnya, wanita yang benar benar telah menguasai seluruh hatinya


Setelah memarkirkan mobilnya Ken langsung melangkah perlahan menuju sang istri yang sepertinya tidak menyadari kehadiran nya, dengan sangat lembut Ken langsung memeluk syifa dari belakang dan mencium lembut pipi mulus syifa, membuat syifa sedikit terkejut dan langsung cemberut saat mencium aroma maskulin yang sudah sangat ia kenal tersebut


" Assalamualaikum sayang.... asyik banget sih sampai ga tau ada yang datang...? maaf ya tadi aku lupa mengaktifkan handphone aku setelah selesai meeting tadi, hari ini aku sibuk banget dengan kedatangan beberapa klien yang berasal dari negara lain" bujuk Ken menjelaskan pada wanita cantik tersebut, membuat syifa Langsung membalikkan tubuhnya menghadap ken


" Waalaikum salam...trus kenapa sekarang pulang nya cepat banget... kalau katanya sibuk banget..?" ucap syifa sambil menatap wajah Ken yang terlihat sangat merasa bersalah dan penampilan pria tampan tersebut juga terlihat kelelahan


Ken tersenyum dan langsung mengecup singkat bibir syifa, membuat syifa Langsung melotot sempurna dengan kelakuan pria tampan tersebut


" Aku takut kamu marah dan ngambek sama aku, kalau udah gitu ntar semuanya pasti akan nyerang aku..." ucap Ken sambil mengerucutkan bibirnya, membuat syifa Langsung tersenyum sambil mengelus lembut wajah Ken


" Maaf ya sayang kalau aku sering bikin Hubby kena amukan yang lain, dan maaf kalau aku terlalu manja dan selalu bikin Hubby repot" ucap syifa lembut dengan mata berkaca-kaca


" Sayang.. kamu ga perlu merasa bersalah dan minta maaf..itu semua kewajiban aku sebagai suami yang harus memenuhi semua kebutuhan kamu dan tempat kamu mengatakan semua keluh kesah kamu, kalau bukan aku siapa lagi sayang...? aku gak mau kamu meminta ampun ke orang lain dan berbagi segala masalah mu pada orang lain,aku ingin kamu itu hanya bergantung sama aku,ingat itu.." ucap Ken lembut sambil mengelus lembut pipi mulus syifa


Syifa langsung memeluk erat tubuh Ken dan membenamkan wajahnya di dada bidang pria tampan tersebut,ia sangat bahagia mendengar apa yang baru saja pria tampan tersebut katakan,ia merasa sangat bersyukur menjadi istri seorang Kenzo Azhar dan syifa merasa menjadi wanita paling beruntung dan bahagia memiliki pendamping yang ia cintai dan mencintainya,Ken adalah yang terbaik untuk nya dan segala nya baginya setelah kedua orang tuanya dan kedua orang tua Ken yang memang selalu ia anggap sebagai orang tua nya sendiri sejak ia masih kecil


" Makasih Hubby...I love you so much.. Hubby janji jangan pernah berubah dan ninggalin fa ya..fa ga akan pernah sanggup kalau Hubby pergi dengan wanita lain" ucap syifa lembut dengan suara bergetar


" Love you to baby...aku janji sayang,aku selalu berdoa memohon kepada Tuhan agar kamulah satu satunya wanita yang aku cintai seumur hidupku dan begitu juga dengan kamu.. hanya maut yang memisahkan kita,aku sangat mencintai kamu.. sangat sayang.." ucap Ken lembut sambil mengelus kepala syifa dan memeluk wanita cantik tersebut


" Masuk yuk.. temenin aku mandi...gerah banget, kamu juga belum mandi kan?" tanya Ken sambil menuntun syifa menuju pintu utama dan masuk ke rumah mewah tersebut


Ken langsung mengajak syifa kekamar mereka dan mereka benar benar mandi bersama,Ken sangat bahagia dengan momen seperti itu,ia sangat senang melihat perut buncit syifa yang menurutnya sangat seksi, mereka berendam bersama dan Ken dengan sangat lembut menggosok punggung syifa dan seluruh tubuh wanita cantik tersebut, membuat syifa tersenyum malu tapi ia juga sangat bahagia dengan perlakuan Ken


" Sayang...kira- kira kapan ya baby akan lahir..? aku udah gak sabar banget pengen liat wajah nya mirip siapa,trus cewek atau cowok" ucap Ken sambil terus mengusap perut buncit syifa

__ADS_1


" kalau perkiraan yang dokter bilang dalam Minggu ini,tapi fa belum merasa tanda tanda nya, Hubby pengen nya cewek atau cowok...?" ucap syifa lembut sambil mengusap kepala Ken dengan shampo


" Apa aja boleh yang penting kalian semua sehat dan selamat, gimana kalau kamu cecar aja yang...? aku takut dan ga sanggup lihat kamu kesakitan" ucap Ken sambil mencium wajah syifa dan memakai kan syifa jubah mandi


" No hubby..fa ingin menyempurnakan menjadi wanita sempurna yang juga bisa merasakan sakit dan nikmatnya melahirkan... Hubby cukup dampingi dan Doain yang terbaik buat fa dan baby kita" ucap syifa sambil tersenyum cantik dan juga memakaikan jubah mandi untuk Ken


Mereka keluar dari kamar mandi dan berpakaian santai seperti biasa saat dirumah, setelah selesai Ken dan syifa memutuskan untuk turun bergabung dengan Oma dan sang Mama yang biasanya selalu bersantai di ruang keluarga atau di gazebo saat sore begini,Ken dan syifa Langsung menghampiri para orang tua yang ternyata sang papa juga sudah berada di rumah


" Sore semuanya...." sapa syifa dengan wajah sumringah nya sambil melangkah menghampiri ketiganya


" Sore sayang..." jawab ketiganya dengan wajah yang juga terlihat sangat bahagia saat melihat menantu kesayangan mereka


" Sini sayang duduk di sebelah Oma" ucap sang Oma seraya meraih tangan syifa saat wanita cantik tersebut sudah berada di depan mereka, dengan tersenyum bahagia syifa langsung duduk di samping Oma dan Mama Mitha, sedangkan Ken langsung melangkah menuju sang papa yang tengah asyik dengan ikan ikan hias yang berada di dalam kolam dekat gazebo tersebut


Semua nya terlihat sangat bahagia dan asyik ngobrol sambil menunggu waktu menjelang Maghrib dan makan malam


"Sore semuanya..." ucap Dimas,maya dan putri yang kebetulan datang kerumah megah tersebut secara bersamaan


" Sore.." jawab mereka kompak membuat ketiga orang yang baru saja sampai tersebut langsung tertawa


" Gak kok,tadi kebetulan kami lagi nunggu taksi di depan taman sehabis ngajar anak anak,trus kak Dimas lewat deh dan kebetulan juga mau kesini,ya udah barengan deh jadinya, awal nya mau di antarin sama kak Gibran dan kak Rama, tapi ga jadi karena kak Gibran dapat telfon dari mamanya minta di anterin ke RS jenguk family nya yang sakit" ucap Maya menjelaskan dan di jawab anggukan kepala oleh putri


" Ooo... kirain emang udah janjian" balas syifa sambil tersenyum


" Janjian apaan..? suami Lo tu main kabur aja dari kantor,mana jadwal meetingnya masih dua lagi, gue kan yang jadi tumbal nya..tadi tu gue meeting di resto Deket taman, selesai gue langsung menuju ke sini,trus nampak deh dua bocil ni lagi berdiri di pinggir jalan ya udah gue samperin dan kebetulan mereka juga mau kesini,ya udah deh gue ajak barengan deh" jawab Dimas menjelaskan seraya melangkah menuju Ken dan sang papa


yang lain tersenyum dan mengangguk mengerti, sedangkan Maya dan putri langsung melotot saat mendengar dimas mengatakan mereka bocil, kedua nya langsung protes pada pria tampan tersebut yang memang sangat senang melihat wajah mereka cemberut dan sangat geram pada nya


Ken dan papa Araaf hanya menggeleng melihat tingkah konyol Dimas yang sangat suka menjahili orang di sekitarnya, sedang kan syifa langsung memanyunkan bibirnya saat Dimas menyalahkan Ken


Akhirnya mereka semua masuk menuju ruang keluarga menunggu waktu Maghrib, putri dan Maya langsung menuju kamar tamu yang memang sudah menjadi kamar mereka saat berada di rumah mewah tersebut, mereka bahkan meninggalkan beberapa pakaian mereka atas perintah syifa dan mama Mitha, agar mereka tidak perlu membawa pakaian lagi saat akan menginap di rumah tersebut

__ADS_1


Tak berapa lama terdengar suara Azan yang menandakan waktu Maghrib tiba dan mereka langsung menuju Mushalla rumah tersebut untuk melakukan Shalat berjamaah yang di imami oleh sang papa


Selesai Shalat dan Doa bersama mereka langsung menuju ruang makan untuk melakukan makan malam bersama, kegiatan itu emang rutin mereka lakukan saat mereka sedang berada di rumah semua nya


Mereka makan malam bersama dengan sangat hikmat dan tanpa ada yang mengobrol, setelah selesai baru lah mereka sedikit berbincang sambil menikmati hidangan penutup atau buah, sebelum mereka melanjutkan obrolan mereka di ruang keluarga


Tapi tiba-tiba Ken terkejut saat merasakan syifa mencengkeram kuat lengan nya,Ken yang tengah asyik membalas chat dari teman nya itu langsung meletakkan handphone nya saat melihat wajah syifa yang terlihat pucat dan meringis sambil memegang perutnya, kepanikan Ken membuat perhatian yang lain langsung beralih menatap syifa dan seketika mereka semua langsung panik saat melihat syifa meneteskan air matanya


" sayang..kamu kenapa...? tanya Ken sambil mengelus lembut pipi syifa


" perut fa rasanya sakit dan mules banget by... pinggang fa juga nyeri banget.." ucap syifa manja sambil memeluk erat lengan Ken


" kamu kenapa sayang...? kita ke rumah sakit aja ya.."heboh sang Mama yang terlihat panik karena melihat menantu kesayangan nya tersebut kesakitan,begitu juga dengan Sang papa dan Oma,juga yang lainnya, termasuk para pelayan di rumah tersebut, mereka merasa sangat kasihan melihat wanita cantik tersebut menahan sakit di usia yang masih sangat muda


Bik Ijah langsung melangkah menuju kamar syifa untuk mengambil semua perlengkapan yang sudah mereka siapkan untuk syifa ke rumah sakit,ia langsung meletakkan nya di meja dekat ruang tamu dan langsung menghampiri keluarga majikannya yang masih terlihat panik di ruang makan


" Itu sepertinya tanda nona muda akan lahiran Tuan, sebaiknya langsung dibawa ke rumah sakit aja Tuan, nyonya" ucap nya sopan dan langsung di angguki oleh yang lain


" Sayang..aku gendong yuk" ucap Ken ingin menggendong syifa saat mereka akan keluar menuju mobil


" jangan by...fa biar jalan aja pelan pelan, kata dokter kalau sudah mulai ada tanda-tanda melahirkan kita harus berusaha banyak jalan atau gerak " jawab syifa sambil tersenyum tipis dan memeluk erat lengan Ken membuat Ken langsung merangkul pinggang Syifa dan menuntun nya ke mobil


Sedangkan putri dan Maya merasa sangat terharu melihat sahabat mereka yang sangat manja tersebut masih sanggup tersenyum disaat tengah merasakan kesakitan seperti sekarang, tanpa mereka sadari sampai menitikkan air mata, dan Dimas yang melihat itu langsung tersenyum seraya mengusap lembut punggung putri dan mengusap kepala Maya, memberikan mereka ketenangan untuk mendampingi sahabat mereka


"Dimas kamu yang nyetir mobil Ken, papa ga bisa percaya dan tenang kalau Ken yang mengemudi,dia sedang panik tu,kami biar di supiri mang Diman aja" ucap sang papa tegas membuat Ken dan Dimas langsung mengangguk patuh


Dimas mengemudikan mobil sport mewah milik Ken dengan kecepatan di atas rata-rata,itu semua atas perintah Ken, membuat Dimas benar benar merasa frustasi dengan ketidak sabaran sang Adik angkat nya tersebut,Ken terus mengusap lembut kepala dan punggung Syifa agar wanita cantik tersebut merasa lebih tenang dan nyaman


Sesekali syifa mendesis saat merasakan nyeri pada perut dan pinggang nya, dengan sangat kuat ia mencengkram erat lengan kekar Ken, membuat Ken merasa sangat iba melihat wanita yang sangat ia cintai tersebut sedang berusaha melawan dan menahan rasa sakitnya, terlebih saat tanpa di sengaja syifa menitikkan air matanya


Sekitar 25 menit mereka sampai di Rumah sakit keluarga Azhar, rumah sakit yang dilengkapi dengan fasilitas mewah dan canggih, beberapa Dokter dan perawat terlihat sudah menunggu kehadiran mereka dan terlihat sudah menyiapkan brankar di depan Unit gawat darurat rumah sakit mewah tersebut

__ADS_1


Dimas langsung menghentikan mobil yang ia supiri tersebut tepat di depan UGD dan langsung membantu Dimas membukakan pintu mobil tersebut,Ken langsung turun seraya merangkul pinggang Syifa dan menuntun nya ke dalam ruangan yang sudah mereka siapkan


Perlahan Ken langsung mendudukkan syifa di atas ranjang yang tersedia, dengan penuh kelembutan Ken selalu menciumi wajah dan tangan syifa, membuat syifa tersenyum sambil mengelus lembut kepala ken


__ADS_2