
Sumi sedang sibuk di dapur, menyiapkan hidangan khas untuk pertemuan ini. Dia mengatur meja makan dengan penuh cinta. Sungguh diri nya tidak menyangka bahwa putri sulung nya akan melepas masa lajang secepat ini. Sedangkan Denis ikut bersiap-siap mengenakan pakaian terbaik nya dalam pertemuan keluarga ini.
"Dea, cepatlah! Keluarga Marco akan segera tiba. Ayo, pastikan semuanya dalam keadaan rapi" Ujar Sumi dengan tersenyum senang.
Dea datang dengan bersemangat ke ruang tamu. Dia mengenakan baju cantik dan berdandan dengan hati-hati.
"Iya, Ibu! Semuanya sudah siap" Ujar Dea.
Tepat pada waktunya, klakson mobil terdengar, mengindikasikan kedatangan tamu. Sumi membuka pintu, dan di hadapannya berdiri Nurdin dan Ratna serta Marco.
"Selamat datang, pak Nurdin, buk Ratna, dan Marco! Sungguh suatu kehormatan bagi saya dapat menyambut keluarga besar kalian di rumah kami" Ujar Sumi tersenyum hangat.
"Terima kasih, Sumi. Kami juga sangat senang bisa berkunjung ke kampung halaman Dea dan bertemu dengan keluarga Anda" Jawab Nurdin ikut tersenyum. Namun Raut wajah yang di perlihatkan oleh Ratna tampak tidak bersahabat. Wajah nya sama sekali tidak memancarkan kebahagiaan di sana.
Melihat hal itu Sumi menjadi tidak enak hati. Bagaimana tidak, pasti kita juga akan merasakan hal yang sama bukan seperti apa yang di rasakan oleh Sumi. Pasti kita akan berpikir apa salah kita hingga Ratna bisa menatap kita dengan tatapan tidak suka. Begitu lah kira-kira.
Mereka duduk bersama di meja makan dan mulai menikmati hidangan yang disajikan Sumi. Suasana menjadi lebih akrab dan cair seiring dengan percakapan dan tawa yang terdengar di ruangan tersebut. Namun Ratna masih menunjukan rasa tidak suka kepada keluarga Dea.
"Ma, coba lah untuk tersenyum kepada mereka. Dari tadi murung terus. Gak enak sama keluarga nya Dea" Bisik Nurdin.
Karena Nurdin yang meminta nya, Sumi pun tersenyum yang memang tampak di paksakan.
"Bagaimana perjalanan kalian kemari? Semoga tidak terlalu melelahkan" Ujar Sumi tersenyum.
"Perjalanan kami berjalan lancar, Sumi. Kami sangat senang bisa hadir di sini dan mengenal keluarga Anda lebih dekat" Balas Nurdin.
Setelah selesai menyantap hidangan, mereka pun duduk di kursi sederhana yang ada di ruang tamu nya rumah Dea.
"Sekali lagi terima kasih atas sambutannya, Sumi. Kedatangan kami di sini memang ada hal yang ingin kami diskusikan dengan Anda. Kamu datang dengan maksud yang baik dan harapan besar" Ujar Nurdi terdengar bijak.
"Oh, mungkin berkaitan dengan Dea dan Marco? Saya tahu mereka saling mencintai dan memiliki hubungan yang kuat" Tebak Sumi dengan semangat.
Nurdin mengangguk.
"Ya, Anda benar. Saya dan Ratna telah berdiskusi dan merasa bahwa sudah saatnya untuk melangkah lebih jauh. Kami ingin melamar Dea sebagai calon istri untuk Marco" Tambah nya lagi.
"Saya tidak menyangka hal ini akan terjadi. Tetapi, saya sangat senang mendengarnya. Dea adalah anak yang baik, dan saya tahu dia akan menjadi istri yang baik untuk Marco" Ujar Sumi dengan haru.
"Terima kasih atas kata-kata Anda, Sumi. Kami juga merasa bahwa Dea adalah wanita yang istimewa dan pantas menjadi bagian dari keluarga kami. Kami ingin membangun hubungan yang lebih kuat dan saling mendukung"
"Saya menerima lamaran ini dengan hati terbuka. Marco adalah pria yang baik dan mereka saling mencintai satu sama lain.. Saya yakin mereka akan membentuk keluarga yang bahagia" Ujar Sumi dengan mata yang berkaca-kaca.
"Terima kasih, Sumi. Restu dan dukungan Anda sangat berarti bagi kami. Kami akan berusaha menjaga dan merawat Dea sebaik mungkin, dan memberikan kebahagiaan yang ia layak" Ujar Nurdin.
***
Dea dan Marco berjalan bersama di tepi danau buatan. Cahaya matahari yang lembut menerangi sekeliling mereka, menciptakan suasana romantis. Yah beberapa hari Marco dan keluarga nya menginap di kampung halaman nya Dea.
"Mas tempat ini benar-benar indah. Aku tidak pernah membayangkan ada danau seindah ini di dekat kampung halamanku" Ujar Dea tersenyum bahagia kepada kekasih nya itu.
"Ya, Dey. Danau ini memang menakjubkan. Aku senang bisa berjalan-jalan bersamamu di sini, menikmati keindahan alam" Marco tersenyum lembut.
Dea dan Marco berjalan perlahan, menikmati udara segar dan pemandangan yang disuguhkan oleh danau buatan. Mereka berbincang-bincang, tertawa, dan saling berbagi cerita.
__ADS_1
"Lihatlah, mas! Itu bebek-bebek yang sedang berenang di sana. Mereka terlihat begitu bahagia dan bebas" Ujar Dea sambil menunjuk ke arah air.
"Ya, mereka benar-benar mengingatkan kita untuk hidup dengan bebas dan menikmati keindahan sekitar. Seperti kita sekarang, menikmati momen ini bersama" Jawab Marco sambil mengamati bebek-bebek dengan senyuman.
Dea dan Marco melanjutkan perjalanan mereka di sepanjang tepi danau. Mereka sampai di dermaga kecil yang terletak di salah satu sisi danau, menawarkan pemandangan yang menakjubkan.
"Dey, saat ini bersamamu di sini, di tepi danau ini, membuatku semakin yakin bahwa kamu adalah orang yang ingin aku jalani hidup ini bersama" Ujar Marco menggenggam tangan Dea dengan lembut.
"Mas... aku juga merasakan hal yang sama. Kita telah berbagi banyak momen indah bersama, dan aku ingin melanjutkan perjalanan ini bersamamu. Aku mencintaimu mas" Ujar Dea terhenyuh.
"Aku mencintaimu juga, Dea. Kamu adalah cahaya dalam hidupku dan aku ingin menjaga dan mencintaimu sepanjang hidupku." Jawab Marco tersenyum penuh kasih.
Dea dan Marco berbagi pelukan hangat di tepi danau, merasakan kebahagiaan dan kekuatan cinta yang saling mengikat mereka. Mereka mengambil waktu untuk menikmati keindahan alam dan menikmati momen indah yang telah mereka ciptakan bersama.
***
Setelah beberapa hari di kampung halaman Dea, Marco dan keluarga nya kembali ke ibu kota. Pertunangan antara Marco dan Dea akan di adakan dua bulan ke depan.
"Aku tidak bisa membiarkan mereka bersama. Dea tidak pantas menjadi bagian dari keluarga kami. Aku harus membuat rencana yang akan memisahkan mereka" Ujar Ratna dalam hati berkata kepada diri nya sendir.
Saat Ratna merenung, Nurdin memasuki ruangan tamu tempat di mana istri nya berada saat ini. Dengan wajah penuh kebingungan, Nurdin menghampiri Ratna.
"Ma, ada yang tidak beres denganmu akhir-akhir ini. Aku melihatmu gelisah dan tidak bahagia. Apakah ada yang salah?" Tanya Nurdi kepada wanita paruh baya itu.
"Oh, tidak apa-apa, pa. Hanya ada sedikit urusan yang membuatku sedikit terganggu. Aku sedang berusaha menyelesaikannya" Bohong Ratna kepada suami nya.
"Ma, kita harus berbicara dengan jujur. Aku merasa ada sesuatu yang kamu sembunyikan dariku. Apakah ada masalah antara kita atau antara Marco dan Dea" Tanya Nurdin lagi merasa khawatir kepada istri nya itu.
"Tidak ada apa-apa kok pa, beneran" Jawab Ratna lagi.
***
Malam itu Dea di undang oleh Nurdin untuk makan malam bersama di rumah nya. Hal itu untuk memperkuat hubungan mereka karena kelak akan menjadi satu keluarga. Dan juga Nurdin mau memberikan kesempatan kepada Dea agar bisa lebih dekat dan membuat hati Ratna luluh hingga bisa menerima gadis itu dengan tangan terbuka. Yah saat Dea dan keluarga Marco kembali ke ibukota bersama-sama waktu itu.
Ruang makan di rumah Marco yang dihiasi dengan elegan. Meja makan ditata dengan indah, bersiap untuk makan malam. Dea duduk di sebelah Marco, sedangkan Ratna duduk di seberang mereka. Wanita paruh baya itu tampak tidak berminat untuk berinteraksi kepada gadis itu.
Nurdin memberi kode kepada Dea agar gadis itu bisa memulai pembicaraan. Dea mencoba memulai percakapan dengan senyum ramah, tetapi Ratna tampak acuh tak acuh.
"Bagaimana hari anda, tante Ratna?" Tanya Dea dengan nada sedikit gemetar. Gadis itu sedikit takut kepada calon mama mertua nya itu karena kejadian tempo hari. Di mana ia di hina di depan umum saat bekerja di cafe Marco.
"Biasa saja" Ujar Ratna acuh tak maju saat terus sibuk dengan menyodorkan makanan ke dalam mulutnya.
Dea mencoba memperhatikan suasana hati Ratna dan mencoba menjaga percakapan tetap berjalan.
"Makan malam ini terlihat luar biasa. Terima kasih banyak kepada tante Ratna atas keramahannya" Ujar gadis yang memiliki lesung pipi itu dengan lemah lembut.
"Ya, tidak perlu berterima kasih. Itu adalah tugas saya sebagai tuan rumah" Jawab wanita paruh baya itu tanpa ekspresi.
Dea merasa sedikit kecewa dengan sikap Ratna, tetapi dia mencoba untuk tetap menjaga suasana yang positif.
Ingin rasa nya gadis itu pergi dari suasana yang tidak menyenangkan itu. Namun gadis itu masih memikirkan Nurdin dan Marco di sana. Di mana kedua ayah dan anak itu sangat berharap Dea bisa membuat hati Ratna luluh.
Dea menghela napas berat nya dan mencoba untuk mengukir senyuman di bibir nya.
__ADS_1
Melihat Ratna ingin menuang kan minuman di gelas nya, gadis itu berinisiatif memberikan segelas air putih yang memang sudah ia tuang sedari tadi.
"Tidak perlu bersikap manis kepada ku. Aku tidak membutuhkan hal itu sama sekali" Ujar Ranta tidak menanggapi pemberian dari gadis itu. Ia lebih memilih menuang air putih itu sendiri ke dalam gelas nya.
Lagi-lagi daya terlihat kecewa dengan sikap Ratna yang dingin kepada nya. Gadis itu kembali menghela nafasnya yang berat.
Marco tahu dengan suasana hati kekasih nya itu. Laki-laki itu menggenggam tangan gadis yang ada di samping nya itu sebagai pemberi semangat untuk gadis itu.
Marco tersenyum ramah kepada kekasih nya. Dea membalas dengan tersenyum pula. Gadis itu menguatkan hati nya demi laki-laki yang ia cintai itu.
Nurdin pun ikut prihatin melihat Dea yang tidak begitu dipedulikan oleh Ratna.
"Ayo di lanjutkan makanan nya nak" Ujar Nurdin mencoba untuk mencairkan suasana yang menegang.
***
Marco masih merasa tidak enak di hatinya atas perlakuan mamanya yang begitu dingin kepada gadis itu. Marco menggenggam tangan gadis itu dengan penuh perasaan. Ia menatap bola mata gadis yang telah mencuri hati nya itu dalam-dalam.
"Dey, aku begitu mencinta mu. Aku tidak mau kehilangan mu" Ujar laki-laki itu.
"Iya mas aku juga mencintai mu mas. Aku juga tidak mau kehilangan mu"
"Dey, aku mohon kepadamu, apapun yang terjadi tetaplah bertahan bersamaku. Bagaimanapun sikap mama kepadamu, jangan pernah meninggalkan aku" Pinta Marco terdengar memohon kepada gadis yang memiliki lesung pipi itu.
"Iya mas, aku akan bertahan demi cintaku kepadamu. Aku akan selalu berada di sisimu apapun yang terjadi. Aku akan berusaha membuat mamamu menerima aku nantinya"
"Terima kasih ya Dey, terima kasih karena kamu tidak menyerah dalam mencintaiku. Kita akan berjuang bersama-sama untuk meyakinkan mama agar hubungan kita ini direstui. Sejujurnya aku tidak sanggup bila kehilangan kamu dan aku pasti tidak akan bisa hidup tanpa kamu disisi ku" Ujar Marco lagi dengan hati yang takut kehilangan gadis yang ia cintai itu.
Dea tersenyum penuh haru. Ia pun membenamkan kepalanya ke dalam dada bidang kekasih hatinya itu.
"Ya sudah, hari sudah larut juga lebih baik kamu masuk ke dalam dan beristirahat" Ujar Marco setelah cukup lama mereka berpelukan. Marco meminta kekasihnya itu untuk masuk ke dalam kosnya agar dapat beristirahat di malam yang lelah ini.
"Ya sudah mas, aku masuk dulu ya ke dalam kamu hati-hati pulangnya" Ujar Dea kepada kekasih nya itu.
"Iya kamu tenang saja sweety"
Dea tersenyum dan langsung masuk ke dalam kos nya. Dea menghempaskan tubuh nya di atas kasur. Ia menatap langit-langit kamar kos nya sambil memikirkan bagaimana kedepan hubungan nya dan Marco. Ia sangat mencintai laki-laki itu tapi Ratna tidak pernah setuju akan hubungan mereka.
"Ya Allah, permudahkan lah jodoh ku dan mas Marco. Kami saling mencintai satu sama lain. Kami ingin menjalankan ikatan yang halal serta melaksanakan ibadah. Bukakan lah pintu hati tante Ratna agar dia bisa menerimaku dengan tangan yang terbuka" Doa Dea sambil memejamkan mata nya.
"Permudah kan lah ya Allah, hanya kepada Mu aku meminta. Dan hanya kepada Mu aku memohon. Tidak ada kuasa yang lebih besar di atas kuasa Mu. Hanya Engkau lah yang bisa membolak-balikkan hati manusia. Karena itu kabulkan lah permintaan ku ini Ya Allah" Tambah nya lagi.
Ting...
Notifikasi ponselnya Dea berbunyi pertanda ada pesan yang masuk. Dea membuka isi pesan gimana pesan itu dari Marco.
"Selamat mala sweety. Selamat beristirahat. Hadirkan aku dalam mimpi indah mu" Pesan nya dengan mengirimkan emod love kepada kekasih nya itu.
Dea tersenyum senang mendapat pesan sederhana namun romantis itu.
"Terima kasih ma boy, hadir kan aku juga di dalam mimpi indah mu. Love you ma boy" Balas Dea.
"Love you too sweety"
__ADS_1
Dea mencoba untuk memejamkan mata nya agar bisa terlelap dengan nyenyak di malam yang sunyi itu. Gadis itu berharap semoga besok ada keajaiban yang datang di mana Ratna bisa menerima diri nya dengan tangan yang terbuka.