Gadis Ku

Gadis Ku
Bab 44


__ADS_3

Rumi dan Jaka mempunyai janji untuk pergi keluar malam ini. Tentu saja Rumi merasa senang karena akan keluar bersama kekasih hati nya.


"Jaka bilang aku harus kelihatan cantik dan wangi malam ini. Aku harus pakai baju apa ya?" Batin Rumi memilih pakaian yang bergelantungan di lemari pakaiannya.


Ia tampak sangat bingung memilih beberapa pakaian itu. Sungguh tidak ada yang cocok untuk nya. Yah semua pakaian yang ia miliki hanya lah celana jean, baju kaos atau baju kemeja. Tidak ada gaun sama sekali.


"Aduh, tidak mungkin kan aku menggunakan pakaian ini untuk makan malam yang romantis, kan nggak lucu" Batin nya lagi.


"Harus nya makan malam yang romantis aku harus menggunakan baju gaun. Terlebih jika memintaku untuk berdandan cantik di malam ini. Jika aku hanya memakai pakaian tomboy seperti ini Apa mungkin Jaka akan terkesima melihatku?" Ujar nya lagi pelan seolah-olah sedang berbicara kepada dirinya sendiri.


Rumi berpikir dengan keras baju apa yang pantas ia kenakan pada malam ini.


"Oh ya, Bukankah Jaka pernah memberikan aku sebuah gaun saat acara reunian di kampusnya kemarin. Nah, aku bisa memakai pakaian itu untuk malam ini" Ujar Rumi tersenyum senang.


Ia pun langsung pergi ke kamar mandi untuk bersih-bersih dengan perasaan gembira di hatinya. Malam ini adalah malam yang paling bahagia baginya. Yah ini adalah malam pertama mereka mengadakan makan malam romantis. Begitulah yang diharapkan oleh gadis itu.


Detak jantung Rumi semakin cepat memompa darahnya. Bukan kah ketika kita mempunyai janji dengan pacar kita untuk makan malam ataupun keluar bersama kita juga akan merasakan hal yang sama seperti apa yang dirasakan oleh Rumi. Pikiran tidak karuan membayangkan hal-hal romantis yang akan terjadi nanti malam. Dan ketika bayangan itu muncul di pikiran kita maka jantung kita akan semakin berdetak kencang. Begitu lah yang di rasakan oleh rumit yang sulit dijelaskan melalui kata-kata.


Rumi bersiap-siap dengan semangat empat puluh lima. Sungguh ia membayangkan hal-hal yang indah akan terjadi nanti nya.


Rumi mengenakan gaun yang pernah diberikan oleh Jaka kepadanya waktu itu. Dress berwarna hitam itu turut menyertai penampilan nya malam ini. Rambut nya yang ikal di biarkan nya terurai sepanjang bahu itu. Bisa di katakan malam ini Rumi berpenampilan lain dari pada biasa nya. Semenjak ia berpacaran dengan Jaka, gadis itu pintar melakukan perawatan dirinya. Karena Jaka selalu meminta nya untuk melakukan perawatan diri nya. Hingga semakin hari, kulit Rumi semakin cerah dan cantik saja.


Jaka tersenyum menghampiri Rumi yang sedari tadi menunggu kedatangan nya di halaman kos nya dengan tersenyum manis.


"Sudah siap untuk berangkat?" Tanya Jaka. Rumi tersenyum manis sambil mengangguk.


"Ayo kita berangkat" Tambah laki-laki berkacamata itu. Mereka pun pergi dengan menggunakan sepeda motor milik Jaka ke sebuah restoran berbintang lima.


Restoran itu memang sudah dipesan oleh Jaka dimana telah di hiasi lilin-lilin kecil di atas mejanya serta bunga-bunga. Lampu dengan cahaya minim menambah suasana romantis di restoran itu.


Rumi tersenyum dengan penuh kekaguman ketika masuk ke dalam restoran itu. Sungguh ini kali pertamanya ia mendapatkan perilaku romantis dari seorang laki-laki. Malam ini adalah malam yang sangat membuatnya bahagia.


"Silahkan duduk sayang" Ujar Jaka menarik kursi agar Rumi bisa duduk berhadapan dengannya. Mereka menyantap makanan yang paling terfavorit di restoran berbintang lima itu.


"Bagaimana sayang, apa kamu senang malam ini?" Tanya Jaka setelah mereka selesai menyantap makan malam yang romantis.


"Iya sayang. Aku sangat senang malam ini. Terima kasih ya karena kamu telah menyediakan tempat yang paling romantis menurutku. Aku senang banget dan aku merasa beruntung telah mendapatkan laki-laki sebaik kamu" Ujar Rumi memegang tangan laki-laki yang ada di hadapannya itu.


"Iya sama-sama" Ujar Jaka.


"Maaf kan aku Rumi, maafkan aku" Batin Jaka merasa tidak enak hati kepada gadis yang telah mempercayainya dengan sepenuh hati.


Raut wajah yang penuh senyuman yang terukir di wajah Rumi kini berubah menjadi murung ketika ia merasakan sedikit pusing di kepalanya. Melihat perubahan raut wajah Rumi Jaka pun bertanya kepada gadis itu.

__ADS_1


"Kenapa Rumi?" Tanya nya.


"Gak tahu Jaka, tiba-tiba kepala ku merasa pusing" Ujar Rumi. Semakin beriring nya waktu, Rumi semakin lemah. Perlahan gadis itu tidak memejamkan mata nya. Dan sebelum ia jatuh pingsan, ia bisa melihat samar-samar ada beberapa laki-laki yang menghampiri mereka di restoran itu.


"Jadi ini gadis yang kamu ceritakan?" Tanya salah satu laki-laki bertubuh agak tegap dan tinggi kepada Jaka yang merupakan bos dari beberapa orang yang datang tadi.


"Iya bos. Ini lah gadis nya"


Orang tadi merupakan seorang rentenir yang bernama Rendra itu pun melihat penampilan gadis itu dari ujung rambut hingga ujung kaki. Rumi yang tadi nya terbaring di dengan kepala nya di atas meja pun di angkat oleh anak buah Rendra agar bisa melihat wajah gadis itu dengan jelas.


"Hmm lumayan manis juga dia" Ujar Rendra. Yah Rumi memang gadis yang manis kulit nya sawo mateng dengan rambut ikal di kepala nya. Hidung nya tidak begitu manjung namun tidak juga pesat. Tubuh yang tinggi langsing pun membuat nya semakin menarik. Yah kulit nya yang sawo matang itu tampak terlihat semakin cerah karena perawatannya selama ini.


"Bagus Jaka. Aku suka dengan gadis ini. Dengan begitu hutang-hutang mu lunas" Ujar Rendra menepuk-nepuk bahu Jaka. Kedua anak buah Rendra pun membawa Rumi pergi dari restoran itu.


Jaka hanya bisa terdiam tidak berdaya. Sejujurnya ia tidak mau melakukan semua ini. Tapi dia terpaksa karena tidak ada pilihan lain. Laki-laki berkacamata itu telah memiliki hutang kepada rentenir tersebut. Hutang itu untuk membayar pengobatan ayahnya yang sedang dirawat di rumah sakit beberapa bulan yang lalu. Namun, hingga saat ini ia tidak bisa membayar hutang piutang nya. Ia selalu di teror oleh Rendra bahkan selalu di hajar dengan babak belur karena hutang itu.


Gaji nya sama sekali tidak cukup untuk membayar hutang piutangnya di mana yang terus saja berbunga setiap bulannya serta memenuhi kebutuhannya sehari-hari. Hingga pada saat Rendra ingin mengganti hutang nya dengan adik Jaka yang baru saja masuk SMA. Demi melindungi adiknya Jaka rela mengorbankan Rumi untuk membayar hutang-hutangnya.


Itu lah kenapa Jaka selalu meminta Rumi untuk merawat dirinya. Dan mau berpacaran dengan Rumi. Ia hanya memanfaatkan gadis yang polos itu demi melunasi hutang nya. Ternyata penampilan Jaka yang kalem seperti kutu buku dengan menggunakan kacamata, ternyata sifat nya seperti se*tan. Karena tega mengorbankan orang lain demi kepentingan nya sendiri. Padahal Rumi sangat mencintainya dan begitu percaya kepada dirinya.


Jaka menatap Rumi yang digendong oleh salah satu anak buahnya Rendra menuju ke dalam mobil dengan tatapan sedih.


"Maafkan aku Rumi. Maaf kan aku yang harus melakukan hal ini kepada mu. Aku benar-benar tidak tahu lagi harus berbuat apa untuk menghadapi semua ini" Batin Jaka.


***


"Selamat pagi manis" Sapa seorang laki-laki kepada nya. Sontak Rumi kaget mendengar suara itu.


"Siapa kamu?" Tanya Rumi dengan penuh ketakutan.


"Dimana aku? Kenapa aku berada di sini?" Tambah nya lagi.


"Tenang manis, kamu berada di apartemenku. Apa kamu lupa tentang apa yang terjadi tadi malam kepada kita berdua? Kamu telah memberikan sensasi yang luar biasa" Ujar Rendra dengan sedikit tersenyum mengejek.


"Aku benar-benar merasa puas atas servis tadi malam"


Deg...


Rumi membulatkan matanya kaget mendengar apa yang dikatakan oleh Rendra barusan kepadanya. Baru ia bisa mengingat tentang apa yang terjadi tadi malam. Di mana ia telah melakukan makan malam yang romantis bersama Jaka. Dan secara tiba-tiba ia merasa pusing dan samar-samar besoknya lihat ada beberapa orang laki-laki yang mendekati mereka.


"Dimana Jaka? Kamu apa kan dia" Teriak Rumi. Sungguh ia takut sesuatu yang buruk terjadi kepada kekasihnya itu. Gadis itu belum menyadari bahwa semua yang terjadi kepadanya akibat ulah kekasihnya itu. Ia masih mempercayai Jaka sepenuhnya.


"Wow, wow, tenang manis. Jaka baik-baik saja. Justru aku harus mengucapkan terima kasih kepadanya, karena dia telah memberikan aku gadis yang masih murni seperti kamu"

__ADS_1


Deg...


Seperti petir di siang bolong yang menyambar hati Rumi saat itu. Ia tidak menyangka bahwa Jaka tega melakukan hal ini kepada nya.


"Apa maksud kamu?" Ujar Rumi menolak kenyataan.. Dan berharap bahwa semua yang terjadi ini adalah salah.


"Hahaha... Dasar gadis polos. Pantas saja Jaka dengan mudah membohongi mu. Asal kamu tahu, kamu itu telah dimanfaatkan oleh Jaka"


"Maksud nya?"


"Kamu ini memang terlalu polos atau berpura-pura polos sih?" Ujar Rendra duduk di sofa sambil menyalakan sebatang rokok di tangan.


"Oke aku akan jelas kan ya, Beberapa bulan yang lalu Jaka memiliki hutang kepadaku sebesar lima puluh juta rupiah. Hingga saat ini dia tidak bisa membayar hutangnya yang setiap bulannya semakin bertambah karena bunga-bunganya. Jadi, itu sebabnya dia menyerahkan kamu kepadaku untuk melunasi hutang-hutangnya. Yah karena kamu sudah sudah memberikan servis yang terbaik tadi malam maka hutang Jaka sudah ku anggap lunas" Ujar Rendra sambil menghembuskan asap dari rokok dari mulutnya.


Deg...


Kini detak jantung Rumi seolah-olah berhenti mendengar semua kenyataan yang pahit ini. Sungguh ia tidak menyangka bahwa Jaka sanggup melakukan semua ini kepada dirinya yang telah mencintai laki-laki itu dengan sepenuh hati dan mempercayainya dengan jiwa dan raganya.


"Gak mungkin, kamu pasti bohong. Tidak mungkin Jaka melakukan semua ini kepadaku" Rumi menolak kenyataan yang ada.


"Hahaha.... " Rendra kembali tertawa mengejek mendengar gadis itu tidak percaya dengan apa yang ia jelaskan.


"Ngapain juga aku berbohong? Tidak ada untungnya jika aku berbohong kepadamu. Lagian dari mana aku bisa mendapatkan kamu jika tidak ada campur tangan dari Jaka tadi malam" Ujar Rendra lagi tersenyum dengan sinis nya.


Rumi terpaku tidak bisa berkata apa pun Ia tidak menyangka betapa kejam nya Jaka kepada nya. Rasa cinta yang ia memiliki untuk laki-laki itu kini hancur sudah. Dan rasa kepercayaan yang ia bangun juga telah retak seketika mendengar kenyataan yang ada.


Beberapa air bening kini mengalir di pipinya. Rumi menangis sambil memeluk lututnya di atas tempat tidur itu. Ia sangat rasa hancur saat ini, harta yang paling berharga miliknya kini telah dirampas secara paksa oleh laki-laki yang dia sama sekali tidak mengenalinya. Dan yang paling parahnya lagi adalah laki-laki yang paling ia cintai dan yang paling ia percayai bisa melindunginya justru yang telah menjerumuskan dia ke dalam lubang hitam.


"Kenapa Jaka? Kenapa kamu begitu tega kepadaku seperti ini? Apa salah ku kepada mu" Batin Rumi terus menangis tanpa henti.


"Sudah lah manis, jangan kamu tangisi. Toh tadi malam kita sama-sama menikmati momen itu bukan?"


Rumi sama sekali tidak menjawab apa yang dikatakan Rendra kepadanya. Ia terus saja menangis dan menangis tanpa henti. Gadis itu sama sekali tidak ingat apa yang terjadi tadi malam kepadanya.


***


Rumi melangkah menuju ke kos nya dengan langkah yang lunglai. Gadis itu di antar pulang oleh kedua anak buah Rendra ke kosnya.


Ia melihat sekeliling ruangan kos nya. Kembali air mata mengalir di pipi nya. Yah betapa malamnya nasib gadis itu sudah jatuh tertimpa tangga. Sudah di hianati oleh kekasih nya malah harta berharga nya yang kelak akan bangga ia persembahkan untuk suaminya kini telah dirampas secara paksa.


"Ah.... " Rumi berteriak sekuat mungkin. Meraung penuh dengan kesedihan yang membuat siapa pun yang mendengar raungan itu akan merasa tersayat hati nya.


Beberapa make up yang ia dapatkan dari Jaka untuk perawatan diri nya kini di lepar ke lantai. Baju gaun yang ia kenakan tadi malam pun dimana baju itu diberi oleh Jaka pun ia menyobek nya saat baju itu masih di kenakan nya. Semua yang berkaitan dengan Jaka sangat ia benci saat ini.

__ADS_1


Baju gaun yang indah itu kini terlihat compang camping karena Rumi telah menyobek nya.


"Kamu jahat Jaka.. Kamu tega kepada ku. Kamu kejam... " Ujar nya berteriak. Ia menangis terduduk di lantai. Hancur, sangat-sangat hancur. Apa yang akan ia katakan nanti kepada kedua orang tua nya? Dan siapa yang akan mau menerima diri nya yang sudah tidak suci itu. Terus jika dia hamil, siapa yang mau bertanggung jawab atas kehamilan nya? Apa Rendra mau bertanggung jawab? Jelas jawaban nya tidak. Laki-laki itu hanya menjadikan nya pelampiasan saja untuk melunasi hutang Jaka. Bukan untuk di jadikan istri.


__ADS_2