Gadis Ku

Gadis Ku
Saling Memaafkan.


__ADS_3

Setelah lama dari merayu sampai bernegosiasi akhirnya farrel mau makan malam bersama malam ini namun tentunya dia menggunakan syarat dan entah kenapa maira menyutujuinya apa lagi kalau tidak berhubungan intim keduanya sama sama suka walaupun maira menutupi rasa senangnga itu .


Hening...


Ya hening makan malam kali ini hening sekali bahkan yang biasanya berbicara kini hanya diam semua melirik farrel dengan bergantian namun farrel tak menghiraukan itu ia hanya sibuk dengan makanannya sendiri.


Setelah selesai makan farrel berdiri dan beranjak pergi namun delia mengatakan sesuatu yang membuat farrel berhenti dari langkahnya.


" Apa kamu marah sama mami sayang?"-tanya delia menatap sendu farrel begitupun dengan ilham ia mengelus pundak istrinya untuk tidak menangis.


Farrel kembali melangkah namun baru 2 langkah kini bima memanggilnya dan ia pun kembali berhenti.


" Farrel!"-panggil bima sedikit keras.


Maira yang melihat suasane menjadi mencekam ini langsung ia menghampiri farrel dan menariknya kembali duduk di kursi dengan perasaan dongkol farrel tetap memenuhi keinginan istrinya.


" Mami minta maaf sudah menamparmu kemarin. tolong jangan diamkan mami seperti ini hikss.."-ucapnya perlahan air mata membasahi pipinya.


Ingin rasanya farrel memeluk maminya dan menenangkan agar tidak menangis namun dilihatnya bima seperti masih marah akan perbuatan farrel lalu ia urungkan kembali,farrel yang mendengar delia seperti itu dia hanya menundukan kepalanya ia sadar ia salah .

__ADS_1


"Sayang kamu maafin mami kan?"-tanya maira lembut dan di jawab anggukan oleh farrel.


" Mami jangan menangis lagi mas farrel sudah memaafkan mami kok"-tutur maira dengan tersenyum.


" Hikss..kamu beneran maafin mami kan ?!"-tanya delia menghampiri farrel dan jelas itu farrel langsung berhamburan memeluk delia ah dia ikut menangiss.batinmaira.


" Maaf mi.."-ucapnya dengan nada bergetar.


" Maafin kakak juga gara gara kakak kamu jadi kaya gini,"-ucap bima mengejutkan farrel namun farrel hanya membalas menanggukan kepala.


" Kamu tau kan kalau kakak marah seperti apa? seharusnya kamu hati hati dari awal kalau mau bermainmain hubungan untung saja hanya kakak yang tau ah ralat keluarga kita saja coba kalau devano tau mungkin dia akan bertindak seperti kakak dan lebih memungkinkan lagi ia akan memisahkan kamu dan maira."-jelas bima sambil memeluk farrel.


Tak berselang lama lagi lagi mereka semua dikejutkan tangisan bisma dari arah nya yang sedang berlari menuju meja makan.


" Hikss huaaa hikss unclee hikss.."-tangisan bisma menggema sampai seisi rumah terkejut.


"Hikss aunty hikssss huaa hikss aunty "-tangisnya semakin menjadi dengan cepat maira menghampiri bisma dan menggendongnya .


"Hei boy ada apa hmm?"-ucap maira sambil mengusap air mata bisma

__ADS_1


" Hikss aunty bobok aunty,bicma takut cendili hiks.. "-katanya lagi sambil meletakan kepalanya di dada maira.maira yang merasa geli dia pun tertawa dan akhirnya bisma pun ikut tertawa.


" Geli hihi ya aunty?"-tanya nya dengan tertawa cekikian


" Iya ,ayo tidur sama aunty?"-ucapnya dan bisma pun menaangguk


Maira berjalan menuju kamarnya dengan menggendong bisma .


######


" Sayang dimana anak kita"-tanya bima kepada anya.


" Dia berada di kamar maira sepertinya dia marah padaku"-jawab anya menghela napasnya.


" Yasudah biarkan saja dia disana kak"-ucap farrel berjalan menuju kamarnya


" tolong jangan memanjakan bisma lihat dia semakin kurang ajar nanti"-omel anya kepada farrel


" Aku tidak peduli dia ponakan ku "-jawab farrel menujukan senyuman jenaka yang membuat orang sebal.

__ADS_1


__ADS_2