
Hari ini di kediaman Azhar famili sedang sepi, papa Araaf dan Mama Mitha sedang melakukan perjalanan bisnis ke luar negeri, pagi pagi sekali syifa sudah bangun,karena hari ini kelas mereka yang akan memimpin Apel pagi,jadi syifa ingin datang cepat,Ken belum bangun semalam dia nongkrong bareng sahabat nya sampai tengah malam dan syifa ga tau Ken pulang jam berapa.
Syifa sibuk menyiapkan sandwich untuk nya dan Ken,dia berniat makan di sekolah saja.
Dalam kamar Ken baru saja terbangun dan dia langsung menuju kamar mandi, saat selesai Ken langsung memilih baju yang akan ia pakai,ia heran kenapa syifa ga menyiapkan pakaian nya.setelah selesai Ken langsung mengambil laptopnya,ia ingin memeriksa Email yang masuk dari Asistennya yang tak lain adalah Dimas. saat sedang asyik dengan laporan laporan yang masuk di laptopnya tiba tiba terdengar suara handphone Syifa,entah kenapa hari ini Ken merasa penasaran siapa sih yang menghubungi istri nya pagi pagi gini.
Ken langsung berjalan menuju handphone syifa yang terletak di atas Nakas samping tempat tidur mereka, Emosi Ken naik seketika,rahangnya mengeras saat membaca pesan masuk dari seseorang Ken meremas kuat handphone syifa sampai buku buku jari nya memucat.
Syifa masuk dan melihat Ken memegang handphone nya, syifa ga nanya dia langsung mengambil handuk dan seragam sekolah nya lalu menuju kamar mandi saat akan melangkah ke dalam kamar mandi tiba-tiba Ken menarik tangan syifa.
"Siapa Akbar? " tanya Ken dengan wajah yang terlihat sangat marah.syifa heran kenapa tiba-tiba Ken tanya Akbar
"Senior Fa waktu masih di Aceh" jawab syifa jujur
__ADS_1
"kenapa kak?" tanya syifa
"Kamu yakin gak lagi bohongi aku?" tanya ken
"Ia kak,kak Akbar itu senior Fa waktu di Aceh, terus dia lanjutin beasiswa nya ke Singapura.Emang ada apa sih kak?fa mau mandi ntar telat Lo" jawab syifa dengan wajah heran nya
"Kalau cuma senior kenapa dia ngirim pesan ini? " bentak Ken sambil menunjukkan pesan tersebut pada Syifa
Syifa sangat terkejut dengan bentakan dari Ken, dengan mata yang sudah berkaca-kaca Syifa melihat kearah ponselnya yang di pegang oleh ken.dan membaca pesan dari Akbar.
Syifa diam sesaat setelah membaca pesan dari Akbar.tapi tiba tiba ia kembali terkejut dengan suara berat Ken.
"JAWAB NASYIFA ada hubungan apa antara kamu dan dia?" sentak Ken sambil melempar ponsel syifa kelantai hingga hancur.
__ADS_1
Syifa hanya bisa menggelengkan kepalanya,ia udah nggak bisa mengeluarkan suara karena seluruh tubuhnya terasa bergetar saat mendengar suara marah Ken
"Fa fa fa ga ga ada hubungan a a apapun dengan kak A..Akbar kak.fa fa ga ga bohong" Jawab Syifa dengan suara bergetar dan air mata yang mengalir deras.
"LIHAT AKU KALAU KAMU SEDANG BERBICARA DENGAN KU NASYIFA" sentak Ken
Syifa langsung mengangkat kepalanya menatap wajah Ken dengan wajah pucat, bibir bergetar dan linangan air mata memenuhi pipi mulusnya.ken Sangat terkejut saat melihat keadaan syifa.tapi karena ego dan emosi yang menguasai hati dan pikirannya, membuat dia langsung pergi dan meninggalkan syifa.
Nasyifa langsung masuk ke kamar mandi dan mengunci pintu lalu menangis tersedu sedu, dia belum pernah di marah oleh siapapun,dia juga belum pernah lihat Ken se marah itu bahkan dulu saat mereka masih sering debat, setelah puas menangis syifa langsung mandi dan memakai seragam nya ia takut terlambat.
Syifa memakai bedak sedikit tebal untuk menutupi wajah sembabnya, setelah selesai syifa langsung turun menuju dapur untuk mengambil bekal nya.saat di dapur ia tidak melihat Ken,kata bik Jah Ken seperti nya tadi pergi buru buru.syifa hanya mengangguk dan berpesan agar sandwich yang ia buat untuk Ken dimakan aja.dan di jawab anggukan oleh bik Ijah, syifa langsung pamit pada bik Ijah dan berangkat di antar supir.
Sebenarnya bik Ijah tau antara Ken dan syifa sedang ada masalah karena tadi secara ga sengaja bik Ijah ingin menanyakan pada syifa mau di buatkan minum atau tidak, tapi karena pintu kamar mereka yang gak tertutup rapat bik Ijah dapat mendengar dengan jelas saat Ken marah dan membanting ponsel syifa.
__ADS_1
Di perjalanan syifa hanya bisa termenung sambil sesekali menyeka air matanya, membuat sang supir heran, biasanya syifa akan bertanya keadaan sang supir, keluarga sang supir, Syifa sangat perhatian.tapi hari ini kenapa nona muda nya sangat berbeda,sang supir sesekali melirik melalui spion tengah ia yakin pasti nona muda nya sedang ribut dengan sang tuan mudanya.karena tadi sang tuan muda keluar dengan terburu-buru dan membawa mobil sport nya tanpa menunggu Dimas datang.padahal biasanya bila ke kantor dia pasti akan bersama Dimas atau supir sang papa.