Gadis Ku

Gadis Ku
Bab 35


__ADS_3

Marco sudah mengetahui kenapa Dea akhir-akhir ini menghindar dari nya. Ros salah satu karyawan Marco yang bekerja di tempat cafe milik nya itu telah menceritakan semua yang terjadi kepada Dea. Di mana gadis itu mendapatkan teror untung menjauhi laki-laki itu jika ingin keluarga nya selamat.


Marco pun meminta bukti-bukti teror itu kepada Dea. Gadis itu pun memberikan bukti teror berupa pesan chat dan juga surat yang ia dapat tempo hari.


"Jika kamu menceritakan kejadian ini lebih awal, pasti semua ini akan cepat selesai" Ujar Marco sambil menyimpan bukti-bukti itu.


"Maafkan aku mas. Aku salah karena telah merahasiakan semua ini dari mu"


"Sudah lah Dey, jangan terlalu kamu pikirkan. Semua ini sudah jelas dan dalam waktu singkat dalang nya pasti akan ketemu" Jelas Marco penuh keyakinan.


Marco pun merogoh saku celananya untuk mengambil ponsel yang ada di sana dan menekan salah satu nomor anak buahnya.


"Hallo, ada tugas untuk mu. Sekarang kamu datang ke cafe" Pinta Marco kepada orang yang di telepon nya tadi. Marco menyimpan kembali ponsel nya ke dalam saku celana nya.


"Kamu tenang saja Dey, semua akan baik-baik saja. Ibu dan adik mu akan aman di sana. Boleh aku minta alamat rumah mu di kampung? Dan tolong kirim foto adik dan ibu mu juga"


"Untuk apa?" Dea menatap pacar nya itu dengan heran.


"Aku mau mengirim kan orang untuk memantau rumah mu dan menjaga keluarga mu. Jadi, jika ada orang yang mencurigakan di sana, bisa kita langsung menangkap nya. Jadi kita akan bisa mengetahui siapa dalang di balik teror ini secepatnya" Jelas Marco mengatur jebakan untuk menangkap si peneror.


"Oh begitu ya"


***


"Ada apa bos meminta ku datang ke sini?" Tanya orang di telepon Marco tadi untuk datang menemui nya.


Marco yang sedari tadi menunggu orang yang di telepon nya tadi itu pun meminta laki-laki yang bertubuh agak kurus itu untuk duduk di kursi yang sudah tersedia di ruangan nya.


"Begini, aku mempunyai satu tugas untuk mu. Tolong kamu lacak si pemilik nomor ini. Aku ingin mengetahui siapa yang telah berani meneror gadis ku" Jelas Marco kepada orang tadi yang bernama Alex. Alex adalah orang kepercayaan Marco yang sudah lama bekerja dengan laki-laki itu. Ia bekerja dalam bidang teknologi jelas ia bisa dengan mudah untuk menemukan siapa yang ada di balik teror yang di alami Dea.


"Baik lah, saya akan mencari tahu siapa memilik nomor ini" Ujar Alex membawa bukti yang di berikan oleh Marco kepada nya.


"Aku akan menunggu kabar baik dari mu secepat nya" Ujar Marco.


"Baik akan saya usahakan untuk menemukan dalang nya"


***


Marco telah mengirim orang untuk mengawasi dan memantau keadaan di rumah Dea yang berada di kampung. Yah laki-laki itu memang telah menepati janji nya untuk menjaga adik Dea dan juga ibu nya di kampung. Namun, kehadiran orang suruhan Marco itu tidak di ketahui oleh mereka.


Orang-orang Marco hanya memantau dan mengawasi mereka dari jauh. Ibarat kata mereka itu sebagai bodyguard mereka di sana.


***


"Sweety, nanti malam aku mau mengajak mu keluar. Aku akan menjemput mu pukul delapan malam" Ujar Marco kepada Dea yang sedang sibuk di dapur cafe. Yah hari ini gadis itu masuk sif pagi.


"Tapi mas, nanti malam bukan kah cafe kita sedang ada acara ya" Ucap Dea. Yah malam ini memang di cafe tersebut ada acara. Di mana cafe itu telah di sewa oleh salah seorang pengusaha untuk merayakan pesta ulang tahun putri mereka yang ke tujuh belas tahun Jelas semua karyawan di sana akan ikut andil dalam acara tersebut agar acara itu berjalan dengan lancar.


"Tidak masalah, aku akan katakan kepada pak Suandi untuk memberikan izin kepada mu malam ini"


"Tapi mas, aku merasa tidak enak sama karyawan yang lain. Mereka capek-capek kerja untuk acara itu sedangkan aku, enak-enakan jalan bersama mu. Tidak adil nama nya itu mas. Bagaimana besok malam saja kita keluarnya. Aku benar-benar gak enak lo mas sama yang lain" Jelas Dea lagi.


Marco hanya bisa menghela napas berat nya mendengar apa yang di katakan oleh Dea. Yah ia mengharapkan akan mengadakan makan malam romantis nanti malam bersama kekasihnya itu tapi malah di batalkan karena acara ulang tahun nanti malam.


"Ya sudah deh jika itu mau mu? Kita akan tunda makan malam nya nanti malam. Tapi benar ya besok kita akan pergi bersama. Dan apa pun alasan nya aku tidak mau dengar. Pokok nya besok malam kita akan keluar" Tegas Marco lagi.


"Iya mas, besok malam kita akan keluar" Jawab Dea sambil tersenyum manis memperlihatkan kedua lesung pipinya.

__ADS_1


Dea kembali melanjutkan pekerjaannya di cafe itu.


***


Siang telah berganti menjadi malam dimana matahari telah bersembunyi di ke dalam perut bumi. Dea dan karyawan yang lain sibuk mempersiapkan acara itu. Yah mereka semua seharian bekerja tanpa pulang sebentar pun. Bahkan untuk mandi saja mereka melakukan nya di toilet cafe. Pesta ulang tahun yang akan di adakan nanti malam itu cukup meriah. Dimana mengundang beberapa sekolah SMA yang ada di daerah itu. Karena anak pengusaha ini merupakan anak yang gaul sehingga ia banyak mengenal teman-teman yang sederajat dengan nya dari sekolah lain.


Meski Marco merupakan pemilik dari cafe itu, ia ikut andil dalam mempersiapkan acara klain nya itu. Sungguh laki-laki itu tampak banyak mengalami perubahan saat bertemu dengan Dea. Biasa nya dia akan bersikap masa bodoh dengan pekerjaan karyawan nya itu. Ia selalu berpikir para karyawan nya itu sudah di bayar oleh nya. Jadi mereka harus melaksanakan tugas mereka dengan baik.


Namun, saat bertemu dengan Dea, ia jadi mau ikut serta bersama karyawan nya dalam mempersiapkan acara tersebut.


"Ternyata lelah juga ya Dey mempersiapkan acara nya" Ujar Marco menghapus keringat nya yang telah mengalir di pelipis nya. Baru kali ini ia merasakan lelah seperti itu. Yah selama ini ia hanya lelah dengan pikiran nya dalam bekerja. Berbeda dengan kali ini. Ia lelah karena bekerja menggunakan tenaga nya.


Kini, acara ulang tahun itu pun sudah di mulai. Para tamu yang hadir datang satu persatu untuk menghadiri acara tersebut.


"Ya ada apa?" Tanya Marco mengangkat ponsel nya saat berdering.


"Bos saya mau melaporkan bahwa tadi ada seorang wanita yang terlihat mencurigakan. Wanita itu selalu memperhatikan keadaan di rumah Dea"


"Apa? Apa kamu mengenali nya?"


"Tidak bos. Dari penampilan nya saja bisa di ketahui bahwa dia berasal dari desa. Yah seperti nya dia orang desa ini.


"Oh Ya, apa dia melakukan sesuatu di sana?"


"Untuk saat ini sih belum bos. Sepertinya ia hanya memperhatikan rumah Dea untuk mengetahui keadaan nya deh di sini"


"Ya sudah, jika begitu kamu terus saja awasi rumah Dea di sana. Pastikan adik dan ibu nya baik-baik saja dan tidak mendapat ancaman dari mana pun" Pinta Marco.


"Baik bos" Mereka pun mengakhiri percakapan mereka di telepon.


***


Rasa nya ingin sekali dia meloncat-loncat kegirangan saat mengetahui laki-laki yang ia cintai itu menghubungi nya. Untuk beberapa kali gadis itu menghirup dan menghembuskan napas nya untuk menenangkan hati nya saat ini. Yah hati nya bergemuruh kegirangan saat mendapat telfon dari laki-laki berkacamata itu.


"Hallo Jaka" Jawab nya dengan kalem nya. Padahal hati nya saat ini berteriak kegirangan.


"Hallo Rumi, apa aku menganggu mu?"


"Gak kok kamu gak ganggu, ada apa ya?"


"Begini, besok malam ada acara reunian di tempat kuliah ku dulu. Di mana acara itu harus membawa pasangan ke sana. Yah karena aku gak ada pasangan, apa boleh aku mengajak mu untuk menemani ku?" Tanya Jaka kepada gadis yang ada di seberang sana.


"Apa? Jaka mengajak ku untuk menemani nya di acara reunian di tempat kuliah nya?" Batin Rumi kaget mendengar apa yang di katakan Jaka barusan kepada nya. Sungguh ia tidak menyangka bahwa laki-laki itu mengajak nya ke sana. Gadis itu pun mencubit lengan nya untuk kembali memastikan apakah ini semua mimpi atau tidak.


"Aduh" Rumi merintih kesakitan.


"Rumi, kenapa?" Tanya Jaka mendengar gadis itu merintih kesakitan.


"Gak kok, gak ada apa-apa" Ujar nya salah tingkah.


"Jadi bagaimana? Apa kamu bisa menemani ku di sana?" Tanya Jaka lagi.


"Hmm... bisa kok, aku bisa temani kamu di sana" Jawab Rumi tersenyum senang.


"Ya sudah, besok malam akan ku jemput kamu pukul delapan ya. Share lokasi kos mu biar aku bisa mempermudah mencari nya" Ujar Jaka lagi.


"Oke nanti akan aku share lokasi nya"

__ADS_1


"Baik lah. Aku tunggu, sampai bertemu besok"


"Iya sampai bertemu besok Jaka" Mereka pun mengakhiri percakapan mereka di telepon.


"Ah.... " Rumi berteriak kegirangan. Tidak pernah terpikir kini ia bisa kembali bersama laki-laki itu.


"Ya ampun, seperti mimpi saja Jaka mengajak ku untuk menemaninya ke tempat reunian" Batin Rumi terus menatap ponsel nya. Gadis itu kembali memeluk ponsel nya itu karena merasa bahagia di hati nya yang sulit untuk di ungkapkan melalui kata-kata.


"Ini berarti ada harapan untuk aku dan Jaka bersama. Jaka sudah memberikan lampu hijau kepada ku saat ini. Aduh Jaka, ayo dong ungkapin perasaan mu secepat nya agar kita bisa bersama" Ujar Rumi penuh harapan. Yah gadis itu memang melakukan pendekatan dengan Jaka dengan cara menghubungi laki-laki itu lebih dahulu. Tapi ia masih menahan diri nya untuk mengungkap kan bahwa ia mencintai laki-laki itu. Yah bagaimana pun ia tidak mau terlihat oleh laki-laki itu bahwa ia mencintai nya. Malu dong jika sebagai perempuan yang mengungkapkan rasa cinta nya dahulu.


***


Hari telah berganti, malam yang lelah telah dilewatkan oleh Marco dan juga Dea. Di mana malam itu mereka sibuk mengurus acara yang diadakan di cafenya. Kini malam sudah berganti siang.


Hari ini semua karyawan cafe diliburkan oleh Marco karena mereka telah seharian lelah mempersiapkan acara ulang tahun dari salah satu kliennya. Jadi Marco memutuskan untuk menyuburkan mereka agar stamina mereka kembali dengan bisa beristirahat yang cukup hari ini.


"Assalamualaikum mas" Ujar Dea mengangkat ponsel nya saat berdering. Di mana Marco menghubunginya pagi itu.


"Waalaikumsalam sweety, lagi ngapain?"


"Baru selesai sarapan ma boy. Ada apa menelepon pagi-pagi begini?"


"Lo, kenapa? Apa gak boleh aku menghubungi gadisku?" Ujar Marco sedikit menggoda.


"Boleh kok mas"


"Oh ya Dey, sepertinya nanti malam kita nggak jadi deh untuk makan malam di luar"


"Kenapa mas?"


"Nanti malam akan diadakan acara reunian di tempat kuliahku dulu. Di mana di acara itu harus membawa pasangan mereka masing-masing. Jadi Aku membawa kamu sebagai pasanganku di acara itu. Apa kamu mau sweety untuk menemaniku di acara itu?" Tanya Marco kepada gadis yang memiliki lesung pipi itu.


"Boleh, aku mau kok pergi bersama kamu di sana. Tapi... "


"Tapi apa sweety?"


"Apa kamu tidak malu pergi ke acara itu bersama gadis seperti ku mas? Aku hanya gadis kampung" Ujar Dea.


"Kenapa aku harus malu sih? Secara kamu adalah pacar ku. Jelas aku tidak malu mengajak mu ke sana. Jika aku malu, ngapain aku mengajak mu" Jelas Marco.


"Ya sudah jika begitu mas. Aku akan ikut bersama mu ke acara reunian itu" Ujar Dea lagi.


"Oke deh, aku akan menjemput mu pukul delapan ya. Dandan yang cantik gadis ku" Ujar Marco mengakhiri percakapan mereka di telepon.


Dea hanya bisa terbengong dengar rencana Marco yang ingin mengajaknya di acara reunian. Yah gadis itu tampak kebingungan karena ia tidak memiliki baju yang pantas untuk pergi ke acara reunian itu. Tidak mungkin ia ke sana hanya menggunakan pakaian santai nya saja. Jelas acara itu memakai pakaian berupa gaun.


"Aduh, bagaimana ini? Aku harus memakai baju apa untuk pergi ke acara itu?" Batin Dea kebingungan.


"Ya sudah deh aku akan pergi membeli baju gaun untuk acara itu. Tidak mungkin aku pergi ke acara itu hanya menggunakan pakaian santai ku saja. Justru itu akan membuat mas Marco akan malu" Tambah nya lagi.


***


"Mas, kamu di sini?" Tanya Dea merasa heran saat Marco tiba-tiba ada di depan kamar kos nya.


"Aku hanya ingin memberimu ini" Ujar Marco memberikan bingkisan kepada gadis nya itu.


"Apa ini?"

__ADS_1


"Gaun. Kamu pakai itu anti malam ya" Pinta Marco langsung kembali ke mobil mewah nya.


Dea tersenyum senang mendapat kan bingkisan dari laki-laki yang ia cintai itu. Yah baru saja dia ingin pergi untuk membeli gaun, namun Marco sudah datang mengantarkan gaun tersebut kepadanya. Laki-laki itu memang selalu mengerti dengan keadaan gadis itu seakan-akan dia tahu bahwa gadis itu sedang kebingungan mencari pakaian yang tepat untuk ia pakai di acara nanti malam.


__ADS_2