
Acara sudah selesai, mereka sudah kembali ke rumah dan para tamu sudah mulai bubar, keluarga dekat mereka yang datang dari jauh semua sudah kembali ke hotel keluarga Azhar,di rumah orang tua syifa hanya tinggal keluarga inti saja, mereka sedang menasehati kedua pengantin baru tersebut.ken dan syifa duduk berdampingan
"Sayang kalian sekarang sudah sah sebagai pasangan, semua yang kalian lakukan harus sepengetahuan pasangan kalian,tidak boleh ada yang di sembunyikan atau rahasia.kalian mengerti" ucap kedua orang tua mereka
"IA pa,ma, yah ,Bunda kami mengerti" jawab mereka kompak
"Kami tau kalian menikah karena permintaan kami para orang tua,tapi kalian harus tau pernikahan kalian sah di mata hukum Agama dan Negara,jadi kalian jangan main-main" peringatan dari kedua orang tua mereka
Syifa dan Ken kembali mengangguk
"Dan jangan coba coba tidur pisah kamar atau pisah ranjang" ,suara Mama Mitha dan bunda Ira.
membuat Ken dan syifa langsung mengangkat wajah mereka ke depan membuat yang ada disitu tersenyum.
"Dan kamu Ken, ingat syifa masih sekolah sekitar 7 bulan lagi, jadi coba belajar sabar atau usahakan agar syifa jangan hamil dulu, paham" ucap papa Araaf dan Ayah Mukhtar sambil tersenyum kecut ke arah Ken.
Syifa langsung menunduk malu, sedang Ken langsung melotot pada kedua nya lalu mengangguk.yang lain tertawa ngakak terlebih Dimas sambil memukul pundak Ken.
"Sabar bro, anggap ujian kayak Lo waktu dulu pertama belajar menerbangkan pesawat.hahahaha" ken melirik Dimas sambil melotot.
"Udah udah kalian ini ganggu aja" ucap Mama Mitha
"kalian berdua boleh istirahat, syifa ajak suami kamu ke kamar kamu ya.besok kita pulang ke Jakarta dan disana kamar kalian sudah siap" ucap mama Mitha
"Ia ma...yok kak.."ucap syifa singkat sambil berdiri dan mengajak Ken.
Mereka berdua menuju kamar syifa untuk istirahat, sedang kan yang lain sibuk membantu para Art membereskan sisa sisa acara tersebut. papa Araaf dan Mama Mitha juga kembali ke rumah mereka untuk istirahat sejenak sebelum jadwal makan malam bersama nanti di rumah orang tua syifa.
__ADS_1
Sementara di dalam kamar kedua orang tersebut hanya diam,Ken bangkit dari sofa di kamar syifa dan ingin mandi
"Mana Handuk nya, aku mau mandi" ucap Ken pada syifa
Syifa langsung berjalan menuju lemari dan mengambil handuk lalu memberikan nya pada ken.
"kakak ganti baju di kamar mandi aja ya" ucap syifa
"Aku gak biasa ganti baju di kamar mandi" Jawab Ken singkat langsung menuju kamar mandi.
Syifa diam, dia berfikir sejenak bagaimana cara nya,dia malu kalau liat Ken keluar dari kamar mandi hanya menggunakan handuk.kalau dia keluar dari kamar kira kira alasannya apa.lama berfikir akhirnya syifa menemukan ide,dia langsung keluar dari kamar dengan alasan mau ambil minum sambil ambil cookies.syifa sengaja berlama lama di dapur agar saat dia kembali Ken sudah selesai.
Ken baru selesai mandi dan keluar hanya dengan melilitkan handuk di pinggang nya,ia melihat sekeliling kamar tapi ga ada Syifa,Ken menuju ke koper kecil miliknya dan mengambil baju santai rumahan.setelah selesai Ken duduk di atas ranjang syifa sambil memainkan ponselnya,ia mulai mengingat tempat yang kini dia datangi,Ken merasa gak asing dengan tanah Aceh.dia merasa familiar dengan rumah syifa dan rumah orang tuanya yang berada tepat di samping rumah orang tua syifa.sedikit demi sedikit Ken mulai terbayang kejadian masa kecil bagaikan susunan puzzle yang hilang.tapi semakin Ken paksa kepalanya terasa pusing.
Syifa mengetok pintu kamar nya dan masuk,ia meletakkan teko kaca kecil yang berisi air putih,satu gelas oranye jus dan dua buah gelas serta satu toples kecil cookies keju.setelah nya syifa menuju lemari dan mengambil handuk dan pakaian nya karena syifa ingin mandi,Ken terus memperhatikan tingkah syifa sampai syifa hilang di balik pintu kamar mandi.
Ken turun dari ranjang menuju sofa,dia meminum Oranye jus yang ia yakini itu untuk nya dan memakan Beberapa cookies kesukaan nya tersebut.
Ken bangun dan menuju ranjang ia ikut merebahkan tubuh nya di sebelah syifa dengan jantung yang sangat berdebar begitu juga syifa.mereka sama sama diam beberapa menit sampai akhirnya Ken bertanya
"Sejak kapan kamu kenal keluarga ku?" tanya ken
Syifa melirik sekilas lalu menjawab
"Fa ga tau kapan, yang fa tau fa manggil mereka papa dan Mama sejak fa kecil seperti nya,tapi fa kembali ketemu papa dan Mama tepat saat fa mau masuk pondok sekolah menengah pertama" jawab syifa apa adanya
"Apa sebelum pertemuan pertama kita di New York kita pernah ketemu?" tanya Ken lagi
__ADS_1
"Ga tau..fa juga bingung kenapa tiba-tiba kita di minta menikah.tapi apa Kakak merasa kalau Kita pernah bertemu sebelum di New York?" tanya syifa balik
"Hem...seperti waktu kecil.apa kamu ada foto kecil mu?" tanya ken
"Ada tapi di simpan bunda semua.o ya apa kak Stefany tau kakak menikah?fa takut kalau nanti tiba tiba dia datang dan langsung marah marah seperti saat di new York" ucap syifa mengeluarkan rasa gundah nya
"Untuk apa dia tau semua tentang kehidupan pribadi ku? bukankah aku pernah bilang kalau kami gak ada hubungan apapun kecuali teman, lagian ngapain kamu takut seandainya pun dia pacar aku? kamu itu istri sah aku, dimana mana istri sah itu lebih berhak dalam segala hal dari pada pacar atau selingkuhan suaminya,jadi ngapain kamu takut sama dia? " jawab Ken Santai sambil sibuk dengan ponsel nya.
Syifa langsung menatap Ken.
" Kakak lupa kalau pernikahan kita itu masih rahasia dari publik,trus kalau dia melabrak syifa dan syifa harus bilang ke dia kalau kita sudah nikah gitu?" jawab syifa dengan wajah gondok nya.
Ken hanya menggidikkan bahunya sambil menjawab " ya terserah kamu, dari pada suami di rebut orang dan dibilang perebut pacar orang oleh pelakor.kan mendingan jujur aja" jawab Ken Santai, membuat syifa sangat geram
Syifa melongo sambil melotot mendengar jawaban Ken.
"TRUS KAKAK MAU FA DI KELUARIN DARI SEKOLAH GITU? " tanya syifa emosi
lagi lagi Ken menjawab dengan sangat santai,
"Mana mungkin mereka berani mengeluarkan Nyonya Kenzo Azhar menantu kesayangan Tuan Araaf Azhar dan Nyonya Mitha " Jawab Ken sambil tersenyum tipis melirik ke arah syifa
sementara syifa sangat gondok, dia langsung memeluk guling dan menarik selimut, memejamkan matanya seraya berkata "TERSERAH"
Ken tersenyum juga ikut memejamkan matanya sambil ikutan masuk ke dalam selimut, membuat tubuh syifa menegang seketika di bawah selimut,dan Ken tau itu karena dia juga tak kalah tegang dengan jantung yang berdetak sangat kencang.
"Kakak jangan Deket Deket" ucap syifa
__ADS_1
"Siapa juga yang mau Deket Deket sama bocah" jawab ken
Akhirnya mereka sama sama terlelap.