
"Sayang ayo keluar.Keluarga mahendra sudah datang"-teriak adinda dari luar kamar.
"Iya ma"-balas clara
"Percayalah kepada kakak mu ini.Jangan takut!" ucap clara menenangkan.
"Selama kalian berada di sampingku aku akan baik baik saja"-balas maira.
Mereka pun turun ke bawah untuk menemui calon suami maira.Sedari tadi maira tak bisa diam ia terus berceloteh hingga membuat firli kesal.
"Berhenti mengatakan apapun.Kalau tidak sepatuku ini akan masuk kedalam mulutmu"-ucap firli kesal clara yang melihat maira diam karena ucapan firli pun terkekeh.
Maira berjalan dengan anggun ke arah ruang tamu,ia hanya bisa menunduk karena gugup.Untung saja ada clara dan firli kalau tidak mungkin maira akan menabrak sesuatu karena hanya terus menunduk dan tidak melihat jalan.
Sesampainya di ruang tamu mereka di sambut hangat oleh keluarga mahendra.
"Hai maira.." sapa delia .
Seperti tak asing dengan suara itu maira langsung mendongak menatap delia.Dan Pria yang sedari tadi duduk termenung melamun mendengar nama itu pun langsung menoleh kearah maira.
"Tante..."- balas maira terkejut.
"Kita bertemu lagi?" katanya dengan senyuman jahil.
"Apa kalian pernah bertemu sebelumnya?-tanya raka kepada delia
"Tentu kak.Dia adalah gadis ninja yang menolongku saat itu"-ucapnya sambil mencubit pipi maira gemas.
"Gadis ninja?"-tanya mereka bersamaan kecuali delia yang tersenyum dan maira yang hanya diam.
"Apa kalian tidak tahu?Jika dia mempunyai beladiri yang handal?"-kata delia yang membuat seisi ruangan itu ternganga.
"Benarkah itu maira?"-tanya devano.
"I-iya kak,tapi tidak handal seperti yang tante bicarakan."-jawab maira gugup.
"Kenapa? Sepertinya kalian tidak suka jika maira bisa mempunyai kemampuan beladiri" tanya ilham.
"Yang benar saja gadis manja ini bisa beladiri hm"-kata devano sambil menjewer telinga maira.
"Aduh..aduh kakak maafin mai"-meringis kesakitan.
"Jangn melukai menantuku dev" ucap delia dengan tatapan tajam mengarah devano.
"Tapi mami dia bahkan tidak memberitahuku!"rengek devano
Sebenranya devano juga sangat dekat dengan keluarga mahendra.Maka dari itu devano juga setuju dengan perjodohan ini.
"Lepaskan tanganmu dari menantu mami"-ucap delia.
__ADS_1
"Baiklah baiklah mami"-ucap devano.mereka semua tertawa tapi tidak dengan pria itu dan maira.
"Baiklah maira kenalkan ini Farrel Mahendra yang akan menjadi suami kamu"-ucap raka.
"APA? FARREL MAHENDRA?" -ucap maira dan firli bersamaan.
Ya memang farrel terus menunduk dan tidak bersuara.Maira dan firli pun juga tidak tau akan keberadaannya mereka kira dia orang lain.
Farrel yang namaya disebut pun mendongak menatap kedua gadis itu yang masih terkejut dengan tatapan dinginya.
"Apa kalian mengenalnya?"-tanya clara.
"Hem dia cukup populer dikampus"-balas firli.
Delia menatap firli.
"Dinda dia siapa?"-tanya delia dengan menujuk firli
"Dia putri ku namanya Firli Ananda.Sayang beri salam kepada tante delia"-ucap adinda dengan senyuman.
"Assalamuallaikum Hai tante!"-sapa firli canggung.
"Waallaikumsallam hai firli,jangan panggil tante panggil mami ok dan kamu juga maira panggil aku mami jangan tante?"-ucap delia diangguki oleh firli dan maira
"Yang benar saja kau mau menipuku dinda?"-kata ilham
"Tapi dia tak asing bagiku"-ucap delia sambil mengingat ingat.
"Jangan bilang kalau kamu adalah putri dari keluarga wijaya"-ucap delia penuh selidik.
"Akhirnya kau mengingat dena lia"-ucap raka dengan tersenyum
"Sudah kuduga,kurang ajar dimana anak itu aku akan menghajarnya"-ucap delia dengan wajah menyeramkan
"Dia pergi ke italia untuk pekerjaan Farhan selama satu tahun"-jelas adinda
"Setelah dia pulang aku benar benar akan menghajar anak itu,yang benar saja dia menyembunyikan anaknya dari ku!"-ucap delia
Mereka semua tertawa dengan pernyataan delia.Ya saat mengandung dena lebih tepatnya Adena Khansa Wijaya ibu dari firli ananda itu tidak memberitahu kepada semua publik.Karena Alasan tertentu .Dan banyak juga yang tidak tahu kalau firli adalah putri keluarga wijaya terutama Farhan Wijaya ayah firli .Delia penah menyelidiki keberadaan Adena dan satu informasi yang ia dapat adalah Firli Ananda.
"Baiklah kembali ke pasangan pengantin"-ucap ilham
"Kalian akan menikah 3 hari lagi"-kata raka tegas to the point
"Jadi persiapkan diri kalian masing masing,aku sudah mengatur semuanya"-tambah delia
"Ini untuk kebaikan kalian.Mai putri mama kau sudah tau bukan tradisi keluarga kita?dan ya farrel mulai sekarang panggil tante dinda dengan sebutan mama seperti maira.Mama harap kamu bisa menerima maira dan menjaganya sepenuh hati"-jelas adinda
"Baik ma"-balas farrel malas
__ADS_1
"Bagaimana denganmu sayang?"-tanya ilham ke maira
"Iya om "- jawab maira
"Papi sayang bukan om.Kamu adalah menantuku mulai sekarang.Papi jamin hidup mu akan seperti biasanya hanya saja status kalian yang berbeda"-kata ilham sambil mengelus puncak kepala maira.
"Aku mempunyai satu permintaan"-farrel yang sedari tadi diam akhirnya ia berkata.
Hening.........
"*Aduh kenapa aku jadi takut seperti ini?Apa yang dia inginkan sebebarnya?"-batin maira
"Kumohon farrel anak ku yang menyebalkan jangan meminta aneh aneh."
-batin ilham*
"Anak nakal!Apa maumu?"-ucap delia kesal
"Aku tidak ingin pernikahan ku di publikasikan!Hanya keluarga saja yang tau"-kata farrel serius
"Aku juga tak mau satu kampus tau kalau aku menikah dengan farrel"-tambah maira.
"Ke-"-ucapan delia terpotong.
"Tolong kalian mengertilah"-ucap farrel dan maira bersamaan.
"Baiklah kami akan menuruti kemauan kalian"-balas adinda
Lama mereka berbincang pasal pernikahan akhirnya pertemuan itu di sudahi oleh Ilham.Maira tersenyum senang karena sudah lebih dari 4 jam mereka duduk akhirnya terselesaikan.
"Baiklah Jaga menantuku kak jangan sampai lecet sedikitpun."-ucap delia penuh ancaman
"Ck..dia juga putri ku mana ada seorang ayah membiarkan putrinya terluka"-balas raka tak mau kalah.
"Kami permisi dulu.Terimakasih Raka dan dinda sudah memperbolehkan kami mengunjungi rumah besar ini"-kata ilham
"Lihatlah sayang pria tua ini tak biasanya bukan berbicara formal kepada kita?"cibir raka
"Ah aku malas bertemu dengamu lagi lebih baik aku pulang saja"-gerutu ilham meninggalkan rumah itu
"Kalian ini masih saja seperti kucing dan tikus"-ledek delia sembari tertawa
"Baiklah permisi asslamuallaikum "-tambah delia dan beranjak pergi bersama farrel.
"Waallaikumsallam"-balas mereka
______________________________________
Jangan lupa tinggalkan jejak vote,like dan komen sebanyak banyaknya ya💙
__ADS_1