Gadis Ku

Gadis Ku
Bab 40


__ADS_3

Malam ini Rumi nginep lagi di kos nya Dea. Yah gadis itu memang sering menginap di kos nya Dea karena sering bertemu dengan Jaka kekasih nya yang memang rumah laki-laki berkacamata itu tidak jauh dari kos nya Dea. Dan kos tempat nya Dea tinggal sekarang juga merupakan kos milik tante Jaka.


***


"Selamat pagi pa, ma" Ujar Marco menyapa kedua orang tua nya yang sedang sarapan di meja makan rumah nya.


"Pagi, sayang" Jawab Ratna mama nya Marco.


"Pagi juga" Nurdin ikut menjawab sambil terus sibuk mengoles kan selai di roti nya.


"Marco, nanti malam kamu jangan pulang nya terlalu malam ya nak. Kita akan mengadakan acara anniversary pernikahan papa dan mama yang ke tiga puluh tahun" Pinta sang mama.


"Iya ma, mama tenang saja aku pasti akan pulang dengan cepat kok. Oh ya, kak Jordy mana?" Tanya Marco tidak melihat keberadaan kakak kandung nya di meja makan pagi itu.


"Oh Jordy tadi sih buru-buru ke kantor nya. Kata nya sih ada urusan penting yang harus cepat di selesaikan"


Yah Marco merupakan anak ke dua dari pasangan Ratna dan Nurdin. Kakak nya bernama Jordy yang juga merupakan CEO di salah satu perusahaan yang dibangun oleh papa nya. Perusahaan papanya Marco memiliki banyak cabang. di mana dua anak cabang perusahaan itu telah diserahkan kepada Jordy dan juga Marco agar mereka bisa mengelola perusahaan itu dengan baik. Ya bisa dikatakan juga itu merupakan tabungan untuk mereka berdua. Karena setelah menikah nanti mereka sudah memiliki perusahaan sendiri untuk menghidupi keluarga kecil mereka nantinya.


Marco duduk di kursi yang berhadapan dengan mamanya. Ia langsung mengambil sepotong roti dan langsung mengoles selai coklat di atasnya untuk sarapannya pagi ini. Setelah selesai mengoles laki-laki yang bertubuh sixpack itu pun langsung berdiri dan pergi menuju ke luar rumah.


"Lo Marco mau kemana?" Tanya Ratna melihat Marco pergi meninggalkan mereka dengan membawa sepotong roti di tangannya.


"Mau ke cafe sebentar ma"


"Loh ini kan masih pagi. Biasanya juga kamu belum berangkat jam segini"


"Ada pekerjaan yang harus aku selesaikan di cafe ma. Tadi mama bilang aku harus pulang cepat. Jadi aku harus berangkat pagi untuk menyelesaikan pekerjaanku" Jawab Marco.


"Gak sarapan dulu" Ratna sedikit berteriak karena Marco sudah semakin jauh.


"Ini aku sudah membawa sepotong roti untuk sarapan itu di jalan" Marco membalas dengan berteriak juga.


"Aduh anak itu, luangkan dong sedikit waktu untuk sarapan bersama dengan mama dan papanya. Ini malah sibuk sendiri-sendiri dengan pekerjaannya. Waktu untuk ngumpul juga nggak ada" Protes Ratna kepada kedua putranya yang sibuk dengan urusan mereka masing-masing. Yah wanita paruh baya itu merasa kesepian karena anak-anak nya tidak mempunyai waktu untuk bersamanya.


"Sudah lah ma, anak-anak mu itu kan sedang meniti karirnya untuk masa depan mereka. Jadi kita sebagai orang tua harus mendukung dengan protes seperti itu"


"Iya sih pa, tapi mereka semua itu kelewatan masa untuk sarapan bersama saja sering nggak bisa. Ada aja alasan mereka. Yah mereka pulang hanya mandi, makan dan tidur Setelah itu mereka pergi lagi. Bahkan terkadang makan juga jarang di rumah lebih sering makan di luar"


Nurdin hanya tersenyum mendengar ocehan dari istri nya itu. Benar apa yang di katakan oleh Ratna mereka selalu di tinggal berdua oleh anak-anak mereka yang sibuk dengan kehidupan mereka masing-masing.


"Sudah ma jangan protes lagi. Nanti malam kita akan merayakan anniversary kita jadi mereka pasti akan meluangkan waktu untuk bisa hadir di acara kita itu"


"Yah semoga saja ya pa. Lagian mama juga mau memperkenalkan seseorang kepada Marco. Secara Marco belum ada pasangan nya. Kalau Jordy sih sudah bertunangan dan sebentar lagi akan menikah. Jadi mama gak perlu mencarikan jodoh untuk si sulung kita. Tapi Marco kan belum"


"Ma, biarin aja lah Marco mencari pasangan hidup nya sendiri. Kita jangan ikut campur untuk asmara nya" Ujar Nurdi merasa tidak setuju mendengar istri nya mencari pasangan untuk anak bungsunya itu.


"Lagian Marco juga masih muda ma" Tambah lelaki paruh baya itu kepada istrinya. Yah usia Jordy dan juga Marco hanya berjarak dua tahun saja. Di mana saat ini Jordy berusia dua puluh delapan tahun dan Marco dua puluh enam tahun.


"Pa, gadis yang mau mama kenalkan kepada Marco, ibu anak temannya mama. Orang nya cantik, berpendidikan tinggi dia lulusan dari universitas luar negeri. Yah bisa dikatakan bibit bobotnya jelas. Dan yang pasti ia sepadan dengan kita" Jelas Ratna lagi.


"Terserah mama saja deh. Papa gak mau ikut campur untuk masalah itu. Yang jelas papa akan menuruti kemauan Marco karena dia yang menjalani kehidupan rumah tangga nantinya bukan kita. Jadi biarkan dia memilih dan kita gak harus memaksa nya"


"Gak pa, pokok nya Marco harus memiliki pasangan yang bibit bobotnya jelas dan yang sepadan dengan kita. Jadi, mama bisa bangga memperkenalkan menantu mama nantinya kepada teman-teman mama"

__ADS_1


"Terserah mama saja. Jika Marco nya tidak setuju gimana?"


"Harus pa, Marco harus setuju. Dia harus nurut sama mama" Ratna tetap keras kepala untuk menjodohkan Marco dengan putri temannya.


Nurdin hanya bisa menggeleng-gelengkan kepalanya melihat peringai istrinya yang keras kepala dan hanya ingin menuruti kehendak nya saja.


***


"Mas, apa ini?" Tanya Dea saat Marco datang ke kosnya dengan membawa sebuah bingkisan dan diberikannya kepada Dea. Sedang kan Rumi sudah pergi ke tempat kerjanya bersama dengan Jaka sesuai dengan apa yang ia rencanakan di mana Jaka yang mengantarnya ke tempat kerja.


"Ini pakaian yang harus kamu kenakan nanti malam. Kamu harus ikut bersama ku. Malam ini akan ada acara di rumah ku yaitu anniversary papa dan mama. Yah tidak banyak sih yang hadir, hanya keluarga terdekat saja. karena itu aku mau memperkenalkan kamu kepada keluargaku" Jelas Marco lagi.


Deg...


Dea kaget setengah mati mendengar apa yang dikatakan oleh Marco tadi. Yah ia merasa ketakutan untuk bertemu dengan keluarganya Marco. Tentu saja merasa takut jika keluarga Marco terutama kedua orang tuanya tidak menyukai Gadis itu dan tidak memberi restu atas hubungan mereka.


"Kamu mau memperkenalkanku kepada keluargamu?" Ulang Dea. Marco mengangguk membenarkan apa yang dikatakan oleh Dea.


"Kenapa? Apa kamu tidak mau aku memperkenalkan kamu kepada keluargaku? Aku serius menjalani hubungan kita ini. Karena itu lah aku mau membawa mu bertemu keluargaku nanti malam"


"Tapi mas, jika nanti mereka tidak menyukai ku gimana?" Ujar Dea tanpa basa basi.


"Gak mungkin lah, mereka pasti akan menyukai mu. Yah ini kan hidup ku. Dan kamu adalah pilihan ku. Bagaimana pun mereka harus menerima kamu sebagai pasangan hidup ku" Ujar Marco dengan mantap.


"Tapi mas... "


"Ush... " Potong Marco tidak mau mendengar alasan apapun dari Dea.


"Aku tidak mau mendengar alasan apapun dari mulutmu. Yang jelas nanti malam aku akan datang menjemput kamu jam tujuh malam. Kamu harus memakai gaun yang aku belikan dan berdandan cantik" Pinta Marco lagi.


"Aduh, bagaimana ini? Aku merasa tidak enak hati mau bertemu dengan keluarga mas Marco. Apalagi nanti akan ada keluarga besarnya yang berkumpul di sana. Pasti aku akan merasa semakin canggung" Batin Dea. Pasti setiap gadis yang mau diperkenalkan kepada keluarga kekasihnya akan merasakan hal yang sama seperti apa yang Dea rasakan saat ini.


Selain merasa sungkan, pasti kalian juga merasakan takut di hatinya jika keluarga tersebut tidak menyukai kalian sehingga kalian tidak mendapatkan restu atau hubungan kalian terhadap kekasih kalian.


"Aku sama sekali belum siap untuk diperkenalkan dengan keluarga mas Marco. Yah perkenalan ini terasa begitu cepat. Mental ku belum cukup sempurna dalam persiapan ini" Batin Dea lagi. tapi apakan daya, ia harus menuruti kemauan kekasihnya itu meski rasanya sangat berat.


"Dey, ngapain sih bengong di sini?" Tegur Ros melihat gadis yang memiliki lesung pipi itu melamun.


"Malam ini mas Marco akan mengajak bertemu dengan keluarganya"


"Lo, bagus dong. Itu arti nya pak Marco serius kepadamu"


"Tapi aku belum siap Ros. Aku takut anti nya mereka semua tidak menyukaiku. Secara aku hanyalah gadis kampung yang tidak memiliki pendidikan yang tinggi. Pasti kedua orang tua Marco menginginkan gadis yang cantik dan juga pendidikan yang tinggi serta memimpin kekayaan yang setara dengan mereka. Sedangkan aku, aku dan mas Marco seperti langit dan bumi" Jelas Dea dengan wajah yang sedih.


"Ya ampun Dey, belum apa-apa kamu udah memikirkan yang bukan-bukan. Yah siapa tahu kedua orang tuanya pak Marco tidak memilih pasangan hidup anaknya. Dimana mereka akan menerima kamu dengan tangan yang terbuka. Kamu jangan suudzon dulu jadi orang" Jelas Ros.


"Ya aku kan cuma takut aja Ros"


"Berdoa saja semoga apa yang kamu takutkan itu tidak terjadi. Semua pikiran buruk kamu terhadap kedua orang tuanya pak Marco salah"


"Ya semoga saja begitu. Doai nya semoga apa yang kamu katakan itu benar"


"Iya, aku akan selalu kok doain yang terbaik untuk mu. Kamu tenang saja" Ujar Ros tersenyum senang. Ia pun melihat sebuah bingkisan yang ada di tangannya Dea.

__ADS_1


"Apa itu Dey?"


"Oh ini, gaun yang harus ku pakai nanti malam dari mas Marco"


"Wah, coba lihat dong" Pinta Ros penasaran. Dea pun membuka bingkisan itu dan mengambil gaun yang ada di dalam nya. Gaun itu berwarna dusty dengan panjang senata kaki dan bertali satu di sisi kiri dan kanan bahu nya.


"Wah, bagus sekali gaun ini. Pasti sangat mahal" Ujar Ros.


"Ya seperti nya sih begitu. Ngapain si mas Marco membuang-buang uang saja. Gaun yang kemarin ia beli kan untuk ku masih ada kok di rumah dan baru juga sekali ku kenakan ini sudah beli gaun baru" Ujar Dea menggerutu.


"Aduh Dey, ngapain juga kamu menggerutu seperti itu. Ya orang kasih ambil aja lah namanya rezeki. Rezeki jangan ditolak, musuh jangan dicari" Ucap Ros.


Dea hanya tersenyum mendengar kata pepatah yang dilontarkan oleh temannya itu.


"Ya sudah malah merumpi kita di sini. Ayo kita lanjutkan pekerjaan kita bisa-bisa nanti kita diprotes sama manager. Ya kamu sih nggak masalah jika diprotes sama manager, dan gak mungkin kan kamu di pecat juga dari cafe ini. Secara pacarmu si pemilik cafe ini" Ujar Ros terdengar sedikit menyindir.


"Kamu menyindir ku ya"


"Lo, kok nyindir sih Dey, Bukankah kenyataannya seperti itu pak Marco si pemilik cafe ini dan dia pacarmu" Jelas Ros lagi.


"Iya sih..."


"Nah kalau aku yang di protes sama manager, bisa-bisa aku di pecat. Terus, siapa yang akan membela ku nanti. Dan kemana aku harus membawa diri jika aku dibaca dan aku tidak akan memiliki penghasilan lagi. Mau makan apa aku?" Ucap Ros dengan wajah sedih nya.


"Udah deh Ros jangan berakting seperti itu. Ayo kita lanjutin kerja nya" Ajak Dea lagi.


***


"Ya pak mau pesan apa?" Tanya Dea ke salah satu pengunjung laki-laki nya.


"Makanan yang terkenal di cafe ini apa?"


"Oh, ada chicken crispy dengan saus barbeque, keju, saus lava, saus sadis"


"Wah saus sadis?"


"Iya, saus yang paling pedas dari semua saus. Jika ada yang bisa menghabiskan tiga potong chicken crispy dengan saus sadis, maka anda tidak perlu membayar makanan yang anda pesan. Bisa di katakan makanan anda gratis di sini" Jelas Dea kepada pelanggan tadi.


"Namun, jika anda tidak bisa menghabiskan chicken crispy nya maka anda harus membayar semua makannya anda pesan" Tambah nya lagi.


"Seperti nya menarik. Saya mau mencoba tantangan ini"


"Baik, tunggu sebentar makanan nya akan siap dalam waktu lima menit" Ujar Dea lagi.


"Tunggu mbak"


"Iya ada apa?" Tanya Dea berbalik.


"Apa bisa saya meminta nomor ponsel mbak? Yah jika saya ingin memesan makanan dari cafe ini, saya bisa menghubungi mbak langsung" Ucap pelanggan tadi lagi.


"Maaf pak, jika anda ingin memesan makanan dari cafe kami, anda bisa langsung menghubungi admin nya. Di sana sudah tertera nomor telepon yang bisa anda hubungi nanti jika ingin memesan" Jelas Dea menunjuk ke arah spanduk yang ada di kasir di mana spanduk itu sudah tertera nomor admin cafe yang menerima pesanan bagi pelanggannya.


"Terima kasih pak, saya permisi dulu" Ujar Dea lagi langsung meninggalkan orang tadi.

__ADS_1


"Aduh, padahal saya mau meminta nomor ponsel nya agar bisa dekat dengan gadis itu. Malah dia bilang suruh menghubungi admin nya saja" Ujar pelanggan tadi yang terlihat usia nya seperti Marco.


"Ini pak, silahkan di nikmati pesanan nya. Dan semoga bapak berhasil melakukan challenge ini dengan baik" Jelas Dea lagi berdiri di samping laki-laki itu untuk melihat apakah ia berhasil memenangkan challenge tersebut.


__ADS_2