Gadis Ku

Gadis Ku
Ekstra part 46


__ADS_3

Setelah selesai dengan makan siang yang sudah sangat telat itu Ken dan syifa langsung menuju kamar mereka, karena para sahabat syifa juga masih istirahat dikamar mereka, sebenarnya mereka sudah meminta ijin untuk pulang ke Asrama, tapi syifa belum mengizinkan dengan alasan karena mereka bertiga tidak harus mengikuti remedial jadi untuk apa harus di Asrama terus dan rencana nya besok syifa akan meminta izin pada Ken untuk mengajak kedua sahabat nya berbelanja dan nonton di mall.


Saat sampai di kamar mereka langsung menuju walk in close untuk mengganti baju mereka dengan baju santai rumahan.ken menuju ranjang dan membaringkan tubuhnya yang sedikit Terasa lelah karena perjalanan Turki Indonesia nya, syifa yang baru selesai juga langsung ikut berbaring di samping Ken sambil memainkan ponselnya melihat akun sosial miliknya.


"Sayang handphone nya simpan dulu Donk,ga kangen lagi apa sama aku? tanya Ken sambil langsung menarik syifa dalam dekapan hangat nya membuat syifa langsung tertawa geli karena ulah Ken menciumi seluruh wajah dan leher nya


"Hubby udah Donk,geli tau..ia ia ni dah fa taruh handphone nya,oke"ucap syifa sambil meletakkan handphone nya di Nakas.


"Sayang setelah ini kamu mau lanjut ke mana?trus pas liburan nanti kamu mau liburan ke mana? tanya Ken sambil terus menciumi rambut indah istri nya tersebut


"Terserah Hubby mau nya dimana, tapi kalau liburan fa pengen ke Roma Italia,fa pengen makan pizza langsung dinegara asal nya, lihat tempat cerita Romantis Romeo and Juliet,dan masih banyak yang lain nya"jawab syifa semangat


"Ga pengen ke Paris lihat lukisan wajah kamu sendiri yang hampir sama di sukai orang orang seperti lukisan Monalisa? tanya Ken lagi, syifa menggeleng


"No Hubby,fa mau minta papa aja yang ambil lukisan itu atau nanti saat kita liburan sekali lagi baru kita ke sana"jawab nya sambil memeluk Ken


Syifa ga pernah tau kalau Ken sudah menemui langsung jastyn dan meminta lukisan sang istri, walaupun awalnya sedikit terjadi perdebatan karena jastyn tidak percaya tentang pengakuannya Ken bahwa dia adalah suami dari Nasyifa, tapi setelah Dimas menunjukkan beberapa bukti tentang pernikahan Ken akhirnya dengan rasa yang sangat hancur memberikan lukisan tersebut tanpa mau dibayar walau sedikit pun.


Tapi Ken tetap berjanji akan mengirimkan hadiah untuk jastyn dan benar saja Ken mengirimkan sebuah mobil mewah tepat dua hari setelah jastyn menyerahkan lukisan tersebut, dalam hadiah nya Ken menuliskan sebuah memo yang membuat jastyn tidak bisa mengembalikan hadiah dari Ken dan tidak bisa berkata apapun


"vous connaissez l'estimable monsieur jastyn? Votre admiration pour Nasyifa n'a pas été comparée à tous les sentiments que j'ai pour elle,tous les sentiments que j'ai ressentis depuis notre première rencontre il y a dix ans,quand je n'avais que dix ans et qu'il n'en avait que huit,et à cause de cela aussi la famille nous a éloignés pendant huit ans et nous a réunis maintenant, le cadeau de ma part ne vaut pas le maquillageet à cause de cela aussi la famille nous a éloignés pendant huit ans et nous a réunis maintenant, le cadeau de ma part ne vaut pas le maquillage parce que pour moi, ce qu'il y a dans ma femme ne peut jamais être payé, n'est-ce pas ?Ce cadeau est un souvenir que vous connaissiez autrefois une femme nommée Nasyifa et je ne vous demande pas d'oublier ma femme parce que c'est votre droit humain.(anda tau tuan jastyn yang terhormat? rasa kagum anda pada Nasyifa belum sebanding dengan segala rasa yang saya miliki untuk nya, segala rasa yang saya rasakan sejak pertama kami bertemu sepuluh tahun yang lalu, saat usia saya baru sepuluh tahun dan dia delapan tahun,dan karena rasa itu juga keluarga menjauhkan kami sampai delapan tahun dan menyatukan kami sekarang, hadiah dari saya tidak sebanding dengan harga lukisan wajah nya karena bagi saya apapun yang ada pada istri saya tidak akan pernah bisa di tarif kan, hadiah ini sebagai kenang-kenangan bahwa anda pernah mengenal seorang wanita bernama Nasyifa dan saya tidak meminta anda untuk melupakan istri saya karena itu hak asasi anda)"


Ken hanya diam sambil tersenyum mendengar keputusan syifa.


"kamu boleh kuliah tapi dengan jurusan psikologi dan aku ga akan pernah izinkan kami untuk bekerja sampai kapan pun itu dan dengan alasan apapun,kamu kuliah hanya untuk wawasan saja dan untuk lebih matang dalam mendidik anak-anak kita kelak"ucap Ken tegas


"Berarti fa ga bisa jadi pramugari dong by?"rengek syifa


"No honey.aku ga suka kamu diliatin banyak orang apalagi laki laki.ucap Ken lebih tegas lagi


"Posesif" cebik fa sambil memanyunkan bibirnya


"Apa kamu bilang barusan?Hem .. coba ulangi lagi"ucap Ken sambil menggelitik pinggang Syifa dan menciumi seluruh wajah nya


"Ampun by...ha ha ha, udah geli by, please Hubby"rengek syifa sambil tertawa terbahak bahak.


"mau kasih aku apa kalau aku berhenti"tantang Ken


"Apa aja...tapi lepasin dulu by..."janji syifa membuat Ken langsung berhenti dengan senyuman Smirk nya.


Syifa yang kecapean tertawa tadi langsung menjatuhkan tubuhnya di atas dada bidang Ken sambil menghirup Aroma Maskulin sang suami , sehingga membuat nya langsung terpejam dan menuju mimpi indah nya


Ken yang menyadari sang istri sudah tertidur di atas nya dengan nafas yang sudah sedikit teratur, dengan perlahan Ken mengusap lembut kepala dan punggung syifa sehingga membuat dirinya juga ikut terpejam dan menuju alam mimpi.


Sementara di bawah kedua sahabat syifa sedang asyik membantu para Art menyiapkan menu untuk makan malam mereka malam ini, putri juga membuat salad sedang Maya mencoba mempraktekkan resep puding coklat yang ia lihat di YouTube.


__ADS_1



Sedangkan bik Jah membuat beberapa menu vegetarian yang selalu di haruskan oleh Ken untuk syifa karena menurut ahli gizi itu baik untuk mengikuti program makanan sehat agar cepat hamil.



Setelah Selesai Shalat Maghrib,Ken dan syifa turun untuk makan malam, mereka langsung menuju keruang makan,bik Jah yang melihat pasangan muda itu turun langsung menghampiri mereka.


"Aden sama non syifa mau makan sekarang? makanannya udah siap"suara bik Jah memberi tahu


"Ia bik,bibik udah Shalat?trus Maya sama putri mana bik,kok ga keliatan?tanya syifa


" Alhamdulillah bibik udah Shalat non, neng putri dan neng Maya masih di kamar non, mungkin baru selesai Shalat juga"jawab bik Jah


"Dari tadi mereka ngapain bik?tanya syifa lagi


"Tadi neng putri dan neng Maya bantu di dapur non,dah bibik larang mereka maksa non,tuh salad buah hasil karya neng putri dan itu puding coklat hasil karya neng Maya, semuanya masih di kulkas non"ucap bik Jah sambil menyebutkan hasil karya kedua sahabat nona muda nya tersebut.


"Biarin aja bik mereka ikutan masak ga papa,bibik tolong panggil kan mereka ya biar makan bareng"ucap syifa


"Ia non,bentar bibik panggilin"ucap bik Jah sambil melangkah menuju kamar yang Maya dan putri


Setelah sampai di depan pintu kamar tersebut bik Jah langsung mengetuk pintu tersebut


Tok tok tok


"neng Maya,neng putri..."panggil bik Jah


"Neng di panggil sama non syifa disuruh ke meja makan,dah waktu nya makan malam"ucap bik Jah sambil tersenyum


"Oh ya bik,ya udah ayok"ajak keduanya sambil menggandeng tangan bik Jah, membuat bik Jah merasa sangat senang melihat kedua gadis itu yang juga baik, sopan dan sangat menghargai orang lain.


Setelah sampai di meja makan mereka melihat syifa dan Ken yang sudah duduk menunggu mereka di meja makan,ada rasa ga enak dalam hati mereka karena mereka adalah tamu, terlebih lagi saat ini ada Ken, mereka sangat segan pada pria tampan tapi dingin tersebut, walaupun usia mereka terpaut tidak terlalu jauh hanya dua tahun.


"Maaf ya jadi nunggu kami"ucap kedua nya saat tiba di meja makan


"It's okay,ga masalah itu,yuk duduk kita makan bareng,bibik juga yok"jawab syifa sambil tersenyum, sedang Ken hanya mengangguk sambil fokus ke layar ponsel nya.


"By udah dong,taruk dulu ponsel nya dah mau makan loh ini"protes syifa pada Ken


"Bentar sayang,ada Imel dari Asistennya papa yang di Paris, five minute ok.jawab nya lembut sambil masih fokus pada ponsel nya


"Ini tu meja makan by,bukan ruang kerja"balas syifa ketus"membuat Ken tersenyum tipis.


"Sayang....sabar beneran Urgent ni,disana kan sekarang jam kerja baby,kamu isi nasi aku aja dulu,ni dah hampir terkirim.jawab nya


"Mau lauk nya apa?tanya syifa ketus

__ADS_1


"terserah Nasyifa sayang....ok dah selesai"jawab nya sambil meletakkan handphone nya di samping syifa dan tersenyum seraya mengusap lembut kepala syifa


"Thanks honey..., senyum Donk,ya dah yok silahkan makan dan jangan lupa berdoa"ucap Ken sambil terus menatap wajah syifa


Maya dan putri yang melihat sungguh sangat terkejut, ternyata seromantis itu si pria tampan yang menurut mereka seperti es kutub itu.bener benar bikin mereka Baper abis.


Sementara putri yang melihat tingkah suaminya itu hanya bisa geram dan sedikit canggung pada kedua sahabat nya, akhirnya mereka menikmati makan malam bersama mereka dengan menu selera masing masing.selesai makan Ken berencana akan ke ruangan kerja nya tapi syifa menahan nya sebentar.


"Sayang kamu udah selesai kan makan nya?aku mau ke ruang kerja ya ada beberapa Imel dari sekretaris di AZ grup,ada mereka yang temani kamu kan"ucap Ken sambil menatap Syifa


"No by, bentar dulu fa mau minta izin" ucap syifa


" Mau minta izin buat apa?"tanya Ken sedikit berwajah serius


"fa besok pengen belanja, makan dan nonton di Mall ya by?" ucap syifa lembut


"sayang besok aku sibuk banget di kantor,besok lusa aja ya?"Ken menawarkan


"Fa bisa pergi sama putri dan Maya,biar di antar mang Diman aja by.."bujuk syifa


"No honey...di luar ga aman buat kamu, please ngerti in aku.ok"ucap nya tegas


"Tapi Hubby fa pengen jalan-jalan dari Minggu lalu fa dikurung terus"jawab syifa sambil menunduk dengan suara yang terdengar bergetar dan air mata yang sudah membasahi pipinya.


Ken yang baru menyadari pun langsung mengacak rambutnya karena kebodohannya yang lupa dengan siapa ia bicara, karena rasa khawatirnya membuat Ken berbicara sedikit keras di ujung kalimat nya.


"Sayang .. maaf..aku ga maksud mau bentak kamu,aku ga tenang kalau kamu di luar tanpa aku, please ngerti in aku sayang.. please"bujuk Ken sambil ber jongkok di hadapan syifa seraya mengusap air mata yang sudah mengalir di pipi mulus syifa.kedua sahabat nya sangat terkejut melihat posesif Ken dan manja nya syifa


"Ta- Pi fa kepingin banget Hubby bisa jalan bareng temen seperti orang orang,dulu juga fa pernah pergi sama temen tapi ga papa"jawab syifa manja


"Sayang...lihat aku... dengerin ya dulu orang orang belum tau siapa kamu, sekarang hampir semua media mulai tau kamu, saingan keluarga Azhar dalam bisnis itu banyak banget sayang dan sekarang mereka mulai mengincar kehidupan pribadi keluarga kita,aku ga mau terjadi sesuatu sama kamu,aku ga sanggup sayang..."ucap Ken sambil menangkup kedua pipi gadis cantik itu


Perdebatan mereka membuat Maya dan putri semakin merasa serba salah,mau pergi tapi ga enak, tetap di situ tapi kok juga ga enak, mereka melirik ke bik Jah yang juga menunduk tanpa berani mengangkat kepalanya,dalam hati kedua nya Merutuki sahabatnya _"(aduh syifa kok suka banget cari ribut sih, Udah tau suami posesif malah ribut disini,di kamar kek Sono)"


"Tapi fa pengen Hub-by.... please,fa janji ga akan macem macem"ucap syifa masih memohon membuat Ken meraup seluruh wajah nya dan memandang lekat wajah syifa.


"Ok..tapi harus sama beberapa bodyguard ya dan ga ke tempat lain, cuma di mall xxxx biar aku bisa awasi Cctv nya,udah jangan nangis"ucap nya sambil mencium kening syifa


Dengan cepat syifa Langsung memandang wajah Ken dan memeluk erat tubuh Ken"Thanks Hubby"ucap nya manja membuat kedua sahabat syifa melotot melihat interaksi pasangan muda itu


"Hem" jawab Ken singkat membalas pelukan syifa


"Tapi bodyguard nya dua aja ya"mohon syifa


" No Nasyifa Azhar.... nurut atau ga sama sekali"ucap Ken tegas tak terbantahkan membuat syifa langsung mengangguk dengan wajah cemberut


"kalian boleh belanja apapun, tapi jaga syifa baik baik"ucap Ken pada Maya dan putri dan langsung di balas Anggukan kepala oleh mereka.

__ADS_1


"Sayang habis kan vegetarian nya,ok..aku di ruang kerja ya"ucap Ken pada syifa sambil mengelus lembut kepala nya dan melangkah keruang kerja nya dan di balas Anggukan kepala oleh Syifa


Setelah kepergian Ken kedua sahabat nya langsung menyandarkan tubuh mereka ke Sandaran kursi dan menghembuskan nafas mereka, termasuk bik Jah.


__ADS_2