
Syifa terbangun saat mendengar suara Azan subuh berkumandang di masjid terdekat, sedangkan bik ijah sudah bangun sejak terdengar suara Mengaji di Masjid,bik ijah yang melihat sang nona muda sudah terbangun langsung menghampiri nya dan bertanya apa yang Syifa rasakan pagi ini
" Non udah bangun.., gimana apa masih mual ..?" tanya nya pada syifa
" Udah lebih enak dan mual nya juga udah ga lagi kok bik.." jawab syifa membuat bik Ijah sangat senang dan lega.
" Bibik tidur di mana semalam..? kok ga bawa matras bulu buat bibik tidur..? pasti bibik tidur di sofa lagi kan, sayang loh bik badan bibik jadi capek" omel syifa membuat bik Jah tersenyum tipis
" Ga akan sakit kok..kan sofa nya panjang juga lebar pas kok untuk badan.." jawab nya sambil tersenyum
" Ya udah ayok wudhu keburu telat ntar Subuh nya..." ucap syifa pada bik Ijah sambil membangunkan tubuhnya dari ranjang empuk nya
Setelah menyelesaikan Shalat subuh nya syifa turun ke leher dan berjalan menuju taman bersama sisi, sedangkan bik ijah langsung menemui chef up meminta dibuatkan sarapan untuk syifa dan setelah nya ia langsung membantu membereskan makanan yang sudah di masak oleh chef untuk semua pekerja di rumah mewah itu
Setelah mendapatkan beberapa bunga dan merasa cukup syifa Langsung kembali ke rumah dan mulai menata bunganya di vas khusus untuk bunga bunga segar dan tak lupa untuk di kamar nya, sedangkan sisi masih di taman merawat bunga bunga dan menyiram nya seperti biasanya
Setelah selesai dengan ritual mandi dan berpakaian syifa Langsung turun dan menuju meja makan untuk sarapan, Syifa memakan sandwich nya dan meminum susu coklat nya tapi mual kembali membuat nya ingin memuntahkan semua isi perut nya, syifa Langsung berlari ke kamar mandi di dekat ruang makan dan disusul bik ijah yang langsung memijit tengkuk syifa, setelah muntah ia kembali ke meja makan untuk memakan buah potong yang sudah di siapkan oleh bik Ijah
Selesai memakan Beberapa potong buah syifa merasa lebih baik dan terlihat lebih segar, syifa berpamitan pada bik Ijah,ia akan ke kampus karena hari ini hanya dua mata kuliah yang akan ia ikut membuat syifa merasa sayang jika ia tidak ke kampus dan lagi pula di rumah ia merasa sangat jenuh
Seperti biasa ia di antar oleh supir pribadi keluarga Azhar yang kini menjadi supir khusus untuk nya, dalam perjalanan tiba-tiba ponselnya berdering dan dengan segera ia mengangkat telfon yang ternyata dari sang suami, seperti biasa Ken menanyakan keadaan nya dan calon baby mereka
Syifa yang memang sejak semalam tidak memegang Handphone nya tidak menyadari begitu banyak pesan yang masuk ke handphone nya,saat akan membuka pesan pesan tersebut ponsel nya kembali bergetar dan kali ini sang Mama yang melakukan panggilan, syifa mengangkat dan berbincang sebentar
__ADS_1
Mobil yang membawa syifa kini sudah tepat berada di depan gerbang kampus nya, tampak kedua sahabat nya yang selalu setia menunggu nya di depan gerbang, mereka langsung berjalan menyusuri koridor kampus dan berpisah saat akan menuju jurusan masing-masing
Setelah sampai di kelas nya syifa Langsung duduk karena ia masih sedikit lemah dan pusing,tapi tiba-tiba ia kembali teringat Dengan banyaknya pesan yang masuk di ponsel nya dan ia ingat ada beberapa dari no tidak dikenal, membuat nya kembali mengambil ponsel nya dari dalam tas dan berlahan membuka beberapa pesan dari no yang memang ia kenal
Saat akan membuka pesan dari no yang tidak ia kenal dan terlihat mengirimkan beberapa gambar,tapi kembali harus ia tahan karena Dosennya sudah masuk membuat ia terpaksa harus menyimpan kembali ponselnya
Setelah dua jam melewati mata kuliah nya mereka di berikan waktu istirahat selama satu jam sebelum melanjutkan mata kuliah yang kedua, syifa memutuskan untuk ke toilet sebelum ke kantin, sesampainya di toilet ia membasuh sedikit wajah nya karena ia merasa sedikit pusing dan mual, setelah selesai ia langsung menuju kantin
Sesampainya di kantin ia langsung duduk di meja kosong agak sedikit di pojokan, setelah memesan jus, sambil menunggu putri dan Maya syifa membuka ponselnya dan langsung membuka beberapa pesan gambar yang masuk di ponsel nya yang membuat nya penasaran sejak tadi
Namun betapa terkejutnya syifa saat melihat gambar gambar tersebut, gambar yang menampilkan sang suami terlihat sedang bersama sahabat nya dan beberapa wanita seksi sedang asyik di sebuah tempat yang syifa tau itu adalah club' malam, tempat yang paling ia hindari.
Dengan tangan yang sedikit bergetar syifa meneruskan pesan pesan tersebut ke no sang suami dan mengirimkan nya dengan satu pertanyaan " Kamu kembali ke kehidupan masa remaja kamu ya By...? maaf kalau mungkin selama ada aku di samping kamu membuat kamu tidak bisa lagi menikmati indahnya kebebasan mu untuk ke tempat itu"
Baru setengah syifa menyusuri koridor tiba tiba kepalanya sangat pusing dan ber kunang-kunang dan dalam hitungan detik ia sudah terkulai lemas koridor, sontak kejadian itu membuat heboh semua mata yang melihat nya,si wanita cantik idola para kaum Adam itu tiba-tiba pingsan di koridor kampus, Bagas yang kebetulan baru keluar dari ruangan Dosen langsung berlari saat melihat syifa akan jatuh namun ia terlambat tubuh syifa sudah lebih dulu menyentuh lantai koridor
Dengan segera Bagas mengangkat tubuh syifa dan membawanya ke UKS, setelah sampai di UKS Bagas langsung meminta tolong salah satu mahasiswa untuk memanggil kedua sahabat syifa karena menurut Bagas mereka yang pasti tau siapa yang harus dihubungi,Bagas terlihat sangat shock dan khawatir dengan keadaan syifa
Tak berapa lama putri dan Maya tiba di UKS dan langsung berlari menghampiri syifa yang tengah di tangani oleh beberapa mahasiswa yang bertugas di UKS, namun tiba-tiba tiba Maya histeris saat ia melihat arak betis syifa yang sedikit terlihat dan Maya melihat darah segar mengalir di betis syifa
" Putri.....Fafa berdarah put.... kalian siapa aja tolong cepat panggil kan ambulance.... please..." terik Maya histeris membuat semua yang ada di tempat langsung menghubungi ambulance tapi belum sempat tersambung sang Rektor universitas kedokteran tersebut tiba-tiba masuk dan membuat semua yang disitu sangat terkejut siapa syifa sehingga membuat sang rektor yang langsung turun tangan
" Cepat hubungi Ambulance RS xxxx milik Keluarga Azhar dan katakan nona Nasyifa pingsan di kampus" perintah sang rektor pada asistennya dan langsung di angguki oleh sang Asisten
__ADS_1
Maya masih menangis dalam dekapan putri,ia benar-benar shock melihat darah segar yang mengalir di betis syifa
" Put baby put...." ucap nya membuat orang orang bingung dan tiba tiba Maya kembali bersuara sedikit keras membuat orang orang kembali melihat ke arah nya
" Put Lo udah telfon kak Dimas...? kak Kenzo harus tau put..." sontak ucapan Maya menyadarkan putri dari lamunannya
Dengan segera putri mengambil ponsel nya dan menghubungi no Dimas namun belum juga di angkat" Ga di angkat maya... mungkin lagi pembukaan fashion show nya,kak Dimas pasti Dampit kak Kenzo..." ucap putri
" Coba lagi put....Lo ga punya no kak Ray atau kak Stiff...? cepetan put..." ucap Maya membuat putri semakin berkeringat
" Aku cuma punya no kak Dimas Maya...bentar ini masuk semoga aja di angkat..." ucap putri dan benar saja tak berapa lama terdengar suara Dimas di seberang
π± Dimas_ Assalamualaikum put...ada apa...maaf tadi aku baru selesai mendampingi Ken melakukan pembukaan fashion show nya..." ucap Dimas menjelaskan
π± putri_ kak...kak Kenzo mana...Fafa kak... dia pingsan di kampus... please tolong kasih tau kak kenzo.." ucap putri dengan air mata yang sudah mengalir di pipi mulus nya
π±ken_ Astaghfirullah put kok bisa.... apa yang terjadi...oke kakak akan kasih tau Ken, kalian tenang dan Tolong jaga syifa baik baik dan segera bawa ke RS xxxx milik Keluarga Azhar, bilang sama rektor nya" ucap Dimas pada putri
π± putri_ Ia kak ini sedang nunggu Ambulance nya.. Assalamualaikum" ucap putri langsung mematikan ponselnya
" Maaf pak pesan kak Dimas Asisten nya kak Kenzo, syifa disuruh di bawa ke RS xxxx milik Keluarga Azhar dan satu lagi tolong jangan hubungi on kedua orang tua mereka karena om Araaf dan Tante Mitha sedang di luar negeri" ucap putri pada sang rektor dan di jawab anggukan kepala oleh sang rektor
Setelah menunggu beberapa menit, Ambulance pun tiba,Bagas langsung mengangkat tubuh syifa dan membawanya ke ambulance, membuat yang melihat mengira bahwa syifa dan Bagas memiliki hubungan khusus, sedangkan Maya dan putri merasa tidak enak melihat semua nya, Maya dan putri langsung masuk ke ambulance bersama syifa
__ADS_1
Sedangkan Bagas menggunakan mobil nya bersama dengan seorang teman nya yang tau bahwa Bagas sangat mengagumi sosok wanita cantik yang kini sedang tidak sadarkan diri tersebut, termasuk pak rektor dan sang Asisten juga menggunakan mobil pribadi nya,tak berselang lama mereka sampai di RS yang terlihat sangat megah, ambulance langsung menuju IGD yang sudah sangat siap saat mendengar nona muda dari pemilik RS tersebut pingsan dan akan di bawa ke RS