
Hari hari terus berganti tanpa terasa sudah seminggu syifa dan teman-teman nya mengikuti ujian dan hari ini adalah hari terakhir, begitu juga dengan perpisahan nya dengan Ken yang sudah seminggu mereka lewati dengan sama-sama menahan rasa rindu mereka, walau tanpa seharipun yang terlewat bagi kedua nya untuk saling menghubungi.
Syifa dan sahabatnya sedang santai di kantin sekolah mereka memilih duduk sebentar di kantin sekolah sambil menunggu pak Diman membawa pesanan mereka siang ini,selama seminggu ini pak diman yang standby di Asrama hanya bertugas membelikan makanan siang dan malam untuk nona muda nya tersebut,saat syifa sedang belajar di kelas dan saat setelah membelikan makan malam maka pak Diman akan izin pulang untuk membersihkan dirinya dan setelah nya ia akan kembali ke Asrama dan menginap di salah satu kamar yang biasa di pakai untuk guru piket yang menginap di Asrama.
Setelah mendapatkan pesanan mereka syifa dan kedua sahabat nya langsung menuju kamar mereka,namun saat di koridor lantai dua mereka berpapasan dengan beberapa siswa lainnya yang hendak turun untuk makan siang di kantin, beberapa siswa tersebut terus berbisik melihat syifa dan kedua sahabat nya yang menentang paper bag makana dengan label Hotel keluarga Azhar,ya hari ini Syifa meminta untuk dibuat kan Kakap Asam manis oleh chef di hotel sang papa mertua.
Mereka menikmati semua makanan yang mereka pesan dan beberapa jus segar,dan dissert.syifa rencana nya akan pulang besok pagi ke kediaman keluarga Azhar dengan mengajak kedua sahabat nya, karena ternyata Ken belum bisa pulang karena ia harus melanjutkan perjalanan nya ke New York untuk menjenguk salah satu sepupu dari papa nya yang dikabarkan sedang sakit parah dan sang papa dan Mama nya juga sudah berada di sana untuk menjenguk sepupunya.
Setelah meminta izin untuk mengajak kedua sahabat nya ke kediaman keluarga Azhar yang baru pada papa dan Mama mertua nya juga pada Ken,dan mendapat tanggapan positif serta dukungan dari sang Mama mertua Syifa sangat antusias, mereka sudah berencana akan berenang bareng, olahraga bareng, nonton bareng di bioskop mini yang tersedia di kediaman tersebut.tanpa mereka sadari ada seseorang yang sudah beberapa hari ini sangat ingin memberikan kejutan sekaligus ingin membuktikan sesuatu yang masih membuat nya tak percaya.
Pagi ini syifa dan kedua sahabat nya sudah sangat siap untuk berangkat ke kediaman keluarga Azhar, syifa sudah membereskan barang-barang yang ia bawa saat ke Asrama,Maya dan putri juga sudah mempersiapkan keperluan saat menginap di rumah keluarga mertua sahabat mereka tersebut.
Pak Diman sudah menunggu di
bawah untuk mengantar nona muda nya pulang kembali ke rumah, setelah sampai di loby mereka langsung menuju mobil yang sudah di siapkan oleh pak Diman dan dengan sigap pak Diman membukakan pintu mobil untuk sang majikan, walaupun sebenarnya syifa selalu meminta Pada pak Diman untuk tidak memperlakukan nya seperti itu tapi karena sudah menjadi kebiasaan membuat pak Diman sering lupa dengan permintaan sang nona muda nya tersebut.
Mobil yang membawa mereka mulai meninggalkan loby Asrama dan mulai memasuki jalanan ibukota Jakarta, melewati berbagai bangunan bangunan mewah dan taman kota, setelah menempuh perjalanan sekitar 25 menit mereka mereka mulai memasuki kawasan perumahan paling elit di Jakarta yang tidak semua orang bisa dengan mudah untuk memasuki kawasan elit tersebut karena di lengkapi dengan sistem keamanan yang sangat ketat dan pasti nya canggih.
Kini mereka sudah tepat berada di depan sebuah gerbang yang menjulang tinggi membuat siapapun yang melihatnya sudah pasti dapat menebak semewah apa bangun yang terdapat di balik gerbang tersebut,Maya dan putri langsung saling tatap saat melihat gerbang mewah tersebut sehingga membuat mereka semakin melebarkan mata saat gerbang terbuka setelah pak Diman membunyikan klakson mobil yang mereka tumpangi, tampaklah bangunan mewah yang bergaya Eropa klasik.
Maya dan putri masih melongo melihat bangunan yang kini nyata tampak di depan mereka,serasa seperti mimpi, memang rumah yang putri kunjungi sekarang bukanlah rumah keluarga Azhar yang biasa ia kunjungi bersama syifa,rumah yang ia datangi sekarang adalah rumah baru Keluarga Azhar, sebenarnya itu adalah rumah pribadi Ken dan syifa hadiah dari keluarga Azhar,tapi keluarga mereka memutuskan untuk tetap tinggal bersama sampai Ken dan syifa memiliki Anak, setelah mereka memiliki anak barulah keluarga yang lain akan kembali ke rumah lama mereka.
Saat sampai di depan pintu utama pak Diman langsung memarkirkan mobilnya dan menurunkan barang barang mereka dan mengantarkan sampai ke dalam rumah baru setelah nya ia kembali ke mobil dan memarkirkan mobil ke garasi rumah mewah tersebut.
Di depan pintu utama sudah ada beberapa Art menyambut sang nona muda dan kedua sahabat nya tak terkecuali bik Ijah yang juga ikut menyambut kedatangan istri dari tuan mudanya yang sudah ia asuh sejak kecil,bik Ijah nampak terharu dan langsung memeluk syifa karena sangat merindukan syifa dan di balas dengan pelukan hangat oleh Syifa,ya bik ijah tidak mempunyai anak sehingga dia sangat bahagia saat mengetahui bahwa syifa gadis cantik yang sudah sangat ia kenal yang akan menjadi menantu majikannya yaitu istri dari tuan mudanya.
Sedangkan Maya dan putri masih sangat terkejut melihat semuanya, mereka serasa seperti sedang berada dalam negeri dongeng,rumah mewah bak istana dan disambut oleh para pelayan di depan pintu, sungguh membuat kedua sahabat syifa tersebut merasa sangat minder berada di tempat yang mereka pijak sekarang, mereka merasa seperti butiran debu.
"Hai kok bengong ayok masuk,ga capek apa berdiri terus"ucap syifa sambil menarik tangan kedua sahabat nya tersebut.dan di balas Anggukan kepala oleh mereka sambil ikut melangkah memasuki rumah mewah tersebut.
Sesampainya di dalam lagi lagi mereka dibuat takjub dengan kemewahan interior di dalam istana tersebut setiap ruangan yang dihiasi dengan berbagai barang barang mewah menambah kesan menakjubkan di mata yang melihatnya.
Ruang Tamu
Ruang keluarga
Ruang keluarga lantai atas
__ADS_1
Tangga menuju lantai atas
Syifa membawa mereka menuju kamar tamu yang terletak di lantai dasar, syifa memang sudah memberi kabar kepada bik Jah kalau kedua sahabat nya akan menginap dan meminta pada bik Jah untuk mengatakan pada Art yang bertugas untuk bersih bersih agar menyiapkan satu kamar tamu untuk kedua sahabatnya itu.
Saat sampai di kamar tamu Maya dan putri lagi lagi merasa kagum,kamar tamu saja begitu mewah nya bagaimana dengan kamar utama dan kamar keluarga mereka,batin kedua nya.
"ini kamar kalian sesuai selera anak muda makanya disiapin kamar yang ini, kalian mau satu kamar berdua atau mau kamar masing-masing?"tanya syifa lembut pada kedua sahabat nya tersebut
"kita gabung aja ya put, gue gugup banget tidur di kamar mewah kayak gini, sumpah ini pertama kali gue masuk rumah mewah dan kamar mewah"ucap Maya terus terang tanpa merasa malu
"ya udah terserah kalian gimana nyaman nya aja,kamar fa ada di lantai dua pintu warna biru muda,fa mau ke atas dulu ganti baju kalian kalau mau nyusul langsung aja ke atas atau kalau ga minta anterin bibik ya dan kalau perlu apapun bilang aja sama Art sini.ok.fa tinggal ya". ucap syifa sambil tersenyum dan melangkah keluar dari kamar tersebut
"Ok.thanks syifa Lo emang the best"ucap Maya dan putri barengan dan di balas Anggukan kepala sambil jarinya membentuk O.
Setelah keluar dari kamar tamu yang ditempati oleh kedua sahabat nya tersebut syifa Langsung menuju dapur mencari keberadaan bik Jah atau Art lainya.
"Bik...bibik..bibik..."suara lembut syifa memanggil salah satu Art di rumah mewah tersebut
"Ia non ada yang bisa bibik bantu? tanya salah satu Art yang menghampiri Syifa
"Bik Jah mana ya bik? tanya syifa lembut sambil celingukan mencari keberadaan bik Jah
"Masya Allah bik Jah, ngapain coba capek capek,kan fa bisa sendiri, jawab syifa sambil geleng-geleng, membuat sang Art tersenyum
"ya udah deh bik fa mau ke atas dulu ya,oh ya bik nanti kalau kedua sahabat fa butuh sesuatu tolong di bantu ya bik, nama nya Maya sama putri" pesan syifa sambil tersenyum dan di balas Anggukan kepala oleh sang Art.
Semua Art di rumah mewah tersebut memang sangat menghormati dan menyayangi syifa, karena walaupun syifa masih sangat muda tapi kepribadian nya yang sangat lembut,sopan dan baik, serta tidak pernah meremehkan mereka, ditambah lagi dengan kecantikan yang nyaris sempurna, membuat mereka sangat mengagumi nona muda mereka tersebut.
Saat sampai di kamar nya syifa Langsung masuk sehingga membuat bik Jah yang sedang serius menyusun perlengkapan perawatan Syifa di atas meja rias menjadi sangat terkejut dengan suara lembut syifa.
"Ya Allah bik ngapain coba bibik beresin barang syifa bik,cuma sedikit kok fa juga bisa bik,udah udah bibik Duduk istirahat ya biar syifa yang lanjutin"ucap syifa sambil memegang kedua tangan bik Jah
"Astaghfirullah non,bibik kaget tau ya Allah untung bibik ga jantungan,udah ga papa udah hampir selesai kok,non mandi atau ganti baju aja sana, selesai ini bibik mau masak,non mau bibik masakin apa? jawab nya sambil bertanya kepada syifa
"Ga usah dulu bik,bentar lagi aja masak nya biar kita masak bareng bareng sama Maya juga putri bik,bibik istirahat aja dulu atau temenin syifa aja dulu di kamar,ok"Jawab Syifa sambil tersenyum dan berjalan menuju walk in close
bik Jah hanya bisa tersenyum sambil geleng-geleng kepala melihat tingkah nona muda nya tersebut, memang ga salah sang majikan menjodohkan putra mereka yang dingin itu dengan syifa yang notabene nya sangat manja, sehingga mampu membuat sang tuan muda Kenzo benar benar kalah telak dengan sang istri.
Saat sedang asyik dengan lamunannya tiba tiba bik Jah di kejutkan dengan suara Handphone syifa dan dibarengi dengan suara syifa.
"Bik..bibik masih dikamar kan? tolong liatin bik siapa yang telfon"ucap syifa dari dalam walk in close
__ADS_1
"Ia non bentar, ucap bik Jah sambil melangkah menuju handphone syifa yang ia letakkan di atas Nakas,"non dari hubby"ucap bik Jah sedikit berteriak
"Ia tolong angkat bik bilang fa lagi ganti baju baru nyampe dari Asrama"balas nya dari dalam
"ia non"
📱 Hubby- Assalamualaikum sayang kamu dimana? terdengar suara Ken membuat bik Jah yang terkejut langsung melotot kan matanya
📱my wife- Waalaikum salam Ma maaf ini den Ken?tanya bik Jah ragu takut salah orang membuat Ken mengerutkan keningnya karena bukan syifa yang menjawab telepon nya.
📱 Hubby- Ia..ini siapa,bik Jah ya? Syifa mana bik? tanya Ken buru buru sangat terdengar jelas suara khawatir nya
📱my wife- Ia den ini bik Jah,non syifa lagi ganti baju den, baru nyampe dari Asrama.jawab bik Jah sedikit lebih tenang
📱 Hubby- Oh ya udah bik makasih ya bik dan tolong bilangin kalau udah selesai suruh telfon Ken, ucap ken dan langsung menutup panggilan nya
📱my wife- Ia den Assalamualaikum"Jawab bik Jah dan kembali meletakkan handphone syifa ke tempat semula
Setelah selesai syifa langsung keluar dari walk in close dan menuju sang Art, tapi belum sempat syifa bertanya bik Jah Udah terlebih dahulu menyampaikan pesan sang tuan muda
"Non pesan den ken kalau non sudah selesai tolong hubungi balik,ucap bik Jah dan di balas Anggukan oleh Syifa
"Oh gitu ya bik, makasih ya bik,ya udah biar fa kak Ken dulu ya bik,bibik kalau mau turun duluan ga papa duluan aja bik atau mau disini aja juga boleh"ucap syifa lembut sambil tersenyum
"Ga apa non bibik biar turun duluan aja ya,non ga apa kan sendiri? tanya bik Jah memastikan
"Ia bik ga papa"ucap syifa sambil mulai melakukan video call dengan Ken
Bik Jah pun Akhirnya turun menuju lantai satu dan saat melewati kamar tamu bik Jah bertemu dengan Maya dan putri yang baru keluar dari kamar tamu tersebut
"Non mau ke atas?non syifa di atas tapi lagi video call sama tuan muda, kalau mau ke atas ayok bibik antar.ucapnya menawarkan
"Ia sih bik tadi nya mau ke atas tapi bentar lagi aja deh bik,ga enak ganggu syifa lagi ngobrol sama suami nya"jawab putri jujur
"Di atas juga ada tempat santai keluarga kok non juga ada tv dan banyak buku-buku,non bisa santai dulu sambil nungguin non syifa selesai"tawar bik Jah
"Emang boleh bik?"tanya Maya polos dan di jawab anggukan kepala oleh bik Jah
"kan tadi non syifa udah ngizinin buat naik ke atas"jawab bik Jah
"ya udah deh bik,ayok deh tapi ga ngerepotin bibik kan mondar-mandir naik turun? tanya putri dan Maya bersamaan
"kan bisa naik lift non kalau capek, tapi bibik lebih suka naik tangga itung-itung olahraga"Jawab bik Jah sambil tersenyum
"Mari non"ucap nya lagi
__ADS_1
Akhirnya mereka menuju lantai dua rumah mewah tersebut dan menunggu syifa di ruang santai di lantai tersebut, ruangan yang sangat nyaman dengan di dominasi oleh jendela kaca yang berukuran jumbo sehingga terkesan seperti Balkon.