
Hari ini adalah hari terakhir syifa dan teman-teman nya mengikuti ujian semester dan mulai besok mereka akan libur sampai akhir bulan depan, Syifa dan teman teman nya memutuskan untuk nonton bareng di kantin sebelum pulang, karena waktu juga masih sangat awal,ya hari terakhir ini mereka memang hanya mengikuti ujian satu mata kuliah saja.
" Fa liburan kamu pulang ke kampung halaman..." tanya Andin
" Gak Din.. kak Kenzo sibuk banget, kayak nya ortu fa yang kesini, lagian Minggu depan kan kak Kenzo wisuda..." jawab syifa apa adanya
" Kamu put...? tanya Andin ke putri
" Rencana sih pulang,tapi nunggu Nisa sama Nanaz datang dan kami bakal balik bareng, karena syifa minta mereka ke Jakarta liburan ini, jadi kan fa? jawab putri sambil bertanya kepada syifa
" Insyaallah jadi,tapi mereka ga naik pesawat pribadi papa, karena mereka langsung dari Medan ke Jakarta, pulang dari sini baru langsung ke Aceh, jadi mereka ga bareng Ayah bunda fa." jawab syifa sambil sibuk dengan ponselnya, tepatnya ponsel sang suami
" Lo bawa Handphone kak Kenzo lagi...? tanya Maya pada syifa dan di balas cengiran oleh Syifa
" Kak Kenzo lagi gondok, karena kak fathir sering chat dan kak Akbar lusa wisuda katanya jadi tadi pagi telfon fa dan kemungkinan bakal kerja di Jakarta di perusahaan penerbangan milik papa" jawab syifa apa adanya
" Yakin Lo ga bakal di pindah lagi sama suami BUCIN Lo itu kayak waktu Magang dulu?" tanya Maya dan putri bersamaan membuat syifa tersenyum masam sambil menggidikkan bahunya
" jadi kak Kenzo itu punya maskapai penerbangan juga...? trus kalian semua kenapa ga lanjutin kuliah di penerbangan aja?" tanya Nana yang penasaran dan di angguki oleh yang lain
" Nih.. penyebab utama nya" tunjuk mereka ke syifa, " gara gara suami posesif dia itu ga ngizinin Syifa jadi pramugari atau kerja, ya dia nyuruh syifa buat kuliah psikolog aja,dan ya gini lah akibatnya kami juga harus ikutan,tapi ga masalah sih buat kami, disini juag beasiswa dan kerja juga udah di jamin sama keluarga Azhar,kan mereka juga punya RS" jawab putri dan Maya apa adanya.
Setelah selesai ngobrol mereka memutuskan untuk langsung pulang ke rumah masing-masing, begitu juga dengan syifa ia tidak ke kantor Ken karena Ken hari ini ada meeting sekaligus makan siang di luar kantor, syifa memilih langsung pulang ke rumah, syifa mengendarai mobil nya dengan kecepatan sedang sambil berniat untuk singgah membeli rujak yang pernah ia beli bersama ken di dekat alun-alun
Hari ini Syifa memang mengendarai sendiri salah satu mobil sport mewah kesayangan Kenzo,walau awalnya Kenzo sangat tidak setuju tapi dengan melewati berbagai drama dan meminta dukungan pada papa akhirnya Ken mengalah dengan syarat jangan ngebut dan jangan kemana-mana
Syifa menghentikan mobilnya tepat di bawah pohon besar di dekat gerobak sang tukang rujak, kehadiran mobil mewah syifa Langsung menjadi pusat perhatian orang orang yang ada di tempat itu, syifa turun dengan anggunnya dan langsung menuju tukang rujak membuat sang tukang rujak langsung tersenyum ramah menyapa syifa
"Assalamualaikum pak... tolong buat kan saya rujak nya dua bungkus tapi jangan pakai nanas dan mangga muda ya pak,saya kurang suka buah yang asam, hehehe" ucap syifa lembut sambil tersenyum cantik
" Ia non,tunggu sebentar ya bapak selesaikan pesanan Mbak yang itu" ucap sang bapak rujak sambil menunjuk seorang wanita muda yang tengah duduk menunggu pesanan nya
" Oh iya pak gak papa... saya gak buru buru kok.. ucap syifa ramah sambil memilih kursi untuk duduk dan memainkan ponselnya
Orang orang yang ada di tempat tersebut tak henti menatap kagum ke arah nya, berbagai bisik bisik Terdengar keluar dari mulut mereka, syifa tidak terlalu peduli,ia lebih memilih bersantai dan menikmati pesanan air kelapa muda yang ia pesan dari penjual yang tepat berada di sebelah tukang rujak
Saat tengah Asyik dengan ponsel nya tiba tiba syifa dihampiri oleh seorang anak kecil laki laki
" Kakak bidadari.....kok ada disini..? tanya anak kecil itu ramah sambil tersenyum dan berdiri tepat di depan syifa
" Eh adek... ngapain disini..., emang ngak sekolah..?" tanya syifa dan mengelus lembut kepala anak itu
__ADS_1
"Sini duduk dulu..kakak boleh tau siapa nama kamu..?" tanya syifa lembut
" kakak panggil aku Jojo aja,aku sekolah nya masuk jam satu siang kak, jadi sekarang aku bantu ibuk dulu buat jualan keliling,tapi hari ini aku gak bawa bunga jadi ga bisa kasi Kaka bidadari bunga" ucap nya dengan wajah cemberut membuat gemas yang melihat
" Emang ibuk kamu jualan apa...dan dimana ibuk kamu sekarang? tanya syifa lembut
" Ibuk jualan Manisan buah kak... di ujung jalan sana dan terkadang juga keliling,enak loh manisan buah buatan ibuk aku...dan biasanya aku jualan bunga sebelum sekolah dan setelah pulang sekolah" jawab nya ceria membuat syifa merasa sangat terharu
" Kamu punya Ayah...?" tanya syifa lembut sedikit hati hati
" punya kak...tapi ayah sakit jadi ga bisa kerja lagi, dan kakak kerja bantu bantu di warteg depan gang rumah kami" jawab nya jujur membuat syifa sangat terharu
" sayang ini kasih ke ibuk kamu ya dan ini untuk kamu, anggap aja harga bunga yang kamu kasi untuk kakak malam itu" ucap syifa sambil menyerahkan lima lembar uang seratus ribuan dan memberikan satu lembar uang lima puluh ribu untuk anak laki laki itu
" Tapi kak nanti ibu marah sama aku,kata Ibuk ibuk ga minta sedekah dan ibuk juga melarang kami minta sedekah" ucap anak itu membuat syifa sangat kagum
" gini aja, yang ini kamu bilang kakak beli manisan ibuk kamu dan yang lain kamu bilang hadiah dari kakak karena kamu sudah menemani kakak duduk disini, bagaimana impas kan? udah cepetan ambil kakak manisan nya" ucap syifa lembut sambil tersenyum cantik
Semua interaksi syifa dan anak yang bernama Jojo itu tak luput dari perhatian orang orang yang ada di tempat tersebut, mereka begitu mengagumi wanita cantik yang terlihat sangat baik itu, dan mereka juga sangat penasaran siapa wanita cantik itu kenapa ia terlihat sangat mudah mengeluarkan uang untuk orang lain dan mereka yakin ia bukan orang sembarangan terlihat dari gaya dan mobil yang ia pakai.
Tanpa menunggu lama anak yang bernama Jojo itu langsung berlari menuju ke tempat sang ibu berjualan dan melakukan sesuai dengan apa yang syifa ajarkan tadi, karena merasa penasaran sang ibu memilih meminta bertemu langsung dengan orang yang membeli manisan nya dengan jumlah yang terbilang banyak
Dengan langkah pasti seorang wanita yang bisa di katakan paruh baya mengikuti langkah sang putra menuju orang yang diceritakan oleh putranya, saat tiba di depan syifa wanita tersebut merasa sangat terkejut melihat seorang wanita yang sangat muda dan sangat cantik yang memberikan putranya sejumlah uang
📱" Assalamualaikum By....ia fa udah selesai di kampus dan ini sudah di jalan mau pulang,tapi fa singgah sebentar beli rujak di dekat alun-alun" jelas syifa pada Ken
📱......
📱" ia fa sendiri... disini aman kok by....tapi...by..fa udah hampir selesai kok" ucap syifa lembut
📱.......
📱" ya udah deh ia fa tunggu, Waalaikum salam"jawab syifa terlihat lesu dengan wajah sedikit cemberut, dan setelah nya ia baru menyadari kehadiran Jojo dan seorang wanita paruh baya di hadapan nya
" Eh ....Jojo,mana sayang manisan pesanan kakak, kakak suka manisan asam potong dan pepaya, adakan?" tanya syifa lembut sambil tersenyum cantik
" maaf nona saya ibuk nya Jojo..ini manisan pesanan nya,tapi maaf kok non kasih uang sebanyak ini untuk Jojo?" tanya ibu itu sopan sambil terus memandangi wajah cantik syifa
" Oh itu.. yang sama Jojo itu uang untuk membayar bunga yang Jojo kasih ke saya beberapa hari lalu, dan kalau yang ini tanya tadi itu sebagai upah karena sejak tadi saya meminta Jojo untuk menemani saya ngantri rujak disini, sehingga dia tidak membantu ibuk berjualan"jawab syifa ramah, membuat wanita paruh baya itu menitikkan air matanya
" Ya Allah masih ada orang sebaik anda nona... terima kasih banyak ya" ucap nya sambil mengelus lembut lengan syifa yang terbungkus dress panjang nya
__ADS_1
Saat mereka sedang asyik ngobrol tiba tiba suasana menjadi sedikit heboh membuat syifa dan wanita paruh baya tersebut merasa heran,namun tiba-tiba Jojo terlihat sangat heboh
" Kakak bidadari.... kakak bidadari...Abang pangeran datang...." ucap nya heboh saat melihat Ken berjalan dengan gaya cool nya menuju tempat syifa duduk
Mendengar ucapan Jojo syifa Langsung melihat ke arah yang Jojo tunjukkan dan dapat syifa lihat suami tampan nya sedang menuju ke arah nya duduk
" Sayang... udah selesai kan pesanan nya..? yok pulang " ajak nya lembut sambil mengelus puncak kepala syifa
" Udah sih by..tuh udah di bungkus sama si bapak..tapi belum fa bayar" jawab syifa dan di angguki oleh Ken sambil merogoh kantong mengambil dompet nya dan langsung menyerahkan dua lembar uang seratus ribuan sambil mengucapkan terima kasih
" ini kebanyakan den.." ucap sang tukang rujak
" buat jajan anak bapak" jawab Ken sambil tersenyum tipis dan di angguki oleh sang tukang rujak sambil mengucapkan terima kasih banyak yang di balas Anggukan kepala oleh Ken
" buk ini suami saya..by ini ibuk nya adek kecil yang kasih fa bunga beberapa hari lalu" ucap syifa sambil mengenalkan Ken pada wanita tersebut dan di balas dengan menunduk sopan saat melihat Ken
" Hay buk saya Ken suami syifa, Hay boy..apa kabar..? kok kamu jam segini berkeliaran di sini, memang nya kamu ga sekolah?" tanya Ken ramah pada jojo
" Hai kakak pangeran...aku sekolah nya masuk jam satu siang" jawab Jojo ceria membuat Ken mengerutkan keningnya mendengar panggilan Jojo untuk nya
" Nama kakak Kenzo,kamu bisa panggil kak ken dan ini istri kakak namanya kak syifa, bukan pangeran dan bidadari" jawab Ken sambil mengelus lembut kepala Jojo membuat Jojo tersenyum lucu
" habisnya kakak itu cantik banget seperti bidadari dan kak Ken juga tampan banget seperti pangeran di film film princess yang suka di tonton oleh teman teman ku yang perempuan" jawab nya polos membuat sang ibu merasa sangat tidak enak
" Maaf ya den,non ...Jojo memang suka ramah pada setiap orang yang dia sukai" ucap ibuk Jojo dengan wajah yang terlihat sangat canggung
" ga apa buk... namanya juga anak kecil,ya udah buk makasih banyak ya manisan buah nya,saya permisi ..." jawab syifa sopan sambil izin undur diri
" Oh ya by...fa minta kartu nama gold nya dong satu aja" pinta nya pada Ken membuat Ken langsung mengernyitkan dahinya dengan permintaan syifa
" Buat ?" tanya Ken heran
" Ayah nya Jojo sakit dan tidak bisa bekerja lagi, terpaksa ibunya harus berjualan manisan keliling setiap hari dan kakak nya hanya bisa sekolah sampai SMA aja dan bekerja bantu bantu di warteg depan gang rumah nya,jadi ga ada salahnya kan kalau kita bantu buat pengobatan Ayah nya..? lagian juga di RS keluarga Hubby sendiri" terang syifa lembut membuat Ken langsung menarik syifa dalam dekapan nya dan menghadiahi banyak kecupan sayang di kepala syifa, membuat semua orang yang ada di tempat tersebut langsung melongo melihat pasangan muda tersebut
"you are the most special woman dear, I am happy and proud to have you, I beg you never leave me, I love you.... ( kamu memang wanita paling spesial sayang...aku bangga dan bahagia bisa miliki kamu,aku mohon jangan pernah tinggalkan aku....i love you)" ucap Ken sambil mencium kepala syifa
Ken langsung mengambil dompet di saku celana nya dan mengeluarkan salah satu kartu nama gold nya yang tidak semua orang bisa mendapatkan nya dan Ken langsung menuju ke arah ibu nya Jojo
" Buk maaf bukan maksud kami lancang atau menyepelekan keluarga ibuk..kata istri saya suami ibuk sakit ya..? ibuk ambil kartu nama saya ini simpan baik-baik jangan sampai tercecer atau ibuk berikan kepada orang lain, dengan kartu ini ibuk bisa bawa suami ibuk ke RS xxxx Atau ke RS xxxx dan serahkan kartu itu, katakan pada mereka saya yang memberikan ini pada ibuk" ucap Ken sambil menyerahkan kartu tersebut dan juga memberikan beberapa lembar uang seratus ribuan membuat wanita paruh baya itu langsung menitikkan air mata
" Terimakasih banyak den atas kebaikan kalian, semoga kalian mendapatkan kebahagiaan dunia akhirat,tapi tadi non syifa juga sudah memberikan ibuk uang ini" tunjuk nya pada uang pemberian syifa yang masih ia genggam erat di tangan nya
__ADS_1
" itu pemberian istri saya buk,ini dari saya dan satu lagi kalau kakak nya Jojo masih berniat melanjutkan pendidikan nya dan dia berprestasi ibuk bisa hubungi saya di no yang tertera di kartu itu, saya akan urus beasiswa di universitas keluarga saya" ucap Ken kembali membuat wanita paruh baya itu sangat terharu
setelah selesai syifa dan Ken langsung izin pulang karena waktu sudah menunjukkan waktu nya makan siang.mereka menuju mobil yang syifa parkir di bawah pohon dan langsung melajukan mobilnya menuju kediaman mereka