Gadis Ku

Gadis Ku
Apa kamu menyukainya?


__ADS_3

Maira sudah sampai di rumah dengan mobilnya bersama firli.Mereka akan meminta izin kepada Raka dan Adinda untuk firli yang akan menginap disana.


Sebenarnya Firli sudah dianggap anak sendiri oleh Raka dan Adinda dan tanpa izin pun mereka dengan senang hati akan mengizinkan firli untuk tinggal bersama.Namun firli tetap tidak enak jika tidak izin terlebih dahulu.


Saat sedang membuka pintu mereka di kejutkan oleh Devano kakak maira yang sudah datang dengan menggendong Clay anaknya atau keponakan maira.


"Assalamuallaikum"-Maira & Firli


"Waalaikumsallam aunty"ucap devano dengan nada anak kecil


"Kakak!"Maira behamburan memeluk devano serta menciumi clay.


Karena melihat kebisingan di ruang tamu akhirnya adinda,raka,dan clara memutuskan pergi untuk melihat kearah ruang tamu.


Mereka melihat Maira yang terus memeluk gadis kecil dan pria dewasa itu mereka hanya tersenyum dan menggelengkan kepalanya.


"Aaaa aku rinduu kak dev sama clay!"Maira tak berhentinya menciumi clay dan gadis kecil yang di ciumi nya hanya bisa tertawa memperkihatkan gigi nya yang berjuamlah dua diatas dan di bawah.hingga ia tak menyadari adanya clara di sampinya dan melupakan firli yang sedari tadi ikut melihat adegan lucu itu.


"Jahat sekali apa kamu tidak merindukan ku juga?"ucapan clara berhasil membuat maira terkejut,pasalanya maira tak tahu kalau sedari tadi clara sudah ada di sampingnya.


"Kak clara Assalamuallaikum!Apa kabar kak?"mencium tangan clara,dan berhamburan memeluk clara."Waalaikumsallam,kakak baik!bagaimana denganmu?"tanyanya sembari mengacak poni rambut maira.


"Seperti yang kakak lihat Alhamdulillah aku baik baik saja,dan aku juga merindukan mu!"


"Kangen kangenan nya ditunda dulu,apa kau lupa jika ada firli disini"Raka yang tiba tiba muncul dan menghampiri firli,firli pun sontak mencium tangan raka.


"Astagfirullah aku lupa"-maira


"Assalamuaalaikum,Papa raka apa kabar?"tanya firli basa basi."Alhamdulillah papa baik baik saja sehat,akhir akhir ini kenapa kamu tidak datang?biasanya setiap hari kesini"ucap raka"Aah maaf pa aku dan maira sering pulang terlambat karena mengerjakan skripsi dari dosen dan terkadang aku sangat lelah karena harus mampir kesini"


"Ternyata begitu,"-Raka


"Firlii apa kau masih mengompol hmm?"goda devano karena dulu saat maira dan firli kecil devano lah yang mejaganya.Dulu bisa dibilang firli kurang kasih sayang orangtua maka dari itulah keluarga maira sudah menganggap firli sebagai anak mereka sendiri.


Blushh..


Wajah firli memerah karena kaliamat devano yang berhasil mempermalukan gadis cantik yang berumur 19 tahun ini.Dulu devano sangat sangat menyayangi firli,devano tidak pernah membeda bedakan firli dan maira, ia sudah menganggap firli sebagai adik kandungnya.


"Kakak apa apaan! ishh firli malu!"ucap firli menutup wajahnya dengan kedua telapak tanganya sesaat semua yang ada dirumah itu tertawa geli melihat tingakah laku firli seperti malu malu kucing.


Mereka pun melanjutkan berkumpul dan berbincang bincang di meja makan sembari makan siang karena sudah waktunya.


"Firli bagaimana kabar orangtuamu?"tanya adinda.Firli dan maira yang sedang asik makan pun terhenti karena pertanyaan tersebut.Mereka berdua bertatapan sesaat.Maira melanjutkan makanya tapi tidak dengan firli.


"Nghh..Baik mereka sehat kok ma"balas firli gugup.Maira yang mengerti maksud firli ia langsung melontarkan pertanyaan."Ma,Pa,bolehkan firli tinggal dirumah kita?"tanya maira hati hati.


"Tanpa izin pun rumah ini selalu terbuka untukmu firli"Balas adinda."Apa ibu dan ayah mu pergi lagi?"tanya raka dan dibalas oleh anggukan dari firli.

__ADS_1


"Jangan tinggal di sendirian kau phobia sunyi dan gelap".Mereka semua menatap ke arah sumber suara,Yaa siapa lagi kalau bukan Devano ia tahu semua tentang firli apapun itu.


"Sayang kamu tau dari mana kalau firli phobia sunyi dan gelap"Tanya clara yang tak lain adalah istrinya itu."Hmm jika kau lupa aku lah yang merawat dan membesarkan dia bersama maira"ucap devano dan diangguki oleh clara.


"Baiklah setelah selesai makan kita pergi ke mall dan firli taruh barang barang mu di kamar maira nanti biarkan bi siti yang membereskannya"-Adinda


"Mama adinda dan papa raka firli berterimakasih sekaalii,kalian sangat baik mau menampung firli,dan kak dev aku menyayangimu"ucapnya langsung memeluk kedua orang tua maira sembari menangis tersedu sedu.


"Apa yang kau katakan hmm?,kau sudah mama anggap sebagai anak mama sendiri"Firli mengangguk"Benar kata istriku sudah jangan menangis"Raka mengelus surai rambut firli.


*******


Seperti Perkataan Adinda beberapa jam yang lalu,kini Maira bersama keluarga termasuk firli sudah saampai di salah satu mall terbesar di denpasar.


Mereka mengelilingi mall dengan berpencar mama adinda dan papa raka,kak devano dan clara,nah clay bersama maira dan firli.Devano dan Clara Mereka sengaja menyuruh firli dan maira agar membawa Clay bersamanya.Sedangkan pasangan suami istri itu memiliki banyak waktu untuk bermesraan tanpa ada gangguan.


"Clay let's go kita ke Timezone "Ucap maira dan firli serentak"


*******


Tiba di timezone yang beranekan mainan disana ,Mereka menghabiskan waktu bersama hingga 3 jam disana.


"Baiklah sudah selesai,aku lelah sekali fir ayo kita ke cafe yang ada di mall ini"ajak maira .


"Hah..hah..ayo aku sudah sangat lapar dan haus"-firli


Brukkh Brukhh


Mereka berdua jatuh bersamaan di lantai.Untung saja Clay berada di gendongan firli jadi ia tidak ikut kedalam kecerobohan maira.


"Maaf,maaf saya tidak sengaja!"Ucap maira


"Iya tidak apa apa." balas Pria yang ditabrak oleh maira.


"Mai kamu nggak apa apa kan?"tanya firli khawatir


"Hmm aku baik baik saja"-maira


"Kakak maafkan teman saya,dia memang selalu ceroboh seperti ini"-Firli


"Kalau begitu kami permisi"Membungkuk dan berjalan keluar.


"Cantik!"Gumamnya


*********


"Hai Maira!Hai Firli" Sapa pria itu kepada keduanya.

__ADS_1


"Hai Neo"Balas mereka serentak


"Hanya bertiga saja?"tanyanya.


"Ah tidak,banyak kok tapi mencar gitu"jawab maira


"Kamu sendiri?"tanya firli


"Ahh aku sedang menemani farrel membeli sesuatu"-Neo


"Benarkah?Dimana dia kok tidak kelihatan?"-firli


Tiba tiba dari ujung sana terlihat farrel berjalan ke arah mereka dengan tatapan datarnya.


"Balik ayo!"-Farrel


"Lo udah selesai?kalo gitu kita makan bareng yuk sama mereka, biar gue yang tlaktir!Gimana?"-Neo


"Udah ayo balik"Ucap farrel sembari menarij kerah baju yang digunakan neo.


"Eh..maaf mai fir gue balik dulu!"teriaknya.


Sesaat setelah mereka pergi


"fir,kenapa ya farrel itu dingin sama aku?" tanya maira.


"Bukan sama kamu aja tapi,sama semua kaum hawa dia emang gitu"balas firli


"Tapi aku dengar dari gosip gosipnya dia dulu adalah pria lembut dan manis tidak seperti sekarang dingin dan arrogant"-Maira


"Apa kau menyukainya?"


Pertanyaan firli sontak membuat mata maira membukat dan mukutnya terbuka lebar.


"Mana ada!Sembarangan! Dia bukan tipeku!"elak maira


"Benarkah?tapi sedari tadi bukankah kau membahasnya terus menerus?"-Firli


"Aku hanya ingin tau,Apa tidak boleh?"-jawab maira kesal.


"Sejak kapan MAIRA AYUNINDIA menjadi gadis super kepo seperti ini?-balasmya hingga maira bungkam


"Ahh benar mungkin kamu menyukainya!"


"Saat ada farrel dimaanapun kapanpun.kamu terus menerus tersenyum"


"Ck..Diam"Bentak maira firli hanya terkekeh melihat maira yang sudah berwajah merah seperti tomat.

__ADS_1


__ADS_2