Gadis Ku

Gadis Ku
Part 42


__ADS_3

Setelah selesai makan siang dan syifa membersihkan sisa-sisa makan mereka, syifa duduk di sofa di ruangan Ken, syifa memainkan ponselnya membalas Chat dari teman teman nya,Ken sedang menemui klien nya di ruang tamu khusus di kantor tersebut,Syifa tidak di izinkan pulang oleh Ken dan syifa hanya bisa pasrah menunggu Ken di ruangannya karena Ken tidak mengizinkan nya keluar walaupun selangkah dari ruangannya.


"Sayang aku harus menemui klien sebentar di ruang tamu, ruangan nya ada di sebelah"ucap Ken


"Ia Hubby, tapi jangan lama-lama ya fa bosen sendiri di sini"jawab syifa


"Ia sayang,cuma sebentar kok kalau kamu ngantuk kamu istirahat aja di ruang pribadi aku yang itu ya"tunjuk Ken ke arah pintu dalam ruangan tersebut


"Hem,atau fa jalan jalan sambil liat liat di gedung bagian fashion boleh?"tawar syifa


"No sayang.... jangan pernah keluar selangkah pun dari ruangan ini ya,jangan buat aku ga bisa tenang saat menemui klien.ok"larang Dimas tegas


"Tapi...fa--


"No sayang...please nurut ya,kamu tau kamu itu selalu jadi pusat perhatian dan aku ga suka sayang, seandainya kamu mau home schooling sampai kuliah nanti aku akan memilih itu untuk kamu,aku ga pernah rela membagi keindahan mu pada orang lain cukup aku yang menikmati nya"ucap Ken posesif


"Tapi fa ga suka home schooling Hubby..protes syifa manja


"maaf sayang kalau aku egois,tapi aku ga sanggup membayangkan setiap mata lelaki yang lihat kamu,please ngertiin aku,ok."mohon ken


"Hem ok fa janji ga akan dekat dengan laki manapun kecuali Tuan muda Muhammad Kenzo Azhar,PUAS?"ucap syifa


"Puas apanya sayang?dimulai juga belum" ucap Ken sambil memasang wajah genit nya.


"Gimana mau mulai kakak aja masih di sini,tamu nya nungguin tu"ucap syifa polos


"Bukan mulai dengan tamu sayang, mulai sama kamu dong baru bisa puas,tunggu aku di sini jangan kemana-mana ok" ucap Ken sambil mengecup singkat bibir ranum syifa.


"Hubby....kok jadi mesum banget sih?"ucap syifa geram, sedangkan Ken tidak menjawab dia tersenyum nakal sambil keluar dari ruangan nya dengan wajah tampak tersenyum membuat sang sekretaris menjadi ikut tersenyum membayangkan bagaimana posesifnya nya anak Bos nya tersebut.


(Dasar anak muda,kecil kecil udah nikah, untung anak Sultan.tapi mereka memang pasangan sempurna banget yang satu tampan nya kebangetan yang satu cantiknya ga ada obat.jadi penasaran kalau punya anak kayak gimana ya rupanya)


Di dalam ruangan Sang suami syifa asyik dengan ponselnya sehingga membuat nya merasa mengantuk dan tertidur pulas di sofa ruangan tersebut.

__ADS_1


Ken yang sedang menemui tamunya yang berasal dari negara tetangga tengah asyik ngobrol mengenai produk fashion yang ada di AZ grup, walaupun hati nya gelisah dengan bayangan sang istri,mereka ingin ikut serta dalam acara fashion show internasional yang di sponsori oleh AZ grup, mereka ingin mengikut sertakan beberapa produk Perdana mereka, karena mereka belum memiliki brand maka mereka ingin bernaung di bawah brand AZ grup.


Ken adalah seseorang yang sangat perfeksionis dalam pekerjaan dan dia sangat teliti sehingga segala sesuatu yang menyangkut dengan urusan kantor dia tidak mau langsung memutuskan selama papa nya masih ada Ken akan tetap sharing terlebih dahulu dengan sang papa.


Setelah selesai berbincang dengan keputusan Ken akan memberikan Jawaban tiga hari lagi, mereka keluar dari ruangan khusus menyambut tamu,Ken meminta pada Dimas agar mengantarkan mereka sampai ke loby, sedangkan dirinya langsung menuju ke ruangan nya.


"Syifa masih di dalam kan mbak?"tanya Ken pada sang sekretaris


"sepertinya masih tuan muda karena saya belum melihat nona keluar"jawab sang sekretaris sopan


Ken hanya mengangguk dan langsung masuk ke ruangan nya, saat pintu terbuka Ken melihat sekeliling ternyata syifa sedang tertidur pulas di atas sofa panjang di ruangan Ken dengan wajah polosnya dan ponsel masih di tangan nya.


Ken menggeleng sambil tersenyum dan berjalan mendekati sofa,Ken ber jongkok mensejajarkan diri nya dengan wajah syifa,di pandang nya lekat lekat wajah sang istri yang semakin hari semakin membuat nya gelisah saat jauh dan benar benar membuat nya semakin ingin cepat memiliki seorang anak dari syifa agar syifa semakin terikat dengan nya dan para pria yang mendekati nya menjadi tau kalau syifa itu adalah seorang istri dan sudah menjadi seorang ibu.


Mungkin Ken terkesan egois tapi itulah keinginan nya saat ini, apalagi syifa belum mengingat siapa Ken,itu membuat Ken sangat takut Syifa akan pergi dari nya, membayangkan nya saja rasanya Ken tidak mampu.


Ken mengecup singkat bibir syifa dan langsung menggendong syifa membawanya ke kamar pribadi miliknya di ruangan tersebut, Ken meletakkan syifa dengan sangat pelan agar syifa tidak terbangun.


Kakak kenapa pergi?fa kangen kakak, kakak kapan pulang?fa janji fa ga akan nakal lagi,fa ga akan minta tidur dengan kakak,fa ga akan minta kakak buat ambil bunga mama,kakak bilang fa ga boleh berteman dengan orang lain fa janji fa ga akan berteman lagi sama mereka sama kak Abib juga.


Ken langsung terdiam mematung mendengar suara lirih syifa tanpa sadar air mata Ken langsung mengalir dikedua pipinya.ken langsung membuka sepatu nya dan naik ke atas ranjang langsung menarik syifa dalam dekapan nya.


kakak ga akan pernah meninggalkan mu lagi sayang,kamu separuh dari jiwa kakak,kamu segala nya buat kakak,kamu hadiah terindah untuk kakak,kakak gak pergi lagi kakak janji.


Ken terus memeluk erat syifa sambil menciumi seluruh wajah nya, membuat syifa terbangun karena perbuatannya dan merasa heran karena Ken terlihat sedang menghapus air mata di wajah nya.


"Hubby"lirih syifa manja


"Hem.... apa sayang? maaf aku ganggu kamu ya?


"tidak, Hubby kok nangis?ada yang Sakit, dimana yang sakit?"tanya syifa khawatir


"Disini dan di seluruh tubuh," ucap Ken dengan wajah penuh arti.

__ADS_1


"sayang kamu sering mimpi buruk?"tanya Ken


"Ya... kakak kok tau? apa tadi fa mengigau itu lagi ya?" tanya syifa


"sudah berapa lama kamu mimpi seperti itu?"tanya Ken


"sepertinya sejak usia 10 tahun.setiap kali fa melihat foto anak laki laki itu fa pasti bermimpi itu.di rumah beberapa tahun lalu fa juga pernah lihat foto anak laki laki itu tapi kami memakai seragam sekolah yang sama dan kami berfoto juga sangat dekat seperti itu" jawab syifa


"Sayang kalau anak laki laki itu aku bagaimana?"syifa Langsung mendongak menatap wajah Ken sehingga membuat Ken merasa gak mampu menahan hasratnya.


"fa fa akan marah... kenapa kakak tinggalkan fa,kena-----


fa sudah tidak lagi bisa berkata kata karena Ken sudah ******* bibirnya dan menuntut lebih dari itu.


"Sayang boleh ya ucap Ken sambil membuka hijab yang Syifa pakai, syifa diam sambil menunduk malu, melihat syifa yang terlihat sangat malu membuat jiwa lelaki Ken semakin bertambah liar.


Ken mulai melepaskan semua kain yang melekat di tubuhnya dan juga syifa, setelah Ken melepas semua nya ia langsung menarik selimut untuk menutupi tubuh mereka, syifa menyembunyikan wajahnya di celuk leher Ken membuat Ken bisa merasakan hangatnya hembusan nafas syifa


"Hubby...malu.." ucap syifa lirih


"kenapa harus malu Hem ? aku selalu ga sanggup buat nahan ini ke kamu sayang, kamu seperti candu untuk ku" ucap Ken sambil terus menciumi seluruh tubuh syifa membuat syifa benar benar tak berdaya.syifa meremas kuat rambut dan bahu Ken saat Ken memulai penyatuan mereka


"Hubby....pelan pelan" ucap syifa sambil memejamkan matanya.


ken tersenyum saat melihat syifa begitu manja membuat Ken benar benar ingin syifa cepat hamil,maka itu Ken tidak pernah mau memakai pengaman saat ia mendekati syifa, dan dia tidak pernah mengizinkan syifa memakai alat kontrasepsi jenis apapun itu.


"sayang terimakasih I LOVE YOU ucap Ken sambil langsung merebahkan tubuhnya di samping syifa dan menarik syifa dalam dekapan nya tanpa melepas penyatuan mereka.


Ken tersenyum saat melihat syifa yang sudah tertidur pulas dalam dekapan nya masih dalam keadaan polos dan masih menyatu Ken membetulkan selimut mereka dan akhirnya Ken juga ikut terlelap bersama syifa dengan tubuh mereka menyatu sempurna.


Setelah beberapa jam syifa menggeliat dan membuat Ken kembali menginginkan syifa kembali.


"sayang jangan banyak gerak,di bawah jadi kepengen lagi, boleh ya? " ucap Ken dan tanpa menunggu jawaban syifa Ken langsung kembali melanjutkan aktivitas nya.setelah selesai Ken langsung menggendong syifa ke kamar mandi dan mereka mandi bareng.

__ADS_1


__ADS_2